Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PROYEK JALUR GANDA MOJOKERTO – SEPANJANG JGMS-10 DENGAN METODE HAZOP DAN BOWTIE Dicky Cahya Pratama; Susapto Susapto; Deni Putra Arystianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i1.3679

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja di sektor kontruksi sangat dibutuhkan karena memiliki risiko yang tinggi. Hal inilah yang menjadi alasan betapa pentingnya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang baik sebagai upaya pencegahan terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini memilih sektor kontruksi Jalan Kereta yaitu jalur Ganda Mojokerto – Sepanjang Paket JGMS-10 dengan Metode Hazop dan Bowtie sebagai fokus penelitian. Tujuan Skripsi ini adalah untuk mengetahui dan membuktikan apakah Sistem Manajemen Keselamatan dan kesehatan Kerja (SMK3) Proyek Jalur Ganda Mojokerto – Sepanjang Paket JGMS-10 sudah berjalan dengan baik, mengetahui kendala serta pencegahan yang dihadapi serta mengidentifikasi risiko bahaya yang terjadi di proyek ini. Penelitian ini menggunakan metode survei melalui kuesioner lalu diolah dengan software IBM SPSS 25 dan metode scoring. Untuk identifikasi risiko bahaya menggunakan Metode Hazop lalu divisualisaikan dengan Metode Bowtie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek tersebut telah menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dengan total keberhasilan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Proyek Jalur Ganda Mojokerto-Sepanjang Paket JGMS-10 mencapai nilai 90.27% yang menunjukkan bahwa penerapaan SMK3 berjalan dengan sangat baik. Terdapat hambatan antara lain Penggunaan Alat Pelindung Diri, Pemantauan Kesehatan serta Rendahnya Kepemimpinan ahli K3 dan Komitmen dalam penerapan K3 bagi para pekerja. Dari hasil identifikasi menggunakan Metode Hazop dan Bowtie didapatkan risiko kecelakaan kerja yang termasuk dalam beberapa kategori yaitu ekstrim, tinggi dan sedang. Terdapat kegiatan yang memiliki indikasi bahaya seperti alat tertabrak kereta, terjatuh ke galian, tertimpa material dan tertusuk material, sehingga didapat risiko dominan beserta penyebab, dampak, dan pengendalian risikonya. Berdasarkan hasil perhitungan biaya K3 didapat nilai sebesar Rp. 227,196,800
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN BETON BERTULANG PADA STRUKTUR ATAS DALAM PROYEK GEDUNG D UPT PERPUSTAKAAN PROKLAMATOR BUNG KARNO Teguh Septian; Dodik Nursaleh; Deni Putra Arystianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.4151

Abstract

Tahap konstruksi merupakan fase yang harus diberi perhatian agar mencapai tujuan utama dalam menghasilkan proyek berkualitas. Pada tahap ini, pengelola proyek harus mempertimbangkan aspek positif dan negatif yang akan muncul pada tahap operasional berikutnya. Keberhasilan kontraktor tergantung pada kemampuannya dalam menerapkan metode konstruksi yang tepat di lokasi proyek. Setiap metode konstruksi berbeda dalam kebutuhan sumber daya, produksi limbah, serta capaian tujuan proyek dalam hal biaya, mutu, dan waktu. Metode pelaksanaan konstruksi menjadi kunci dalam mewujudkan perencanaan menjadi bangunan fisik yang nyata. Metode ini didasarkan pada penerapan konsep rekayasa dengan mempertimbangkan beberapa persyaratan. Persyaratan yang perlu dipertimbangkan antara lain, dari dokumen pelelangan (dokumen pengadaan), kondisi teknis dan ekonomis di lapangan, serta sumber daya yang tersedia termasuk pengalaman kontraktor. Peranan metode pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi adalah untuk menyusun langkah-langkah kerja dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Melalui cara kerja yang ditentukan, metode ini juga membantu dalam menentukan urutan pekerjaan dan menyusun jadwal sehingga dapat mencapai penyelesaian pekerjaan yang optimal. Salah satu pekerjaan yang butuh perhatian lebih didalam metode pelaksanaan bangunan adalah pekerjaan beton bertulang pada struktur atas bangunan. Beton bertulang adalah jenis beton yang diperkuat dengan material baja tulangan, seperti batang atau jaringan kawat baja. Konstruksi beton bertulang menjadi populer karena kombinasi kekuatan beton yang tinggi dalam menahan tekanan dan kekuatan baja yang tinggi dalam menahan tarikan. Gabungan kedua material ini memungkinkan beton bertulang untuk digunakan dalam berbagai proyek konstruksi yang memerlukan daya dukung yang tinggi, seperti gedung bertingkat tinggi, jembatan, bendungan, dan infrastruktur lainnya. Pengaplikasian beton bertulang dapat ditemui pada struktur atas bangunan. Struktur atas bangunan adalah bagian dari struktur bangunan yang berada diatas muka tanah.  Pada bagian ini, semua beban bangunan akan ditransferkan ke bagian pondasi (struktur bawah bangunan). Struktur atas bangunan, meliputi struktur kolom, struktur balok, dan struktur plat lantai.
ANALISIS PENERAPAN SMK3 DALAM PEMBANGUNAN GEDUNG D PERPUSTAKAAN PROKLAMATOR BUNG KARNO DI KOTA BLITAR Rizaldy Rizky Akbar Pratama; Muhammad Rivo Alfriandi; Deni Putra Arystianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.4160

Abstract

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan standarisasi keselamatan dalam dunia kerja terutama konstruksi untuk menjamin keselamatan para pekerja dari resiko yang mungkin terjadi. Penerapan SMK3 di Indonesia terbilang rendah. Menurut data BPJS rentang Januari hingga November 2022 terdapat sebanyak 265.334 kasus kecelakaan kerja diberbagai bidang, sebagian besar data tersebut merupakan kecelakaan dibidang konstruksi. Jurnal ilmiah ini membahas tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, memberikan pemahaman tentang betapa pentingnya menjaga kesejahteraan pekerja di berbagai industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan SMK3 yang sudah ada dengan solusi untuk tantangan yang dihadapi, dengan tujuan akhir untuk mengusulkan pendekatan inovatif guna meningkatkan pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yaitu pengambilan sample dilakukan secara langsung dengan observasi lapangan. Nantinya akan dilakukan analisis komprehensif pada setiap pekerjaan yang di observasi untuk mengetahui resiko yang mungkin ditimbulkan. Lokasi penelitian yang diobservasi adalah proyek pembangunan Gedung D Perpustakaan Proklamator Bung Karno yang berada di Jalan Kalasan No 1, Bendogerit, Kec. Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui penerapan SMK3 pada proyek pembangunan Gedung D Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Hasil dari analisis ini adalah ditemukannya bahwa kendala penerapan SMK3 pada para pekerja (tukang) yang minim. Para pekerja menganggap bahwa peralatan Alat Perlindungan Diri (APD) bukanlah kebutuhan pokok pada saat bekerja, dan merasa kurang nyaman menggunakan APD pada saat melakukan pekerjaan di lokasi konstruksi. Meskipun sudah dipersiapkan APD oleh pihak kontraktor, para pekerja sudah terbiasa bekerja tanpa menggunakan APD.
UPAYA SPEED UP PEMASANGAN TULANGAN KOLOM DENGAN MOBILE CRANE PEMBANGUNAN GEDUNG AC POLINEMA TAHAP II Algina Dia Tasya; Rosyidah Auliya Haqiqi Nasution; Deni Putra Arystianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.4479

Abstract

Manajemen Proyek yang baik harus dikerjakan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan dan memenuhi spesifikasi yang disyaratkan. Seiring berkembangnya teknologi banyak metode pelaksanaan yang dapat dilakukan untuk mempercepat pekerjaan di bidang konstruksi. Mobile Crane atau derek bergerak merupakan salah satu upaya speed up yang dapat bekerja lebih efisien dibanding dengan pemakaian katrol. Jurnal ini bertujuan untuk mengetahui peran penggunaan katrol dan mobile crane pada pembangunan gedung AC Polinema tahap II. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi literatur serta data dari pihak konsultan pengawas berupa gambar kerja, Rencana Kerja dan Syarat - syarat (RKS).Berdasarkan grafik penjadwalan dan progres kerja, terjadi keterlambatan pekerjaan sebesar -0.55% pada minggu ke-3. Hal tersebut menunjukkan bahwa salah satu kendala yang dialami saat pembangunan berlangsung yakni keterlambatan pekerjaan. Pengadaan mobile crane menjadi salah satu opsi yang dipilih untuk mempercepat pekerjaan. Berdasaran spesifikasi mobile crane dalam satu kali angkat, crane dapat menaikkan total 5 lembar wiremesh dengan estimasi waktu ±40 detik. Sedangkan apabila menggunakan metode pengangkatan konvensional dengan katrol, membutuhkan waktu ±25 detik untuk per lembar wiremesh. Dengan asumsi waktu 1 jam dan tanpa memperhitungkan waktu putar lengan crane, mobilisasi alat, serta persiapan pengangkatan lainnya.
SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PROYEK GEDUNG AKUNTANSI DAN ADMINISTRASI NIAGA POLITEKNIK NEGERI MALANG Muhammad Tri Budi Septiawan; Muhammad Faishal Bagoes Aurino; Deni Putra Arystianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.4597

Abstract

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) adalah standar krusial untuk menjaga keamanan pekerja, terutama dalam sektor konstruksi. Namun, di Indonesia, implementasinya masih jauh dari memadai. Data BPJS tahun 2022 mencatat peningkatan dramatis dalam kasus kecelakaan konstruksi, mencapai 265.334 kasus. Penelitian ini difokuskan pada aspek keselamatan dan kesehatan kerja, dan bertujuan untuk menemukan solusi inovatif guna meningkatkan efektivitas SMK3. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan observasi langsung dilakukan di lokasi konstruksi Gedung Akuntansi dan Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Malang. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesadaran pekerja terhadap pentingnya SMK3 masih rendah, terutama dalam hal penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Meskipun APD telah disediakan, pekerja merasa tidak nyaman menggunakannya, menyebabkan penerapannya yang minim. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan pendekatan inovatif. Edukasi intensif tentang pentingnya SMK3 dan pelatihan praktis mengenai penggunaan APD harus diberikan kepada pekerja secara teratur. Peran kontraktor juga sangat penting; mereka perlu terlibat aktif dalam memastikan pemahaman dan penerapan SMK3, serta memberikan dukungan agar pekerja menggunakan APD dengan konsisten. Diharapkan, langkah-langkah ini akan memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja di proyek-proyek konstruksi, termasuk Gedung Akuntansi dan Administrasi Niaga.
ANALISIS HIGHEST AND BESTUSE PADA LAHAN KOSONG DI JALAN ADBUL GANI ATAS KOTA BATU Nuruddin Habibi; Sitti Safiatus Riskijah; Deni Putra Arystianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.5072

Abstract

Batu memiliki pariwisata yang sangat pesat, sehingga nilai harga tanah sangat tinggi. Pada penelitian ini penulis memilih lahan kosong dan ingin memanfaatkan lahan tersebut. Analisis ini bertujuan untuk memilih alternatif properti yang dapat memberikan nilai produktivitas optimal pada lahan kosong seluas 16,554 m2. Penulis telah melakukan analisis highest and best use (HBU) lahan tersebut, untuk memilih alternatif diantara hotel atau apartemen yang dapat memberikan nilai produktivitas optimal. Analisis ini memerlukan data nilai fisik, kelayakan hukum, dan kelayakan finansial serta nilai produktivitas dengan properti alternatif berupa hotel atau apartemen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan membuat desain properti alternatif yang sesuai dengan peraturan RTRW (Rencana Tata Ruang Kota) Daerah Malang Rayatahun 2010-2030 dan juga Peraturan Bangunan Kota Batu tahun 2012. Hasil desain tersebut kemudian digunakan untuk mencari nilai kelayakan finansial dan nilai produktivitas untuk setiap alternatif properti.Dari perbandingan hasil estimasi biaya diketahui bahwa jenis properti apartmen memberikan nilai produktivitas paling optimal dengan nilai produktivitas maksimum meningkat sebesar 75% dan layak untuk dilaksanakan pada lahan kosong ini dengan nilai Internal Rate of Retrun sebesar 15,436%, Benefit Cost Ratio sebesar 1.291. dan Net Present Value sebesar Rp176.828.541.777.451Kata Kunci: analisis HBU, hotel ,apartemen
PROJECT PLANNING PEMBANGUNAN JEMBATAN SIMPANG SUSUN KARANGANOM JALAN TOL SOLO - JOGJA Usamah Abdul Aziz; Suhariyanto Suhariyanto; Deni Putra Arystianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5520

Abstract

Proyek Pembangunan Jembatan Simpang Susun Karanganom di Jalan Tol Solo – Jogja terletak di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dengan panjang bentang 92,31 meter. Proyek ini mengalami keterlambatan sebesar 5% dari target yang direncanakan. Perencanaan proyek dilakukan untuk memastikan ketepatan waktu, biaya, dan mutu. Skripsi ini bertujuan untuk memberikan beberapa alternatif pada struktur organisasi, tata letak lokasi, manajemen lalu lintas, strategi dan metode pelaksanaan, rencana mutu, rencana keselamatan konstruksi, rencana durasi, dan rencana anggaran pelaksanaan. Data yang dibutuhkan mencakup gambar kerja, spesifikasi umum, harga satuan upah, alat, dan bahan di Kabupaten Klaten tahun 2023. Microsoft Project digunakan untuk penjadwalan, dan Microsoft Excel untuk rencana anggaran pelaksanaan dan pembuatan Kurva S. Alternatif perencanaan proyek menghasilkan struktur organisasi fungsional yang dipimpin oleh manajer proyek, tata letak lokasi berdasarkan perhitungan indeks keselamatan dan jarak tempuh, manajemen lalu lintas dengan satu akses keluar masuk dari sisi Klaten, metode pelaksanaan dibagi menjadi dua zona untuk pekerjaan struktur bawah jembatan, waktu pelaksanaan proyek selama 124 hari kerja, mutu berdasarkan rencana mutu dan setiap item pekerjaan sesuai spesifikasi teknis dan target mutu, rencana keselamatan kerja yang mencakup tujuan, struktur organisasi, prosedur tanggap darurat, tabel IBPRP, upaya mencapai zero accident, peralatan penunjang K3, jadwal pelaksanaan program K3, serta total rencana anggaran pelaksanaan sebesar Rp26.077.773.100,00.
UJI EKSPERIMENTAL PEMANFAATAN LIMBAH ABU DAUN PISANG PADA BETON INTERLOCK SEBAGAI DINDING PENAHAN OPRIT JEMBATAN Annisa Zakiyah Najib; Nawir Rasidi; Deni Putra Arystianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5623

Abstract

Perkembangan infrastruktur jembatan khususnya dinding penahan oprit jembatan melakukan inovasi terbarukan dengan menggunakan interlock concrete block, selain itu penelitian terbaru melakukan pengembangan bahan tambahan pada beton yang sifatnya ekonomis dan ramah lingkungan. Penelitian ini menyelidiki penggunaan abu daun pisang (BLA) yang mengandung silika sebagai bahan tambahan pada beton interlock untuk meningkatkan daya tahan dan kekuatan konstruksi. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh BLA (0%, 1%, 4.5%, 8%) terhadap kekuatan tekan dan tarik beton, menentukan persentase BLA optimal, nilai kuat geser desain beton interlock, serta membandingkan anggaran 1m³ dinding beton interlock dengan batu kali. Metode eksperimental melibatkan 32 sampel silinder (15 x 30 cm) untuk uji tekan dan tarik, serta 2 sampel interlock (60 x 15 x 45 cm) untuk uji geser selama 28 hari. Hasilnya, kekuatan tekan rata-rata berkisar antara 26.00 MPa hingga 33.00 MPa, kekuatan tarik antara 3.2 MPa hingga 3.7 MPa, dan kekuatan geser 22,957 ton/m². Anggaran pembuatan 1m³ beton interlock adalah Rp 655.153, sementara batu kali Rp 938.109. Penambahan BLA optimal adalah 1%, meskipun terjadi penurunan kekuatan pada 4.5% dan 8%. Kekuatan tarik berkurang dengan penambahan BLA, dan kapasitas beban benda uji ukuran 60 x 15 x 15 cm adalah 1942,83 Kg.
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR ATAS JEMBATAN PRATEGANG PULUHAN PADA RUAS JALAN TOL SOLO - KLATEN Dindi Putri Azzahra; Aulia Rahman; Deni Putra Arystianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.5695

Abstract

Jembatan merupakan konstruksi yang dibuat untuk melewati suatu rintangan seperti lembah dalam, aliran sungai, danau, saluran irigasi, sungai, rel kereta api, jalan raya melintang pada tingkat yang berbeda dan lain-lain. Jembatan Prategang Puluhan berada pada ruas Jalan Tol Solo – Yogyakarta – NYIA Kulon Progo Ruas Solo – Klaten STA 13+867. Jembatan ini memiliki bentang 40 meter, akibatnya tidak terdapat akses jalan desa untuk penduduk desa dan untuk petani yang akan menuju sawah yang berada di samping jembatan dan jalan tol sehingga penulis merencanakan ulang dengan bentang 50 meter. Perencanaan ulang mengacu pada Panduan Praktis Perencanaan Teknis Jembatan Bina Marga Tahun 2021 dan SNI 1725:2016. Hasil pembebanan pada aplikasi Staad Pro V8i didapatkan hasil analisa pembebanan pada Jembatan Prategang Puluhan yaitu untuk beban sendiri (selfweight) 5376,672 kNm, beban mati tambahan 1085,758 kN, beban hidup 4600,92 kN. Berdasarkan perhitungan yang sudah dilakukan, didapatkan dimensi dari girder atau gelagar PCI yaitu tinggi 2,1 meter dan lebar 0,8 meter, jenis strand yang digunakan yaitu seven wire strand, low relaxation, jumlah tendon yang terpasang yaitu 4 dengan masing masing tendon terdapat 19 strand, Hasil lendutan izin yaitu 62,5 mm dan lendutan ultimit yaitu 57,708 mm. Pelat kendaraan dengan tebal 0,25 meter, menggunakan tulangan pada tumpuan dan lapangan yaitu D16-200. Pelat injak dengan tebal 0,25 meter, menggunakan tulangan arah melintang dan arah memanjang yaitu D16-150. Diafragma yang digunakan yaitu berdimensi 0,5 meter x 1,52 meter dengan tulangan utama 8D22 dan tulangan Sengkang D13-200. Barrier yang digunakan dengan tinggi 1,2 meter dan lebar 0,5 meter, menggunakan tulangan D16-100. Didapatkan hasil RAB (Rencana Anggaran Biaya) sebesar Rp. 4.326.000.530,00.
ANALISIS IMPLEMENTASI LEAN CONSTRUCTION UNTUK MENGURANGI WASTE PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG ITB SCIENCE TECHNO PARK BANDUNG Rhaka Pandhega; Fadjar Purnomo; Deni Putra Arystianto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.6263

Abstract

Pada pelaksanaan pembangunan gedung, masih ditemukan masalah ketidakefisienan yang bisa menghalangi proses pekerjaan konstruksi. Oleh karena itu, dalam proyek ini diperlukan perencanaan yang cermat di semua bidang untuk mencegah gangguan yang dapat menghambat pembangunan. Aktivitas yang menggunakan sumber daya tetapi tidak menghasilkan nilai yang diharapkan, menyebabkan pemborosan (waste). Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi pemborosan (waste) pada proyek konstruksi agar tidak mengganggu proses pembangunan dengan menggunakan metode lean construction dengan melakukan wawancara terhadap kontraktor dan mandor untuk menganalisa adanya waste dan faktor faktor penyebabnya, kemudian dilanjutkan dengan menyebarkan kuesioner pertanyaan 8 waste of lean. Data tersebut kemudian diuji validitas dan reliabilitas, serta dianalisa menggunakan metode last planner system. Berdasarkan dari pengolahan data dan analisis data pada Proyek ITB Science Techno Park Bandung didapatkan faktor - faktor penyebab waste of lean. Ada 26 sub variabel penyebab waste of lean. Faktor penyebab waste yang paling besar pada variabel X3.1 adalah menunggu pendatangan keterlambatan material dengan nilai (r hitung) sebesar 0,928. Dari analisa data penelitian dapat disimpulkan strategi untuk mengurangi waste pada proyek ITB Science Techno Park Bandung adalah keberlanjutan penerapan lean construction tools. Lean construction tools pada proyek ini yang digunakan adalah The Last Planner System dengan cara membuat milestone dengan acuan master schedule. Kemudian dilanjutkan dengan membuat 3 Month Look Ahead, menyusun Weekly Work Plan dan Daily Work Plan. Langkah yang terakhir yaitu menganalisa waste level dengan Constraint log. Sehingga waste dapat diidentifikasi dan dapat segera diselesaikan.