Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pemeriksaan Kelaikan Fungsi Bangunan untuk Keselamatan dan Keseimbangan Lingkungan pada Gedung Pabrik Pengolahan Udang Beku Hendriyani, Irna; Mahargamitha, Rilia Rigina; Surya, Adhi
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 9 No. 02 (2025): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v9i02.3303

Abstract

Sertifikat Laik Fungsi (SLF) adalah dokumen penting yang dikeluarkan pemerintah daerah dan memastikan bahwa bangunan tersebut memenuhi persyaratan fungsionalitas sebelum digunakan. SLF sangat diperlukan untuk pabrik pengolahan udang beku sebagai salah satu persyaratan utama kegiatan produksi. Sertifikasi ini bertujuan untuk memastikan keamanan konstruksi, kenyamanan dan kelayakan operasional bangunan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyelidiki kelayakan fungsi pabrik pengolahan udang beku dari berbagai aspek, termasuk struktur, arsitektur, manfaat, dan lingkungan. Pemeriksaan ini memberikan dasar untuk menentukan penyediaan rekomendasi struktur dan peningkatan jika cacat ditemukan dalam aspek -aspek tertentu. Inspeksi dilakukan dengan metode pengamatan langsung untuk mengumpulkan data tentang kondisi bangunan. Selain itu, pengujian hammer test dilakukan pada beberapa bagian struktur untuk menilai kekuatan dan kelayakan bahan bangunan. Data yang diperoleh diproses dalam pembuatan gambar terperinci. Ini akan digunakan untuk ulasan lebih lanjut dan analisis aspek kelayakan fungsional. Berdasarkan hasil pemeriksaan bangunan pabrik pengolahan udang beku masih laik digunakan dalam aspek struktural, konstruksi, manfaat, dan aspek lingkungan. Namun, ada beberapa rekomendasi perbaikan yang perlu dibuat, terutama dalam aspek penggunaan dan lingkungan, untuk meningkatkan kualitas dan keamanan operasi bangunan.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair dan Eco Enzym untuk Pemeliharaan Anggrek di Desa Sabuhur, Kalimantan Selatan Istikowati, Wiwin Tyas; Sunardi, Sunardi; Abidin, Zainal; Surya, Adhi; Fauzan, Akhmad; Saputra, Debi Imam; Norhidayah, Anisa; Hadijah, Siti; Sari, Evita; Hidayanti, Nurul; Rahmawati, Risma
Kayuh Baimbai: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2024): Mei : Kayuh Baimbai : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69959/kbjpm.v1i2.23

Abstract

This service activity aims to train Sabuhur villagers in making liquid fertilizer for orchid care. Sabuhur villagers are members of KTH Amabilis Lestari and KTH Pantai Baru, who are assisted by the South Kalimantan BKSDA in an effort to conserve Kalimantan orchids.  They are under the guidance of South Kalimantan Natural Resources Conservation Center which is active in saving local Kalimantan orchids. The conservation activity by carried out the orchids from the forest around Sabuhur village which will be converted into plantation areas or mining land. The rescue activities were also carried out after a storm caused many trees had fallen, where the orchids were lived. The orchids are maintained around their homes using simple methods without fertilizer application regularly due to the high cost of the fertilizer. This project teaches orchid caretakers how to generate organic fertilizer from household garbage. Lambung Mangkurat University's community service team collaborated with Muhammad Al Banjari Islamic University of South Kalimantan and the Natural Resources Conservation Agency of South Kalimantan to provide training on the production of liquid organic fertilizer and eco-enzymes. From the activity carried out, the participant gained new knowledge and improve the skills
Analysis of Employee Behavior in Improving the Quality of Hajj and Umrah Services in the Industry 4.0 and Society 5.0 Era at the Banjar Regency Office of the Ministry of Religious Affairs Maulana, Erfan; Khuzaini, Khuzai; Shaddiq, Syahrial; Junaidy, Junaidy; Irpan, M.; Surya, Adhi; Saputra, Riki Welli; Sulastini, Sulastini; Noor, Meitria Syahadatina; Auliah, Nurul
Hut Publication Business and Management Vol. 3 No. 1 (2023): Hut Publication Business and Management
Publisher : PT. Hanken Sukses Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The public service provided by the Office of the Ministry of Religious Affairs (Kemenag) in Banjar Regency focuses on facilitating Hajj and Umrah services. With the continuous increase in the number of prospective Hajj pilgrims in Banjar Regency, it is essential to provide quality services. Employees need to exhibit behavioral competencies to address challenges in the current era, encompassing three aspects: employee behavior in communication and social skills, adaptability and task completion, and technological skills. This research aims to analyze employee behavior in enhancing the quality of Hajj and Umrah services in the era of Industry 4.0 and Society 5.0 at the Ministry of Religious Affairs office in Banjar Regency. This qualitative research adopts a cross- sectional approach conducted over one month. Twenty respondents were selected using convenience sampling. Data were collected, transcribed, translated, and then subjected to directed content analysis to identify main themes. It is observed that employees' behavior in communication and social skills, as well as adaptability and task completion aspects, have been implemented effectively. However, the technological skills aspect is deemed suboptimal. There is a need for improvement in technological skills and a shift in mindset among employees to address the challenges of Industry 4.0 and Society 5.0.
Perbandingan Perhitungan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Dengan Metode Analisa Komponen Dan Metode Manual Desain Perkerasan 2017 Pada Jalan A. Yani KM 101 Kabupaten Tapin Amin, Fatwa Muhammad; Surya, Adhi
Jurnal Penelitian Teknik Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Teknik
Publisher : Jurnal Penelitian Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas perbandingan perhitungan tebal perkerasan lentur pada Jalan A. Yani Km 101 Kabupaten Tapin dengan menggunakan dua metode, yaitu Metode Analisa Komponen dan Metode Manual Desain Perkerasan 2017. Studi ini dilakukan untuk menganalisis tebal perkerasan yang paling efisien dan sesuai dengan kondisi jalan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tebal perkerasan yang dihasilkan oleh Metode Manual Desain 2017 lebih efisien dibandingkan dengan Metode Analisa Komponen. Perhitungan lalu lintas harian rata-rata (LHR) dan CBR tanah dasar juga dilakukan untuk mendukung analisis ini. Metode Manual Desain 2017 menghasilkan tebal lapisan yang lebih tipis namun tetap memenuhi standar kekuatan dan ketahanan jalan, sehingga dapat menjadi alternatif yang lebih ekonomis dalam perencanaan perkerasan jalan.
Kajian Kebutuhan JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) Di Jalan A Yani Km 4,5 Mesjid At-Taqwa Kota Banjarmasin Rahmatullah, GT. Muhammad Basyir; Surya, Adhi; Cahyadi, Hendra
Jurnal Penelitian Teknik Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Teknik
Publisher : Jurnal Penelitian Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) merupakan salah satu fasilitas pejalan kaki yang ditempatkan sesuai dengan tingkat kebutuhan bagi pejalan kaki dan lalu lintas kendaraan yang melintas pada ruas jalan yang bersangkutan. Jembatan penyeberangan orang (JPO) adalah proses evaluasi mendalam yang dilakukan untuk memahami kondisi, keamanan, kebutuhan, dan efisiensi jembatan yang digunakan untuk memfasilitasi lalu lintas pejalan kaki di suatu area tertentu. Jalan yang saya teliti terletak di A.Yani KM 4,5 yang dimana banyak pejalan kaki yang menyeberang, sedangkan pengendara yang ada di jalan tersebut relatif cepat, yang sering mengakibatkan kecelakaan terjadi. Jalan ini berklasifikasi kelas jalan Nasional, yang memiliki 2 jalur, 6 lajur, dan lebar yang tidak kurang dari 11 meter. Jalan ini merupakan jalan utama yang berada di Kalimantan Selatan, yang terletak di kota Banjarmasin. Pengujian dilakukan di jalan A Yani KM 4.5 Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dan wawancara langsung yang dilakukan di lokasi penelitian di jalan A Yani KM 4.5 Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Berdasarkan hasil survey, wawancara, data kecelakaan lalu lintas dan perhitungan maka dapat disimpulkan bahwa di jalan A.Yani KM 4.5 layak untuk dibuat jembatan penyeberangan orang (JPO).
Pengaruh Penggunaan Limbah Plastik Dengan Tipe Polyethlene Terephthalate (PET) Sebagai Subsitusi Agregat Pada Campuran Aspal Berpori Maulana, Muhammad Dony; Surya, Adhi; Rachman, Tezar Aulia
Jurnal Penelitian Teknik Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Teknik
Publisher : Jurnal Penelitian Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era globalisasi ini, penggunaan kemasan plastik tidak bisa lepas dalam kehidupan sehari-hari. Jumlah konsumsi plastik terus meningkat disetiap tahunnya. Namun, limbah plastik yang semakin menumpuk belum dimanfaatkan sebaik mungkin. Selain sulit terurai dengan tanah, plastik juga apabila dibakar asap yang ditimbulkan dapat merusak kesehatan, proses pendaur-ulangan plastik pun hanya merubah plastik menjadi sesuatu yang baru yang ketika barang tersebut tidak terpakai lagi maka akan kembali menjadi sampah namun penelitian ini akan mencampurkan limbah plastik jenis PET pada aspal porus. Pengujian dilakukan di Laboratorium Struktur Teknik Sipil Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, Kalimantan Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental, dimana campuran plastik dengan variasi presentase agregat kasar plastik (10%, 20%, dan 30%) disiapkan diuji menggunakan uji Marshall, Cantabro Loss, dan Permeabilitas. Jadi dari hasil penelitian ini semua variasi plastik PET yang memenuhi spesifikasi adalah nilai Stabilitas, Flow, Kekakuan, dan Cantabro Loss. Sedangkan Kadar Rongga dan Permeabilitas 20% dan 30% belum memenuhi spesifikasi AAPA 2004. Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin meningkat persentase plastik PET pada aspal maka akan menutupi rongga pada benda uji aspal pori, namun sebalik nya semakin meningkat nya persentase plastik PET maka akan meningkat nya hasil dari Stabilitas, Kelelehan (Flow), dan Cantabro Loss pada benda uji aspal pori
Pembangunan Desa Berbasis Indeks Desa Membangun Di Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut Surya, Adhi; Sulastini, Sulastini; Shaddiq, Syahrial
Jurnal Penelitian Teknik Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Teknik
Publisher : Jurnal Penelitian Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep Indeks Desa Membangun (IDM) sendiri kemudian dijelaskan dalam Peraturan Kementrian Desa (Permendes) No. 2 Tahun 2016 tentang pola dan peta pengembangan pembangunan desa. Dalam pasal 3 disebutkan bahwa konsep IDM terintegrasi dari beberapa kategori di dalamnya yang meiputi: Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE), Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL), dan Indeks Ketahanan Sosial (IKS). Dari ketiga faktor tersebut kemudian dijadikan sebagai referensi dalam proses pengukuran strata kemandirian dan kemajuan suatu desa. Perangkat indikator yang dikembangkan dalam Indeks Desa Membangun dikembangkan berdasarkan konsepsi bahwa untuk menuju Desa maju dan mandiri perlu kerangka kerja pembangunan berkelanjutan di mana aspek sosial, ekonomi, dan ekologi menjadi kekuatan yang saling mengisi dan menjaga potensi serta kemampuan Desa untuk mensejahterakan kehidupan Desa. Kebijakan dan aktivitas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa harus menghasilkan pemerataan dan keadilan, didasarkan dan memperkuat nilai-nilai lokal dan budaya, serta ramah lingkungan dengan mengelola potensi sumber daya alam secara baik dan berkelanjutan. Dalam konteks ini ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologi bekerja sebagai dimensi yang memperkuat gerak proses dan pencapaian tujuan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa. Dalam regulasi desa sendiri UU No. 6 Tahun 2014 juga telah memberikan sebuah stimulus dan mendukung percepatan agenda pembangunan desa (STIT et al., 2018). Hal yang menjadi titik fokus utamanya adalah masyarakat desa sebagai subjek pertama dan yang mendapatkan suatu perhatian akan adanya kemandirian masyarakat desa. Sehingga dari proses pembentukan masyarakat desa yang mandiri tersebutlah diharapkan akan memberikan implikasi-implikasi yang positif bagi masyarakat desa dan dapat meningkatk indeks pembangunan desanya. Indeks Desa Membangun memotret perkembangan kemandirian Desa berdasarkan implementasi Undang-Undang Desa dengan dukungan Dana Desa serta Pendamping Desa. Indeks Desa Membangun mengarahkan ketepatan intervensi dalam kebijakan dengan korelasi intervensi pembangunan yang tepat dari Pemerintah sesuai dengan partisipasi Masyarakat yang berkorelasi dengan karakteristik wilayah Desa yaitu tipologi dan modal sosial. Untuk mengurangi jumlah desa tertinggal dan meningkatkan jumlah desa mandiri, masalah penting yang perlu diselesaikan adalah kemiskinan. Kemiskinan di sini selalu mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah Indonesia. Ini terjadi karena pemerintah telah menyadari pentingnya menyelesaikan masalah kemiskinan. Kegagalan menyelesaikan masalah ini akan mengakibatkan munculnya berbagai masalah sosial, ekonomi dan politik di masyarakat. Dalam konteks tipologi desa, Indeks Desa Membangun mengklasifikasi Desa dalam lima (5) status, yakni: “(i) Desa Sangat Tertinggal; (ii) Desa Tertinggal; (iii) Desa Berkembang; (iv) Desa Maju; dan (v) Desa Mandiri”. Dari kelima klasifikasi tersebut maka kini statrata desa sudah memiliki beberapa pembagian yang digunakan sebagai indikator atau parameter desa. Tipologi pembagian Indeks Desa Membangun (IDM) dapat dibagi ke beberapa hal seperti: “(1) desa sangat tertinggal: < 0,491; (2) desa tertinggal: > 0,491 dan < 0,599; (3) desa berkembang: > 0,599 dan < 0,707; (4) desa maju: > 0,707 dan < 0,815; dan (5) desa mandiri: > 0,815” (Suroso, 2019). Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan untuk menggambarkan sifat yang tepat dari gejala atau tanda-tanda selanjutnya perkembangan hubungan antara objek penelitian dengan fenomena sosial lainnya dalam data diperoleh dengan kajian pustaka, melalui dokumen-dokumen resmi yang mencatat keadaan yang terjadi dalam suatu objek penelitian, berupa majalah, hasil-hasil studi, tesis, maupun hasil survei dari berbagai instansi pemerintah maupun tidak (Novriando & Purnomo,2020). Studi kasus dalam pendekatan ini diadopsi dari Teorinya Sugiyono (2009) yang mengatakan bahwa studi dokumentasi merupakan salah satu metode kualitatif dengan menganalisa dokumen-dokumen yang dibuat oleh subjek sendiri atau orang lain. Studi dokumentasi sendiri merupakan cara yang dilakukan oleh peneliti kualitattif dalam hal untuk memperoleh sudut pandang atau gambaran dari objek yang akan diteliti. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dengan cara pengumpulan data dengan menggunakan berbagai dokumen atau catatan yang mencatat keadaan konsep penelitian di dalam unit analisa yang dijadikan sebagai obyek penelitian. Sumber data dapat berasal dari dokumen dokumentasi dari website Desa maupun hasil penelitian-penelitian terdahulu. Dalam hal analisis data penulis menggunakan analisis naratif untuk mengambarkan sebuah fenomena dan membedah mengenai inovasi yang dilakukan oleh Desa dalam melaksanakan pembangunan berbasis IDM. Desa di Kecamatan Bati-bati akan menjadi obyek penelitian dari judul penelitian "Studi Pembangunan Desa Berdasarkan IDM (Indeks Desa Membangun) Di Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut.
ANALISIS UJI MUTU BETON K-250 DENGAN MUTU BETON CAMPURAN PENGGANTI AGREGAT KASAR DARI LIMBAH PLASTIK (PET) BERDASARKAN SNI 03-2834-2000 Saputra, Muhammad Rifky Aldi; Surya, Adhi; Perdana, Muhammad Gunawan
Jurnal Penelitian Teknik Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Teknik
Publisher : Jurnal Penelitian Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah plastik telah menjadi masalah besar karena dampak negatifnya terhadap lingkungan. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), volume sampah Kalsel pada tahun lalu mencapai 50 ribu ton dan sebagian besar merupakan sampah plastik PET. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat mekanik campuran beton modifikasi agregat kasar plastik. Percobaan ini dilakukan di Laboratorium Bangunan Teknik Sipil Kampus Mohammad Alsiad Banjari Universitas Islam Kalimantan Selatan. Metode penelitiannya adalah campuran beton eksperimental dan mengandung proporsi agregat kasar plastik yang berbeda (0%, 3% dan 5%) disiapkan dan dilakukan uji tekanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian sampah plastik dengan material komposit efektif dalam upaya penggantian material komposit dengan sampah plastik. Pada penelitian ini, campuran yang mengandung agregat kasar limbah plastik termodifikasi 3% telah melampaui kepadatan yang disyaratkan yaitu 259,42 Kg/cm2, sedangkan campuran yang dimodifikasi sebesar 5% telah mencapai kepadatan yang disyaratkan yaitu 205,73 Kg/cm2. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan limbah plastik sebagai pengganti agregat dalam beton berpotensi meningkatkan kualitas beton tanpa mengorbankan kinerja struktural. Selain itu, studi ini menyoroti potensi solusi untuk mengurangi sampah plastik di lingkungan dengan memasukkan sampah plastik ke dalam produk rumah tangga seperti beton.
KAJIAN ASPHALT CONCRETE-BINDER COURSE (AC-BC) DENGAN UJI MARSHALL MODIFIKASI AGREGAT HALUS DAN FILLER MENGGUNAKAN ABU CANGKANG SAWIT HASIL PEMBAKARAN MESIN BOILER PT AGRI BUMI SENTOSA Syukur, Abdus; Surya, Adhi; Cahyadi, Hendra
Jurnal Penelitian Teknik Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Teknik
Publisher : Jurnal Penelitian Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal merupakan material untuk membuat barang jalan raya; sebagai perkerasan jalan yang fleksibel, aspal menghasilkan produk akhir yang bagus dan nyaman. Untuk mengurangi kebutuhan aspal sebagai komponen utama, digunakan juga bahan campuran sifatnya yang dapat digunakan untuk mengurangi kelemahan yang ada pada aspal, seperti penggunaan serbuk gergaji abu cangkang. Campuran aspal Laston AC-BC dengan agregat halus kadar cangkang sawit 10%, 20%, dan filler 25%, 50% pada penelitian ini diganti dengan material abu cangkang sawit. Metodologi penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin dengan menggunakan 12 benda uji, tiga variasi kadar aspal, dan tiga variasi persentase penggantian abu cangkang sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian agregat halus 10%, 20%, dan 25% dengan filler 25% dan 50%. Mengkaji nilai Marshall campuran aspal beton AC-BC dengan abu cangkang sawit dan mengetahui konsentrasi aspal ideal untuk varian kombinasi . Hasil dari pengujian Marshall didapatkan nilai stabilitas, flow, VIM, VMA, VFB, Density, dan Marshall Quotient di substitusi kadar 50% memenuhi spesifikasi, campuran yang tidak memenuhi spesifikasi yaitu nilai VIM 10% sebesar 6,87%, 20% sebesar 9,40%, melebihi batas maksimum dan nilai VFB dikadar 10%, sebesar 63,10%, 20% sebesar 54,79% tidak sampai batas minimum dan nilai VIM 25% sebesar 2,85% tidak sampai batas minimum.