Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Skrining Tekanan Darah, Asam Urat, Kolseterol Dan Gula Darah Sewaktu Pada Lansia Di Dusun Faipanda Desa Rengggarasi Kecamatan Tanawawo Kabupaten Sikka Antonia Rensiana Reong; Mediatrix Santi Gaharpung; Maria Sofia Aga; Imeldenti Nona Firani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 6 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses penuaan pada individu tentunya berdampak pada berbagai aspek kehidupan terutama pada kesehatan, karena semakin bertambahnya usia fungsi organ pada tubuh akan mengalami penurunan karena faktor alamiah ataupun karena penyakit. Dengan demikian, fokus atau pendekatan utama pelayanan atau upaya kesehatan bagi usia lanjut perlu mengakomodir dan dikaitkan dengan proses degeneratif yang dialami penduduk usia lanjut. Tujuan : Melalui Skrining, lansia dapat mengetahui proses abnormal dalam tubuh secepat mungkin maka komplikasi terhadap penyakit tertentu pun dapat sedini mungkin dihindari . Metode : metode yang digunakan melalui survey mawas diri dan observasi langsung serta proses persiapan planning of action. Hasil : Skrining hipertensi bagi 42 warga Dusun Faipanda 17 orang (40%) yang terdeteksi menderita hipertensi, Skrining asam urat 20 orang, semuanya terdeteksi (100%) asam urat, kolesterol 4 0rang, 2 orang (50%) terdeteksi, dan gula darah sewaktu 15 orang, semuanya normal. Kesimpulan : fokus atau pendekatan utama pelayanan atau upaya kesehatan bagi usia lanjut perlu mengakomodir dan dikaitkan dengan proses degeneratif yang dialami penduduk usia lanjut. Saran: Bagi pelayanan kesehatan diharapkan untuk bisa melakukan upaya promosi kesehatan terkait dengan pemeriksaan gula darah dan asam urat kepada masyarakat luas khususnya bagi penderita diabetes dan asam urat sehingga dapat memantau kadar gula darah dan asam urat
Pengaruh Terapi Seft Terhadap Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Di Ruangan Hemodialisa BLUD RSUD dr.T.C.Hillers Maumere : A quasi-experimental Reong, Antonia Rensiana; Mane , Gabriel; Henriquez, Maria Damiana Agusta
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5092

Abstract

Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa sering mengalami gangguan psikologis, terutama kecemasan, sebagai akibat dari ketergantungan jangka panjang terhadap mesin dialisis, perubahan kondisi fisik, keterbatasan aktivitas, serta ketidakpastian prognosis penyakit. Kecemasan yang tidak tertangani secara optimal dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup, stabilitas emosional, dan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi hemodialisa. Oleh karena itu, diperlukan intervensi nonfarmakologis yang aman, mudah diterapkan, dan bersifat holistik. Salah satu intervensi yang dapat digunakan adalah Spiritual Emotional Freedom Therapy (SEFT), yaitu terapi yang mengombinasikan pendekatan spiritual dengan stimulasi titik-titik energi tubuh untuk membantu mengurangi ketegangan emosional dan meningkatkan relaksasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan terapi SEFT dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Ruang Hemodialisa BLUD RSUD dr. T. C. Hillers Maumere. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 10 pasien gagal ginjal kronik yang aktif menjalani hemodialisa. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Terapi SEFT diberikan sebanyak empat kali dalam satu minggu dengan durasi 10–15 menit setiap sesi, disesuaikan dengan jadwal hemodialisa pasien. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penurunan tingkat kecemasan pada seluruh responden setelah diberikan terapi SEFT. Kesimpulan: Terapi SEFT efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan komplementer dalam mendukung perawatan holistik pasien.
Overview of Family Functions in Bola Hamlet, Bola Village Gabriel Mane; Maria Kornelia Ringgi Kuwa; Marianus Oktavianus Wega; Antonia Rensiana Reong; Agutina Ita
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.5193

Abstract

The family serves as the foundational unit of society, playing a critical role in maintaining the physical, mental, and social well-being of its members. This includes responsibilities for caregiving, particularly for children, parents, and members requiring special attention. Families are tasked with meeting physical, emotional, and social needs while ensuring access to appropriate health services. Additionally, they provide a safe and nurturing environment, fostering the holistic development of children. Families act as the first line of defense against harm, violence, and abuse and are especially vital in protecting vulnerable groups such as children, pregnant women, and the elderly. According to data from the Sikka Regency Health Office, there are 106,627 families in the region, including 118 families in Bola Hamlet. Objective to examine the functions of families in Bola Hamlet. This quantitative research employs a descriptive design aimed at understanding and outlining current conditions within a community. The study involved a population of 168 families and utilized an incidental sampling technique for data collection, with questionnaires as the primary instrument. Data yang di kumpulkan di klarifikasi dan di tabulasi, kemudian di olah serta disajikan dalam bentuk table frekuensi atau variabel penelitian di interpretasikan dengan menggunakan skala ordinal yaitu. Baik > 75 – 100%, cukup 50 – 74 %, kurang < 49 % The findings reveal that the most prominent family function is the socialization function, with 60 respondents (50%) categorized as sufficient. This is followed by the affective function, with 50 respondents (42%) in the sufficient category; the religious function, with 48 respondents (41%); the economic function, with 58 respondents (49%); and, lastly, the family care function, which showed the lowest performance, with only 33 respondents (27%) categorized as sufficient. This study provides an overview of family functions, including affective, socialization, economic, religious, and family care functions, concerning demographic factors such as age, gender, education, and occupation.