Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Kewirausahaan Kaum Muda Daerah 3T (Terdepan-Terluar-Tertinggal) berbasis Ekologi dalam Minat dan Intensinya Kristianto, Aloysius; Usman, Usman
Jurnal Maneksi (Management Ekonomi Dan Akuntansi) Vol. 9 No. 1 (2020): Jurnal Maneksi (Management Ekonomi Dan Akuntansi)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/jm.v9i1.447

Abstract

ABSTRACTThis research aims to find out the interests and intentions of young people in entrepreneurship in 3T areas in creating an ecology-based business by processing household organic waste into organic fertilizer as a product of the sale value in implementing sustainable development goals. The problem faced is how to foster interest and intentions of entrepreneurship among young people in border areas, household organic waste that is thrown away in vain, and high use of chemical fertilizers. The target of this research is young people in border areas with farmer family backgrounds not as entrepreneurs. This study uses participatory qualitative methods and project-based learning methods. The object of the research is purposefully selected using Focus Group Discussion (FGD) data collection techniques, unstructured open-ended interviews, participatory observation, and documentation. Factors that influence entrepreneurial interest are personality factors, sociological factors, and environmental factors as well as the processing of household waste into products of the sale value. The results of this study are that entrepreneurial interests and intentions are determined by freedom, self-efficacy, and more benefits if we are just employees, creativity. Ecologically-based business development has interesting potential to be developed, but in the production process, there is a tendency for these young people to be impatient (instant culture) in carrying it out and still lacking knowledge about how to package and market their products properly. 
Pengaruh Indeks Bursa Amerika, dan Bank Indonesia – 7 Days (Reverse) Repo Rate terhadap Indeks LQ45 Dedy, Dedy; Kristianto, Aloysius Hari; Ayustia, Rissa
Jurnal Maneksi (Management Ekonomi Dan Akuntansi) Vol. 9 No. 2 (2020): Jurnal Maneksi (Management Ekonomi Dan Akuntansi)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/jm.v9i2.517

Abstract

This study aims to determine the effect of the American stock exchange index (DJIA) and the effect of Bank Infonesia – 7 Days (Reverse) Repo Rate or known as BI7dRR on one of the stock indices in Indonesia that has comapnies with high liquidity, namely the LQ45 stock index. The period used as testing data is data derived from the publication of the movement of the Dow Jones Industrial Average and LQ45 stock index and percentage data from Bank Indonesia – 7 Days (Reverse) Repo Rate (BI7dRR) in 2016 – 2019. Data source of this study is a secondary data source obtained through the official stock movement websites (idx.com and nyse.com) as well as Bank Indonesia publications regarding BI7dRR movements. The design of this study uses a quantitative research design using multiple linier regression analysis models so that before testing the model, the data is tested first using classical assumptions. The results of this study indicate that the American Stock Exchange Index (DJIA) is significant and positive for the LQ45 stock index. Meanwhile, BI7dRR has an opposite or negative insignificant direction of influence on the LQ45. The positive influence of the American Stock Exchange Index (DJIA) on LQ45 is due to the fact that the United States is the country with the largest stock index and is the destination country for exports from Indonesia so that growth or movements that occur in America can shake growth in Indonesia. On the other side, BI7dRR is not significant and negative towards the LQ45 stock index, this is because the type of investor in Indonesia is the type who likes to make short-term investments compared to long-term invesments. BI7dRR is a monetary policy in replacing the BI Rate so that at the beginning of its implementation there was a decrese in the percentage of the BI7dRR movement, this was done in order to encourage the domestic economy in accodance with the objectives to be achieved by the government through more optimal credit distribution in the community.
POTENSI PENGEMBANGAN EKONOMI SIRKULAR KERAKYATAN DAN SOLUSI PERMASALAHAN SAMPAH TIDAK TERKELOLA (STUDI KASUS DESA SUNGAI DURI KABUPATEN BENGKAYANG) Kristianto, Aloysius Hari; Siahaan, Shanti Veronica br; Vuspitasari, Benedhikta Kikky
Jurnal Maneksi (Management Ekonomi Dan Akuntansi) Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal Maneksi (Management Ekonomi Dan Akuntansi)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/jm.v11i1.1069

Abstract

Konsep ekonomi sirkular berupaya menjawab persoalan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat yang tidak terkelola dengan menciptakan barang-barang baru dari sumber daya sampah yang bermanfaat dan bernilai ekonomis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi isu-isu pengelolaan sampah yang dapat mempengaruhi perekonomian daerah dan lingkungan. Teknik penelitian yang digunakan adalah pendekatan dinamika sistem kualitatif berdasarkan Causal Loop Diagram. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode triangulasi yang digunakan dalam proses analisis data, meliputi wawancara mendalam dengan informan kunci, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Implementasi gagasan ekonomi sirkular berbasis masyarakat di Desa Sungai Duri, Bengkayang, Kalimantan Barat, membutuhkan proses secara bertahap, terutama dalam hal perubahan perilaku. Untuk melaksanakannya, diperlukan penjabaran dan langkah-langkah kerjasama antarpemangku kepentingan, terutama masyarakat umum, akademisi, pemerintah daerah, perusahaan, dan aktivis lingkungan. Program kerja yang dapat dilakukan antara lain pembentukan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle), bank sampah unit dan induk dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta pendampingan dan pelatihan pengelolaan sampah di setiap dusun, dari SD sampai SMA/SMK. Pentingnyaketerlibatan antar pemangku kepentingan dalam mengembangkan partisipasi masyarakat untuk manajemen sampah sehingga masyarakat dapat mandiri dalam mengelola dan mendapatkan manfaat secara finansial, lingkungan yang bersih dan kesehatan masyarakat yang meningkat .
Preferensi Konsumen di Daerah Perbatasan: Analisis Determinan Kepuasan Konsumen Produk Hanasui di Bengkayang Nadila, Astri Evarista; Kristianto, Aloysius Hari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6179

Abstract

Berkembangnya pertumbuhan industri kosmetik di Indonesia telah memicu persaingan ketat, di mana suatu produk dituntut untuk berkompetisi dengan produk berskala nasional maupun internasional. Fenomena ini menjadi relevan di Kabupaten Bengkayang, sebuah wilayah perbatasan yang memiliki karakteristik pasar unik akibat tingginya aksesibilitas terhadap produk impor dari Malaysia. Dalam konteks persaingan yang kompetitif ini, pemahaman mengenai faktor-faktor yang berperan dalam membentuk kepuasan konsumen menjadi aspek yang sangat penting bagi keberlangsungan merek dalam negeri seperti Hanasui. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif metode survei untuk menguji variabel-variabel yang terlibat. Data dikumpulkan dari 140 responden pengguna produk Hanasui di Kabupaten Bengkayang, yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Untuk menguji hubungan antar variabel, data diolah menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, baik kualitas produk maupun harga memiliki pengaruh positif dan signifikan dalam membentuk kepuasan pelanggan. Hasil ini menegaskan bahwa kepuasan konsumen di wilayah perbatasan sangat bergantung pada sinergi antara kualitas produk yang unggul dan strategi penetapan harga yang selaras dengan nilai yang dirasakan (perceived value) oleh pelanggan. Oleh karena itu, penguatan standar kualitas dan kebijakan harga yang kompetitif menjadi instrumen strategis bagi produsen guna menjaga pangsa pasar di tengah gempuran produk kompetitor maupun produk luar negeri.
Determinasi Loyalitas Pelanggan: Aspek Kualitas Layanan dan Kepuasan Pengguna Shopee di Kabupaten Bengkayang Lestari, Hesti; Kristianto, Aloysius Hari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6181

Abstract

Loyalitas pelanggan merupakan aset strategis bagi platform e-commerce dalam menghadapi saturasi pasar digital saat ini. Penelitian ini memiliki tujuan untuk membedah pengaruh kepuasan konsumen dan kualitas pelayanan sebagai faktor kunci yang menentukan retensi pengguna Shopee di Kabupaten Bengkayang. Fenomena ini menarik untuk dikaji guna melihat sejauh mana infrastruktur layanan digital mampu menciptakan kesetiaan pengguna di wilayah tersebut. Studi ini menerapkan desain riset kuantitatif pendekatan asosiatif. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen kuesioner yang melibatkan 120 responden di Kabupaten Bengkayang. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara non-probability sampling melalui metode purposive sampling. Data yang terkumpul kemudian diuji secara statistik menggunakan analisis regresi linear berganda dengan dukungan perangkat lunak SPSS versi 16 untuk memastikan akurasi hasil pengujian hipotesis. Analisis data secara parsial menunjukkan bahwa kepuasan konsumen memiliki peran positif dan signifikan dalam membentuk loyalitas pelanggan dengan tingkat signifikan sebesar 0,013<0,05. Temuan serupa ditemukan pada variabel kualitas pelayanan yang menunjukkan pengaruh positif dan signifikan yang sangat kuat terhadap loyalitas pelanggan dengan tingkat signifikan sebesar 0,000<0,05. Secara kolektif atau simultan, sinergi antara kepuasan konsumen dan kualitas pelayanan terbukti menjadi determinan penting dalam mengunci loyalitas pengguna Shopee di Kabupaten Bengkayang yang memiliki nilai signifikansi 0,000<0,05. Implikasi penelitian ini menyarankan bahwa penguatan kualitas layanan teknis secara konsisten akan berbanding lurus dengan peningkatan loyalitas pengguna di daerah.