Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Harmonisasi Kebijakan Kurikulum Pendidikan Islam dan Kurikulum Pendidikan Nasional Istianah Masruroh Kobandaha; Firman Sidik
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2021): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v9i1.2054

Abstract

Tulisan ini membahas tentang kebijakan kurikulum pendidikan Islam dan pendidikan Nasional. Menurut penulis, kurikulum menjadi menarik untuk dikaji karena fenomena selama ini terlihat tidak akur, yang disebabkan adanya jurang dikotomis antara keduanya yang dalam ranah praktis semakin membuat hubungan keduannya saling mengklaim dan bersaing untuk membuktikan mana yang lebih baik padahal menurut hemat penulis, kedua sistem tersebut harusnya berada dalam posisi yang tidak sedang bersaing namun harus dalam posisi bersama-sama memajukan dan mencerdaskan manusia. Adapun tujuan tulisan ini adalah untuk melihat sejauh mana harmonisasi antara kedua kurikulum tersebut. Sedangkan metode yang digunakan adalah konten analisis isi dengan berbagai literature yang dikaji dengan pendekatan teoritis dan filosofis. Hasil dari penelitian ini adalah kurilulum pendidikan Islam dan nasional berada dalam suatu sistem yang sama dan bukan untuk dipertentangkan, sehingga dengan adanya hubungan yang harmonis akan mampu membangun sebuah peradaban yang lebih baik, dan menjadikan dunia pendidikan menjadi lokomotif dalam perubahan kehidupan manusia.
PROBLEMATIKA PENDIDIKAN ISLAM: TANTANGAN MASA KINI DAN MASA AKAN DATANG Firman Sidik; Syarifuddin Ondeng; Saprin Saprin
Irfani (e-Journal) Vol. 19 No. 1 (2023): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ir.v19i1.3614

Abstract

This article aims to look at the problems of Islamic education that occur in the present and in the future so that they can become a solution to improve Islamic education. The method used in this study is the library, where the data in this study were obtained from various relevant literature and then analyzed comprehensively. The results of the study found that the problems that exist in Islamic education today are paradigm problems, objective problems, material problems, method problems, evaluation problems. Meanwhile, the future challenges are a crisis of values, a crisis of concepts, a lack of idealism, pragmatism, and technology
Pendidikan Humanis dan Implikasinya dalamĀ  Pembelajaran Sidik, Firman
Humanist Journal Vol. 2 No. 3 (2023): Humanist Journal (Oktober 2023)
Publisher : Yayasan Pusat Kemanusiaan dan Transformasi Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59689/0frxp037

Abstract

Humanist education is a learning model that in practice always fights for the rights of each individual to be able to actualize and explore their potential. In addition, humanist education is here to answer various educational problems that today seem to be a place of oppression of individual intellectuality and creativity because it places students as humans who do not have any knowledge and teachers become omniscient figures who are so dominant. With humanist education, learning is more conducive and provides recognition and trust in the uniqueness of each individual, besides that it can also create a more cooperative and democratic learning pattern. Thus, the practice of humanist education will have a positive impact on the development of the world of education and the statement that education is a place to humanize humans is not just a dream but it can really be realized in the reality of education.
Guru Berkualitas Untuk Sumber Daya Manusia Berkualitas Firman Sidik
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2016): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan proses yang harus ditempuh oleh setiap manusia agar dapat menjalani kehidupan di dunia dengan baik dan berkualitas. Oleh karena itu, diperlukan guru-guru berkualitas untuk mewujudkan harapan tersebut. Dengan demikian, seorang guru setidaknya harus memiliki empat kompetensi yang meski terus-menerus dikembangkan yaitu kompetensi pedagogi, kepribadian, sosial, dan professional agar kemudian dapat mengembangkan potensi-potensi yang ada dalam diri peserta didik sehingga menjadi individu-individu yang mencerahkan. Selain itu, guru berkualitas juga harus bisa mengintegrasikan keempat kompetensi tersebut dengan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
Pendidikan Humanis dan Implikasinya Dalam Pembelajaran Firman Sidik
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2016): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan humanis merupakan sebuah model pembelajaran yang dalam praktiknya selalu memperjuangkan hak-hak setiap individu agar dapat mengaktualisasikan dan mengeksplor potensi diri. Selain itu, pendidikan humanis hadir untuk menjawab berbagai problem pendidikan yang dewasa initer kesan menjadi tempat penindasan intelektual dan kreatifitas individu karena menempatkan peserta didik sebagai manusia yang tidak memiliki pengetahuan apapun dan guru menjadi sosok yang maha tahu yang begitu mendominasi. Dengan adanya pendidikan humanis pembelajaran lebih kondusif serta memberikan pengakuan dan kepercayaan atas keunikan yang dimiliki tiap individu, selain itu dapat juga menciptakan sebuah pola pembelajaran yang lebih kooperatif dan demokratis. Dengan demikian, adanya praktik pendidikan humanis akan membawa dampak yang positif bagi perkembangan dunia pendidikan dan pernyataan bahwa pendidikan merupakan tempat untuk memanusiakan manusia bukanlah suatu mimpi belaka namun hal tersebut benar-benar bisa diwujudkan dalam realitas pendidikan.
Harmonisasi Kebijakan Kurikulum Pendidikan Islam dan Kurikulum Pendidikan Nasional Istianah Masruroh Kobandaha; Firman Sidik
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2021): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v9i1.2054

Abstract

Tulisan ini membahas tentang kebijakan kurikulum pendidikan Islam dan pendidikan Nasional. Menurut penulis, kurikulum menjadi menarik untuk dikaji karena fenomena selama ini terlihat tidak akur, yang disebabkan adanya jurang dikotomis antara keduanya yang dalam ranah praktis semakin membuat hubungan keduannya saling mengklaim dan bersaing untuk membuktikan mana yang lebih baik padahal menurut hemat penulis, kedua sistem tersebut harusnya berada dalam posisi yang tidak sedang bersaing namun harus dalam posisi bersama-sama memajukan dan mencerdaskan manusia. Adapun tujuan tulisan ini adalah untuk melihat sejauh mana harmonisasi antara kedua kurikulum tersebut. Sedangkan metode yang digunakan adalah konten analisis isi dengan berbagai literature yang dikaji dengan pendekatan teoritis dan filosofis. Hasil dari penelitian ini adalah kurilulum pendidikan Islam dan nasional berada dalam suatu sistem yang sama dan bukan untuk dipertentangkan, sehingga dengan adanya hubungan yang harmonis akan mampu membangun sebuah peradaban yang lebih baik, dan menjadikan dunia pendidikan menjadi lokomotif dalam perubahan kehidupan manusia.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Rinaldi Datunsolang; Ritmon Amala; Firman Sidik
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 10 No 1 (2022): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v10i1.2543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat apa strategi yang digunakan kepala sekolah menanamkan nilai-nilai pendidikan multikultural, sehingga nilai positif yang ada proses pendidikan multikultural tidak hanya dirasakan dan dipahami secara teoritis saja namun lebih dari itu bisa teraktualisasikan dan bisa dirasakan manfaatnya secara nyata realitas sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka di mana data yang didapatkan dalam penelitian ini berasal dari berbagai literatur terkait, kemudian dianalisis dan diklasifikasi sesuai dengan kebutuhan peneliti yang kemudian diolah menggunakan pendekatan secara teoritis dan filosofis. Hasil penelitian menemukan bahwa ada dua strategi yang digunakan kepala sekolah dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan multikultural, yaitu: pertama menanamkan nilai-nilai multikultural dalam setiap proses pembelajaran. Kedua, menanamkan nilai-nilai multikultural disetiap kegiatan ekstra sekolah.
MENENTUKAN DAN MENGUKUR STANDAR MUTU PENDIDIKAN (STUDI DI SEKOLAH DASAR NEGERI KOTA GORONTALO) Djunawir Syafar; Firman Sidik; Muchamad Arif Kurniawan
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 12 No 1 (2024): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v12i1.4693

Abstract

Menentukan dan mengukur standar mutu adalah aspek penting dalam pendidikan karena akan menentukan tujuan dan kualitas dari suatu lembaga pendidikan. Penelitian ini membahas bagaimana cara menentukan dan mengukur standar mutu pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 41 Kota Gorontalo. Sekolah tersebut dijadikan lokus penelitian, karena beberapa faktor. Pertama, sekolah tersebut telah terakreditasi (A) dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan. Kedua, sekolah tersebut adalah sekolah percontohan di kota Gorontalo dengan manajemen sekolah yang unggul. Ketiga, sekolah tersebut pernah dijadikan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di kota Gorontalo. Penelitian ini adalah studi kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan dua cara: wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: Pertama, dalam menentukan dan mengukur standar mutu pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 41 Kota Gorontalo mengacu pada delapan Standar Nasional Pendidikan, yakni: (1) standar isi, (2) standar proses, (3) standar kompetensi lulusan, (4) standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5) standar sarana dan prasarana, (6) standar pengelolaan, (7) standar pembiayaan, (8) standar penilaian pendidikan. Kedua, melalui standar internal sekolah yaitu: input, proses, output, dan outcome. Kedua pendekatan tersebut digunakan untuk menyesuaikan dengan standar nasional pendidikan dan kebutuhan internal sekolah. Melalui dua pendekatan tersebut, Sekolah Dasar Negeri 41 Kota Gorontalo menjadi sekolah percontohan di kota Gorontalo dengan manajemen sekolah yang unggul.
KONSEP PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM Firman Sidik
Irfani (e-Journal) Vol. 12 No. 1 (2016): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kurikulum haruslah ditopang oleh kompetensi dan kualitas yang dimiliki oleh kepala madrasah sebagai pimpinan dalam lembaga pendidikan, yang juga sekaligus sebagai aktor penting yang mengatur jalannya roda pendidikan yang berada di bawah kekuasaannya, yang kemudian diharapkan akan mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan kurikulum pendidikan Islam, bukan hanya bersifat konseptual teoritis namun bisa terealisasi dalam ranah operasional praksis pendidikan.Selain itu yang tak kalah penting dalam rangka pengembangan kurikulum pendidikan Islam adalah kualitas dan kompetensi seorang guru agar dapat mampu menterjemahkan dan memahami makna yang terkandung dalam kurikulum tersebut secara konseptual maupun praksis, selanjutnya dalam upaya pengembangan kurikulum juga seorang kepala madrasah dan guru harus selalu mampu membangun komunikasi yang dapat memberikan sebuah hal positif bagi pengembangan kurikulum pendidikan Islam, serta bisa membangun dan memanfaatkan segala potensi yang ada dalam lingkup internal maupun eksternal lembaga, agar kemudian apa yang menjadi cita-cita luhur dunia pendidikan dapat tercapai sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan.
INPUT, PROCESS AND OUTPUT SYSTEM THEORY APPROACH IN EDUCATIONAL INSTITUTIONS Firman Sidik
Irfani (e-Journal) Vol. 18 No. 1 (2022): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ir.v18i1.2658

Abstract

This study aims to look at the theoretical approach of input, process and output systems in educational institutions, as an effort to see the quality of educational institutions which are the locomotive in producing a quality generation. The method used in this research is literature review. The results show that the education system is a unit whose parts work together to achieve the expected results based on predetermined needs. Every system must have a purpose, and all activities of all components or parts of it are directed to achieve that goal. Therefore, with the input-process-output education system theory, it is hoped that all educational activities will be more systematic and of higher quality.