Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

STUDI COOLING CAPACITY KAPAL CEPAT RUDAL 60 METER (STUDI KASUS PADA KCR 60 BATCH DI PT PAL INDONESIA) Xaverius, Bobby; Taufan, Helmy; Drastiawati, Novi Sukma
Otopro Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v14n2.p59-63

Abstract

Perkembangan dunia perkapalan maupun dunia maritim harus diimbangi dengan peningkatan mutu alat transportasi, terutama untuk alat transportasi laut. Pada alat transportasi tersebut  beban pendinginan pada tiap ruangan perlu dilakukan perhitungan secara teliti untuk mendapatkan nilai efisiensi yang baik.  Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui parameter-parameter yang mempengaruhi nilai dari kapasitas pendinginan pada Kapal Cepat Rudal 60 Meter, seperti parameter volume ruang, parameter kondisi udara luar dan udara dalam ruang, parameter beban panas yang diderita pada ruangan, parameter Fresh Air, parameter psychrometric diagram, serta kapasitas pendinginan yang dibutuhkan. Metode yang digunakan adalah menghitung nilai h yang didapatkan dari psychrometric chart. Langkah selanjutnya adalah menentukan nilai RSHF. Langkah ketiga adalah menentukan cooling capacity tiap ruangan.  Hasil yang didapatkan adalah  nilai dari total kapasitas pendingin (Cooling Capacity) yang dibutuhkan oleh kompresor pada ruang akomodasi Kapal Cepat Rudal 60 Meter sebesar 174,17  kW. Hasil tersebut dari perincian data berupa kapal dirancang dalam Summer Condition (iklim tropis) dengan temperatur inside = 22˚C dan temperature outside = 35˚C, Jumlah Beban Panas Transmisi = 20651Watt, Jumlah Beban Panas Jendela = 1192 Watt, Jumlah Beban Panas Lampu = 56817 Watt, Jumlah Beban Panas Penghuni (Sensible + Latent) = 104494 Watt, Jumlah Beban Panas Peralatan = 12400 Watt, Jumlah Beban Panas Total = 103737 Watt.
Penggolongan Equipment Critically Rating Dan Proses Expand Pada Exchanger E-5503 Di Pabrik III PT Petrokimia Gresik Rizal, Muhammad; Zamani, R. Fairuz; Drastiawati, Novi Sukma
Otopro Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v14n1.p13-23

Abstract

Penggolongan Equipment Critically Rating melaluipenggunaan metode pendekatan resiko (dampak dan peluang) dalam penentuan ECR dapat menurunkan peralatan kritis dengan metode sebelumnya. Nilai Safety, Healty, and Environment didapat dari wawancara ke operator peralatan atau mesin. Nilai Production lost didapatan dari data sort maintenance tahun 2010, 2012, 2013, 2014, 2015, 2016, 2017. Nilai Maintenance Cost didapat dari total biaya yang dihabiskan untuk perbaikan peralatan atau mesin. Nilai Peluang didapat dari berapa kali peralatan atau mesin mati dalam waktu 7 tahun terakhir.Proses Expand meliputi Gun Expand, digunakan untuk memberi tekanan terhadap benda kerja serta bisa diukur dan diatur amperenya yang dihubungkan ke ampere controller, Voltage Controller, berfungsi untuk penyearah dari sumber listrik ke ampere controller yang kemudian di hubungkan ke gun expand. Ampere Controller, digunakan untuk mengatur masuknya ampere yang masuk ke gun expand yang akan memberi tekanan terhadap benda kerja.
Perhitungan Cooling Capacity Yang Dibutuhkan Pada Kapal Tanker 17500 LTDW Cooling Capacity Calculations Required On Tanker Ship 17500 LTDW Syah, Syeihan Syahrul; Drastiawati, Novi Sukma; Taufan, Helmy
Otopro Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v14n1.p6-12

Abstract

Jurnal ini menjelaskan tentang perhitungan cooling capacity yang dibutuhkan pada Kapal Tanker 17500 LTDW, perhitungan cooling capacity bertujuan untuk mengetahui daya compressor yang dibutuhkan pada system pendingin. Metode yang digunakan adalah menghitung cooling capacity berdasarkan GA (General Arranggement) yang mencakup beberapa parameter yaitu jumlah orang, jumlah jendela, volume ruangan, equipment, dan panas dari lampu. Sehingga didapatkan perhitungan Heat  Calculation, Air Capacity, dan Cooling capacity pada sebuah kapal tanker. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cooling capacity kapal Tanker 17500 LTDW sebesar 487,87 kW.
Proses Normalisasi Axial Load Kiln dan Maintenance Drag Bucket (Pan Conveyor) Untuk Menjamin Kesiapan Operasional Peralatan Produksi Semen Drastiawati, Novi Sukma; Handiwi, Ria; Priambodo, Jarot Danang; Warju, Warju
Indonesian Journal of Engineering and Technology (INAJET) Vol 2, No 2 (2020): April
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/inajet.v2n2.p36-44

Abstract

Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia berupa pembangunan infrastruktur jalan tol sepanjang 1334 km membutuhkan semen sebesar 4 juta ton. Melihat total kebutuhan semen menjadikan pabrik semen memiliki peran besar dalam mensukseskan mega proyek yang sedang dilakukan. Kegiatan produksi merupakan salah satu hal yang diperhitungkan sehingga kesiapan peralatan untuk operasional harus dilakukan sesuai dengan tahap perencanaan. Agar tahapan tersebut dapat berjalan dengan baik diperlukan proses pemeliharaan dan perawatan secara berkala. Pemeliharaan pada peralatan produksi semen mesin kiln merupakan salah satu bagian yang utama karena di dalam kiln terjadi semua proses kimia pembentukan klinker dari bahan baku untuk pembuatan (raw mix). Perawatan dilkukan pada komponen drag bucket (pan conveyor) yang berfungsi untuk membawa klinker dari cooler menuju dum clinker. Tahapan yang dilakukan untuk mendapatkan data adalah dengan melakukan observasi di lapangan. Observasi dilakukan dengan terjun langsung melalui proses pengamatan pada peralatan yang dianalisa. Tahap kedua adalah mengumpulkan data yang berupa melakukan pencatatan terhadap proses normalisasi dan maintenance. Tahap ketiga adalah analisis data yang menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil yang didapatkan dengan proses adjusment sebesar 0.3 sehingga mempengaruhi axial load dari 8 bar mengalami kenaikan 24 bar, sedangkan pada tyre 2 dari 53 bar mengalami penurunan  menjadi 36 bar. Proses maintenace pada drag bucket (pan conveyor) menjadikan kerja drag bucket dapat berjalan baik dengan identifikasi dari beberapa parameter diantaranya;pengangkutan material berjalan dengan sempurna karena tidak ada gangguan dari roda drag bucket , masa pakai atau life time komponen roda drag bucket lebih terjaga dan tidak menimbulkan kerusakan pada komponen  lain. 
WORK BASED TRAINING PENGELASAN DAN PENGECORAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA SMK ISLAM AL-AMAL SURABAYA drastiawati, novi sukma
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v5n2.p71-77

Abstract

Kegiatan PKM ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan  pemahaman dan keterampilan siswa tentang pengecoran dan pengelasan. Peserta pelatihan adalah siswa-siswa dari SMK Islam Al-Amal Surabaya. Pendahuluan dalam kegiatan ini adalah memberikan bekal yang berupa teori tentang pengelasan dan pengecoran. Praktikum yang dilakukan adalah pengelasan, menggunakan material baja paduan. Metode  pengelasan yang dipilih SMAW (Shielded Metal Arc Welding), dengan membuat dua jalur dan tipe sambungan fillet but joint untuk jobsheet yang kedua. Tujuan jangka panjang pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman pengelasan dan pengecoran serta keterampilan pengelasan sebagai bekal mahasiswa menghadapi dunia industri. Hasil dari pelatihan ini peserta menunjukkan minat yang tinggi untuk mempelajari lebih mendalam dan ingin mengaplikasikan kedalam dunia kerja. Dari instrumen pengukuran yang dilakukan setelah kegiatan (berupa pengisian lembar respon siswa) secara teori dan praktek didapatkan bahwa para siswa merasakan manfaat dan sebagian besar merasa tertarik dengan kegiatan yang sudah dilakukan. Kata Kunci : pengecoran, pengelasan, praktikum pengelasan SMAW, pelatihan, dan siswa-siswa SMK Islam Al-Amal Surabaya 
PELATIHAN SOLIDWORK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN TEKNIK MENGGAMBAR BAGI SISWA SMKN Novi Sukma Drastiawati; Nur Aini Susanti; Tri Hartutuk Ningsih; Diah Wulandari; Andita Nataria Fitri Ganda
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 3 (2020): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v3i3.1470

Abstract

Abstrak: Dunia pendidikan saat ini tengah menghadapi revolusi industri 4.0, untuk generasi muda perlu persiapan dari segi kemampuan dalam bidang komputer. Bagi siswa SMK, kemampuan yang harus ditingkatkan adalah terampil menggunakan komputer untuk mendesain sebagai pengembangan pada mata pelajaran teknik menggambar. SMKN 1 Bendo merupakan salah satu SMK terbaik di Kabupaten Magetan, sehingga penambahan keterampilan sudah layak dimiliki oleh siswa-siswa pada sekolah tersebut, namum berdasarkan silabus yang ada salah satu pengembangan teknik menggambar masih berupa mata pelajaran CAD (Computer Aided Design). Berdasarkan misi sekolah, satunya adalah mengupayakan mutu layanan pendidikan kejuruan sesuai dengan tuntutan masyarakat dunia usaha dan dunia industri, maka pelatihan tentang teknik menggambar menggunakan komputer perlu ditambahkan secara khusus. Salah satu pengembangan yang diperlukan adalah terampil menggunakan software SolidWork. Para siswa dapat meningkatan keterampilan menggunakan software tersebut dengan mengikuti pelatihan yang diadakan oleh dosen-dosen Teknik Mesin UNESA. Metode pelatihan SolidWork menggunakan metode pembelajaran secara langsung (direct instruction), yang meliputi kegiatan orientasi, presentasi, latihan terstruktur, latihan terbimbing, dan latihan mandiri. Respon siswa terhadap pelatihan SolidWork adalah 97,67% hal tersebut menunjukkan siswa memberikan respon sangat positif.Abstract: The World of Education is currently facing an industrial revolution 4.0, for the younger generation needs preparation in terms of capabilities in the computer field. For vocational students, the ability that must be improved is in using computers to design as a development in drawing engineering subjects. Bendo 1 Vocational School is one of the best Vocational Schools in Magetan Regency, so that the addition of skills is appropriate for students at the school, but based on the syllabus, one of the techniques of drawing is CAD (Computer Aided Design) subjects. Based on the school mission, one of which is to strive for the quality of vocational education services in accordance with the demands of the business community and the industrial world, training on drawing techniques using computers needs to be added specifically. One development that is needed is regarding the ability of students to skillfully use Solidwork software. Students can improve their skills to use the software by attending training held by UNESA Mechanical Engineering lecturers. The SolidWork training method uses the direct instruction method, which includes orientation activities, presentations, structured exercises, guided exercises, and independent training. The response of students to SolidWork training was 97.67%, it shows students gave very positive responses.
Increasing productivity of meatball SMEs through the application of appropriate technology for meatball forming machines I Made Arsana; I Wayan Susila; Mochamad Cholik; Novi Sukma Drastiawati
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jpm.v5i2.3637

Abstract

Meatballs are generally made from meat that is ground and built with flour. The results of this process are called pentol. Mr Jiman's meatball business which is located in Nganjuk Regency, still used conventional methods. This can affect the amount of pentol production because it still involves human labour. The method used also affects the shape and size, which is the unequal shape and needs a tool that improves this performance. Most of the equipment currently available in the market is a product with a large capacity, unreachable prices, expensive maintenance, and difficulty in obtaining spare parts. To solve partner problems, develop equipment in the form of a meatball forming machine with an electric motor. The method of making a machine is carried out in several stages: designing, measuring and cutting materials, manufacturing, assembling, and testing processes. This purpose is to increase meatball productivity. The results were obtained by using a meatball forming machine with a speed of 4 meatballs/second so that it has increased the efficiency of production time by 400% compared to the manual method, which produces one meatball/second. The productivity of business profits increased 43.7% compared to the previous one, which still used conventional processes.
Proses Normalisasi Axial Load Kiln dan Maintenance Drag Bucket (Pan Conveyor) Untuk Menjamin Kesiapan Operasional Peralatan Produksi Semen Novi Sukma Drastiawati; Ria Handiwi; Jarot Danang Priambodo; Warju Warju
Indonesian Journal of Engineering and Technology (INAJET) Vol. 3 No. 1 (2020): September 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/inajet.v3n1.p1-9

Abstract

Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia berupa pembangunan infrastruktur jalan tol sepanjang 1334 km membutuhkan semen sebesar 4 juta ton. Melihat total kebutuhan semen menjadikan pabrik semen memiliki peran besar dalam mensukseskan mega proyek yang sedang dilakukan. Kegiatan produksi merupakan salah satu hal yang diperhitungkan sehingga kesiapan peralatan untuk operasional harus dilakukan sesuai dengan tahap perencanaan. Agar tahapan tersebut dapat berjalan dengan baik diperlukan proses pemeliharaan dan perawatan secara berkala. Pemeliharaan pada peralatan produksi semen mesin kiln merupakan salah satu bagian yang utama karena di dalam kiln terjadi semua proses kimia pembentukan klinker dari bahan baku untuk pembuatan (raw mix). Perawatan dilkukan pada komponen drag bucket (pan conveyor) yang berfungsi untuk membawa klinker dari cooler menuju dum clinker. Tahapan yang dilakukan untuk mendapatkan data adalah dengan melakukan observasi di lapangan. Observasi dilakukan dengan terjun langsung melalui proses pengamatan pada peralatan yang dianalisa. Tahap kedua adalah mengumpulkan data yang berupa melakukan pencatatan terhadap proses normalisasi dan maintenance. Tahap ketiga adalah analisis data yang menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil yang didapatkan dengan proses adjusment sebesar 0.3 sehingga mempengaruhi axial load dari 8 bar mengalami kenaikan 24 bar, sedangkan pada tyre 2 dari 53 bar mengalami penurunan  menjadi 36 bar. Proses maintenace pada drag bucket (pan conveyor) menjadikan kerja drag bucket dapat berjalan baik dengan identifikasi dari beberapa parameter diantaranya;pengangkutan material berjalan dengan sempurna karena tidak ada gangguan dari roda drag bucket , masa pakai atau life time komponen roda drag bucket lebih terjaga dan tidak menimbulkan kerusakan pada komponen  lain.
KAJIAN KEGIATAN DOSEN BIDANG PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TEKNIK MESIN Novi Sukma Drastiawati; I Wayan Susila; Dwi Heru Sutjahjo
Journal of Vocational and Technical Education (JVTE) Vol. 2 No. 1 (2020): March
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.785 KB) | DOI: 10.26740/jvte.v2n1.p19-29

Abstract

ABSTRAKProgram Studi (Prodi) S1 Teknik Mesin adalah salah satu prodi di Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang memiliki bidang penjurusan otomotif dan produksi. Dalam memenuhi tugas tri dharma perguruan tinggi seorang dosen harus melakukan tugas pokok, dua diantaranya adalah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.  Dari data hasil laporan borang akreditasi S1 Pendidikan Teknik Mesin pada tahun 2011, data dosen terbanyak melakukan penelitian adalah dengan sumber pembiayaan yang berasal dari depdiknas yaitu TS-2 sebanyak 12 orang, TS-1 sebanyak 14 orang, dan TS mengalami penurunan sehingga jumlahnya menjadi 2 orang. Hasil maksimal terdapat pada dosen yang melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan pembiayaan yang berasal dari Depdiknas, yaitu 10 dosen pada TS-2, 7 dosen pada TS-1, dan 9 dosen pada TS. Pada penelitian ini kajian yang menyangkut kinerja dosen dibidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berupa pelacakan terhadap kinerja 11 dosen dalam tiga tahun ajaran terakhir, yang dimulai pada tahun 2012/2013. Kajian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data jumlah penelitian dan pembiayaan didapatkan dari Unit Penjaminan Mutu, sedangkan data pendukung didapatkan dengan melakukan survei acak terhadap mahasiswa dan terhadap lima belas dosen di Jurusan Teknik Mesin. Berdasarkan hasil yang dicapai penelitian dosen-dosen selama tiga tahun ajaran mengalami penurunan dari beberapa segi pembiayaan, namun mengalami peningkatan pada pembiayaan oleh universitas di tahun ajaran 2013/2014 dan menurun pada tahun ajaran 2014/2015. Pada pengabdian kepada masyarakat mengalami peningkatan dari variasi pembiayaan dimana pada tahun ajaran pertama hanya dibiayai Depdiknas namun pada tahun ajaran kedua dan ketiga sudah ada pembiayaan oleh perguruan tinggi. Kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan pembiayaan sendiri masih belum ada. Berdasarkan hasil angket kepada mahasiswa, sebagian besar memiliki keinginan dilibatkan dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yaitu sebesar 54%.  Berdasarkan angket terhadap dosen menunjukkan minat yang tinggi terhadap kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat sebesar 87%.                                                                                                                 Kata Kunci: akreditasi, deskriptif kuantitatif, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, variasi pembiayaan.  ABSTRACTThe Mechanical Engineering Study Program (S1) is one of the study programs in the Department of Mechanical Engineering, Surabaya State University (Unesa), which has automotive and production majors. In fulfilling the tri dharma task of a tertiary institution, a lecturer must perform basic tasks, two of which are research and community service. From the results of the accreditation forms report S1 Mechanical Engineering Education in 2011, the most lecturer data conducted research was with funding sources from the Ministry of National Education, namely TS-2 as many as 14 people, TS-1 as many as 14 people, and TS decreased so that the number became 2 person. Maximum results are found in lecturers who do community service with funding from the Ministry of National Education, namely 10 lecturers at TS-2, 7 lecturers at TS-1, and 9 lecturers at TS. This study was involving the performance of lecturers in the field of research and community service in the form of tracking the performance of 11 lecturers in the last three academic years, which began in 2012/2013. The study uses descriptive methods with a quantitative approach. Data on the amount of research and financing was obtained from the Quality Assurance Unit, while supporting data was obtained by conducting a random survey of students and fifteen lecturers in the Department of Mechanical Engineering. Based on the results achieved by the research of the lecturers during the three academic years, there was a decrease in several aspects of funding, but an increase in funding by the university in the 2013/2014 academic year and decreased in the 2014/2015 school year. In community service, there has been an increase in the variation of funding where in the first academic year it was only funded by the Ministry of National Education, but in the second and third academic years there was already funding by universities. Research and community service activities with self-funding are still lacking. Based on the results of the questionnaire to students, most of them had the desire to be involved in research and community service activities in the amount of 54%. Based on the questionnaire towards the lecturers, it showed a high interest in research and community service activities by 87%.                                                                                                 Keywords: accreditation, quantitative descriptive, research, community service, financing variations.
Pelatihan Pembuatan Face Shield Dalam Menghadapi Masa Pandemi Covid-19 Di Kampung Inggris Pare Kediri Priyo Heru Adiwibowo; Novi Sukma Drastiawati; Indra Herlamba Siregar; Iskandar Iskandar
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2022): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v6i5.11127

Abstract

Perkembangan virus Covid-19 di seluruh dunia termasuk Indonesia untuk menemukan solusi khususnya dalam mencegah penularan. Penggunaan Face shield antar siswa, siswa dan guru karena kontak yang dekat dan lama atau berbicara yang memungkinkan keluarnya cairan atau cipratan. Face shield adalah perlindungan pernafasan yang digunakan sebagai metode untuk melindungi individu dari menghirup zat-zat bahaya atau kontaminan yang berada di udara, perlindungan pernafasan atau face shield tidak dimaksudkan untuk menggantikan metode pilihan yang dapat menghilangkan penyakit, namun untuk melindungi secara memadai pemakainya. Alat ini merupakan berguna dalam upaya pencegahan upaya pencegahan Covid-19, terutama pada proses pembejaran di Kampung Inggris Pare khususnya pronuciation yang harus membuka masker karena diperlukan untuk melihat gerakan mulut dan penempatan lidah. Pengabdian ini menggunakan metode pembelajaran secara langsung (praktek) dan dengan menggunakan data yang berhubungan dengan penggunaan pelindung wajah atau face shield. Tahap kegiatan berupa observasi lapangan, menentukan urgensi, problem solving ke UKM mitra, pelatihan dan evaluasi. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui respon peserta dengan menggunakan angket kemudian angket tersebut dianalisis dengan menggunakan metode Skala Likert. Hasil Pelatihan Face Shield ini telah terlaksana dengan baik dan lancar. Respon peserta terhadap pelatihan membuat face shield adalah 87,01%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat diterima dengan baik. Kata kunci: Covid-19, Face shield, Kampung Inggris Pare, Pencegahan, Skala likert