Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Menggugah Motivasi Belajar Siswa melalui Metode Ice Breaking dalam Pembelajaran Fiqih Sa'adatunnisa, Hilma; Munir, Dede Rizal; Setiawan, Usep
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v4i1.5405

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of the ice-breaking method in enhancing students' learning motivation in the subject of Fiqh for third-grade students at MI Al-Barokah. Learning motivation is a crucial factor in the success of the learning process, especially in subjects that require conceptual understanding and memorization, such as Fiqh. Ice-breaking, as an effort to create an enjoyable learning experience, is expected to foster a more interactive learning atmosphere and reduce student fatigue. This study employs a qualitative method with a descriptive approach. Data is collected through direct classroom observations during Fiqh lessons. The collected data is analyzed descriptively to identify key themes relevant to the study. As a participant observer, this study aims to examine the impact of ice-breaking activities on students' learning motivation. The results of this study indicate that the ice-breaking method has the potential to enhance students' motivation in learning Fiqh at MI Al-Barokah. Observations reveal that students appear more enthusiastic and actively participate in the learning process after engaging in ice-breaking activities. However, this study also finds that the effectiveness of ice-breaking can vary depending on the type of activity used and how teachers integrate it into the learning process.
Permainan Dan Simulasi Untuk Memahami Konsekuensi KorupsiDi Sdn 1 Citamiang Dengan Metode Role Playing Mukti, Saepul; Narkum, Narkum; Setiawan, Usep; Djabarudin, Maryam
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: April
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v3i2.96

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemahaman peserta didik mengenai dampak dan konsekuensi dari tindakan korupsi dapat ditingkatkan melalui penggunaan metode permainan dan simulasi di SDN 1 Citamiang. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, di mana metode yang digunakan adalah metode Role Playing atau bermain peran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap aktivitas peserta didik, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi kegiatan yang dilakukan selama proses pembelajaran. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode bermain peran membantu siswa memahami dampak negatif dari tindakan korupsi secara konkret. Mereka tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga dapat merasakan secara emosional akibat dari perilaku korup, sehingga terbentuk empati, sikap tanggung jawab, dan nilai kejujuran yang lebih kuat. Melalui simulasi, peserta didik belajar membedakan perilaku yang mencerminkan integritas dan yang merugikan kepentingan bersama. Temuan ini menunjukkan potensi besar metode interaktif dalam pendidikan karakter, khususnya dalam penanaman nilai-nilai antikorupsi sejak dini. Selain menjadi pendekatan yang inovatif dalam proses pembelajaran, metode ini juga terbukti mampu meningkatkan pemahaman siswa secara signifikan. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan dalam pengembangan metode pembelajaran serupa di sekolah dasar lain, dan dapat memperkuat kesadaran serta komitmen antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Konsep Asesmen Pembelajaran Berbasis Teknologi Herawati, N. Nia; Setiawan, Usep; Djabarudin, Maryam
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: April
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v3i2.97

Abstract

Keberadaan dan kemajuan teknologi saat ini mempunyai peranan yang sangat pentin dalam dunia pendidikan. Para pendidik di haruskan dapat menggunakan teknologi tersebut dalam kegiatan pembelajaran di sekolah dan salah satunya dalam kegiatan asesmen pembelajaran. Selama ini kegiatan asesmen pembelajaran masih banyak yang menggunakan cara konvensional dengan memanfaatkan alat tulis sebagai medianya. Asesmen pembelajaran yang berbasis teknologi kini tidak hanya digunakan ketika ujian akhir sekolah saja, namun juga dapat di gunakan dalam pembelajaran dan asesmen sehari-hari. Oleh karena itu dalam artikel ini penulis akan mendeskripsikan mengenai konsep asesmen pembelajaran berbasis teknologi. Dalam penelitian ini penulis mengunakan metode kualitatif deskriptif dengan cara mengumpulkan data yang bersumber dari berbagai literatur yang relevan dengan dengan judul artikel ini. Hasil yang di dapatkan dari penelitian ini adalah bahwa pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaan asesmen pembelajaran di sekolah sangat bermanfaat sekali serta mendapatkan respon yang baik dari pendidik maupun peserta didik. Sehingga di harapkan dengan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Peningkatan Literasi Ke-Islaman bagi Remaja Masjid di Desa Cibukamanah Maulana, Arif; Setiawan, Usep; erawati, dyah
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: April
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v3i2.102

Abstract

Literasi merupakan keterampilan membaca dan menulis yang terus berkembang sesuai tantangan zaman. Dalam Islam, literasi memiliki peran penting, sebagaimana tercermin dalam QS Al Alaq: 1-5. Remaja memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat, namun di Desa Cibukamanah, Ikatan Remaja Masjid (IRMA) hanya aktif saat Ramadhan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi keislaman dan menghidupkan kembali IRMA menggunakan metode Service Learning, yang meliputi investigasi masalah, perencanaan solusi, pelaksanaan kegiatan, dan refleksi. Kegiatan ini terdiei dari tiga pertemuan sosialisasi keagamaan untuk meningkatkan literasi islam dan motivasi remaja. Hasilnya menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi, serta kesadaran akan pentingnya kepengurusan IRMA yang lebih terstruktur. Diharapkan IRMA dapat berkembang lebih aktif dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Program ini menunjukkan bahwa pembinaan literasi keislaman dapat menjadi solusi dalam meningkatkan partisipasi remaja dalam organisasi keagamaan.
Implementasi Metode Sorogan Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Bacaan Al-Qur'an Santri Majelis Taklim Tanwirul Muta'allimin Jalilah, Laelatul; Setiawan, Usep; Megawati, Irma; laelatul
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 3 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Juli
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v3i3.127

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih rendahnya kualitas bacaan Al-Qur'an pada sebagian santri di Majelis Taklim Tanwirul Muta'allimin Desa Sukadami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan metode sorogan dalam upaya meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an santri. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori POAC (Planning, Organizing, Actuacting, Controlling) dari George R. Terry sebagai kerangka berpikir untuk menganalisis perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan metode sorogan di majelis taklim tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisa data melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran metode sorogan di Majelis Taklim Tanwirul Muta'allimin telah dilakukan secara baik dan tersusun berupa pembagian kelas santri berdasarkan kemampuan (Iqra' dan Al-Qur'an), menetapkan target bacaan sesuai kelancaran santri, serta membiasakan doa bersama dan pembacaan surat pendek sebelum pembelajaran dan perencanaan ini telah sesuai dengan teori GR. Terry. Pengorganisasian metode sorogan di Majelis Tanwirul Muta'allimin telah berjalan dan dilakukan dengan baik dan terstruktur sesuai dengan konsep pengorganisasian menurut teori Terry. Pengorganisasian ini berupa pembagian tugas pengajaran, pengelompokan santri sesuai tingkatan kemampuan, serta penetapan tanggung jawab guru utama dalam membimbing santri. Pelaksanaan metode sorogan di Majelis Taklim Tanwirul Muta'allimin telah berjalan dengan baik, terstruktur sesuai dengan perencanaan dan pengorganisasian dan sesuai dengan konsep teori dari GR. Terry. Pelaksanaan ini berupa santri maju secara bergiliran membaca Al-Qur'an di hadapan ustadz atau guru, menerima koreksi langsung, serta diberikan motivasi agar belajar dengan sungguh-sungguh. Pengawasan metode sorogan di Majelis Taklim Tanwirul Muta'allimin telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan konsep pengawasan dari GR. Terry. Pengawasan ini berupa pemantauan langsung perkembangan bacaan santri setiap hari. Jika bacaan sudah baik, maka santri dapat melanjutkan ke ayat berikutnya bahkan hingga khatam Al-Qur'an, namun jika bacaan masih kurang baik maka diulang hingga benar atau diturunkan kembali ke Iqra'.
Implementasi Model TPACK Melalui Media ZepQuiz Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Tentang Aliran-Aliran Ilmu Kalam Dalam Mata Pelajaran Aqidah Akhlak di Kelas XI. 1 MA MAI Purwakarta Nugraha, Ilah Nursolihah; Munir, Dede Rizal; Setiawan, Usep
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 3 (2025): October 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17317870

Abstract

This study aims to improve students understanding of the subject of Islamic Theology through the application of the Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) model using ZepQuiz media in Aqidah Akhlak learning. The research method used was Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis McTaggart model, which was conducted in two cycles. The research subjects were 18 students of class XI.1 MA MAI Purwakarta. The research instruments were a Likert scale questionnaire and an observation sheet. The results showed a significant increase in the four main indicators. In the Content Knowledge (CK) indicator, the average score increased from 1.29 to 3.27 (excellent category). Pedagogical Knowledge (PK) increased from 2.30 to 3.40 (excellent category), Technological Knowledge (TK) increased from 3.17 to 3.70 (excellent category), and TPACK increased from 2.84 to 3.46 (excellent category). These results indicate that the application of the TPACK model through the ZepQuiz media can improve students' conceptual understanding and active engagement in Aqidah Akhlak learning. The conclusion of this study confirms that the integration of content, pedagogy, and technology in religious education can be an effective strategy for improving the quality of learning, especially for abstract material such as Kalam.
Upaya Meningkatkan Pemahaman Materi Jinayah dalam Pembelajaran Fikih menggunakan Metode Role Playing Agustina, Tri Nur Utami; Munir, Dede Rizal; Setiawan, Usep
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 3 (2025): October 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17324215

Abstract

This classroom action research was conducted to improve the speaking skills of eleventh-grade students of Islamic high school in the subject of Islamic jurisprudence, especially in the Jinayah material. The problems that emerged in the class were that most students were still passive, lacked self-confidence, and were not yet able to express their opinions clearly and coherently. To overcome this, a role-playing learning model was used that emphasized role-playing activities so that students were more active, brave, and trained to speak in front of their friends. The research was conducted using the Kurt Lewin model which includes the stages of planning, implementation, action, observation, and reflection. The research subjects were 24 eleventh-grade students. Data were collected through questionnaires and documentation, with assessment instruments that emphasized aspects of voice clarity, courage, fluency, accuracy of Islamic jurisprudence terms, and expression. The results of the study showed an increase in students' speaking skills from the initial conditions to the implementation of the second cycle. The application of the role-playing model has been proven to be an alternative strategy for effective Islamic jurisprudence learning, while providing a more meaningful learning experience for students.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Fiqih Pada Bab 1 Materi Jinayah Kelas XI.3 MA MAI Purwakarta Shabrina, Indah Nur; Munir, Dede Rizal; Setiawan, Usep
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 3 (2025): October 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17324823

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas XI.3 MA MAI Purwakarta pada mata pelajaran Fiqih, khususnya Bab 1 materi Jinayah. Rendahnya ketuntasan klasikal menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum mampu mencapai standar kompetensi yang ditetapkan. Oleh karena itu, diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat membantu siswa lebih aktif, kritis, dan mampu memahami konsep materi dengan baik. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dipilih karena tekanan pada pemecahan masalah nyata yang dapat melatih kemampuan berpikir kritis sekaligus meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam satu siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas XI.3 MA MAI Purwakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar untuk mengetahui pencapaian kognitif siswa, serta observasi untuk melihat aktivitas dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah penerapan model Problem Based Learning. Rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 84 dengan ketuntasan klasikal mencapai 85%, sedangkan sebelum tindakan ketuntasan klasikal hanya 70%. Hal ini membuktikan bahwa model Problem Based Learning dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Jinayah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar Fiqih siswa kelas XI.3 MA MAI Purwakarta pada materi Jinayah, meskipun penelitian ini baru dilaksanakan dalam satu siklus.  
Inovasi Pembelajaran SKI melalui Pemanfaatan Media Video untuk Meningkatkan Motivasi dan Partisipasi Belajar Siswa di MA MAI Purwakarta Aulia, Salshabila; Munir, Dede Rizal; Setiawan, Usep
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 3 (2025): October 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17325840

Abstract

This study aims to determine the use of video learning media in the subject of Islamic Cultural History (SKI), students’ learning motivation in the SKI learning process, and the contribution of video learning media to improving students’ learning motivation at MA MAI Purwakarta. The type of research used is classroom action research (CAR) conducted in two cycles. Each cycle consists of four stages: planning, action, observation, and reflection. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data obtained were analyzed descriptively and qualitatively. The results showed that students’ learning motivation increased after the implementation of video media in cycles I and II. Based on observations and interviews, the improvement was seen in aspects of learning persistence, students’ interest and attention during the learning process, and independence in completing assignments. Thus, it can be concluded that the use of video learning media contributes positively to increasing students’ learning motivation in the Islamic Cultural History (SKI) subject for tenth-grade students at MA MAI Purwakarta.
Strategi Pengembangan Program Muhadharah dalam Penguatan Karakter Religius Siswa di MA Darul Ulum Wanayasa Lestari, Elda Sri; Effendi, Muhamad Ridwan; Setiawan, Usep
Addabani: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Vol. 1 No. 1 (2023): ADDABANI: Interdisciplinary Journal of Islamic Education
Publisher : Muttaqien Publsihing, Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STAI DR.KH.EZ.Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52593/adb.01.1.03

Abstract

Various educational problems exist caused by the need to strengthen students' character, one of which is the weakening of religious morality. To instil these religious character values, a character-strengthening strategy is needed, as in Madrasah Aliyah Darul Ulum; character strengthening is carried out through the development of muhadharah programs. Based on this, the research aims to determine the strategy and impact of developing the muhadharah program at MA Darul Ulum Wanayasa to strengthen students' religious character. This research uses a mixed method with ADDIE analysis techniques and religious character theory from Charles Y. Glock dan Rodney W. Stark. Based on the study, the muhadharah development program strategy already has a pattern of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Second, the impact of the muhadharah program development strategy can influence strengthening students' religious character aspects of student obedience, increasing student tolerance, and students' harmonious character.