Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Soal Literasi Sains Berbasis HOTS (High Order Thinking Skills) untuk Guru-guru MGMP IPA Lombok Timur Kusuma, Anindita Suliya Hangesti Mandra; Artayasa, I Putu; Sakaroni, Rubiyatna; Muhlis; Setiawan, Heru; Muslihatun, Fitri
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.12875

Abstract

Urgensi PkM menitikberatkan pada analisis penerapan Kurikulum Merdeka Belajar sejak 2021 yang menuntut guru memiliki kemampuan dalam menyusun soal yang mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Namun, banyak guru-guru MGMP IPA Lombok Timur masih kesulitan memahami konsep HOTS, membedakan dengan LOTS, serta menyusunnya dalam bentuk soal literasi sains. Akibatnya, pembelajaran cenderung berorientasi pada hafalan, belum melatih siswa berpikir kritis, kreatif, dan analitis sesuai tuntutan abad 21. Urgensi kegiatan ini terletak pada perlunya penguatan kapasitas guru dalam mengembangkan soal berbasis HOTS yang relevan dengan kebutuhan kurikulum dan dunia kerja era Industri 4.0. Tujuan kegiatan “Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Soal Literasi Sains Berbasis HOTS untuk guru-guru MGMP IPA Lombok Timur” adalah: (1) meningkatkan pemahaman guru terkait konsep HOTS dan penerapannya dalam pembelajaran, (2) melatih guru menyusun soal literasi sains yang berorientasi pada kemampuan analisis, evaluasi, dan kreasi, serta (3) mendampingi guru secara intensif hingga mampu menghasilkan soal sesuai standar HOTS. Metode pelaksanaan mencakup empat tahap: (1) analisis masalah dan kebutuhan guru melalui studi pendahuluan, (2) penentuan solusi berupa pelatihan dan pendampingan, (3) pelaksanaan pelatihan yang meliputi pemberian materi konsep HOTS berdasarkan taksonomi Bloom revisi, analisis serta contoh soal HOTS, penyusunan soal, diskusi, dan refleksi, serta (4) evaluasi untuk menilai manfaat dan kendala. Subyek pengabdian kepada masyarakat adalah guru-guru MGMP IPA Lombok Timur. Kegiatan pengabdian berupa pelatihan dan pendampingan penyusunan soal literasi sains berbasis HOTS bagi guru MGMP IPA Lombok Timur berhasil meningkatkan pemahaman, keterampilan, serta motivasi guru secara signifikan. Lebih dari 87% peserta mampu memahami Taksonomi Bloom revisi dan 85% berhasil menyusun soal HOTS yang layak digunakan, dengan tingkat partisipasi dan kepuasan peserta yang sangat tinggi.
Eksplorasi Kebutuhan Materi Ajar Mikrobiologi untuk Mempersiapkan Calon Guru yang Berdaya Saing dan Memiliki Keterampilan di Bidang Bioteknologi Sakaroni, Rubiyatna; Kusuma, Anindita Suliya Hangesti Mandra; Hijriani, Baiq Isti
Journal of Science and Education Research Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Science and Education Research
Publisher : Yayasan Pendidikan Insan Mulia Utan Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62759/jser.v5i1.397

Abstract

Pembelajaran Mikrobiologi pada program studi Pendidikan Biologi masih cenderung berorientasi pada penguasaan konsep teoretis dan belum sepenuhnya mendukung pengembangan keterampilan aplikatif mahasiswa yang relevan dengan perkembangan bioteknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kebutuhan materi ajar Mikrobiologi mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Mataram dalam rangka mempersiapkan calon guru biologi yang berdaya saing dan memiliki keterampilan tambahan di bidang bioteknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa angket eksplorasi kebutuhan yang diberikan kepada 60 mahasiswa yang sedang atau telah menempuh mata kuliah Mikrobiologi. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data dalam bentuk tabel dan diagram, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memandang mata kuliah Mikrobiologi sebagai mata kuliah yang sangat penting, namun materi yang disajikan dinilai belum sepenuhnya kontekstual dan aplikatif. Mahasiswa menunjukkan kebutuhan yang tinggi terhadap bahan ajar berbentuk e-modul, berbasis riset, dan berorientasi pada proyek yang mengaitkan peran mikroorganisme dengan bioteknologi terapan. Selain itu, pemahaman mahasiswa terhadap peran mikroorganisme dalam bioteknologi masih bersifat parsial. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan materi ajar Mikrobiologi yang kontekstual, berbasis riset, dan mendukung keterampilan aplikatif guna menunjang kompetensi profesional dan peluang pengembangan karier calon guru biologi.
Efektivitas Pembelajaran Model SrVER Berbantukan Media Augmented Reality dan Virtual Reality terhadap Hasil Belajar Siswa SMA Handayani, Baiq Sri; Ayu Lestari, Tri; Kusuma, Anindita Suliya Hangesti Mandra; Suyantri, Eni; Wirajagat, Gde Cahyadi; Sukma, Izza Melati
Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 19 No. 1 (2026): Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/biosferjpb.60025

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the SrVER learning model assisted by Augmented Reality (AR) and Virtual Reality (VR) media in Biology Learning. The study employed a quasi-experimental method with a pretest–posttest nonequivalent control group design. The population comprised high school students in Mataram City, and samples were selected using purposive sampling. Data were collected through a validated multiple-choice test (25 items, α = 0.82). Data analysis used Quade’s Rank Analysis of Covariance followed by the Least Significant Difference (LSD) test. The findings revealed a significant difference (p < 0.001) in students’ learning outcomes between the conventional, AR-assisted SrVER, and VR-assisted SrVER classes. The AR-assisted SrVER group achieved the highest improvement (52.31%), showing that AR effectively enhances visual understanding in biological concepts. Therefore, integrating AR in visual-based learning is recommended to improve student engagement and learning outcomes in Biology Learning