Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP MANAJEMEN SEKOLAH MINGGU KOREA DI INDONESIA UNTUK PENGINTEGRASIAN PEMBELAJARAN IMAN [THE IMPACT OF THE COVID-19 PANDEMIC ON THE MANAGEMENT OF FAITH-LEARNING INTEGRATION OF KOREAN SUNDAY SCHOOL IN INDONESIA] Choi, Chi Hyun; Purba, John Tampil; Sudibjo, Niko; Pramono, Rudy
JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education Vol. 5 No. 1 (2021): JUNE
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/johme.v5i1.2794

Abstract

This research is a case study that analyzes the problem of the Faith-Learning Integration management process for the Korean Sunday School “Y” in Indonesia during the COVID-19 pandemic. In this research, data collection was carried out with 5 informants, 58 questionnaires from respondents consisting of students, parents and teachers as well as recordings of student activity results. From the results of this study, it can be seen that there are several obstacles experienced by students, teachers and parents in the Faith-Learning Integration management process. First, students are not satisfied with centering on video learning platforms because there is no interaction between teachers, students and their friends so it needs to be changed from a one-way platform, such as video to an interactive platform between students and teachers such as Zoom or Google Classroom, etc.  In addition, students from parents of other religions do not get support and attention from their parents to carry out  Faith-Learning Integration with Work From Home (WFH)  so that  Faith-Learning Integration activities stop. Second, teachers' technical skills are very limited, so interactive online classroom training is required. Third, parents feel burdened and stressed when they have to give examples of faith, morals and good discipline to children in  Faith-Learning Integration during WFH. The last obstacle, the 5 dimensions of the Faith-Learning Integration are not tightly integrated with each other so they do not run in harmony. The dimensions of Leitourgia and Didache were implemented well, while Kerygma, Koinonia, and Diakonia were not carried out well due to social distancing obstacles. For this reason, it is recommended that "Y" management use an interactive platform and develop innovative and creative ways that can motivate students so that they do not feel the distance between teachers and students and the surrounding environment is getting farther away even though they participate in social distancing.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Penelitian ini adalah studi kasus yang menganalisa masalah proses manajemen pengintegrasian pembelajaran iman Sekolah Minggu Korea “Y” di Indonesia pada masa pandemi COVID-19. Dalam penelitian ini dilaksanakan pengumpulan data dengan 5 orang narasumber, 58 hasil kuesioner dari responden yang terdiri dari siswa, orangtua dan guru serta rekaman hasil aktivitas siswa. Dari hasil penelitian ini terlihat adanya beberapa kendala yang dialami oleh siswa, guru dan orang tua dalam proses manajemen pengintegrasian pembelajaran iman. Pertama, siswa tidak puas dengan berpusat pada media pembelajaran video karena tidak terjadi interaksi antara guru, siswa dan teman-temannya sehingga perlu diubah dari media yang bersifat satu arah, seperti video ke berbagai media yang interaktif antara siswa dan guru seperti Zoom atau Google Classroom, dll. Selain itu, siswa dari orangtua yang beragama lain kurang mendapat dukungan dan perhatian dari orangtuanya untuk melakukan pengintegrasian pembelajaran iman dengan pembelajaran daring dari rumah sehingga aktivitas pengintegrasian pembelajaran iman jadi terhenti. Kedua, keterampilan teknis guru sangat terbatas sehingga diperlukan pelatihan kelas online secara interaktif. Ketiga, orangtua merasa terbebani dan stress ketika harus memberikan contoh iman, moral dan disiplin yang baik kepada anak-anak dalam pengintegrasian pembelajaran iman selama pembelajaran daring dari rumah. Kendala yang terakhir, 5 dimensi dari pengintegrasian pembelajaran iman tidak terintegrasi satu sama lain secara erat sehingga tidak berjalan selaras. Dimensi Leitourgia dan Didache dilaksanakan dengan baik, sedangkan Kerygma, Koinonia, dan Diakonia tidak terlaksana dengan baik karena adanya hambatan social distancing. Untuk itu disarankan manajemen “Y” menggunakan berbagai media yang interaktif dan mengembangkan cara yang inovatif dan kreatif yang dapat memotivasi siswa supaya tidak merasakan jarak antara guru dan siswa serta lingkungan sekitarnya semakin jauh walaupun mengikuti social distancing.
Hard Skills atau Soft Skills: Manakah yang lebih penting bagi inovasi guru Masduki Asbari; Laksmi Mayesti Wijayanti; Choi Chi Hyun; Donna Imelda; Evy yanthy; Agus Purwanto
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 4 No 1 (2020): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v4i1.333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh hard skills dan soft skills terhadap kemampuan inovasi guru di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang dimediasi oleh organizational learning. Pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan sampel acak sederhana melalui elektronik ke populasi guru di Jabodetabek. Hasil kuesioner yang dikembalikan dan valid adalah 676 sampel. Pemrosesan data menggunakan metode SEM dengan perangkat lunak SmartPLS 3.0. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa hard skills dan soft skills berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan inovasi guru, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui mediasi organizational learning. Penelitian baru ini mengusulkan sebuah model untuk membangun kemampuan inovasi guru di antara para guru di Jabodetabek melalui peningkatan hard skills dan soft skills dengan organizational learning sebagai mediator. Penelitian ini dapat membuka jalan untuk meningkatkan kesiapan guru dalam menghadapi era pendidikan 4.0.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Partisipatif dan Otokratis Terhadap Kinerja Sistem Jaminan Halal HAS 23000 Pada Industri Makanan Kemasan Agus Purwanto; Masduki Asbari; Priyono Budi Santoso; Laksmi Mayesti Wijayanti; Choi Chi Hyun; Otto berman sihite; Mirza Prameswari Saifuddin
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 4 No 1 (2020): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v4i1.345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat analisis dari gaya kepemimpinan partisipatif dan otokratis serta pengaruhnya terhadap kinerja penerapan Sistem Jaminan Halal HAS 23000 pada industri makanan di Tangerang. Obyek dari penelitian adalah karyawan di beberapa industri makanan yang berkolasi di wilayah Kota Tangerang yang telah menerapkan Sistem Jaminan Halal HAS 23000 sebanyak 200 orang dan metode pengumpulan data dengan memberikan kuesioner elektronik kepada beberapa karyawan secara acak. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah SEM (Structural Equation Model) pada program LISREL versi 8.70. Penelitian ini memberikan hasil yang menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan partisipatif terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja penerapan Sistem Jaminan Halal HAS 23000 dan gaya kepemimpinan otokratis juga positif dan mempengaruhi kinerja penerapan Sistem Jaminan Halal HAS 23000d an disimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan hal penting dalam kinerja penerapan Sistem Jaminan Halal HAS 23000
Minat dan Hambatan Publikasi Artikel pada Jurnal Internasional Bereputasi: Studi Eksploratori pada Mahasiswa Doktoral di Sebuah Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta Agus Purwanto; Rudy Pramono; Innocentius Bernarto; Masduki Asbari; Priyono Budi Santoso; Mirza Prameswari Saifuddin; Choi Chi Hyun; Laksmi m Wijayanti; freddy Ong; Williana kusumaningsih
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 4 No 1 (2020): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v4i1.348

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menyelidiki dan mendalami peluang, minat dan hambatan mahasiswa doktoral dalam melakukan publikasi pada jurnal internasional bereputasi seperti Scopus dan Web of Science. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu studi kasus eksploratif. Pengumpulan data primer menggunakan wawancara semi terstruktur dengan responden sebanyak 5 (lima) mahasiswa program doktoral di sebuah Universitas Swasta di Jakarta yang dipilih dan ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa responden mahasiswa doktoral memiliki kesadaran dan minat yang positif untuk melakukan publikasi artikelnya di jurnal internasional bereputasi dengan beberapa tujuan utama, yakni: untuk memenuhi persyaratan kelulusan program doktoral, agar artikelnya disitasi penulis lainnya, untuk meningkatkan kompetensi, dan guna meningkatkan reputasi diri. Namun demikian, responden mahasiswa juga memiliki beberapa hambatan untuk melakukan publikasi pada jurnal internasioanl bereputasi seperti keterbatasan dana, keterbatasan waktu, kesulitan mencari referensi, waktu proses publikasi yang relative lama, keterbatasan kemampuan bahasa inggris, keterbatasan kemampuan penggunakan alat bantu software untuk pemeriksaan paper seperti similiarity test dan grammar test serta keterbatasan destinasi jurnal-jurnal internasional bereputasi yang akan menjadi tempat mempublikasikan artikelnya. Keterbatasan penelitian ini adalah jumlah sampel yang masih sedikit, yakni hanya lima orang dan subyek penelitian hanya pada mahasiswa program doktoral saja di universitas swasta di Jakarta dan belum tentu hasilnya sama jika penelitian dilakukan pada jenjang magister atau sarjana di universitas lain dan di tempat yang lain. Penelitian ini dapat menjadi referensi bagi penelitian sejenis selanjutnya di jenjang pendidikan yang berbeda, di universitas yang berbeda seperti di universitas negeri dan di tempat yang lain. Untuk penelitian selanjutnya dapat dikembangkan dengan metode kuantitatif dengan jumlah sampel yang lebih besar dan wilayah yang lebih luas misalnya lintas provinsi atau lintas negara.
TEACHERS’ EMPOWERMENT, SELF-REGULATION AND BEING ISTIQAMAH AS KEY FEATURES OF JOB PERFORMANCE Laksmi Mayesti Wijayanti; Choi chi hyun; leo hutagalung; Masduki Asbari; Priyono Budi Santoso; Agus Purwanto
Dinasti International Journal of Education Management And Social Science Vol. 1 No. 4 (2020): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (April
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/dijemss.v1i4.94

Abstract

Non-formal education is predicted to be the future backbone in supporting the literacy in highly populated country (Ololube, 2012). Indonesia as one of the E-9 countries have acknowledged the needs to strengthen the non-formal education as one of the key supporting elements in enhancing the education index. Both government and non-government organization have participated actively in establishing the non-formal education to be more accessible and convenience. The fundamental issue is that the teacher quality in education is still below expectation (Baswedan, 2014). Moreover, non-formal education has encountered dilemma in creating optimum performance of their teacher due to its non-profit nature. Nevertheless, it is evidenced that they still manage to deliver their jobs adequately. Therefore, this paper will investigate the determining factors of such unique setting. This study’s instruments are the psychological empowerment scale used by Spreitzer (1995), The Self-Regulation Questionnaire (SRQ) (Brown, Miller, & Lawendowski, 1999), Islamic work ethic scaling (Ali, 1988) and the questionnaire teachers’ job performance self-rating questionnaire (TJPSQ) were developed to measure teachers’ job performance. The result of the study indicates that empowerment and istiqamah have significantly influenced to teachers’ job performance, while self-regulations have no significant effect on Job performance.