Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Kegiatan Donor Darah Akademi Keperawatan St. Elisabeth Lela Bersama Palang Merah Indonesia Kabupaten Sikka Mane, Gabriel; Kuwa, Maria Kornelia Ringgi; Gaharpung, Mediatrix Santi; Wega, Marianus Oktavianus; Reong, Antonia Rensiana; Sulastien, Herni
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 03 (2023): September
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v3i03.211

Abstract

Blood donation is an activity of donating blood, both for replacement blood needs and as a direct donor, which has an important function in various health services. The death rate due to the unavailability of blood reserves in developing countries is relatively high. This community service activity aims to assist the Indonesian Red Cross (PMI) in collecting and socializing blood donors to the public. The death rate due to the unavailability of blood reserves in developing countries is relatively high. In fact, the percentage of blood donors is still low which causes limitations in meeting the increasing need for blood. This limited number of blood donors can be caused by a lack of knowledge about blood donors, wrong assumptions or perceptions about blood donation, or fear of technical procedures for blood donation.
Penerapan Tindakan Nostril Breathing Exercise terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Reong, Antonia Rensiana; Gaharpung, Mediatrix Santi; Sedo, Yunita Elisabeth
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5153

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal yang dimana peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 MmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 MmHg, serta memiliki gejala umum yang sering dialami oleh penderita hipertensi adalah sakit kepala, kelelahan, tengkuk tegang, pengelihatan berputar, detak jantung tidak teratur. Untuk mengatasi tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi diperlukan terapi nonfarmakologi yaitu dengan tindakan Nostril Breathing Exercise. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui efektivitas Tindakan Nostril Breathing Exercise Terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi. Penelitian ini merupakan rancangan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus untuk mengetahui efektivitas Nostril Breathing Exercise terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Subjek penelitian studi kasus ini berjumlah 1 informend. Instrumen penelitian ini menggunakan SOP Nostril Breathing Exercise dan SOP Pengukuran Tekanan Darah. Adanya perbedaan yang signifikan pada pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan intervensi tindakan Nostril Breathing Exercise. Tindakan Nostril Breathing exercise di berikan selama 4 hari berturut-turut dengan sehari dua kali perlakuan dan mengalami penurunan tekanan darah setelah di berikan tindakan dengan hasil nilai systole 40 MmHg dan diastole 40 MmHg.
Efektifitas Edukasi Penggunaan Insulin terhadap Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus Eda, Laurentina Nona; Reong, Antonia Rensiana; Tia, Stevania Cici Karlina
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5155

Abstract

Penatalaksanaan diabetes melitus dipengaruhi oleh pengetahuan tentang penggunaan suntikan insulin sehingga diperlukan peran perawat dalam meningkatkan pengetahuan pasien melalui edukasi. Edukasi pengelolaan DM memiliki tujuan memberikan pengetahuan mengenai penyakit, pencegahan, penyulit dan penatalaksanaan diabetes kepada pasien dan keluarga. Tujuan: untuk mengetahui efektivitas edukasi penggunaan insulin terhadap kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus di BLUD RSUD Dr. TC. Hillers Maumere. Metode: Jenis desain penelitian yang dilakukan dengan menggunakkan pendekatan studi kasus dengan subjek penelitian satu orang pasien Diabetes Melitus dan mendapat terapi insulin di BLUD RSUD Dr. TC. Hillers Maumere selama 7 hari.Hasil: Dari penelitian didapatkan karakteristik subjek berjenis kelamin laki-laki, usia 54 tahun, bekerja sebagai PNS, tingkat pendidikan terakhir SMA, dan telah menderita penyakit diabetes melitus selama tiga (3) tahun. Diketahui dari hasil penelitian menunjukkan dengan pemberian edukasi kepada tuan A.D.R tentang pemberian insulin adanya peningkatan pengetahuan responden meningkat menjadi 100% atau dalam kategori baik dan kadar glukosa darah 204% m/dl. Kesimpulan: pemberian edukasi kepada informan tentang penggunaan terapi insulin dinyatakan efektif dengan dibuktikan meningkatnya pengetahuan informan dari evaluasi formatif dan sumatif sebesar 30% dan tidak terkontrolnya kadar glukosa darah yang dibuktikan dengan terus meningkatnya kadar glukosa dalam darah pada evaluasi pertama 71 m/dl dan evaluasi kedua 89 m/dl.
Implementasi Latihan Ergonomis terhadap Penurunan Kadar Asam Urat pada Pasien Gout Arthritis Gaharpung, Mediatrix Santi; Reong, Antonia Rensiana; Titu, Maria Silvana
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5156

Abstract

Artritis asam urat atau yang sering dikenal dengan asam urat merupakan penyakit yang menyerang persendian tubuh. Prevalensi penyakit asam urat (gout arthritis) di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Di Nusa Tenggara Timur (NTT) penyakit gout terjadi pada usia 15 – ≥75 tahun dan di Kabupaten Sikka sendiri terjadi pada pra lansia usia 45-59 tahun sebanyak 427 orang dan lansia usia ≥ 60 tahun. Dengan data prevalensi tertinggi di Puskesmas Kopeta. Permasalahan inilah yang menjadi alasan peneliti tertarik untuk meneliti senam ergonomis pada pasien gout arthritis di wilayah Iligetang Desa Beru Kecamatan Alok Timur. Artritis gout merupakan penyakit yang terjadi akibat penumpukan kristal monosodium urat di dalam tubuh. Salah satu upaya non farmakologi yang dapat mencegah dan mengatasi penyakit asam urat adalah dengan melakukan senam ergonomis yang praktis dan ekonomis dapat diakses oleh masyarakat luas. Desain penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan jumlah responden dua orang dan latihan ergonomis dilakukan selama 3 hari. Pengumpulan data menggunakan lembar wawancara. Hasil penelitian ini terjadi penurunan kadar asam urat sebesar 3 mg/dl pada responden Ny. B dan pada responden Mr Y terjadi penurunan kadar asam urat sebesar 3 mg/dl. Responden Y mengalami penurunan kadar asam urat sebesar 1 mg/dl. Kadar asam urat dalam darah responden sebelum melakukan senam ergonomis lebih tinggi dibandingkan setelah melakukan senam ergonomis.
Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Melatih Stimulasi Sensori Menyanyi dan Menari Bersama Warga Disabilitas Mental Di Dusun Ru Wolong Desa Lela Kabupaten Sikka Reong, Antonia Rensiana; Kuwa, Maria Kornelia Ringgi; Mane, Gabriel; Gaharpung, Mediatrix Santi; Carvallo, Yustina Thomasine; Dewi, Agnes Yuliana Asri; Lipi, Philipus
Journal of Health Innovation and Community Services Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Health Innovation and Community Services
Publisher : PPPM Stikes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jhics.v1i2.49

Abstract

Background: Efforts to improve services to improve the soul have been carried out by personnel, by conducting Group Activity Therapy (TAK) activities. The problems of 1000 souls that can be overcome through TAK are clients with social isolation, hallucinations, withdrawal and low selfesteem. The implementation of this activity aims to increase internal and external stimulation. As well as increasing a sense of caring, solidarity, and togetherness with people with mental disabilities. Method: Community Service Activities using mentoring intervention methods for students together with Nanga Community Health Center nurse partners provide Group Activity Therapy; sensory stimulation of singing and dancing with people with mental disabilities. Result: From the results of the evaluation of the implementation of TAK after being given Activity Therapy, it is known that from 7 participants who are able to socialize and follow the Directional leader as many as 6 people (85.7%) and who are not able to cooperate in participating in activities according to the Referral leader as many as 1 person (14.3%). Conclution: There are differences in social behavior responses before and after being given Group Activity Therapy.
Gambaran Jenis Perilaku Bullying pada Anak Sekolah Dasar Reong, Antonia Rensiana; Wega, Marianus Oktavianus; Mane, Gabriel; Mbola, Maria
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6977

Abstract

Bullying adalah bentuk penganiayaan beraneka ragam, yang ditandai dengan kegiatan yang dilakukan berulang kali pada seseorang terhadap agresi fisik atau emosional termasuk menggoda, menyebut nama, mengejek, mengancam, melecehkan, mengejek, mengaburkan, pengucilan sosial atau rumor. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran jenis perilaku Bullying pada anak usia sekolah dasar di SDK 078 paipenga Desa Tuwa, Kecamatan tanawawo, kabupaten Sikka. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif menggunakan data primer, yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner yang dibagikan kepada responden dengan variabel yang diteliti yaitu jenis perilaku Bullying pada anak usia sekolah dasar di SDK 078 Paipenga. Populasi penelitian ini 40 responden dengan sampel 40 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling.Analisa data menggunakan univariat.Berdasarkan kelompok jenis perilaku bullying, dari 40 responden hanya 1 orang(3%) yang tidak mengalami perilaku bullying; baik jenis bullying fisik,verbal maupun relasional. Yang mana mengalami jenis bullying fisik berjumlah 6 orang(15%), yang mengalami jenis bullying verbal berjumlah 8 orang(20%), yang mengalami jenis bullying fisik relasional berjumlah 11 orang(28%), yang mengalami jenis bullying fisik verbal berjumlah 1 orang(3%), yang mengalami jenis bullying verbal relasional berjumlah 1 orang(3%), dan responden yang mengalami ketiga jenis bullying sekaligus, bullying fisik, verbal dan relasional berjumlah 8 orang(20%). Dan kelompok jenis kelamin yang mengalami perilaku bullying yaitu berjenis kelamin perempuan sebanyak 28 orang(70%), dan kelompok usia yang mengalami kasus bullying berada pada rentang usia 9-10 tahun sebanyak 31 orang(78%).
Gambaran Tingkat Kecemasan Penderita Hipertensi Usia Produktif (15-59 Tahun) Mane, Gabriel; Labot, Helena Kidi; Reong, Antonia Rensiana; Neang, Devilda Odilia Dua
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6983

Abstract

Hipertensi adalah penyakit yang dapat menyerang semua tingkatan usia baik orang muda, kaum dewasa, maupun lansia. Menurut World Health Organization (2013) di seluruh dunia sebanyak 1 milyar orang menderita tekanan darah tinggi dan diperkirakan pada tahun 2025 mencapai 1,5 milyar orang. Dari jumlah tersebut, terdapat 25,8% adalah yang berusia produktif. Kecenderungan peningkatan prevalensi hipertensi pada kelompok usia produktif disebabkan oleh kesibukan dan gaya hidup yang tidak teratur. Hipertensi seringkali menimbulkan kecemasan pada penderitannya dan mengakibatkan komplikasi seperti stroke, gagal jantung, dan ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan penderita hipertensi pada usia produktif(15-59 tahun) di Desa Wuliwutik, kecamatan Nita, Kabupaten Sikka. Rancangan Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskripsi dengan menggunakan metode kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi usia produktif (15-59 Tahun) yang berjumlah 35 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuisioner yang terdiri dari 14 pertanyaan. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat. Dari 35 responden yang diteliti, yang tidak ada kecemasan 0 (0%), kecemasan ringan 9 (26%), kecemasan sedang 14 orang (40%), kecemasan berat 12 orang (34%) dan kecemasan panik 0 (0%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 9 responden (26%) mengalami kecemasan ringan; 14 responden (40%) mengalami kecemasan sedang; 12 kecemasan berat(34%). Dari hasil penelitian tersebut diharapkan penderita hipertensi harus lebih memperhatikan pola makan, olah raga secara teratur, selalu berpikiran positif agar tidak terjadi kecemasan.
Implementasi Senam Hipertensi dalam Upaya Pengendalian Tekanan Darah di Komunitas Dusun Oka Reong, Antonia Rensiana; Francis, Clara Yosefina; Negara, Kade Ngura Dwi Putra; Nono, Yohana Perpepsia; Mako, Maria Lilista
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i03.459

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dan memiliki prevalensi tinggi di Indonesia, termasuk di Desa Detu Ena, Kabupaten Ende. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas senam hipertensi sebagai intervensi non-farmakologis dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di Dusun Oka. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang mencakup sosialisasi, pelatihan senam hipertensi, serta pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Sebanyak 20 partisipan penderita hipertensi terlibat dalam program pelatihan senam selama empat minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Hasil menunjukkan adanya penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 8,7 mmHg dan diastolik sebesar 7,9 mmHg. Intervensi ini terbukti efektif dalam mengendalikan tekanan darah dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aktivitas fisik sebagai strategi pengelolaan hipertensi. Program ini juga menunjukkan keberhasilan kolaborasi antara dosen,mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, serta berpotensi direplikasi di komunitas lain dengan kondisi serupa
Overview of Family Functions in Bola Hamlet, Bola Village Mane, Gabriel; Kuwa, Maria Kornelia Ringgi; Wega, Marianus Oktavianus; Reong, Antonia Rensiana; Ita, Agutina
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.5193

Abstract

The family serves as the foundational unit of society, playing a critical role in maintaining the physical, mental, and social well-being of its members. This includes responsibilities for caregiving, particularly for children, parents, and members requiring special attention. Families are tasked with meeting physical, emotional, and social needs while ensuring access to appropriate health services. Additionally, they provide a safe and nurturing environment, fostering the holistic development of children. Families act as the first line of defense against harm, violence, and abuse and are especially vital in protecting vulnerable groups such as children, pregnant women, and the elderly. According to data from the Sikka Regency Health Office, there are 106,627 families in the region, including 118 families in Bola Hamlet. Objective to examine the functions of families in Bola Hamlet. This quantitative research employs a descriptive design aimed at understanding and outlining current conditions within a community. The study involved a population of 168 families and utilized an incidental sampling technique for data collection, with questionnaires as the primary instrument. Data yang di kumpulkan di klarifikasi dan di tabulasi, kemudian di olah serta disajikan dalam bentuk table frekuensi atau variabel penelitian di interpretasikan dengan menggunakan skala ordinal yaitu. Baik > 75 – 100%, cukup 50 – 74 %, kurang < 49 % The findings reveal that the most prominent family function is the socialization function, with 60 respondents (50%) categorized as sufficient. This is followed by the affective function, with 50 respondents (42%) in the sufficient category; the religious function, with 48 respondents (41%); the economic function, with 58 respondents (49%); and, lastly, the family care function, which showed the lowest performance, with only 33 respondents (27%) categorized as sufficient. This study provides an overview of family functions, including affective, socialization, economic, religious, and family care functions, concerning demographic factors such as age, gender, education, and occupation.
AN ANALYSIS OF THE ADJUSTMENT OF FIRST-YEAR STUDENTS AT STIKES ST. ELISABETH KEUSKUPAN MAUMERE IN 2024 Wela, Marthen Preskapu; Reong, Antonia Rensiana
Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Number 2 (April 2025)
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/jpm.v6i2.5117

Abstract

The success of first-year students in higher education is closely linked to their ability to adapt to the academic and social environment of college life. This study aims to identify the level of adjustment among first-year students at STIKES St. Elisabeth Diocese of Maumere and to examine differences based on demographic variables, including gender, age, and academic program. A quantitative approach with a descriptive-comparative design was employed, involving 95 participants selected through accidental sampling. Data were collected using the Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ), which has been validated and proven reliable. The results indicate a generally good level of student adjustment, with the highest scores found in academic and institutional dimensions. Independent t-tests and ANOVA revealed significant differences based on gender (p = 0.016) and academic program (p = 0.004), but not age (p = 0.164). These findings highlight the need for adaptive support strategies that consider gender-specific and program-specific characteristics to enhance student adjustment and academic success.