Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa sering mengalami gangguan psikologis, terutama kecemasan, sebagai akibat dari ketergantungan jangka panjang terhadap mesin dialisis, perubahan kondisi fisik, keterbatasan aktivitas, serta ketidakpastian prognosis penyakit. Kecemasan yang tidak tertangani secara optimal dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup, stabilitas emosional, dan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi hemodialisa. Oleh karena itu, diperlukan intervensi nonfarmakologis yang aman, mudah diterapkan, dan bersifat holistik. Salah satu intervensi yang dapat digunakan adalah Spiritual Emotional Freedom Therapy (SEFT), yaitu terapi yang mengombinasikan pendekatan spiritual dengan stimulasi titik-titik energi tubuh untuk membantu mengurangi ketegangan emosional dan meningkatkan relaksasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan terapi SEFT dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Ruang Hemodialisa BLUD RSUD dr. T. C. Hillers Maumere. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 10 pasien gagal ginjal kronik yang aktif menjalani hemodialisa. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Terapi SEFT diberikan sebanyak empat kali dalam satu minggu dengan durasi 10–15 menit setiap sesi, disesuaikan dengan jadwal hemodialisa pasien. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penurunan tingkat kecemasan pada seluruh responden setelah diberikan terapi SEFT. Kesimpulan: Terapi SEFT efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan komplementer dalam mendukung perawatan holistik pasien.