Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

NANOFOSIL PADA SUMUR “LN” DI DAERAH CEKUNGAN JAWA TIMUR BAGIAN UTARA : NANOFOSCIL AT “LN” WELL IN THE NORTHERN EAST JAVA BASIN AREA luvina nabila rawy anggrainy; Rendy Rendy; Dewi Syavitri
Journal of Geoscience Engineering & Energy (JOGEE) VOLUME 4, NOMOR 2, AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jogee.v4i2.15986

Abstract

Tahap awal meliputi studi litelatur yaitu mempelajari dan mengetahui kondisi serta karakteristik umum pada lokasi penelitian. Tahapan ini terdiri dari studi litelatur yang digunakan sebagai pedoman awal untuk mengetahui kesampaian, karakteristikk, dan kondisi daerah penelitian, tahapan berikutnya yaitu Analisis data sample mengunakan metode preparasi sample , tahapan akhir pembuatan biozonasi dan biostatigrafi mendapatkan hasil kesimpulan sebagai hipotesa dari penelitian. Didapatkan tiga jenis litologi batuan pada daerah penelitian yaitu, batupasir, batulempung, dan batuserpih. Berdasarkan satuan litostratigrafi dengan kesebandingan Formasi menurut Mudjiono, 2011 Satuan Perselingan Batu lempung dan batu serpih termasuk dalam Formasi Tawun dan Satuan Perselingan Batu lempung dan Batu serpih sisipan batupasir termasuk dalam Formasi Ngaryong dan ditemukan satu ketidakselarasan ditunjukkan dengan munculnya biodatum secara bersamaan Kandungan nanofosil pada daerah penelitian memiliki tingkat keragaman dan kelimpahan yang melimpah (Common) – sedikit melimpah (Few). Ditemukan sebanyak 15058 spesimen nanofosil dan 26 spesies nanofosil. The initial stage includes a literature study, namely studying and knowing the general conditions and characteristics of the research location. This stage consists of a literature study that is used as an initial guide to determine the accomplishments, characteristics, and conditions of the research area, the next stage is sample data analysis using the sample preparation method, the final stage of making biozonation and biostatigraphy gets the conclusions as a hypothesis from the research. Three types of rock lithology were found in the study area, namely, sandstone, claystone, and shale. Based on lithostratigraphic units with formation comparability according to Mudjiono, 2011 Claystone and shale intercalation units are included in the Tawun Formation and Sandstone intercalated claystone and shale intercalation units are included in the Ngaryong Formation and an unconformity was found as indicated by the appearance of biodatum concomitantly containing nanofossils in the study area has a high level of diversity and abundance (Common) - a little abundant (Few). 15058 nanofossil specimens and 26 nanofossil species were found.
Education about the quality of groundwater for the people of Meruyung Village, Limo District, Depok Dewi Syavitri; Ramadhani Yaniar; Yarra Sutadiwiria; Rendy Rendy; Rosmalia Ditha Nugraheni; Cahyaningratri Primadani; Suci Maharani; Lalita A'fin; Firman Herdiansyah
Community Empowerment Vol 8 No 10 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.9698

Abstract

The city of Depok supports the capital city of Indonesia and experiences rapid population growth. As the population grows, the need for clean water becomes a significant concern in the area. According to data collected from 12 water samples in Cilodong District, Depok, all of them were found to be acidic and unsuitable for drinking. This community service initiative aims to provide the public with knowledge about techniques for building septic tanks that comply with regulations. Additionally, the public is educated on how to determine the characteristics of groundwater suitable for consumption. Counseling sessions were conducted at the Meruyung Village Office in Limo District, Depok City, and were attended by 26 Meruyung Village residents. The results of the program demonstrated an increase in public understanding of groundwater quality, rising from 74.5% to 89.5%.
NANOFOSIL PADA SUMUR “LN” DI DAERAH CEKUNGAN JAWA TIMUR BAGIAN UTARA : NANOFOSCIL AT “LN” WELL IN THE NORTHERN EAST JAVA BASIN AREA rawy anggrainy, luvina nabila; Rendy, Rendy; Syavitri, Dewi
Journal of Geoscience Engineering and Energy VOLUME 4, NOMOR 2, AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jogee.v4i2.15986

Abstract

Tahap awal meliputi studi litelatur yaitu mempelajari dan mengetahui kondisi serta karakteristik umum pada lokasi penelitian. Tahapan ini terdiri dari studi litelatur yang digunakan sebagai pedoman awal untuk mengetahui kesampaian, karakteristikk, dan kondisi daerah penelitian, tahapan berikutnya yaitu Analisis data sample mengunakan metode preparasi sample , tahapan akhir pembuatan biozonasi dan biostatigrafi mendapatkan hasil kesimpulan sebagai hipotesa dari penelitian. Didapatkan tiga jenis litologi batuan pada daerah penelitian yaitu, batupasir, batulempung, dan batuserpih. Berdasarkan satuan litostratigrafi dengan kesebandingan Formasi menurut Mudjiono, 2011 Satuan Perselingan Batu lempung dan batu serpih termasuk dalam Formasi Tawun dan Satuan Perselingan Batu lempung dan Batu serpih sisipan batupasir termasuk dalam Formasi Ngaryong dan ditemukan satu ketidakselarasan ditunjukkan dengan munculnya biodatum secara bersamaan Kandungan nanofosil pada daerah penelitian memiliki tingkat keragaman dan kelimpahan yang melimpah (Common) – sedikit melimpah (Few). Ditemukan sebanyak 15058 spesimen nanofosil dan 26 spesies nanofosil. The initial stage includes a literature study, namely studying and knowing the general conditions and characteristics of the research location. This stage consists of a literature study that is used as an initial guide to determine the accomplishments, characteristics, and conditions of the research area, the next stage is sample data analysis using the sample preparation method, the final stage of making biozonation and biostatigraphy gets the conclusions as a hypothesis from the research. Three types of rock lithology were found in the study area, namely, sandstone, claystone, and shale. Based on lithostratigraphic units with formation comparability according to Mudjiono, 2011 Claystone and shale intercalation units are included in the Tawun Formation and Sandstone intercalated claystone and shale intercalation units are included in the Ngaryong Formation and an unconformity was found as indicated by the appearance of biodatum concomitantly containing nanofossils in the study area has a high level of diversity and abundance (Common) - a little abundant (Few). 15058 nanofossil specimens and 26 nanofossil species were found.
Indonesian Stratigraphic Lexicon: Past, Present and Future Darman, Herman; Permana, Asep; Syavitri, Dewi
Berita Sedimentologi Vol 49, No 3 (2024)
Publisher : Ikatan Ahli Geologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51835/bsed.2024.49.3.444

Abstract

The Stratigraphic Lexicon is an important source of regional geological information. Due to the development of the science and the geological understanding, the lexicon needs to be updated. Following the first Indonesian Stratigraphic Lexicon by Marks (1957), Harahap et al. (2003) made an update to the lexicon. The latter version was later published online as a website. A GIS format of the lexicon will soon be available for geoscientists to use. This paper also provides suggestions for improving the lexicon, which includes the preparation of logs type for each section. A systematic approach to periodically ever greening the lexicon is necessary. The Geological Survey of Indonesia and the Indonesian Association of Geologists should be involved in the future improvement of the lexicon.
NANOFOSIL PADA SUMUR “LN” DI DAERAH CEKUNGAN JAWA TIMUR BAGIAN UTARA : NANOFOSCIL AT “LN” WELL IN THE NORTHERN EAST JAVA BASIN AREA Nabila Rawy Anggrainy, Luvina; Rendy; Syavitri, Dewi
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jek.v3i1.16108

Abstract

Tahap awal meliputi studi litelatur yaitu mempelajari dan mengetahui kondisi serta karakteristik umum pada lokasi penelitian. Tahapan ini terdiri dari studi litelatur yang digunakan sebagai pedoman awal untuk mengetahui kesampaian, karakteristikk, dan kondisi daerah penelitian, tahapan berikutnya yaitu Analisis data sample mengunakan metode preparasi sample , tahapan akhir pembuatan biozonasi dan biostatigrafi mendapatkan hasil kesimpulan sebagai hipotesa dari penelitian. Didapatkan tiga jenis litologi batuan pada daerah penelitian yaitu, batupasir, batulempung, dan batuserpih. Berdasarkan satuan litostratigrafi dengan kesebandingan Formasi menurut Mudjiono, 2011 Satuan Perselingan Batu lempung dan batu serpih termasuk dalam Formasi Tawun dan Satuan Perselingan Batu lempung dan Batu serpih sisipan batupasir termasuk dalam Formasi Ngaryong dan ditemukan satu ketidakselarasan ditunjukkan dengan munculnya biodatum secara bersamaan Kandungan nanofosil pada daerah penelitian memiliki tingkat keragaman dan kelimpahan yang melimpah (Common) – sedikit melimpah (Few). Ditemukan sebanyak 15058 spesimen nanofosil dan 26 spesies nanofosil  Kata kunci: Nanofosil gampingan, , Cekungan Jawa Timur Utara.   ABSTRACT The initial stage includes a literature study, namely studying and knowing the general conditions and characteristics of the research location. This stage consists of a literature study that is used as an initial guide to determine the accomplishments, characteristics, and conditions of the research area, the next stage is sample data analysis using the sample preparation method, the final stage of making biozonation and biostatigraphy gets the conclusions as a hypothesis from the research. Three types of rock lithology were found in the study area, namely, sandstone, claystone, and shale. Based on lithostratigraphic units with formation comparability according to Mudjiono, 2011 Claystone and shale intercalation units are included in the Tawun Formation and Sandstone intercalated claystone and shale intercalation units are included in the Ngaryong Formation and an unconformity was found as indicated by the appearance of biodatum concomitantly containing nanofossils in the study area has a high level of diversity and abundance (Common) - a little abundant (Few). 15058 nanofossil specimens and 26 nanofossil species were found  Keywords: Limestone nanofossils, North East Java Basin  
ANALISIS PENCEMARAN AIR TANAH BERDASARKAN PENATAAN JARAK SUMUR GALI DENGAN TANGKI SEPTIK DI KELURAHAN SUKAMAJU, DEPOK, JAWA BARAT Syavitri, Dewi; Khadafi, Khadafi; Yuslim, Silia; Amri, Adimas
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Volume 9, Nomor 1, Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v9i1.19071

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat keterkaitan antara kualitas air tanah dengan penataan jarak sumur gali air bersih terhadap tangki septik. Penelitian dilakukan di Kelurahan Sukamaju, Depok, Jawa Barat, dengan mengamati 6 lokasi pengamatan untuk mengetahui kedalaman air tanah, jarak dan posisi sumur gali terhadap tangki septik. Selain itu conto air juga diambil untuk mengetahui apakah terdapat kandungan bakteri Escherchia coli dalam air sumur gali tersebut. Berdasarkan hasil pengukuran terhadap tinggi air tanah dan bantuan software Arc GIS, diketahui arah aliran air tanah bergerak dari Selatan ke Utara dan dari hasil pengamatan diketahui 2 lokasi pengamatan memiliki jarak antara tangki septik dengan sumur gali dibawah ketentuan SNI. Adapun berdasarkan hasil analisis laboratorium mikrobiologi, diketahui 1 titik lokasi pengamatan mengalami kontaminasi bakteri Escherchia coli yang diperkirakan penyebabnya adalah jarak antara sumur gali dengan tangki septik dibawah persyaratan, meskipun arah aliran berlawanan dengan posisi tangki septik. Berdasarkan data tersebut disimpulkan untuk Kelurahan Sukamaju, Depok, secara umum memiliki kualitas air tanah dan penataan jarak sumur gali terhadap tangki septik yang baik.
Pengolahan Limbah Sisa Sayuran dan Buah menjadi Pupuk Kompos Setiati, Rini; Widiyatni , Harin; Syavitri, Dewi; Rakhmanto, Priagung
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): September
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitech.v1i3.99

Abstract

Limbah organik dari hasil pengolahan sayur dan buah-buahan merupakan limbah yang ditemukan sehari-hari. Umumnya limbah organik tersebut tidak melalui proses pengolahan terlebih dahulu, sehingga tidak menghasilkan nilai tambah. Pada dasarnya, limbah organik dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan produk lain dengan nilai ekonomi yang tinggi seperti pupuk kompos. Pupuk kompos merupakan pupuk berbahan dasar organik dengan bahan dasar seperti sayur, daun, buah-buahan, dan bahan-bahan organik lainnya. Pupuk kompos memiliki sejumlah fungsi penting dalam proses perbaikan tekstur dan struktur lahan seperti peningkatan aerasi dan drainase, sehingga meminimalisir terjadinya erosi tanah. Peralatan yang digunakan dalam pembuatan kompos antara lain adalah pencacah sampah, gembor, sapu, karung, sekop, terpal, dan alat penggaruk. Adapun bahan dari pembuatan kompos antara lain adalah sampah organik, larutan berisi mikroba (EM-4), air dan tanah. Untuk menghasilkan kompos, diperlukan sebuah biodekomposer atau aktivator yang digunakan untuk meningkatkan laju proses pengomposan yang membutuhkan waktu setidaknya 1 bulan. Pada tahap akhir pembuatan kompos, terjadi perubahan warna sampah dari hijau ke coklat kehitaman yang menandakan bahwa kompos telah siap untuk dimanfaatkan. Pembuatan kompos terbukti dapat meningkatkan pemanfaatan sampah, seraya menjadi solusi terhadap permasalahan lingkungan. Kemampuan untuk mengolah sampah menjadi kompos ini dapat menjadi komoditas bernilai tambah dan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat.
Studi Karakteristik Senyawa Hidrokarbon dengan Metode Ekstraksi Geokimia Biomarker pada Cekungan Jawa Barat Utara Asy’ari Alfin Giovany; Yarra Sutadiwiria; Dewi Syavitri; Cahyaningratri; Rendy
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 56 No. 3 (2022): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geokimia migas merupakan ilmu untuk mengkorelasi keterdapatan suatu senyawa kimia dalam kegiatan eksplorasi cekungan berdasarkan karakteristik senyawa kimia dan sumber material organik. Komponen senyawa kimia seperti karbohidrat, protein dan lipid digunakan untuk mengamati perubahan material organik pada proses sedimentasi. Tumbuhan tingkat tinggi (higher plants) memiliki kelimpahan lignin yang merupakan komponen utama pada jaringan pendukungnya. Geologi regional daerah penelitian memiliki pola sesar naik yang terjadi pada back-arc basin. Konfigurasi Cekungan Jawa Barat utara dipengaruhi oleh block faulting dengan orientasi arah utara - selatan yang mempengaruhi pembentukan cekungan dan pola sedimentasi. Analisis kualitatif digunakan untuk menginterpretasikan karakteristik senyawa hidrokarbon batuan induk. Sampel cutting diekstraksi dan dianalisis dengan metode kromatografi. Keempat sampel yang berumur Oligosen Akhir – Miosen Tengah dengan interval kedalaman 950m - 950m, 2000 - 2005m, 2150m - 2152m, dan 2200m - 2202m didominasi oleh sterana karbon ganjil sehingga diinterpretasikan terendapkan di lingkungan darat dengan suplai material terrigenous dalam kondisi oksik. Sampel pertama dinyatakan jenuh, sampel ketiga dan keempat dinyatakan tidak jenuh berdasarkan persentase senyawa triterpana. Konfigurasi ikatan stereoisomer keempat sampel memiliki energi aktif yang berbeda sehubungan dengan keterdapatan senyawa hopana dan triterpana yang dapat menentukan sifat geometris hidrokarbon
MIOCENE PALEOGEOGRAPHIC RECONSTRUCTION IN THE SANGATTA AREA, EAST KALIMANTAN BASED ON CALCAREOUS NANNOFOSSIL BIOSTRATIGRAPHY AND BENTHONIC FORAMINIFERAL ANALYSIS Jambak, Moehammad Ali; Deny, Deny; Rendy, Rendy; Syavitri, Dewi
BULLETIN OF THE MARINE GEOLOGY Vol 39, No 2 (2024)
Publisher : Marine Geological Institute of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32693/bomg.39.2.2024.869

Abstract

The Kutai Basin is a significant hydrocarbon potential basin with up to 15 km thickness of Tertiary sediments. It is dominated by a complex deltaic system to a marine shelf environment. Thus, it is crucial to understand the facies distribution in the area. This study was carried out to assess, correlate, and reconstruct the paleoceanographic evolution of the basin using lithological and microfossil data obtained from five exploration wells. The lithostratigraphic analysis was used to identify lithological units of each well, while the calcareous nannofossils biostratigraphy was applied to estimate the age and benthic foraminifera was analysed for paleoenvironmental interpretation. The findings reveal that the study region consisted of claystone, siltstone, shale, coal, and sandstone of the Gelingseh and Kelandasan Formation. The age of these lithological units is assigned from the Middle to Late Miocene epoch (NN6-NN11), based on the presence of some nannofossil index fossils such as Catinaster coalitus, Discoaster hamatus, Discoaster quinqueramus, Discoaster calcaris, and Coronocyclus nitescens. Benthic foraminifera assemblages are primarily composed of arenaceous species such as Trochamina spp. and Haplophragmoides spp., indicating a transitional environment, though some species such as Elphidium spp. and several planktonic foraminifera species appeared, which reflect marine influence on the research area. Based on the biofacies analysis; mudflats, tidal flats, delta front, prodelta-marine shelf, and fluvial plain were formed during the Middle to Late Miocene in the studied area.
ANALISIS DERAJAT KEASAMAN AIR TANAH DI KELURAHAN SUKMAJAYA, KECAMATAN SUKMAJAYA, DEPOK, JAWA BARAT Husein, Dewi Syavitri; Amri, Adimas; Suliestyah, Suliestyah; Sumarsih, Sumarsih; Lestari, Arini Dian
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Volume 10, Nomor 1, Januari 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v10i122070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui derajat keasaman air tanah di daerah Kelurahan Sukmajaya, Depok. Penelitian ini merupakan penelitian lebih lanjut dari yang sudah ada dan menjadi perhatian karena berdasarkan penelitian sebelumnya di Kelurahan Cilodong yang terletak di sebelah Barat memiliki derajat keasaman di bawah standar di hampir seluruh lokasi pengamatan yang diamati. Metoda penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan menganilisi pH air tanah sejumlah 8 buah yang tersebar di Kelurahan Sukmajaya yang dibawa oleh peserta pada saat melakukan Pengabdian kepada Masyarakat di Kantor Kelurahan Sukmajaya, Depok. Dari hasil PkM dengan menggunakan alat indikator sederhana diketahui bahwa seluruh air yang dibawa oleh warga ternyata juga memiliki derajat pH di bawah standar (asam). Selanjutnya sejumlah 8 sampel dilakukan uji laboratorium dan berdasarkan hasil uji tersebut diketahui hasilnya yaitu 8 sampel memiliki kualitas air tanah di bawah standar, yaitu 8 sampel memiliki pH asam, berkisar antara 4,3 sampai 5,8 dengan nilai rata-rata 4, 68; dan 2 sampel memiliki kadar Mangan di atas standar. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat diketahui bahwa di Kelurahan Sukmajaya memiliki derajat keasaman yang tidak memenuhi standar seperti di Kecamatan Cilodong yang terletak di selatannya. Dari hasil ini diinterpretasikan bahwa nilai pH meningkat dari Selatan ke utara, sehingga secara umum diperkirakan kontaminasi menurun ke arah Utara 
Co-Authors Abdurrahman Assegaf Agus Guntoro Ali Jambak Alya Zauza Putri Amri, Muhammad Adimas Andy Livsey Anjar Kurnia Ramadhan Asep Permana, Asep Assegaf, Abdurrahman Asy’ari Alfin Giovany Athallah, Fahd Nibel Barona Belladesta Besila, Qurotu Aini Budi Wijaya Budi Wijaya Budi Wijaya Cahyaningratri Cahyaningratri P R Cahyaningratri P.R. Cahyaningratri Primadani Darman, Herman Denny Suwanda Djohor Deny Deny, Deny Djohor, Denny Suwanda Eko Bayu Purwasatriya Eko Widianto Eko Widianto Fahd Nibel Athallah Fahlevi, Muhammad Rubby Fajar Hendrasto Firman Herdiansyah Firman Herdiansyah Firman Herdiansyah Firman Herdiansyah Firman Herdiansyah, Firman Grace Stephani Guntoro, Agus Hafiz, Surya Darma Harin Widiyatni Hendrasto, Fajar Imam Setiaji Ronoatmojo Imam Setiaji Ronoatmojo Irfan Marwanza, Irfan Jambak, Moehammad Ali Khadafi, Khadafi KHADAFI, MUHAMMAD Kurniawan, Muhammad Alvin Lalita A'fin Lalita ‘Afin Lestari, Arini Dian luvina nabila rawy anggrainy Luvina Nabila Rawy Anggrainy Maharani, Suci Mazaya, Faza Auliya Moeh. Ali Jambak, Moeh. Ali Moehammad Ali Jambak Muayyad, Deden Misbahudin Muhammad Alvin Kurniawan Muhammad Burhannudinnur Muhammad Khadafi Muhammad Rubby Fahlevi Muhammad Taufiq Fathaddin, Muhammad Taufiq Mustamina Maulani Nabila Rawy Anggrainy, Luvina Nadhia Noor Syarifa Pri Agung Rakhmant puri wijayanti Putri, Alya Zauza Qurotu Aini Besila Rakhmant, Pri Agung Rakhmanto, Pri Agung Rakhmanto, Priagung Ramadhani Yaniar Ratih Yuni Astuti rawy anggrainy, luvina nabila Reiza , Baskoro Rendy Rendy Rendy Rendy Rini Setiati Rosmalia Dita Nugraheni Rosmalia Ditha Nugraheni Silia Yuslim Sofyan Rachman Sofyan Rachman, Sofyan Suci Maharani Suliestyah Suliestyah Suliestyah, Suliestyah Sulistiyanto, Teguh Eko Sumarsih . . Surya Darma Hafiz Suryo Prakoso Tengku Rafiyansyah Fajri Yarra Sutadiwiria Yeftamikha Yeftamikha