Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penyuluhan Kesehatan Mengenal Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Di Dusun Woloone Desa Detusoko Barat Kecamatan Detusoko Antonia Rensiana Reong; Gabriel Mane; Mediatrix Santi Gaharpung; Laurentina Nona Eda; Siti Zuraida Muhsinin; Siti Aisyah; Lale Syifaun Nufus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius dan harus segera ditanggulangi. Masih adanya sikap masyarakat yang negatif serta memiliki pengetahuan yang rendah tentang gangguan jiwa perlu mendapatkan perhatian. Salah satu cara yang tepat untuk merubah sikap dan meningkatkan pengetahuan masyarakat adalah melalui penyuluhan kesehatan Kegiatan Pengabdian Kepada masyarakat yang dilakukan adalah Penyuluhan kesehatan di Dusun Woloone Desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan Penyuluhan kesehatan adalah tindakan preventif primer untuk mengetahui kondisi kesehatan Mental Masyarakat Dusun Woloone. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan Penyuluhan kesehatanini adalah 32 orang. Hasil dari kegiatan penyuluhan kesehatan ini adalah data-data status kesehatan mental peserta antara lain adanya persepsi masyarakat tentang Gangguan jiwa yang masih keliru, stigma masyarakat yang masih tinggi pada orang dengan gangguan jiwa, serta data salah satu pasien ODGJ yang masih dipasung.. Oleh sebab itu, melalui kegiatan Penyuluhan kesehatan ini, diharapkan terjadi peningkatan kesadaran untuk menjaga kesehatan mental diri sendiri serta melakukan general check up untuk mendeteksi adanya penyakit baik fisik dan mental secara dini.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Pernikahan Dini Di Dusun Wolobudu, Desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko Gabriel Mane; Antonia Rensiana Reong; Marianus Oktavianus Wega; Mediatrix Santi Gaharpung; Irni Dwi Astiti Irianto; Musniati; Herni Sulastien
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan dini diartikan pernikahan yang pasangan masih muda dan belum memenuhi persyaratan untuk melakukan pernikahan. Usia Remaja yang melakukan pernikahan dini beresiko tidak dapat beradaptasi dengan baik dengan lingkungan dan situasi barunya sehingga beresiko menimbulkan stres. Salah satu cara yang tepat untuk merubah sikap dan meningkatkan pengetahuan masyarakat adalah melalui penyuluhan kesehatan. Kegiatan Pengabdian Kepada masyarakat yang dilakukan adalah Penyuluhan kesehatan di Dusun Wolobudu Desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan Penyuluhan kesehatan adalah tindakan preventif primer untuk mengetahui kondisi kesehatan dan tingkat pemahaman tentang pernikahan dini pada Masyarakat Dusun Wolobudu. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan Penyuluhan kesehatan ini adalah 45 orang. Hasil dari kegiatan penyuluhan kesehatan ini adalah Hasil dari kegiatan penyuluhan kesehatan ini adalah data-data terkait status pernikahan dini yang terjadi, serta kurangnya pengetahuan masyarakat tentang dampak negatif yang terjadi akibat Pernikahan Dini. Oleh sebab itu, melalui kegiatan Penyuluhan kesehatan ini, diharapkan terjadi peningkatan kesadaran untuk menjaga kesehatan diri sendiri, khususnya bagi para remaja agar dapat lebih aktif terlibat dalam mengikuti kegiatan positif di masyarakat sehingga dapat terhindar atau mencegah terjadinya pernikahan dini.
Skrining Tekanan Darah, Asam Urat, Kolseterol Dan Gula Darah Sewaktu Pada Lansia Di Dusun Faipanda Desa Rengggarasi Kecamatan Tanawawo Kabupaten Sikka Antonia Rensiana Reong; Mediatrix Santi Gaharpung; Maria Sofia Aga; Imeldenti Nona Firani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 6 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses penuaan pada individu tentunya berdampak pada berbagai aspek kehidupan terutama pada kesehatan, karena semakin bertambahnya usia fungsi organ pada tubuh akan mengalami penurunan karena faktor alamiah ataupun karena penyakit. Dengan demikian, fokus atau pendekatan utama pelayanan atau upaya kesehatan bagi usia lanjut perlu mengakomodir dan dikaitkan dengan proses degeneratif yang dialami penduduk usia lanjut. Tujuan : Melalui Skrining, lansia dapat mengetahui proses abnormal dalam tubuh secepat mungkin maka komplikasi terhadap penyakit tertentu pun dapat sedini mungkin dihindari . Metode : metode yang digunakan melalui survey mawas diri dan observasi langsung serta proses persiapan planning of action. Hasil : Skrining hipertensi bagi 42 warga Dusun Faipanda 17 orang (40%) yang terdeteksi menderita hipertensi, Skrining asam urat 20 orang, semuanya terdeteksi (100%) asam urat, kolesterol 4 0rang, 2 orang (50%) terdeteksi, dan gula darah sewaktu 15 orang, semuanya normal. Kesimpulan : fokus atau pendekatan utama pelayanan atau upaya kesehatan bagi usia lanjut perlu mengakomodir dan dikaitkan dengan proses degeneratif yang dialami penduduk usia lanjut. Saran: Bagi pelayanan kesehatan diharapkan untuk bisa melakukan upaya promosi kesehatan terkait dengan pemeriksaan gula darah dan asam urat kepada masyarakat luas khususnya bagi penderita diabetes dan asam urat sehingga dapat memantau kadar gula darah dan asam urat
Pengaruh Terapi Seft Terhadap Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Di Ruangan Hemodialisa BLUD RSUD dr.T.C.Hillers Maumere : A quasi-experimental Reong, Antonia Rensiana; Mane , Gabriel; Henriquez, Maria Damiana Agusta
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5092

Abstract

Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa sering mengalami gangguan psikologis, terutama kecemasan, sebagai akibat dari ketergantungan jangka panjang terhadap mesin dialisis, perubahan kondisi fisik, keterbatasan aktivitas, serta ketidakpastian prognosis penyakit. Kecemasan yang tidak tertangani secara optimal dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup, stabilitas emosional, dan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi hemodialisa. Oleh karena itu, diperlukan intervensi nonfarmakologis yang aman, mudah diterapkan, dan bersifat holistik. Salah satu intervensi yang dapat digunakan adalah Spiritual Emotional Freedom Therapy (SEFT), yaitu terapi yang mengombinasikan pendekatan spiritual dengan stimulasi titik-titik energi tubuh untuk membantu mengurangi ketegangan emosional dan meningkatkan relaksasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan terapi SEFT dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Ruang Hemodialisa BLUD RSUD dr. T. C. Hillers Maumere. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 10 pasien gagal ginjal kronik yang aktif menjalani hemodialisa. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Terapi SEFT diberikan sebanyak empat kali dalam satu minggu dengan durasi 10–15 menit setiap sesi, disesuaikan dengan jadwal hemodialisa pasien. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penurunan tingkat kecemasan pada seluruh responden setelah diberikan terapi SEFT. Kesimpulan: Terapi SEFT efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan komplementer dalam mendukung perawatan holistik pasien.