Claim Missing Document
Check
Articles

PLANTING CORALS SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG PENGEMBANGAN EKOWISATA BAHARI BERBASIS SUSTAINABLE TOURISM DI PANTAI PANDAWA Mella Manika Surya Dewi, Ni Kadek; Eka Sudarmawan, I Wayan; Arun Suwi Arianty, A. A. Ayu; Eka Susanti, Luh
Berajah Journal Vol. 4 No. 4 (2024): Berajah Journal
Publisher : CV. Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/bj.v4i4.412

Abstract

Coral reefs have a mutual advantage between organisms and their environment. It contains enormous and various benefits, both ecologically and economically. Pandawa Beach is one of the beaches in Bali which is very beautiful and has a very high potential for marine ecotourism. There are many activities that can be done and are able to preserve marine ecosystems. One of them is planting corals which aims to build a cultivated coral reef garden area by involving tourists in the hope of being able to preserve nature, increase tourist visits, educate tourists, develop tourism and make Pandawa Beach a coral canter. In addition, efforts are also made to become a sustainable tourism business by preserving nature and increasing education in the field of marine ecotourism, especially coral reef ecosystems. The research method used is a qualitative approach through observation, interviews and collecting documentation during the activity, then described descriptively. Planting corals activities are able to maintain and preserve coral reef ecosystems, develop marine ecotourism and really help develop sustainable tourism, as well as helping the economy of the surrounding community by increasing tourist visits from disseminating information carried out by tourists carrying out planting corals activities on social media.
PENINGKATAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI EFEKTIF MELALUI PELATIHAN DI LINGKUNGAN KERJA KULINER THE GREENBRIER RESORT, AMERIKA SERIKAT Adrina, Ni Putu Irmanita; Susanti, Luh Eka; Arianty, Anak Agung Ayu Arun Suwi; Sari, Retno Juwita
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 2 No. 4 (2025): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, Juli 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v2i4.1514

Abstract

Community service activities were carried out in the kitchen environment of The Greenbrier Resort, United State. This activity included improving the effective communication skills of kitchen staff. There were communication barriers that occurred between senior and junior staff and coordination barriers with the food service department that affected work efficiency. A series of activities were carried out to overcome these barriers, including field observations, informal interviews, and training based on work situation simulations. Training in strengthening listening skills, feedback, and empathetic two way communication proved beneficial because the results showed increased self confidence among junior staff and the creation of a more open and collaborative work climate. The activity demonstrated how participatory training in real work conditions can improve communication effectiveness in a professional kitchen.  
INOVASI PENGELOLAAN LIMBAH MAKANAN DI KITCHEN THE SETAI HOTEL, MIAMI, AMERIKA Yogi Pratama, I Putu; Darsana, I Made; Eka Susanti, Luh; Arun Suwi Arianty, A.A. Ayu
Publikasi Ilmiah Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (SIKEMAS) Vol. 3 No. 4 (2025): Artikel Pengabdian bulan Januari-Maret 2025
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/sikemas.v3i4.2622

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di kitchen The Setai Hotel, Miami, berfokus pada inovasi dalam pengelolaan limbah makanan guna meningkatkan efisiensi operasional dan keberlanjutan lingkungan. Metode yang diterapkan mencakup pemanfaatan teknologi smart waste management untuk pemantauan real-time, penerapan metode composting serta food donation, dan penggunaan biodigester sebagai solusi konversi limbah organik menjadi energi. Selain itu, pelaksanaan Standard Operating Procedures (SOP) dalam pengelolaan limbah makanan turut memperkuat disiplin staf dapur dalam memilah dan mengelola bahan makanan secara efisien. Hasil program menunjukkan adanya penurunan limbah organik sebesar 30% dalam enam bulan setelah implementasi strategi ini. Selain dampak lingkungan yang positif, program ini juga berkontribusi dalam mengurangi biaya operasional serta mendukung keberlanjutan sosial melalui distribusi makanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Komitmen terhadap pengelolaan limbah berbasis teknologi dan kebijakan berkelanjutan menjadikan inovasi ini sebagai model yang dapat diadopsi oleh industri perhotelan lainnya dalam upaya menciptakan praktik operasional yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Perbandingan dua jenis kencur sebagai rekomendasi pembuatan jamu beras kencur Wiratama, Ida Wayan Reynata; Arianty, Anak Agung Ayu Arun Suwi
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i1.278

Abstract

Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mencari perbandingan dua jenis kencur yaitu kencur Bali dan Kencur jawa dari segi rasa, aroma, tekstur dan warna saat di jadikan jamu beras kencur, serta mecari minat beli konsumen pada jamu beras kencur ini saat di jadikan sebuah produk hotel. Sampel pada penelitian ini berjumlah 35 orang, dengan metode pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu jamu beras kencur Bali (P1) dari segi rasa mendapatkan kriteria manis, segi aroma mendapatkan kriteria sangat sedap, segi tekstur mendapatkan kriteria cair dan segi warna mendapatakan kriteria cukup menarik, kemudian jamu beras kencur Jawa (P2) dari segi rasa mendapatkan kriteria manis, segi aroma mendapatkan kriteria sedap, segi tekstur mendapatkan kriteria cair dan segi warna mendapatkan kriteria cukup menarik. Perbandingan kedua jenis kencur ini saat di jadikan jamu beras kencur ada pada segi aroma yang mana aroma dari kencur Bali (P1) lebih terasa atau menyengat daripada kencur Jawa (P2), pada pembuatan jamu beras kencur di sarankan menggunakan kencur Bali, karena memiliki rasa yang tidak terlalu manis dan aroma yang sangat sedap. The purpose of this study is to find a comparison of two types of aromatic ginger or kencur, namely Balinese kencur and Javanese Kencur in terms of taste, aroma, texture and color when made into kencur rice herbal medicine or jamu beras kencur, as well as to find consumers' buying interest in this jamu beras kencur when it is made into a hotel product. The sample in this study was 35 people, with data collection methods, namely questionnaires, observations, and documentation. The results of this study are Balinese jamu beras kencur (P1) in terms of taste gets the sweet criteria, in terms of aroma gets very good criteria, in terms of texture gets liquid criteria and in terms of color gets quite attractive criteria, then Javanese jamu beras kencur (P2) in terms of taste gets the sweet criterion, in terms of aroma gets the criteria is delicious, in terms of texture gets liquid criteria and in terms of color gets quite interesting criteria. The comparison of these two types of kencur when made into jamu beras kencur is in terms of aroma where the aroma of Balinese kencur (P1) is more pronounced or pungent than Javanese kencur (P2), in making kencur rice herbal medicine or jamu beras kencur it is recommended to use Balinese kencur, because it has a taste that is not too sweet and a very pleasant aroma.
Pengaruh Standar Operasional Prosedur dan Pelatihan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Housekeeping di Puri Saron Hotel Lovina Ganggarini, Putu Sri Nami; Arianty, Anak Agung Ayu Arun Suwi; Purnantara, , I Made Hadi
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i2.341

Abstract

Pelaksanaan SOP Room Service Pada Era New Normal di Sudamala Suites & Villa Sanur Wahyudi, I Gede; Arianty, Anak Agung Ayu Arun Suwi
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i3.377

Abstract

Pelaksanaan Standard Operational Procedure (SOP) dapat didefinisikan sebagai dokumen yang menjabarkan aktivitas operasional yang dilakukan sehari-hari, Pengelolaan di Food and Beverage Service pada divisi Room Service harus didukung penuh oleh karyawan yang memiliki tugas dan tanggung jawab kepada para tamu. Sudamala Suites & Villa Sanur merupakan salah satu hotel berbintang lima yang bertempat di kawasan Pantai Sanur. Lokasi Sudamala Suites & Villa Sanur sangat strategis dan dikelilingi oleh Pantai yang sangat indah. Walau hanya memiliki 34 kamar. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis mengambil judul penelitian tentang Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur Room Service pada Era New Normal di Sudamala Suites & Villa Sanur. Adapun konsep dari penelitian ini adalah Pelaksanaan SOP Room Service. Sedangkan teori dari penelitian ini adalah mengenai Pelaksanaan pada Era New Normal. SOP (Standard Operational Procedure) yang dilaksanakan di Sudamala Sanur memiliki 18 tahapan yang harus diikuti oleh masing-masing Room Service Waiter/s guna memaksimalkan kinerja dan kepuasan pelanggan, serta mengikuti peraturan yang ada. Dibawah ini adalah tabel hasil dari obeservasi bagaimana para Room Service Waiters/s menerapkan 18 tahapan dalam melaksanakan Room Service ke kamar tamu. Untuk memaksimal penerapan SOP, pihak management diharapkan : Management sebaiknya memastikan kesiapan setiap karyawan. Management harus selalu memantau kinerja dan mengarahkan para karyawan untuk selalu mengikuti SOP. Management harus memberikan training tentang penerapan prosedur pelayanan kepada staff, training, dan juga daily wolker. Implementation of the Standard Operational Procedure (SOP) can be defined as a document that describes daily operational activities. Management in Food and Beverage Service in the Room Service division must be fully supported by employees who have duties and responsibilities to guests. Sudamala Suites & Villa Sanur is a five-star hotel located in the Sanur Beach area. The location of Sudamala Suites & Villa Sanur is very strategic and surrounded by very beautiful beaches. Even though it only has 34 rooms. Based on this background, the authors took the title of research on the Implementation of Standard Operating Procedures for Room Service in the New Normal Era at Sudamala Suites & Villa Sanur. The concept of this research is the implementation of SOP Room Service. While the theory of this research is about the implementation in the New Normal Era. The SOP (Standard Operational Procedure) implemented at Sudamala Sanur has 18 stages that each Room Service Waiter must follow in order to maximize performance and customer satisfaction, as well as follow existing regulations. Below is a table of results from observations of how Room Service Waiters implement 18 stages in implementing Room Service to guest rooms. To maximize the implementation of SOPs, the management is expected to: Management should ensure the readiness of every employee. Management must always unite and direct employees to always follow the SOP. Management must provide training on the application of service procedures to staff, training, and also daily workers.
Peningkatan Kualitas Pelayanan Room Service Melalui Penanganan Keluhan Tamu Putra , I Wayan Wiantara; Arianty, A.A. Ayu Arun Suwi
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i8.509

Abstract

Penelitian ini dilakukan supaya dapat mengetahui cara penerapan prosedur penanganan keluhan tamu di Mandapa A Ritz-Carlton Reserve. Peneliti melakukan pengamatan langsung selama peneliti melakukan on the job training di Mandapa A Ritz-Carlton Reserve. Data yang di dapat saat melakukan on the job training kemudian diolah dengan menguraikan masalah yang ada di lapangan, kemudian di bandingkan dengan standar yang ada di Mandapa A Ritz-Carlton Reserve. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dan lebih menggunakan analisis dengan menggunakan sumber data primer yang dimana peneliti terlibat langsung di lapangan yang berupa informasi dari narasumber dan data sekunder yang berupa bukti keluhan tamu dari internet. Untuk teknik analisisnya menggunakan deskritif kualitatif yang berupa kumpulan kata-kata. This research was conducted in order to find out how to apply the procedures for handlimg guest complaints at Mandapa A Ritz-Carlton Reserve. Researchers made direct observations while researchers were doing on the job training at Mandapa A Ritz-Carlton reserve. The data obtained when conducting on the job training is then processed by describing the problems that exist in the field, then compared with the standards in Mandapa A Ritz-Carlton Reserve. In the study, researchers used qualitative methods and use more analysis using primary data sources where researchers were directly involved in the field in the form of information from sourcer and secondary data in the form of evidence of guest complaints from the internet. The analysis technique uses a qualitative descriptive in the form of a collection of words.
The Effect of CHSE Implementation on Visitor Satisfaction in Tourism Attraction Pratiwi, Ni Nyoman Wiladi; Arianty, Anak Agung Ayu Arun Suwi; Dewi, I Gusti Ayu Melistyari
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i10.605

Abstract

The tourism industry has been substantially affected by COVID-19. The risk posed by the COVID-19 epidemic discourages people from visiting a tourist destination. Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) is a strategy created by the Ministry of Tourism and Creative Economy for the tourism sector in Indonesia with the goal of providing security and comfort and restoring traveler confidence following the COVID-19 outbreak. This research's objective is to determine the effect of CHSE application on visitor satisfaction at the Tanah Lot tourist destination. In order to collect data for this study's quantitative methodology, the researcher created a questionnaire with a number of predetermined criteria. The sample used in this study was 100 respondents. The study's data processing employed IBM SPSS version 26 to produce the study's findings. The researcher employed multiple linear regression analysis, descriptive statistical analysis, and hypothesis testing to analyze the data. The results of this study reveal that CHSE has a moderately substantial affect on visitor satisfaction at the Tanah Lot tourist attraction, which is 67.7%. CHSE also has a strong influence on visitor satisfaction at the Tanah Lot tourist attraction. The remaining 32.3% is affected by variables outside the scope of this study. The CHSE variable with the greatest impact on visitor satisfaction at the Tanah Lot tourist site is Environment Sustainability with value Standardized Coefficient Beta in the amount of 0,440. Industri pariwisata sangat terdampak oleh COVID-19. Risiko yang ditimbulkan oleh epidemi COVID-19 membuat masyarakat enggan mengunjungi suatu destinasi wisata. Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) merupakan strategi yang dibuat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk sektor pariwisata di Indonesia dengan tujuan memberikan keamanan dan kenyamanan serta memulihkan kepercayaan wisatawan pasca wabah COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan CHSE terhadap kepuasan pengunjung destinasi wisata Tanah Lot. Guna mengumpulkan data untuk metodologi penelitian kuantitatif ini, peneliti membuat kuesioner dengan sejumlah kriteria yang telah ditentukan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 100 responden. Pengolahan data penelitian ini menggunakan IBM SPSS versi 26 untuk menghasilkan temuan penelitian. Peneliti menggunakan analisis regresi linier berganda, analisis statistik deskriptif, dan uji hipotesis untuk menganalisis data. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa CHSE mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap kepuasan pengunjung objek wisata Tanah Lot yaitu sebesar 67,7%. CHSE juga mempunyai pengaruh yang kuat terhadap kepuasan pengunjung di objek wisata Tanah Lot. Sisanya sebesar 32,3% dipengaruhi oleh variabel diluar cakupan penelitian ini. Variabel CHSE yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap kepuasan pengunjung di lokasi wisata Tanah Lot adalah Kelestarian Lingkungan dengan nilai Standardized Coefisien Beta sebesar 0,440.
Kualitas Pelayanan Pramusaji di Restoran Ubud Jaya, I Kadek Ari Kresna; Arianty, A.A. Ayu Arun Suwi
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i1.688

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat pelayanan yang diberikan oleh pelayan di Restoran Melali menggunakan lima metrik yang berbeda: ketergantungan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti nyata. Studi kuantitatif deskriptif adalah apa yang kami lakukan di sini. Seluruh 621 pengunjung yang pernah makan atau minum di Restoran Melali menjadi populasi penelitian. Sampel purposive dari 86 peserta menjabat sebagai strategi pengambilan sampel untuk penyelidikan ini. Penyebaran kuesioner atau angket dengan skala Likert yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas digunakan sebagai metode pengumpulan data. Temuan menunjukkan bahwa secara umum tingkat pelayanan Restoran Melali memuaskan dan memadai. The purpose of this study was to evaluate the level of service provided by waiters at Melali Restaurant using five different metrics: dependability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles. Descriptive quantitative studies are what we do here. All 621 visitors who had eaten or drank at the Melali Restaurant became the study population. A purposive sample of 86 participants served as the sampling strategy for this investigation. Distributing questionnaires or questionnaires with a Likert scale that has gone through validity and reliability tests is used as a data collection method. The findings show that in general the service level of Melali Restaurant is satisfactory and adequate.
Penerapan Standar Operasional Prosedur untuk Meningkatkan Kinerja Pramusaji Dewi, Ni Putu Ira Sasmita; Arianty, A.A. Ayu Arun Suwi
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i1.701

Abstract

Kahuna restoran merupakan restoran yang dimiliki oleh Aloft Bali Seminyak Hotel. Dalam operasionalnya, telah ditetapkan beberapa Standar Operasional Prosedur (SOP) oleh manajemen Kahuna restoran untuk meningkatkan kinerja pramusaji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan standar operasional prosedur oleh pramusaji di Kahuna restoran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan staff dan F&B Manager. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 poin SOP terdapat 9 poin yang belum diterapkan secara maksimal. Hal ini dikarenakan adanya faktor dari internal dan external yang menjadi hambatan tersendiri. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah pihak manajemen dapat lebih meningkatkan lagi kinerja pramusaji dengan memberikan pelatihan tentang SOP dan selalu mengingatkan saat briefing untuk menerapkan SOP dengan baik. Kahuna restaurant is a restaurant owned by Aloft Bali Seminyak Hotel. In its operations, several Standard Operating Procedures (SOP) have been established by Kahuna restaurant management to improve the performance of waiters. The purpose of this study was to find out how the implementation of standard operating procedures by waiters at Kahuna restaurant. The methods used in this study are observation, interviews, and documentation with staff and F&B managers. The data analysis technique used is descriptive qualitative analysis technique. Based on the results of the study, it was shown that of the 20 SOP points, there were 9 points that had not been implemented optimally. This is because there are internal and external factors which are a separate obstacle. The advice that can be given in this study is that management can further improve the performance of waiters by providing training on SOPs and always reminding them during briefings to apply SOPs properly.