Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Keanekaragaman, Keseragaman, Dan Dominansi Biota Karang Pada Sisi Timur dan Barat Pulau Tarahan, Kecamatan Bojonegara, Banten Futri, Adelia; Rabbani, Ahmad Riza; Nuari, Dini Fat Zhara; Nugroho, Cahyo Sandy; Sinaga, Christian Firdotua Pangihutan; Firdaus, Aditya Putra; Hasanah, Afifah Nurazizatul; Santoso, Prakas; Saad, Moch; Rabbani, Riza
JKP - Jurnal Kelautan dan Pesisir Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Kelautan dan Pesisir
Publisher : JKP - Jurnal Kelautan dan Pesisir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Tarahan merupakan sebuah pulau kecil yang terletak di Utara provinsi Banten. Letak dari Pulau Tarahan tidak terlalu jauh dari kawasan industri yang berada di sekitar Bojonegara, Banten. Karena letaknya yang dekat dengan kawasan industri itu membuatnya rentan terdampak pencemaran yang mengakibatkan berkurangnya keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi biota yang hidup di karang mati di Pulau Tarahan, Banten. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi biota pada karang mati yang ada di Pulau Tarahan, Banten. Penelitian ini berfokus pada 2 titik stasiun yaitu sisi Barat dan sisi Timur Pulau Tarahan. Metode yang digunakan adalah metode random sampling. Penelitian ini menemukan pada sisi Barat dan Timur pulau terdapat beberapa persamaan dan perbedaan spesies dari sampel karang mati yang diambil. Pada stasiun Barat ditemukan 4 filum dengan total 24 spesies dan pada stasiun Timur ditemukan 4 filum dengan total 21 spesies. Berdasarkan hasil penghitungan nilai indeks keanekaragaman stasiun Barat adalah 2,83 sedangkan untuk stasiun Timur adalah 2,55. Untuk indeks keseragaman stasiun Barat adalah 0,90 sedangkan untuk stasiun Timur adalah 0,84. Nilai indeks dominansi tertinggi ditemukan pada stasiun Timur dengan nilai 0,12 sedangkan untuk stasiun Barat adalah 0,08. Setelah mengetahui nilai dari indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi pada stasiun Barat dan stasiun Timur dapat dikaitkan dengan kondisi perairan pada Pulau Tarahan untuk diambil kesimpulan apakah biota pada karang mati tersebut terbilang stabil atau tidak.
Analisis Morfologi, Morfometrik, dan Biomassa Lamun Halophila Ovalis di Perairan Pulau Tunda, Banten: Morphological, Morphometric, and Biomass Analysis of Halophila Ovalis Seagrass in the Waters of Tunda Island, Banten Rochmah, Syifaur; Soleha, Sabrina Rahima; Harahap, Muhammad Hafiz Arkana; Alzahira, Nurya Zahra; Saad, Moch
JFMR-Journal of Fisheries and Marine Research Vol. 10 No. 1 (2026): JFMR on March
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2026.010.01.11

Abstract

Ekosistem lamun berperan penting bagi lingkungan pesisir sebagai habitat, tempat mencari makan, dan penstabil sedimen. Halophila ovalis merupakan jenis lamun yang umum ditemukan di Indonesia, termasuk di Pulau Tunda, Banten. Penelitian ini bertujuan mengkaji kondisi Halophila ovalis melalui analisis morfologi, morfometrik, dan biomassa serta hubungannya dengan kualitas perairan. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 20–21 September 2025 menggunakan metode purposive sampling dengan transek-kuadrat 0,5 × 0,5 m² di tiga stasiun. Data primer, seperti morfologi, morfometrik, dan biomassa, diambil dengan cara mengamati dan mengukur langsung di lapangan. Sementara itu, data sekunder meliputi suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut (DO), dan kecerahan, yang diukur menggunakan alat termometer, refraktometer, pH meter, dan DO meter. Hasil menunjukkan adanya variasi kerapatan dan biomassa antarstasiun. Kerapatan tertinggi ditemukan pada Stasiun 1 dan 2 dengan kondisi DO dan pH optimal, sedangkan Stasiun 3 menunjukkan kerapatan rendah akibat DO rendah (3,2 mg/L) dan pH lebih tinggi (8,55). Hal ini menegaskan bahwa DO dan pH merupakan faktor utama yang memengaruhi distribusi dan produktivitas Halophila ovalis di Pulau Tunda. Temuan ini dapat menjadi dasar pengelolaan dan konservasi ekosistem lamun secara berkelanjutan.   Seagrass ecosystems play an important role in coastal environments as habitats, feeding grounds, and sediment stabilizers. Halophila ovalis is a type of seagrass commonly found in Indonesia, including on Tunda Island, Banten. This study aims to assess the condition of Halophila ovalis through morphological, morphometric, and biomass analyses and their relationship to water quality. Data collection was conducted on September 20–21, 2025, using a purposive sampling method with a 0.5 × 0.5 m² quadratic transect at three stations. Primary data, such as morphology, morphometrics, and biomass, were collected through direct observation and measurement in the field. Meanwhile, secondary data included temperature, salinity, pH, dissolved oxygen (DO), and brightness, which were measured using a thermometer, refractometer, pH meter, and DO meter. The results showed variations in density and biomass between stations. The highest densities were found at Stations 1 and 2 with optimal DO and pH conditions, while Station 3 showed low densities due to low DO (3.2 mg/L) and higher pH (8.55). This confirms that DO and pH are the main factors influencing the distribution and productivity of Halophila ovalis on Tunda Island. These findings can form the basis for sustainable management and conservation of seagrass ecosystems.