Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KAJIAN INFILTRASI MENGGUNAKAN METODE HORTON DI AREA DESA LANGSE, KARANGSAMBUNG: STUDY OF INFILTRATION USING THE HORTON METHOD IN LANGSE VILLAGE AREA, KARANGSAMBUNG Bahri, Adjie Saiful; Reza Aryanto; Purwiyono, Taat Tri
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jek.v3i2.16052

Abstract

Abstrak Infiltrasi merupakan air hujan yang turun ke bumi, kemudian diserap kedalam tanah. Proses tersebut dinamakan proses yang penting dalam suatu daur hidrologi. Penelitian dilakukan di Desa Langse, Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah. Desa Langse sendiri merupakan daerah yang dikelilingi oleh perbukitan sehingga memiliki topografi yang sangat curam dan terdapat banyak daerah aliran sungai. Analisa laju infiltrasi perlu dilakukan pada daerah tersebut guna mengetahui daerah yang terjadi limpasan pada Desa Langse. Nilai parameter dari laju infiltrasi yang diukur dapat digunakan untuk mengendalikan kondisi wilayah yang terjadi limpasan. Penelitian ini menggunakan alat Double Ring Infiltrometer sebagai pengukur laju infiltrasi dan dengan Metode Horton, nilai kapasitas infiltrasi pada suatu daerah akan dapat dihitung dari hasil pengukuran lapangan. Hasil analisa kedua perhitungan laju infiltrasi dan intensitas hujan dibandingkan dan akan terbentuk peta yang menunjukkan daerah yang terjadi limpasan hujan.   Kata-kata kunci: air, hujan, infiltrasi, metode Horton   Abstract Infiltration is rainwater that falls to the earth, then is absorbed into the ground. The process is called an important process in a hydrological cycle. The research was conducted in Langse Village, Karanggulung, Kebumen, Central Java. Langse Village itself is an area surrounded by hills so it has a very steep topography and there are many river basins. An analysis of the infiltration rate needs to be carried out in the area in order to find out the areas where runoff occurs in Langse Village. The parameter value of the measured infiltration rate can be used to control the condition of the area where runoff occurs. This study uses a Double Ring Infiltrometer as a measure of infiltration rate and with the Horton Method, the value of infiltration capacity in an area can be calculated from the results of field measurements. The results of the analysis of the two calculations of the infiltration rate and rain intensity are compared and a map will be formed showing the areas where rain runoff occurs.   Keywords: water, rain, infiltration, Horton method
PENGARUH VARIASI KEMIRINGAN TERHADAP TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) MENGGUNAKAN RAINFALL EROSION SIMULATOR  Pandiangan, Violeta Apriani; Aryanto, Reza; Purwiyono, Taat Tri; Yulianti, Ririn; marwanza, Irfan
Indonesian Mining and Energy Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kemiringan lereng terhadap konsentrasi Total Suspended Solid (TSS) yang dihasilkan dalam proses erosi menggunakan rainfall erosion simulator. Erosi tanah, yang sering terjadi di daerah dengan kemiringan curam, dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan menurunkan kualitas air. Dalam penelitian ini, eksperimen dilakukan dengan variasi kemiringan 10% dan 20%, serta panjang board 50 cm, 100 cm, dan 150 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiringan lereng yang lebih landai (10%) cenderung menghasilkan konsentrasi TSS yang lebih tinggi, dengan peningkatan TSS yang konsisten seiring panjang board. Sebaliknya, pada kemiringan 20%, terjadi penurunan TSS setelah awal percobaan, meskipun nilai TSS pada awalnya lebih tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa tanah dengan kemiringan lebih curam mengalami erosi lebih cepat pada awal simulasi, namun proses erosi cenderung menurun seiring berjalannya waktu. Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai hubungan antara kemiringan lereng dan tingkat erosi, yang dapat digunakan untuk upaya mitigasi erosi dan pengelolaan sumber daya alam, khususnya dalam pengelolaan kualitas air di daerah rawan erosi.
Sumur Resapan Dalam Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Serengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa-Kodya Jakarta Selatan Asseggaf, Abdurrachman; Dian, Arini; Kadyanto, Anto; Dharma Hafis, Surya; Purwiyono, Taat Tri
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 5 No 2 (2023): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jamin.v5i2.13342

Abstract

Pada saat musim penghujan di bulan November hingga Maret, sering terjadi genangan air di kawasan DAS Mampang. Genangan air terjadi akibat derasnya hujan dan kurangnya kemampuan permukaan tanah untuk meresap genangan air, walaupun genangan hanya terjadi selama 2-3 jam lalu kemudian akan hilang karena meresap ke dalam tanah. Akan tetapi jika terjadi hujan sangat lebat (>100 mm/hari), maka genangan air bisa bertahan sampai dengan 1-2 hari. Hal ini menunjukkan bahwa permukaan tanah masih mampu meresapkan genangan air walaupun memakan waktu yang agak lama. Salah satu usaha untuk meningkatkan kemampuan resapan genangan air adalah dengan  pembuatan sumur resapan (SURES) sesuai dengan SK Gubernur Nomor 68 DKI Jakarta Tahun 2005 tentang sumur resapan. Di dalam SK tersebut dinyatakan bahwa setiap lahan yang mempunyai luas 100 m2 diwajibkan membuat satu sumur resapan. Hal ini akan dapat dilaksanakan dengan mudah bagi setiap rumah yang mempunyai halaman cukup luas untuk membuat sumur resapan. Selain itu,  dapat pula dilakukan perbaikan sumur gali dan sumur produksi (bor) untuk dipergunakan sebagai sumur resapan. Lokasi contoh sumur resapan berada di dalam Kawasan Pemukiman Budaya Betawi, yang merupakan milik Pemda DKI, sehingga keberadaan sumur resapan ini akan tetap terjaga.
PENINGKATAN KETERAMPILAN WARGA CLUSTER VENEZIA PARUNG PANJANG TERHADAP PENANGGULANGAN KEBAKARAN DI RUMAH Fattahanisa, Aqlyna; Ristawati, Arinda; Widiyatni, Harin; Purwiyono, Taat Tri
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 4 No 2 (2022): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jamin.v4i2.14027

Abstract

Berdasarkan data statistik, terdapat 992 kasus kebakaran di Jawa barat dan 1088 kasus yang terjadi di Jakarta.  Penyebab terjadinya kebakaran di tengah masyarakat umumnya karena kurangnya informasi atau pengetahuan tentang kebakaran, kelalaian manusia yang sering menjadi penyebab kebakaran seperti pemasangan instalasi listrik yang tidak standar, membiarkan kompor menyala, membuang putung rokok dan sebagainya. Oleh karena itu diperlukan adanya kegiatan untuk memberikan informasi kepada warga mengenai klasifikasi kebakaran dan cara penanggulangannya serta memberikan pelatihan pemadaman kebakaran dengan menggunakan alat konvensional seperti karung goni ataupun alat pemadam api ringan yang baik dan benar.  Metode yang digunakan pada program PkM ini berupa penyuluhan dan pelatihan oleh narasumber Dinas Kebakaran Kabupaten Bogor. Keberhasilan dalam menanggulangi kebakaran di rumah perlu didukung oleh pengetahuan dasar mengenai asal muasal api dan kebakaran, serta tentang teknik penggunaaan alat, baik menggunakan karung goni atau pun dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Pelatihan basic fire fighting yang dilaksanakan di daerah Cluster Venezia, Parung Panjang, mendapat sambutan baik dari warga dan dinas kebakaran Kabupaten Bogor. Warga mengakui bahwa dengan adanya kegiatan ini dapat menambah ilmu pengetahuan serta keterampilan warga dalam penanganan kebakaran di rumah.