Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Prevention of the Stigma of Mental Disorders in the Community Retno Puji Astuti; Antonia Rensiana Reong; Fakhrun Nisa' Fiddaroini; M. Elyas Arif Budiman
Jurnal Ners Vol. 14 No. 3 (2019): Special Issue
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jn.v14i3.16958

Abstract

The stigma felt towards clients with mental disorders is still negative in community. Health education programs are run by health workers in order to reduce the stigma for clients with mental disorders in the community. These programs have been widely implemented but there has been a low impact on the community thus far. The aim of this study was to gain an insight into the stigma focused on clients with mental disorders in the community. The databases used were SCOPUS, ProQuest, SAGE and Science Direct in order to identify potential articles. The articles were limited to being published in a range of 5 years from 2013 to 2018. The keywords used in the literature review were “stigma” AND “community” AND “mental disorder”. This study reports on the latest experience of stigma in relation to clients with mental disorders. The stigma is given from the community to the client with a mental disorder at 4 levels, namely labeling, stereotype, exclusion and discrimination. This makes the social life of the clients disturbed. Stigma and the prevention of it must therefore be further developed in the community. The results of this systematic review should be considered to reduce and prevent stigma in clients with mental disorders.
Stigma in Family Patients Who Have a Psychiatric Disorder: A Systematic Review Antonia Rensiana Reong; Retno Puji Astuti
Jurnal Ners Vol. 14 No. 3 (2019): Special Issue
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.008 KB) | DOI: 10.20473/jn.v14i3.16992

Abstract

Introduction: The stigma in families who are caring for patients who experience mental illness in the modern era is high. Some of the experiences of patients with mental illness reveal that they are still stigmatized. This is not just the patients but also the families that care for them. The aim of this study was to conduct a systematic review relating to the stigma felt by the families of the patients experiencing mental illness.Methods: The database used  to identify the potential articles was Scopus. The articles were limited to a range of 5 years from 2014 through to 2018. The keywords used in the literature review were "Stigma Family" And "Mental illness".Results: Fifteen articles from eight countries were evaluated. The families were confirmed as experiencing stigma: labeling, stereotyping, separation and discrimination. Stigma means that the families face psychological, social and intrapersonal consequences which can reduce the family quality of life and family functioning.Conclusion: There are opportunities for negative outcomes related to the family resilience. One of the results of the study revealed that psycho-education programs using education interventions can be an alternative intervention to reduce stigma.
Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Melatih Stimulasi Sensori; Bermain Ular Tangga Bersama Warga Disabilitas Mental Di Desa Du Gabriel Mane; Maria Kornelia Ringgi Kuwa; Antonia Rensiana Reong; Maria Yosephina Ekarista; Paulus Lambertus; Frederikus Vinsensius; Veronika F. A. D Sareng
Empowerment: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Pusat Riset Manajemen dan Publikasi Ilmiah Serta Pengembangan Sumber Daya Manusia Sinergi Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55983/empjcs.v1i6.308

Abstract

Upaya-upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan jiwa telah dilakukan oleh tenaga keperawatan, dengan melakukan kegiatan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK). Masalah-masalah keperawatan jiwa yang dapat diatasi melalui TAK adalah klien dengan isolasi sosial, halusinasi, menarik diri dan harga diri rendah. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan guna meningkatkan stimulasi internal dan eksternal. Serta meningkatkan rasa peduli, solidaritas, dan kebersamaan bersama warga kaum disabilitas mental. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat menggunakan metode intervensi pendampingan pada mahasiswa bersama dengan mitra perawat Puskesmas Nanga memberikan Terapi Aktivitas Kelompok; stimulasi sensori bermain ular tangga bersama warga yang mengalami disabilitas mental. Dari hasil evaluasi pelaksanaan TAK setelah diberikan Terapi Aktivitas Kelompok diketahui dari 3 perserta yang mampu bersosialisasi dan mengikuti arahan leader sebanyak 3 orang (100%) dan tidak ada peserta yang tidak mampu kooperatif mengikuti kegiatan sesuai arahan leader (0%). Terdapat perbedaan respon perilaku kemampuan bersosialisasi sebelum dan setelah diberikan Terapi Aktivitas Kelompok
Terapi Aktifitas Kelompok Melatih Stimulus Motorik: Bermain Lempar Tangkap Bola di Kecamatan Lela Desa Du-Kabupaten Sikka Petronela Lito; Mediatrix Santi Gaharpung; Marianus Oktavianus Wega; Antonia Rensiana Reong; Maria S.P. Kekang; Maria Risna Bara; Maria N.L Bluden; Katharina R. Nggato
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i3.1392

Abstract

Salah satu Upaya meningkatkan mutu pelayanan keperawatan jiwa yang dilakukan oleh tenaga keperawatan, yaitu melakukan kegiatan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK). Masalah keperawatan jiwa yang dapat diatasi melalui TAK adalah klien dengan isolasi sosial, halusinasi, menarik diri dan harga diri rendah. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan guna meningkatkan stimulasi internal dan eksternal. Serta meningkatkan rasa peduli, solidaritas, dan kebersamaan bersama warga kaum disabilitas mental. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat menggunakan metode intervensi pendampingan pada mahasiswa bersama dengan mitra perawat Puskesmas Nanga memberikan Terapi Aktivitas Kelompok; stimulasi sensori bermain Lempar Tangkap Bola bersama warga yang mengalami disabilitas mental. Dari hasil evaluasi pelaksanaan TAK setelah diberikan Terapi Aktivitas Kelompok diketahui dari 8 perserta yang mampu bersosialisasi dan mengikuti arahan leader sebanyak 5 orang (62.5%) dan yang tidak mampu kooperatif mengikuti kegiatan sesuai arahan leader sebanyak 3 orang (37.5%). Terdapat perbedaan respon perilaku kemampuan bersosialisasi sebelum dan setelah diberikan Terapi Aktivitas Kelompok.
PENTINGNYA DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN KONTROL GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELITUS Reong, Antonia Rensiana
Wawasan Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2016): JURNAL WAWASAN KESEHATAN
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pertanian Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.943 KB)

Abstract

Diabetes melitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. Diabetes melitus dapat menyebabkan beberapa komplikasi yang berbahaya. Dengan demikian, upaya pencegahan komplikasi dilakukan dengan mengontrol kadar gula darah secara rutin. Kontrol gula darah secara rutin perlu mendapatkan dukungan sosial dari keluarga yang mencakup dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan fasilitas dan dukungan informasi. Hal ini membuat penderita diabetes melitus merasa diterima dan didampingi, sehingga dapat meningkatkan kepatuhan kontrol gula darah
Gambaran Jenis Perilaku Bullying pada Anak Usia Sekolah Dasar Reong, Antonia Rensiana; Mane, Gabriel; Aga, Maria Sofia Anita; Mbola, Maria; Sulastien, Herni
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.2.2024.505-514

Abstract

Bullying adalah bentuk penganiayaan beraneka ragam, yang ditandai dengan kegiatan yang dilakukan berulang kali pada seseorang terhadap agresi fisik atau emosional termasuk menggoda, menyebut nama, mengejek, mengancam, melecehkan, mengejek, mengaburkan, pengucilan sosial atau rumor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran jenis perilaku Bullying pada anak usia sekolah dasar di SDK 078 Paipenga Desa Tuwa, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, yang memanfaatkan data primer yang diperoleh melalui distribusi kuesioner kepada responden. Variabel yang diteliti adalah jenis perilaku bullying pada anak-anak di sekolah dasar di SDK 078 Paipenga, Desa Tuwa, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka. Dalam penelitian ini, populasi terdiri dari 40 responden, dan seluruh populasi tersebut dijadikan sampel. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan pendekatan univariat. Hasil Penelitian diketahui hasil penelitian berdasarkan kelompok umur responden dimana responden yang mengalami kasus bullying fisik,bulling verbal dan bullying relasional berada pada rentang usia 9-10 tahun sebanyak 31 responden (78%). Dan kelompok jenis kelamin responden, dimana dari 40 responden ditemukan 39 responden yang mengalami bullying fisik,verbal dan relasional yaitu berjenis kelamin perempuan sebanyak 28 orang (70%), laki-laki 11 orang (28%). Dan berdasarkan kelompok jenis perilaku bullying, dari 40 responden hanya 1 orang (3%) yang tidak mengalami perilaku bullying; baik jenis bullying fisik,verbal maupun relasional. Yang mana mengalami jenis bullying fisik berjumlah 6 orang (15%), yang mengalami jenis bullying verbal berjumlah 8 orang (20%), yang mengalami jenis bullying fisik relasional berjumlah 11 orang (28%), yang mengalami jenis bullying fisik verbal berjumlah 1 orang (3%), yang mengalami jenis bullying verbal relasional berjumlah 1 orang (3%), dan responden yang mengalami ketiga jenis bullying sekaligus, bullying fisik, bullying verbal dan bullying relasional berjumlah 8 orang (20%). Dari 40 responen yang mengalami perilaku bullying 39 orang dari ketiga jensi bullying baik bullying fisik, bullying verbal dan bullying relasional. Sedangkan 1 orang (3%) tidak mengalami perilaku bullying. Dan kelompok jenis kelamin yang mengalami perilaku bullying yaitu berjenis kelamin perempuan sebanyak 28 orang (70%), dan kelompok usia yang mengalami kasus bullying berada pada rentang usia 9-10 tahun sebanyak 31 orang (78%).  
Gambaran Perilaku Merokok pada Remaja Reong, Antonia Rensiana; Mane, Gabriel; Aga, Maria Sofia Anita; Mbola, Maria; Sulastien, Herni
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.3.2024.641-650

Abstract

Merokok merupakan  masalah di masyarakat dan dapat menimbulkan banyak kerugian ekonomi dan kesehatan bahkan kematian. Tujuan penelitian mengetahui penjelasan perilaku merokok remaja. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan populasi seluruh remaja di SMK St. Besar sampel Fransiskus Xaverius Maumere adalah 100 orang. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan rumus Slobinin dengan jumlah sampel sebanyak 80 orang, dan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Berdasarkan karakteristik  responden, mayoritas responden  berusia antara 17 dan 21 tahun (62,50%) dan berjenis kelamin  laki-laki (66,25%). Berdasarkan hasil survei perilaku merokok di kalangan remaja, 62 orang (77,5%) mempunyai pengetahuan baik tentang tembakau, dan sebagian besar mempunyai pengetahuan baik tentang sikap terhadap merokok. Sikap yaitu sebanyak 53 responden (66,25%) dan perilaku terkait merokok menunjukkan intensitas yang baik pada sebagian besar responden yaitu sebanyak 41 responden (51,25%). Gambaran perilaku merokok remaja yang terdiri dari usia, jenis kelamin, pengetahuan, sikap, dan perilaku.
Gambaran Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Memiliki Riwayat Hipertensi di Ruangan Hemodialisa Aga, Maria Sofia Anita; Reong, Antonia Rensiana; Mane, Gabriel; Lukas, Caecillia Nadia Lolita Ira Lani; Irianto, Irni Dwiastiti
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.3.2024.691-698

Abstract

Hipertensi dapat menyebabkan pembuluh darah pada ginjal menyempit sehingga aliran zat makanan ke ginjal terganggu dan mengakibatkan kerusakan sel ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan gambaran pasien gagal ginjal kronik yang mempunyai riwayat hipertensi di ruang Hemodialisis Maumere. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner yang dibagikan kepada responden dengan variabel yang diteliti yaitu lama menderita hipertensi sebelum terjadi gagal ginjal kronik, lama pengobatan hipertensi, dan keteraturan. pengobatan hipertensi di Unit Hemodialisis Maumere Kabupaten Sikka. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Gagal Ginjal Kronik yang mempunyai riwayat hipertensi dengan jumlah sampel sebanyak 44 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam teknik pengambilan sampel ini adalah Non Probability Sampling dengan teknik Accidental Sampling. Analisis data menggunakan univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 44 responden penderita gagal ginjal kronik yang mempunyai riwayat hipertensi dan menjalani pengobatan hipertensi tidak teratur dengan jumlah responden terbanyak pada kelompok lanjut usia (usia 55 – 65 tahun) yaitu 19 orang. responden (44%), jenis kelamin 25 responden (58%) berjenis kelamin laki-laki, 19 responden (44%) berpendidikan sebagian besar SD, jumlah pekerjaan sama sebagai petani dan ibu rumah tangga sebanyak 14 responden (32%), lamanya waktu mereka pernah menderita hipertensi sebelum gagal ginjal kronik 1 – 5 tahun dan 6 – 10 tahun dengan jumlah yang sama yaitu 16 responden (36%), dan lama pengobatan hipertensi 1 – 5 tahun dan > 10 tahun yaitu 11 responden ( 26%). Dari hasil penelitian ini, penderita hipertensi harus menjalani pengobatan hipertensi secara rutin untuk mencegah gagal ginjal kronis.
Pengalaman Keluarga dalam Upaya Penanganan Dini Merawat Anggota Keluarga dengan Gangguan Jiwa Reong, Antonia Rensiana; Mane, Gabriel; Wega, Marianus Oktavianus; Wa’a, Faleria A. S. Ruing; Sulastien, Herni
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.1922

Abstract

Gangguan pemikiran, kognisi, dan perilaku yang menghalangi seseorang untuk beradaptasi dengan lingkungannya, orang lain, masyarakat, atau dirinya sendiri dikenal sebagai gangguan jiwa. Peran keluarga sangat penting dalam setiap aspek keperawatan kesehatan anggota keluarganya, untuk itu keluarga berperan dalam menentukan cara asuhan yang diperlakukan oleh keluarga. Tujuan penelitian yaitu untuk menggali lebih dalam pengalaman keluarga dalam upaya penanganan dini merawat pasien dengan gangguan jiwadi Desa Lela Kecamatan Lela Kabupaten Sikka. Pada penelitian ini pendekatan yang dilakukan secara kualitatif menggunakan teknik wawancara mendalam (Indeepth Interview). Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang salah satu anggota keluarganya menderita gangguan jiwa yang mendapatkan perawatan di Puskesmas Nanga yaitu sebanyak 66 keluarga dari 68 orang dengan gangguan jiwa. Pada  penelitian ini sampel yang diambil adalah 10 anggota keluarga dengan menggunakan metode proposive sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu seperti sifat-sifat populasi ataupun ciri-ciri yang sudah diketahui sebelumnya.Dari hasil penelitian ditemukan 2 tema yaitu (1) Pemahaman kognitif keluarga tentang gangguan jiwa, (2) Upaya dini merawat ODGJ.Pemahaman keluarga tentang gangguan jiwa (tema 1) dilihat dari dua sub tema yaitu yang pertama ciri dimana menurut informan adanya perubahan tingkah laku yang tidak sesuai dengan normal dimana ciri awal terbanyak yang ditunjukan 5 keluarga  (55,5%) dari 9 keluarga yaitu jalan sembarang, Selanjutnya pada sub tema kedua  faktor penyebab yang paling banyak ditemukan adalah faktor keturunan yaitu sebanyak 5 keluarga (55,5) dari 9 keluarga. Upaya dini dalam merawat Orang Dengan Gangguan JIwa dilihat dari dua sub tema yaitu yang pertama pengobatan modern terbanyak yang ditunjukan 2 keluarga (22,2%) dari 9  keluarga  yaitu  membawa pasien ke Rumah Sakit, Selanjutnya sub tema kedua  Pengobatan sendiri terbanyak yang ditunjukan  6 keluarga (66,6%) dari 9 keluarga yaitu membawa pasien ke Dukun.
Gambaran Pola Asuh Orang Tua yang Memiliki Remaja Perokok Wega, Marianus Oktavianus; Gaharpung, Mediatrix Santi; Reong, Antonia Rensiana; Mbari, Susana Susanti; Nufus, Lale Syifaun
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.1927

Abstract

Merokok merupakan suatu masalah didalam masyarakat yang dapat menimbulkan banyak kerugian baik dari segi sosial ekonomi maupun kesehatan bahkan kematian. Merokok dapat memberikan dampak negatif seperti permasalahan kesehatan, sosial, psikologi, dan ekonomi. Tujuan Penelitian ini Untuk mengetahui gambaran pola asuh orang tua yang memilki remaja perokok. Tujuan Khusus, Untuk mengidentifikasi pola asuh otoriter orang tua yang memiliki remaja perokok, mengidentifikasi pola asuh demokratif orang tua yang memiliki remaja perokok, mengidentifikasi pola asuh permitif orang tua pada remaja yang perokok. Metode yang digunakan penelitian adalah metode Kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua di Dusun Lisabheto, Desa Begu sejumlah 40 orang, dimana teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan total sampling untuk memenuhi kriteria adalah 40 orang responden, alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner. Berdasarkan hasil pengisian kuisioner dari 40 responden didapatkan pengetahuan orang tua tentang bagaimana pola asuh orang tua terhadap anak yang merokok didusun Lisabheto Desa Begu, pola asuh demokratis 15 responden (37,5%), pola asuh otoriter 14 responden (35%), pola asuh permisif 11 responden (27,5%). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan presentase Pola asuh orang tua yang memilih pola asuh otoriter sebanyak 14 responden dengan persentasi (35 %). Pola asuh orang tua yang memilih pola asuh demoktaris sebanyak 15 responden dengan persentasi (37,5% ). Pola asuh orang tua yang memilih permisif adalah sebanyak 11 responden dengan persentase (27,5%).