Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

KAJIAN JENIS, FUNGSI, DAN MAKNA MANTRA BUGIS DESA TANJUNG SAMALANTAKAN (A STUDY OF TYPES, FUNCTIONS, AND MEANINGS BUGINESE MANTRAS OF TANJUNG SAMALANTAKAN VILLAGE) Andi M Yahya
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 6, No 2 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.996 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v6i2.3749

Abstract

Kajian Jenis, Fungsi, dan Makna Mantra Bugis Desa Tanjung Samalantakan. Mantra Bugis DesaTanjung Samalantakan merupakan susunan kata-kata mengandung kekuatan gaib. Mereka sangatpercaya akan adanya kekuatan gaib yang terkandung dalam mantra untuk merealisasikan tujuannya kedalam wujud nyata. Tujuan penelitan ini untuk mendeskripsikan jenis, fungsi, dan makna mantra BugisDesa Tanjung Samalantakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan. Metode yang digunakanadalah metode deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa mantra Bugis yang diperoleh dari hasilwawancara dan studi pustaka. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mencatat dan merekammantra yang diucapkan informan. Dari hasil penelitian bahwa jenis mantra Bugis yakni (1) mantraadat istiadat, mantra pengobatan, mantra pemikat, dan mantra pelindung diri. (2) fungsi mantra Bugisdiantaranya untuk mendirikan rumah, untuk menyimpan uang, mudah melahirkan, untuk mengobatisakit, untuk memanggil kekasih hati, untuk menundukan istri, untuk keberanian, untuk pelindung diri,untuk menambah kekuatan pukulan, (3) makna mantra Bugis. Pertama, berkenaan dengan hubunganmanusia dengan. Kedua, berkenaan dengan hubungan manusia dengan sesamanya. Ketiga, berkenaan164dengan hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi nilai jaga diri, dan keempat, berkenaan denganhubungan manusia dengan makhluk lainnya.Kata-kata kunci: mantra bugis, jenis, fungsi, makna
REMBUK STUNTING DI DESA SIGAM KECAMATAN PULAU LAUT SIGAM KABUPATEN KOTABARU Sri Juniati; Andi Muhammad Yahya; Husni Mubarak; Normasunah Normasunah; Nilam Sari; Muhammad Ali; Radiatul Adawiah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i1.12388

Abstract

Stunting itu merupakan masalah gizi yang dialami oleh anak yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu cukup lama yang bisa membuat pertumbuhan pada anak bisa terhambat. Ada beberapa faktor yang menyebabkan anak mengalami stunting yaitu pola pengasuhan yang tidak baik, terbatasnya layanan kesehatan, kurangnya mengkonsumsi makanan bergizi dan kurangnya fasilitas air bersih dan sanitasi. Metode yang digunakan dalam pengadian ini adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) atau Pemahaman Partisipatif Kondisi Pedesaan adalah pendekatan dan metode yang memungkinkan masyarakat secara bersama-sama menganalisis masalah kehidupan dalam rangka merumuskan perencanaan dan kebijakan secara nyata. Hasil yang diperoleh dari pengabdian ini, diketahui jumlah balita yang termasuk di Bawah Garis Merah (BGM) sebanyak 3 balita dari 26, pemerintah desa menganggarkan 20 % dari dana desa yang akan diperuntukkan dibidang program kesehatan.
SOSIALISASI PENTINGNYA PENDIDIKAN DI DESA SARANG TIUNG KECAMATAN PULAU LAUT SIGAM KABUPATEN KOTABARU Sri Juniat; Andi Muhamamd Yahya; Wulandari S; Radiatul Adawiah; Agus Syarifuddin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.18718

Abstract

Sosialisasi tentang pendidikan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya pendidikan bagi manusia dan memberikan motivasi bagi masyarakat di desa Sarang Tiung Kecamatan Pulaulaut Sigam dengan bekerja sama antara dengan berbagai pihak untuk terwujudnya pendidikan yang bersinergi baik dari lingkungan keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di desa Sarang Tiung Kecamatan Pulaulaut Sigam dan dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat yaitu dari Kepala Desa, Perangkat Desa, Kepala Dusun, Ketua RT, orang tua serta para tokoh masyarakat desa Sarang tiung itu sendiri. Pengabdian Pada Masyarakat ini merupakan wahana bagi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia untuk mengabdikan keilmuannya. Pengabdian Masyarakat ini menggunakan metode ceramah yaitu dengan teknik penyampaian secara langsung kepada masyarakat, dilanjutkan dengan melakukan diskusi dan tanya jawab sebagai bentuk kegiatan interaksi secara langsung. Hasil pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat memperlihatkan hasil yang menunjukan tingkat pemahaman peserta pengabdian kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan bagi manusia, dengan pengabdian masyarakat ini banyak masyarakat mulai tersadarkan akan pentingnya pendidikan dan memiliki motivasi tinggi untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan mendorong kegiatan pendidikan yang ada di Desa. Masyarakat termotivasi untuk menata masa depan anak-anaknya melalui pendidikan agar menjadi bekal untuk generasi muda yang dapat bersaing di era perkembangan zaman.
PEMBERDAYAAN GURU KADER REVITALISASI UKS MELALUI SEKOLAH SEHAT, WUJUDKAN ANAK SEHAT BERKARAKTER Normasunah, Normasunah; Mubarak, Husni; Juniati, Sri; Yahya, Andi Muhammad; Rahmayanti , Rahmayanti; S , Wulandari
Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah merupakan salah satu lembaga yang paling terdampak karena harus ditutup total dalam rangka mengendalikan penyebaran virus corona. Dikaitkan dengan kondisi pandemi saat ini, pendampingan dan pengembangan UKS menjadi salah satu kunci dalam pengendalian wabah virus di lingkungan sekolah dengan memperhatikan protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk melakukan pelatihan pendampingan pengelolaan UKS dan implementasi program usaha kesehatan sekolah (UKS). etode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan, demonstrasi dan diskusiyang dilaksanakan secara daring. Kegiatan ini terdiri dari 2 sesi, pada sesi 1 materi yang disampaikan adalah Pengukuran tanda-tanda vital dan penanganan penyakit yang sering terjadi di Sekolah. Kemudian, pada sesi kedua dilakukan penguatan informasi terkait materi UKS dari siswa MAN Kotabaru. Sebelum kegiatan pelatihan tingkat pengetahuan peserta cukup (30%) dan kurang (70%), sedangkan setelah dilakukan kegiatan pelatihan tingkat pengetahuan peserta menjadi baik (30%), cukup (20%) dan kurang (50%). Kesimpulan kegiatan pelatihan pengelolaan UKS dapat meinigkatkan kemampuan siswa dalam mencegah virus.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Google Sites pada Mata Kuliah Semiotika di STKIP Paris Barantai: Development of Google Sites-Based Learning Media in Semiotics Course at STKIP Paris Barantai Yahya, Andi Muhammad; Noortyani, Rusma; Santanapurba, Harja
Anterior Jurnal Vol. 24 No. Special-1 (2025): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v24iSpecial-1.8993

Abstract

The purpose of developing learning media based on Google Sites in the Semiotics course at STKIP Paris Barantai is to improve the quality of learning by utilizing technology that is easily accessible to students. This research uses a research and development (R&D) method with the ADDIE model, which consists of five stages: (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). As a result of the analysis stage, STKIP Paris Barantai has adequate facilities, but its utilization in learning is still limited. Google Sites-based learning media for the Semiotics course was developed based on the results of design and development. The trial with a small group of 8 students got results (93%) and a large group of 35 students got results (89%) indicating that this learning media is very feasible to use at the implementation stage. The results of the feasibility test conducted by media experts and material experts on Google Sites-based learning media showed that media experts gave an assessment of 85% with a very feasible category, and media experts gave an assessment of 87% with a very feasible category. Based on these results, shows that the use of Google Sites as a learning tool is very effective in improving students' understanding of the material and making education more flexible and interactive. It is hoped that these tools can be an alternative to more advanced learning.
MAKNA SIMBOLIK TRADISI MAPPATETTONG BOLA PADA MASYARAKAT BUGIS DI DESA MUARA PAGATAN Yahya, Andi Muhammad; Mu'in, Fatchul; Noortyani, Rusma
FIKRUNA: Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 7 No 2 (2025): FIKRUNA : JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEMASYARAKATAN
Publisher : STIT Ibnu Rusyd Tanah Grogot

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56489/fik.v7i2.302

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya prilaku, persepsi tindakan dan lain-lain. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk menggambarkan tradisi “Mappatettong Bola”. Hasil dari penelitian dalam tradisi "Mappatettong Bola" suku Bugis di Muara Pagatan, berbagai elemen simbolis digunakan dalam ritual mendirikan rumah, seperti Majang (bunga kelapa), Kaluku (kelapa), Kaeng Onyi (kain kuning), dan Passili (daun setawar). Majang melambangkan rezeki, Kaluku simbol kehidupan dan kesuburan, sedangkan Kaeng Onyi dan Passili memiliki makna spiritual terkait perlindungan dan kesejahteraan. Elemen lainnya seperti Manu’ (ayam), Berre Pulu (beras ketan), Otti (pisang), Apang (kue), Loa-loa (kendi), Tello (telur), dan Golla Cella (gula merah) juga digunakan sebagai simbol kehidupan, kebersamaan, keberuntungan, serta doa untuk keberkahan dan perlindungan. Implikasi tradisi mendirikan rumah dalam etnopedagogi terkait dengan penerapan nilai budaya lokal dalam pendidikan. Tradisi ini mengajarkan keterampilan praktis, kerjasama, dan rasa hormat terhadap alam, yang dapat diterapkan dalam pendidikan berbasis konteks budaya. Etnopedagogi juga menekankan nilai keharmonisan antara manusia dan alam, serta pemahaman tentang aspek material dan spiritual. Pembelajaran berbasis pengalaman lokal memperkenalkan generasi muda pada pengetahuan berkelanjutan dan ramah lingkungan. Selain itu, tradisi ini mengajarkan nilai sosial seperti solidaritas, peran gender, dan pelestarian kearifan lokal, yang dapat memperkaya pendidikan untuk generasi mendatang.
Pendalaman Literasi Kritis Berbasis Digital Bagi Guru Bahasa Indonesia SMA di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Jumadi; Noortyani, Rusma; Alfianti, Dewi; Kamal, Sirajuddin; Ngalimun; Mubarak, Husni; Yahya, Andi Muhammad; Fitriana, Arina
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v3i3.1374

Abstract

Literasi kritis merupakan kemampuan berpikir analitis dan reflektif yang sangat penting dimiliki oleh pendidik, terutama di tengah arus informasi digital yang cepat dan kompleks. Guru Bahasa Indonesia sebagai pengampu mata pelajaran berbasis teks memiliki peran strategis dalam menanamkan kemampuan literasi kritis kepada siswa. Namun, berdasarkan identifikasi lapangan, masih banyak guru yang belum memahami secara utuh konsep literasi kritis dan penerapannya dalam pembelajaran berbasis digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendalaman materi literasi kritis berbasis digital kepada guru-guru Bahasa Indonesia SMA se-Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi pembelajaran yang berlangsung pada tanggal 21 April 2025 dan diikuti oleh 25 guru dari berbagai SMA. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap konsep literasi kritis, serta kemampuan mereka dalam menyusun rencana pembelajaran yang mengintegrasikan pendekatan tersebut. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kapasitas guru dalam membentuk generasi pembelajar yang kritis, adaptif, dan cakap digital.
MANTRA BUGIS DESA TANJUNG SAMALANTAKAN KAJIAN JENIS, FUNGSI, DAN MAKNA Andi Muhammad Yahya
CENDEKIA: JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN Vol 4 No 7 (2016): Cendekia: Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : STKIP Paris Barantai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mantra Bugis village of Tanjung Samalantakan Study Type, Function, and Meaning. Mantra Bugis village of Tanjung Samalantakan the wording contain magical powers. They strongly believe in the power contained in a magical spell to realize its objectives into concrete manifestation. The purpose of this research is to describe the type, function and meaning of the mantra Bugis Village Tanjung Samalantakan. This research is a field research. The method used is descriptive method. The data in this study a spell Bugis obtained from interviews and literature. Data was collected by noting and recording the spoken mantra informant. From the research that the type of spell Bugis namely (1) the customs spells, spells of treatment, Decoy spell, and personal protective spells. (2) function spells Bugis them to build houses, to save money, easy childbirth, to treat pain, to call a sweetheart, for subduing wife, for courage, for personal protection, to increase the strength of the blow, (3) the meaning of mantra Bugis. First, with regard to human relationships with. Secondly, with regard to man's relationship with his neighbor. Third, with regard to man's relationship with himself cover in case the value of self, and the fourth, with regard to man's relationship with other creatures.
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA DALAM NOVEL ATHIRAH KARYA ALBERTHIENE ENDAH Sri Juniati; Andi Muhammad Yahya
CENDEKIA: JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN Vol 6 No 1 (2018): CENDEKIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : STKIP Paris Barantai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33659/cip.v6i1.78

Abstract

ABSTRACT The background of this research is the role of sociology and the cultivation of social values in Athirah's novel by Alberthiene Endah. Sociology is a science that studies about the ins and outs of society, in sociology there are values that pertain to the relation ship between individuals and society. These common values are often referred to as social values. Social values not only exist in real life in society but, there is also in a literary work whose social value can be compared or linked with real life in social society. Social values are attitudes and feelings that are widely accepted by society and are the basis for formulating what which is true and what is important. Based on the background that has been described above, the purpose of this study are (1) Describe how the role of sociology in the novel Athirah works Alberthiene Endah. (2) Describe how social values are grown in Athirah's novel by Alberthiene Endah.The method used in this research is qualitative research methods that are descriptive and type of Study Pustaka (libary research) by way of mengambill object directly from the novel Athirah by Alberthiene Endah. Sources of data used in research in this study is by reading the novel carefully, while the data collection using documentation method, data analysis using content analysis. In this case the author will reveal how the role of sociology and the implantation of social values contained in the novel.The results of this study indicate that the role of sociology and social values depicted in the life story of the novel. This is known from the results of the analysis of literary sociology in the novel Athirah by Alberthiene Endah. The social values contained in Alberthiene Endah's Athirah novel are: The dominant social values, the ingrained social values, the material value, the vital value, the spiritual value, the value of beauty, Moral values, truth and empirical value, economic value.Kata kunci: Sosiologi, Sastra, Novel.
PEMBELAJARAN DARING DI STKIP PARIS BARANTAI KOTABARU Rudy Suryana; Andi Muhammad Yahya
CENDEKIA: JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN Vol 9 No 1 (2021): CENDEKIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : STKIP Paris Barantai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33659/cip.v9i1.187

Abstract

This research to get an idea of ​​how online learning in the PBSI prodi STKIP Paris Barantai as the Minister of Education and Culture of the RI said that learning in tertiary institutions in all zones is still required to be carried out online This research is a descriptive study with the aim of getting an overview of the implementation of online learning in the PBSI Study Program. The data were obtained from students in semester I and III. research was conducted by surveying students with google classroom in the first semester 46 students and 18 students in the third semester. There were 64 subjects who responded to the distributed survey. PBSI Study Program student research subjects, data collection is done through google classroom questionnaires. The conclusion of the student research has had facilities for 49 respondents who use laptop 3 people (6.12%) and smartphone users 46 (93.88%) people. Preferred WA 45.24%, Google Meeting 30.95%, Zoom 14.29% and Classroom 9.52%. Online learning is preferred because flexible in place and time, convenience and increased independence. Some students find it difficult to understand the material because of limited interactions. 87.76% of students did not receive Free Internet Quota Assistance and 12.24% did.