Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Strategi NHT dalam Meningkatkan Partisipasi Siswa di Kelas IPA SMP Pembangunan Laboratorium UNP Salsabila, N; Yurnetti, Yurnetti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.28357

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) melalui implementasi model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) di kelas IX.B SMP Pembangunan Laboratorium UNP. Pelaksanaannya dilakukan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri atas empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan berbagai instrumen, seperti lembar observasi, angket, wawancara, dokumentasi, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan partisipasi yang signifikan dari peserta didik selama pembelajaran. Pada tahap pra-tindakan, rata-rata persentase keaktifan peserta didik berada pada angka 48% dengan kategori “Cukup Aktif”. Setelah melalui siklus I, tingkat partisipasi meningkat menjadi 67% (“Aktif”), dan mencapai 83% (“Sangat Aktif”) pada akhir siklus II. Selain itu, pemahaman konsep IPA juga menunjukkan peningkatan yang cukup baik, terlihat dari hasil evaluasi yang naik dari rata-rata nilai pretest sebesar 62 menjadi 81 pada posttest. Penerapan model NHT membantu menciptakan suasana kelas yang lebih dinamis dan inklusif, sehingga memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta didik untuk berkontribusi secara aktif dalam proses pembelajaran.
Upaya Meningkatkan Kolaborasi Peserta Didik Pada Pembelajaran IPA Menggunakan Model PBL Berbantuan Kegiatan Permainan Interaktif Rahmita, Anisa; Yurnetti, Yurnetti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.28420

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut dunia pendidikan untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21, salah satunya dengan membekali keterampilan kolaborasi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi peserta didik kelas VIII SMP Pembangunan Laboratorium UNP dalam pembelajaran IPA melalui model Problem Based Learning (PBL) berbantuan permainan interaktif. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket observasi berbasis skala likert yang mencakup aspek kerja sama, saling menghormati, partisipasi, dan komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan kolaborasi peserta didik dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, rata-rata keterampilan kolaborasi peserta didik mencapai 63% (kategori baik), sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 70% (kategori baik). Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan model PBL berbantuan permainan interaktif berdampak positif terhadap peningkatan keterampilan kolaborasi peserta didik dalam pembelajaran IPA.
Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Pada Siswa Kelas IX di SMP Pembangunan Laboratorium UNP Yeni, Annisa Fitri; Yurnetti, Yurnetti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.28447

Abstract

Rendahnya hasil belajar, motivasi, dan keterampilan proses siswa dalam pembelajaran IPA menunjukkan bahwa banyak siswa masih pasif, kurang antusias, serta belum mampu mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menyebabkan ketuntasan belajar belum tercapai secara klasikal. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa secara lebih kontekstual dan bermakna. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan angket, yang mencakup aspek kognitif, motivasi belajar, dan keterampilan proses. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan setelah penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Ketuntasan kognitif meningkat dari 46% menjadi 90%, motivasi belajar dari 64% menjadi 94,5%, dan keterampilan proses dari 55% menjadi 95%. Dengan demikian, pembelajaran CTL terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan proses, motivasi, serta hasil belajar IPA siswa.
Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik SMP Kelas IX dengan Menggunakan Model Inquiry Learning Berbantuan Media LKPD Gusherlinda, Gusherlinda; Yurnetti, Yurnetti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.28463

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik SMP kelas IX pada mata pelajaran IPA melalui penerapan model Inquiry Learning berbantuan media Lembar Kerja Peserta didik (LKPD). Penelitian ini mengacu pada model Kemmis dan Mc Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Alur penelitian yang digunakan dalam setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IX. A di SMP Pembangunan Laboratorium UNP yang berjumlah 32 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan tes. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik dari pra siklus hingga siklus II. Peningkatan tersebut didukung oleh penggunaan model Inquiry Learning, serta dukungan media LKPD yang dirancang untuk memudahkan dalam eksplorasi dan analisis data. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa model Inquiry Learning berbantuan media LKPD dapat membantu meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik SMP kelas IX. Penelitian ini merekomendasikan kepada guru untuk mengintegrasikan model Inquiry Learning dalam pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk berpikir aktif dan menemukan konsep secara mandiri.
Pengaruh Model Problem Based Learning Terintegrasi Etnosains terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Kelas VII di SMPN 4 Payakumbuh Azira, Nur; Lestari, Tuti; Yurnetti, Yurnetti; Diliarosta, Skunda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30508

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa. Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa disebabkan oleh aktivitas belajar yang masih berfokus pada latihan soal dan pemberian tugas, serta metode pembelajaran yang lebih dominan berupa ceramah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terintegrasi etnosains terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di SMPN 4 Payakumbuh. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode quasi eksperimen melalui rancangan non-equivalent control group design. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui pemberian pretest dan posttest, lalu dianalisis secara kuantitatif. Analisis instrumen tes menggunakan uji statistik berupa uji prasyarat dan uji hipotesis. Uji hipotesis yang dilakukan menggunakan uji-t menghasilkan thitung sebesar 3,429 yang lebih tinggi dari ttabel sebesar 1,998. Temuan ini mengindikasikan bahwa H0 ditolak, yang berarti ada perbedaan signifikan secara statistik terkait kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar dengan model PBL terintegrasi etnosains.
PENERAPAN MODEL READING TO LEARN (R2L) DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN LITERASI SAINS SISWA KELAS VIII Sad, Trio Mahendro Alam; Yurnetti, Yurnetti
Universe Vol 5 No 2 (2024): Journal of Science Education Teaching and Learning
Publisher : Department of Science Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/universe.v5i2.576

Abstract

Pendidikan di Indonesia saat ini sudah mengalami pergesaran paradigma, dimana pergeseran paradigma ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantittas dari pendidikan. Pergeseran paradigma ini memberikan dampak terhadap proses pendidikan, yakni proses pembelajaran harus mempunyai nilai, makna, dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat mengantarkan Pendidikan Indonesia ke arah yang lebih baik. Model Reading to Learn (R2L) merupakan model dari sebuah program membaca untuk belajar, dimana dalam model Reading to Learn (R2L) ini memaparkan pengetahuan tentang pedagogik dan bahasa yang mendasari model ini. Penelitian ini ialah penelitian berjenis eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan desain penelitian Randomized Control Group Only Design. Pada penelitian ini, rata-rata kelas kontrol sebesar 60,93 dan kelas eksperimen sebesar 70,26. Di samping itu, penelitian memperoleh nilai post-test pada kelas eksperimen dan kontrol mempunyai sejumlah nilai thitung sebesar 6,60 dan untuk ttabel sebesar 2,00, maka diperoleh keterangan bahwa H0 ditolak dan Hi diterima karena hasil yang diperoleh lebih besar daripada ttabel yang telah ditentukan. Hal ini terjadi karena pada proses pembelajaran sudah mendapatkan perlakuan khusus untuk masing-masing kelas. Maka dari itu, kesimpulan dari pengujian hipotesis yaitu terdapatnya pengaruh model Reading to Learn (R2L) terhadap keterampilan literasi sains siswa pada materi Usaha dan Pesawat Sederhana di SMP Negeri 33 Padang.
Pengaruh Model Pembelajaran Somatic, Auditory, Visualization, Intellectual (SAVI) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Bumi dan Tata Surya Zulhanif, Halimatun Saqdiah; Lestari, Tuti; Yurnetti, Yurnetti; Wati, Fatma
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 4 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i4.3710

Abstract

This study is conducted against the backdrop of low student learning outcomes in science classes and the widespread use of teacher-centered learning approaches. This research aims to determine the effect of applyig the SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectual) model on the learning outcomes of class VII students SMPN 1 Batusangkar. This research population includes all class VII students of SMPN 1 Batusangkar, and pusposive sampling was used to determine the sampel in the study. The instruments used in study are test instrumen in the form of multiple-choice questions and non-test instruments in the form of observation sheets. The generated data is analyzed quantitatively in a descriptive manner. According to the data analysis results, Ha was accepted and H0 was refused, The rejection of H0 was supported by the t-n-gain test, which show a t-count value of 3.17 ≥ t-table value of 1.99. This suggests that the learning outcomes of the two samples differ significantly, indicating that the SAVI model's application influences students' learning outcomes, especially when it comes to Earth and the solar system.
The Influence of Problem Based Learning on Students’ Creative Thinking Skills on Earth and Solar System Topic Awinda, Awinda; Fadilah, Muhyiatul; Yurnetti, Yurnetti; Evita Putri, Rahmah
SEMESTA: Journal of Science Education and Teaching Vol. 8 No. 1 (2025): Semesta: Journal of Science Education and Teaching
Publisher : Pendidikan IPA, FMIPA, UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/semesta/vol8-iss1/519

Abstract

Students at SMPN 1 Kecamatan Guguak currently demonstrate low creative thinking skills. This study aims to investigate the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model on improving creative thinking skills among seventh-grade students in the topic of Earth and the Solar System. The research employed a quasi-experimental method with a posttest-only control group design. The population consisted of all seventh-grade students at SMPN 1 Kecamatan Guguak, while the sample included two classes—an experimental class and a control class—selected through purposive sampling. The criteria of this sampling technique are similarities in average class scores, teacher who teaches, and schedule. Primary data were collected from students’ creative thinking skill scores by using test consisted of eight questions. The test refers to Guilford's creative thinking indicators, namely fluency, flexibility, originality, and elaboration. The data were analyzed using an independent sample t-test. The results of the analysis showed a significance value of 0.001 < 0.05, indicating that the implementation of the PBL model significantly improved students’ creative thinking skills.
DEVELOPMENT OF AN INTEGRATED SCIENCE E-LKPD BASED ON THE GUIDED INQUIRY ON TEMPERATURE AND HEAD MATERIAL FOR GRADE VII OF SMP/MTS Sari, Desi Permata; Yurnetti, Yurnetti
Universe Vol 6 No 1 (2025): Journal of Science Education Teaching and Learning
Publisher : Department of Science Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/universe.v6i1.595

Abstract

This research purpose to produce an integrated science e-LKPD based on guided inquiry on temperature and heat material for class VII SMP/MTs. The researchtype used is research an development (R&D) with a plomp development model. The prototype was generated through a validity test by three validators, namely three science education FMIPA UNP. The practicality test was conducted on two science teachers and students at SMPN 1 Padang Ganting. The results of the assessment for the e-LKPD validity test obtained a value of 0,78 in the category was valid, while the practicality test by the teacher obtained a value of 1,00 in the category was very practical, and the test of practicality by students obtained a value of 0,90 in the category was very practical.
Pengaruh Model Pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) terhadap Keterampilan Literasi Sains Peserta Didik Anggraini, Wulan; Yurnetti, Yurnetti; Oktavia, Rani; Arif, Khairil
SEMESTA: Journal of Science Education and Teaching Vol. 8 No. 2 (2025): Semesta: Journal of Science Education and Teaching
Publisher : Pendidikan IPA, FMIPA, UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/semesta/vol8-iss2/553

Abstract

Contemporary science education aims to equip students with the competencies needed to address the complex challenges of the 21st century, particularly within the framework of Industry 4.0, where scientific literacy is recognized as a fundamental skill. However, students’ low levels of scientific literacy are often attributed to passive, text-based, and teacher-centered learning methods. This study aims to examine the effect of the Search, Solve, Create, and Share (SSCS) learning model on the scientific literacy of seventh-grade students at SMPN 5 Mandau in the topic Forms of Matter and Their Changes. The study employed a quasi-experimental design with a non-equivalent control group design. The sample consisted of two classes selected through purposive sampling. Research data were analyzed using descriptive and inferential statistics with the aid of Microsoft Excel. The results of the hypothesis testing revealed a significant difference in the average scores between the two classes after the implementation of the SSCS learning model. The posttest analysis showed that the calculated t-value (tcount = 2.458) was greater than the critical t-value (ttable = 2.004), indicating that the SSCS learning model had a significant positive effect on students’ scientific literacy.