Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Water Quality Monitoring with Regression Based PPM Sensor for Controlling Hydroponic Dissolved Nutrient Dimas Adiputra; Titus Kristanto; Abduh Sayid Albana; Gilbert Wednestwo Samuel; Syakira Andriyani; Christian Jose Anto Kurniawan; Nursyahjaya Ramadaniputra; Era Anzha Naelil Munna
Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Komputer dan Informatika Vol. 9 No. 2 (2023): June
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jiteki.v9i2.25915

Abstract

Hydroponic cultivation requires rigorous monitoring and control of several parameters, such as turbidity, electric conductivity, acidity (pH), dissolved oxygen and nutrient, which usually be measured once a day manually. Therefore, automation in hydroponic cultivation requires those water quality information as the controlled variable. The dissolved nutrient is especially important because it significantly affects the hydroponic plant growth. Acquiring the dissolved nutrient can be done by using a PPM (parts per million) sensor, but most of the time the sensor needs further processing to obtain the desired measurement. This study presents a reading correction of a PPM sensor based on a regression method so the desired measurement can be done. Sample water with different PPM, such 309 PPM, 290 PPM, 762 PPM, 1910 PPM and 2420 PPM are measured first using a standard PPM meter. Then, the sample PPM is measured by using the PPM sensor. The study also investigates the best regression method to map the PPM sensor measurement to the standard PPM meter measurement by comparing several line equations, such as linear, exponential, polynomial and logarithmic. The function coefficient and bias is chosen by using least square methods. After comparing, the result shows that the polynomial function provides the best reading correction with average error of 76 PPM. The error is especially few when measuring the higher PPM (more than 500 PPM), which is suitable with hydroponic cultivation. Therefore, the PPM sensor with the polynomial function shown in this study can be used to measure the dissolve nutrient accurately in the automation of hydroponic activity compare to other line equations. This study is limited to small sample sizes to prove the concept. The generalization can also be considered in the future study.
Penerapan Teknologi Hidroponik Berbasis IoT Untuk Mendukung Pengembangan Desa Wisata Edukasi Adiputra, Dimas; Kristanto, Titus; Sayid Albana, Abduh; Wednestwo Samuel, Gilbert; Andriyani, Syakira; Jose Anto Kurniawan, Christian
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v2i2.451

Abstract

Perkembangan teknologi di bidang pertanian berkembang pesat setiap tahun, sehingga dapat meningkatkan kualitas pertama terutama di bidang hidroponik. Kemajuan teknologi hidroponik membuat masyarakat lebih efektif dan efisien dengan memanfaatkan teknologi. Namun, banyak masyarakat belum memanfaatkan dan hasil yang diperoleh belum maksimal. Desa Songo merupakan sekelompok masyarakat yang mempunyai potensi ke arah ekonomi produktif. Desa Songo sukses mengembangkan konsep urban farming dengan budidaya tanaman, seperti budidaya tomat, cabai, bayam, seledri, dan sebagainya. Tetapi, pengetahuan masyarakat Desa Songo di bidang teknologi hidroponik masih belum paham. Sehingga dilakukan kegiatan pengabdian untuk memberikan gambaran dan wawasan masyarakat Desa Songo agar dapat mengembangankan konsep urban farming menggunakan teknologi hidroponik berbasis IoT.  Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian adalah memberdayakan masyarakat Desa Songo sebagai upaya peningkatan perekonomian desa melalui teknologi hidroponik sebagai upaya dalam mengembangkan desa wisata edukasi. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian adalah tahap persiapan dalam menggunakan teknologi hidroponik dan tahap inti dalam implementasi teknologi hidroponik berbasis IoT. Hasil dari kegiatan pengabdian adalah memberikan pembekalan pelatihan kepada masyarakat cara mengimplementasi hidroponik dengan bantuan teknologi, sehingga kedepannya dapat menjadikan salah satu objek wisata yakni sebuah desa wisata edukasi.
Penerapan Teknologi Ekstruder Filamen untuk Daur Ulang Botol Plastik sebagai Alternatif Anyaman Kreatif Abduh Sayid Albana; Mochammad Zulfikar Alfany; Benazir Imam Arif Muttaqin; Adi Candra; Mustafa Kamal; Agoes Windarto; Ega Mawarni Ayuningtyas; Annisa Sofia Albana
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan aplikasi Teknologi Vol 05 No 02: Oktober 2026 (in progress)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.adipati.2026.v5i2.8587

Abstract

Permasalahan sampah botol plastik di kawasan perkotaan seperti Kota Surabaya terus meningkat seiring dengan pertumbuhan konsumsi masyarakat, sementara kapasitas daur ulang masih terbatas dan sebagian besar limbah plastik berakhir di tempat pembuangan akhir. Di sisi lain, ketersediaan bahan baku rotan sebagai material utama kerajinan anyaman semakin terbatas dan mahal, sehingga menghambat keberlanjutan usaha kerajinan masyarakat. Program pengabdian ini bertujuan menerapkan teknologi ekstruder filamen untuk mengolah botol plastik bekas menjadi filamen plastik sebagai bahan alternatif pengganti rotan sekaligus memberdayakan masyarakat Desa Gading Watu, Kabupaten Gresik. Metode pelaksanaan meliputi edukasi ekonomi sirkular, pembuatan alat ekstruder, pelatihan pengolahan botol plastik menjadi filamen, pelatihan anyaman, pendampingan produksi, serta persiapan pemasaran produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa teknologi ekstruder filamen dapat dioperasikan secara mandiri oleh masyarakat dan mampu menghasilkan filamen plastik yang layak digunakan sebagai bahan anyaman. Masyarakat berhasil memproduksi berbagai produk kerajinan seperti keranjang, pot tanaman, dan kotak serbaguna dengan bahan filamen plastik. Program ini berkontribusi dalam mengurangi limbah plastik, meningkatkan keterampilan dan pendapatan masyarakat, serta mendorong penerapan ekonomi sirkular berbasis komunitas.
Optimasi Alokasi Pasien untuk Kasus COVID-19 Wilayah Surabaya Abduh Sayid Albana
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 4 No. 2 (2020): JURNAL TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/5f477208

Abstract

Awal Januari 2020, dunia mengalami pandemi Corona Virus Diseases 2019 (COVID-19). Dan per-tanggal 16 Maret 2020, virus ini sudah mulai masuk wilayah Surabaya. Kasus pandemik seperti ini sebenarnya bukan lah suatu kasus baru. Penelitian mengenai pengendalian pandemik juga telah banyak diteliti. Salah satu bidang yang telah menjadi perhatian para peneliti sebelumnya adalah optimasi di bidang alokasi sumberdaya dan alokasi pasien. Berdasarkan penelitan-penelitian sebelumnya, metode yang banyak digunakan adalah programa linier. Pada penelitian ini model programa linier yang digunakan merujuk pada model penelitian sebelumnya dan kasus yang digunakan adalah kasus alokasi pasien positif COVID-19 di wilayah kota Surabaya. Dari hasil perhitungan, beban setiap rumah sakit dapat terlihat. Hasil ini dapat dijadikan acuan sebagai pertimbangan kebijakan peningkatan kapasitas dari rumah sakit. Kata kunci: Optimasi, Programa Linier, Model Alokasi
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN PADA AKSESORIS SEPEDA MOTOR DENGAN CONTINOUS REVIEW (s,S): STUDI KASUS: UD. KS PRO Muhammad Bayu Prasetyo; Paramaditya Arismawati; Abduh Sayid Albana
JISO : Journal of Industrial and Systems Optimization Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jiso.v8i1.85-95

Abstract

ABSTRAKKelebihan persediaan yang terjadi di UD. KS PRO sepanjang tahun 2023 telah menimbulkan kerugian finansial yang signifikan akibat tingginya biaya penyimpanan, yang mencerminkan adanya ketidakefisienan dalam pengelolaan persediaan. Permasalahan ini diidentifikasi sebagai akibat dari belum optimalnya sistem pengendalian persediaan yang diterapkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi isu tersebut dengan mengaplikasikan dua metode pengendalian persediaan, yaitu Periodic Review dan Continuous Review. Melalui penerapan simulasi Monte Carlo, permintaan dapat diproyeksikan secara lebih akurat, sehingga parameter kebijakan seperti titik pemesanan ulang, stok maksimum, dan jumlah pemesanan dapat ditentukan secara lebih efisien dan tepat sasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Continuous Review (s, S) lebih unggul dibandingkan Periodic Review, karena mampu menurunkan total biaya persediaan hingga 78,16% serta memberikan kontrol yang lebih responsif terhadap fluktuasi permintaan dan risiko overstock maupun stockout. Dengan demikian, metode Continuous Review direkomendasikan untuk diterapkan oleh perusahaan yang bergerak di sektor produksi dan distribusi, guna meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat daya saing dalam menghadapi dinamika pasar yang kompetitif. ABSTRACTThe excess inventory that occurred at UD. KS PRO throughout 2023 has caused significant financial losses due to high storage costs, reflecting inefficiencies in inventory management. This issue was identified as a result of the suboptimal inventory control system being implemented. This research was conducted to address the issue by applying two inventory control methods, namely periodic review and continuous review. Through the application of Monte Carlo simulation, demand can be projected more accurately, allowing policy parameters such as reorder point, maximum stock, and order quantity to be determined more efficiently and precisely. The research results show that the Continuous Review (s, S) method is superior to the Periodic Review method, as it can reduce total inventory costs by up to 78.16% and provide more responsive control over demand fluctuations and the risks of overstock and stockout. Therefore, the continuous review method is recommended for implementation by companies in the production and distribution sectors in order to improve operational efficiency and strengthen competitiveness in facing the dynamics of a competitive market.
Gamified simulation to improve student comprehension and motivation in transportation systems Abduh Sayid Albana; Desita Nur Rachmaniar; Granita Hajar
Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2026): June
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jitp.v13i2.90346

Abstract

This study investigates the effectiveness of a gamified transportation simulation game in improving student comprehension and motivation within a Logistics Engineering course. Employing a pre-experimental pre-test/post-test design, the study involved a sample of 24 undergraduate students. The study collected data using performance penalty scores to measure comprehension and adapted questionnaires to assess motivation. To address methodological rigors, the instrument's reliability was validated (Cronbach's Alpha = 0.881), and the data were analyzed using the robust non-parametric Wilcoxon Signed-Rank Test. The results indicate that the gamified intervention significantly enhanced both students' problem-solving accuracy and their intrinsic motivation to learn complex logistics concepts (p < 0.001). The study's primary contribution lies in its methodological novelty: a dynamic penalty scoring system based on the deviation between students' manual calculations and optimal algorithmic solutions, integrated within a scaffolded learning environment. Theoretically, this research reinforces constructivist learning by bridging abstract mathematical formulations with interactive gamification. Practically, it provides an easily deployable educational tool for engineering curricula. However, the study's limitations include a small sample size, the absence of a control group, and potential testing effects. Future implementations should address these gaps further to validate the tool's scalability and long-term impact.