Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Screening Kesehatan Sistem Reproduksi Perempuan Menopause Di Satu Gereja, Di Tangerang Prisca Adipertiwi Tahapary; Eva Berthy Tallutondok; Fransiska Ompusunggu; Belet Lydia Ingrit; Dwi Yulianto Nugroho
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.107 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.326

Abstract

Walaupun menopause adalah hal normal pada perempuan diatas umur 50 tahun, namun dijumpai data kecemasan menghadapi menopause pada perempuan di Tangerang Selatan. Dampaknya perempuan enggan memeriksakan kesehatan sistem reproduksi karena mempunyai persepsi tidak perlu periksa kesehatan jika tidak sakit. Fenomena tersebut juga dijumpai di salah satu gereja di Tangerang dimana setiap minggu diketahui ada perempuan sakit dan dirawat di rumah sakit. Oleh karena itu perlu dilakukan screening kesehatan reproduksi pada perempuan menopause. Metode screening sistem reproduksi perempuan menopause (n=30) untuk mendeteksi peredaran darah jantung - otak, syaraf otak, kepadatan tulang, kadar gula dalam darah, organ reproduksi melalui alat Quantum Resonance Magnetic Analyzer dengan tiga kategori hasil risiko, hati-hati, dan aman. Hasil: diketahui usia ≥ 60 tahun (50%) dengan kategori ‘hati-hati’ diketahui masalah paling dominan yaitu gangguan peredaran darah di jantung - otak (96,67%), sedangkan pada kategori ‘risiko’ gangguan paling dominan yaitu ‘tingginya gula dalam darah (76.67%). Lalu hasil dilaporkan kepada dokter klinik gereja untuk memberikan rujukan ke rumah sakit. Kesimpulan: responden tersebut mempunyai kecenderungan mengalami masalah penurunan fungsi kognisi seperti cepat lupa disertai penyakit degeneratif pada lanjut usia: Diabetes Melitus, Dementia, dan Osteoporosis. Rekomendasi diperlukan literature review tentang dampak menopause terhadap kejadian penyakit degeneratif.
Pendidikan Kesehatan Peningkatan Produksi Asi Melalui Tombong Kelapa Kepada Ibu Menyusui Di Rw 02 Kel. Binong, Tangerang Sumiaty Aiba; Belet Lydia Ingrit; Fransiska Ompusunggu; Prisca Tahapary; Dwi Yulianto Nugroho
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.677 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.335

Abstract

Latar belakang: jumlah ibu menyusui di RW 02 Kel. Binong, Tangerang memiliki jumlah yang cukup banyak. Akan tetapi, memiliki pemahaman yang kurang tentang metode pemberian ASI esklusif dan sumber nutrisi yang meningkatkan produksi ASI. Tujuan: menuntut peran dari para akademisi bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat mengaplikasikan pola pengasuhan pemberian ASI ekslusif, dan pemanfaatan tombong kelapa untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Metode yang digunakan adalah kegiatan seminar dan diseminasi melalui diskusi. Hasil:jumlah ibu menyusui di RW 02 Kel. Binong, Tangerang sangat antusias mengikuti, menyimak pemaparan materi seminar dan diseminasi tombong kelapa dan edukasi pemberian Asi ekslusif. Manfaatnya peserta memperoleh pemahaman yang baik dan baru tentang ASI ekslusif, sumber makanan yang dapat meningkatkan produksi ASI selama menyusui. Jumlah peserta kegiatan berkisar 58 orang. Kelompok umur terbanyak antara 23–39 tahun (81%) sebanyak 47 orang. Selain itu, ada beberapa peserta diluar target umur yang mengikuti kegiatan, lebih muda dengan rentang usia 20-22 tahun (10%) sebanyak 6 orang, serta pertengahan umur, yaitu 40-45 tahun (9%) sekitar 5 orang. Kesimpulan, hasil diseminasi dan edukasi tentang peningkatan produksi ASI melalui tombong kelapa kepada ibu menyusui berperan untuk memberikan informasi penting dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak, baik di usia produktif, dewasa, dan pertengahan usia.
Pendidikan Kesehatan Pada Perempuan Menopause Tentang Screening Kesehatan Reproduksi Di Tangerang Fransiska Ompusunggu; Eva Berthy Tallutondok; Prisca Adipertiwi Tahapary; Belet Lydia Ingrit; Dwi Yulianto Nugroho
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.185 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.337

Abstract

Menopause merupakan proses berhentinya siklus menstruasi selama 12 bulan berturut-turut secara alamiah yang terjadi pada seorang perempuan. Walaupun kejadian alamiah, namun menopause dapat memengaruhi adaptasi fungsi tubuh sehingga perempuan harus mengetahui dampak menopause yang terjadi. Akan tetapi, kajian tentang menopause masih jarang dilakukan di masyarakat sehingga diperlukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pendidikan kesehatan dan screening kesehatan reproduksi pada perempuan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan perempuan tentang dampak menopause dan mau melakukan screening kesehatan reproduksi. Pelaksanaan pendidikan kesehatan ini dilakukan dengan pendekatan tanya jawab dengan partisipan usia 30-74 tahun dan belum pernah dilakukan operasi pengangkatan organ sistem reproduksi. Hasil diketahui responden sangat antusias pada diskusi awal (pre) melalui beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh peserta terkait pengalaman pribadi (11%) dan meningkat pengetahuan (22%) setelah diberikan edukasi dengan menjawab benar setiap pertanyaan selama proses edukasi. Artinya ada peningkatan pengetahuan responden dua kali lipat, tetapi tidak sejalan dengan perilaku responden melakukan screening kesehatan. Hal ini dibuktikan hanya ada (66.67%) saja yang mengikuti screening kesehatan reproduksi, sehingga disimpulkan bahwa pemberian edukasi dalam waktu singkat dan tidak berkesinambungan tidak efektif terhadap perubahan sikap dan perilaku responden untuk informasi baru.
PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA Belet Lydia Ingrit; Christie Lidya Rumerung; Dwi Yulianto Nugroho; Komilie Situmorang; Maria Maxmila Yoche A; Marisa Junianti Manik
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1461

Abstract

Adolescence is a transition from childhood to adulthood that involves changes in physical and psychological aspects. Keeping healthy reproductive is very important, especially for adolescents, Lack of education on reproductive health will trigger health problems like pregnancy at a young age and abortion in adolescent girls. This community service activity is to increase adolescent knowledge about the growth and development of adolescents in general and also to increase knowledge about reproductive health for boys and girls with the health education method and also using the pretest, post-test, online reproductive health education, and question-and-answer method with a total of 118 teenagers attending. The results from this activity from the pretest and posttest showed an increase in the change in value seen from the pretest and posttest scores by 10 points, from a value of 80 to 90. The increasing score indicates the increasing cognitive abilities of participants and they understand the topic given. This Community Service went smoothly starting from preparation, during the webinar, and during questions and answer sessions. At the end of the activity, participants can explain again the information that had been given by the Community Service team such as the stages of adolescent development and growth, and knowing the health reproduction in adolescents. Furthermore, hopes that this Community Service activity can be sustainable by taking up new topics related to reproductive health in couples of childbearing age.
WEBINAR PERSIAPAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA (PTM) 100% BAGI SATUAN TUGAS SATUAN PENDIDIKAN SWASTA Ineke Patrisia; Belet Lydia Ingrit; Evanny Indah Manurung; Prisca A. Tahapary; Swingly Wikliv Dumanauw
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1471

Abstract

Pandemi Covid-19 merupakan masalah global dan nasional yang memengaruhi banyak aspek termasuk pendidikan. Tahun 2022 angka kejadian Covid-19 kembali melonjak dengan varian baru yang terkenal dengan Omicron. Pembelajaran di sekolah pada akhir 2021 sudah mulai 50-100% tatap muka menjadi mengalami perubahan kembali. Melihat hal tersebut, satuan pendidikan menyadari bahwa adanya kebutuhan persiapan pembelajaran tatap muka 100 %. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait protokol kesehatan dalam mempersiapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah dan edukasi terkait virus Omicron. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pretest, edukasi, tanya jawab, posttest. Dilaksanakan pada tanggal 25 Februari 2022 menggunakan aplikasi zoom kepada 115 peserta yang merupakan perwakilan satuan tugas (satgas) Covid-19 di seluruh Sekolah Dian Harapan (SDH) dan Sekolah Lentera Harapan (SLH) di Indonesia, yang terdiri dari tenaga penunjang, kepala sekolah, dan guru. Hasil dari pre dan posttest yang dikerjakan oleh 70 peserta menunjukkan adanya kenaikan pengetahuan ditandai dengan peningkatan skor sebesar 16,67 poin dengan nilai rerata pretest 55,71 dan nilai rerata posttest 72,38. Edukasi terkait protokol kesehatan sebagai persiapan tatap muka 100% berjalan dengan sangat baik, efektif dan efesien. Adanya perubahan skor dalam pre dan posttest selama kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta.
Hubungan Tingkat Stres dengan Siklus Menstruasi Mahasiswi Fakultas Keperawatan di Universitas Swasta di Tangerang Diani Damayanti; Ega Adelinge Trisus; Ema Yunanti; Belet Lydia Ingrit; Tirolyn Panjaitan
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.2.212-219

Abstract

Stres dapat menjadi pemicu terjadinya gangguan menstruasi pada mahasiswi. Saat mengalami stres, kortisol menyebabkan ketidakseimbangan hormon pada siklus menstruasi, sehingga siklus menstruasi menjadi terganggu.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi mahasiswi Fakultas Keperawatan di satu Universitas Swasta di Tangerang. Metode penelitian menggunakan analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan teknik purposive sampling sebanyak 244 responden. Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari 28 pernyataan tentang siklus menstruasi dengan nilai cronbach alpha 0,819 dan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS 42). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswi mengalami stres normal sebanyak 81 responden (33.2%) dan menstruasi tidak teratur sebanyak 135 responden (57%). Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi mahasiswi Fakultas Keperawatan di satu Universitas Swasta di Tangerang dengan nilai p = 0,000 (p<0,05). Stres dapat memengaruhi siklus menstruasi pada mahasiswi keperawatan di Tangerang. Oleh karena itu diharapkan mahasiswi dapat menemukan teknik manajemen stres yang baik.
Gambaran Depresi Postpartum di Pusat Kesehatan Masyarakat Binong di Tangerang Alesandro Devicko Sapulette; Dini Debora Ayawaila; Natalia Catharina Patrisiana Guntur; Belet Lydia Ingrit; Prisca Adipertiwi Tahapary
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.524 KB)

Abstract

Depresi postpartum merupakan gangguan mood yang dapat terjadi pada ibu setelah melahirkan. Ditunjukkan dengan tanda-tanda risiko depresi seperti terbeban dengan kehadiran bayi, kehilangan gairah seks dan tidak mampu merawat bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan depresi postpartum di Pusat Kesehatan Masyarakat Binong, Tangerang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-April 2021 dengan metode kuantitatif dan deskriptif analitik dengan 82 ibu nifas. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan pertimbangan etik. Edinburgh Postnatal Depression Scale digunakan dalam penelitian ini sebagai kuesioner. Terdapat 52 responden (63,4%) tidak memiliki risiko, 16 responden (19,5%) memiliki risiko sedang dan 14 responden (17,1%) memiliki risiko depresi postpartum berat. Depresi postpartum dengan risiko sedang dan berat adalah ibu dengan usia dibawah 20 tahun, primipara, pendidikan rendah dan proses persalinan dengan bantuan. Perawat maternitas perlu secara mandiri melakukan skrining terkait risiko depresi postpartum sehingga kejadian depresi postpartum dapat ditangani secara dini.
DETEKSI DAN EDUKASI KESEHATAN MASYARAKAT PERKOTAAN PADA JEMAAT IHOP MANGGA BESAR JAKARTA Sihombing, Yulia; Manik, Marisa Junianti; Ingrit, Belet Lydia; Sihaloho, Shinta Marina Josephina; Barus, Novita Susilawati
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1934

Abstract

Latar Belakang: Pola makan masyarakat kota yang lebih banyak mengonsumsi makanan impor dan olahan, perilaku sedentary, pola kehidupan perkotaan seperti pemukiman kumuh dan kualitas lingkungan yang rendah, serta meningkatnya polusi, berkontribusi terhadap gangguan kesehatan pada masyarakat perkotaan, termasuk penyakit tidak menular (PTM). Upaya preventif mengacu pada tindakan mencegah terjadinya penyakit antara lain melalui deteksi dini dan edukasi kesehatan. Salah satu target masyarakat yang dapat dijangkau adalah melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh gereja. Tujuan: Melakukan upaya untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat melalui tindakan preventif yakni deteksi dini dengan pemeriksaan kesehatan (pemeriksaan tekanan darah, tinggi badan, pemeriksaan glukosa, kolesterol dan asam urat) dan edukasi kesehatan. Metode: Deteksi dini dilakukan melalui pemeriksaan, dan edukasi kesehatan diberikan berdasarkan hasil pemeriksaan. Hasil: Pemeriksaan kesehatan terhadap total 70 orang peserta menunjukkan bahwa peserta paling banyak adalah laki-laki (54,3%), kategori usia terbanyak adalah lanjut usia (41,1%) dan risiko masalah kesehatan yang didapatkan adalah 35,7% peserta mengalami peningkatan tekanan darah; 51,4% mengalami peningkatan berat badan dan 11,4 % peserta memiliki berat badan kurang dari ideal, 2,9% memiliki kadar gula darah rendah dan 4,3% kadar gula darah meningkat, 27,1% kadar kolesterol meningkat dan 8,6% kadar asam urat meningkat. Tiga diagnosis medis terbanyak adalah dispepsia (18,6%), hipertensi (14,3%) dan hiperkolesterolemia (11,4%) Diskusi: Tantangan masalah kesehatan di masyarakat perkotaan membutuhkan penanganan preventif bersifat multisektoral dan berkelanjutan mengingat pola makan dan aktivitas fisik dipengaruhi oleh berbagai faktor. Kesimpulan: Peserta jemaat Gereja IHOP memiliki risiko masalah kesehatan yang membutuhkan pemantauan dan penanganan secara berkelanjutan.
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri tentang Infeksi Menular Seksual di Satu Universitas Swasta Kabupaten Tangerang Maharati, Elica Felicia; Simanungkalit, Kezia Dameria; Aritonang, Tiara Wiseli Caecilia; Ingrit, Belet Lydia; Silalahi, Elfrida
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan: Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i2.1289

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) memiliki dampak besar pada kesehatan seksual dan reproduksi di seluruh dunia, jika tidak diobati akan mengakibatkan penyakit neurologis, kardiovaskular yang serius dan peningkatan risiko Human Immunodeficiency Virus. Survei awal dilakukan pada 28 remaja putri di satu Universitas swasta Kabupaten Tangerang dan didapatkan bahwa ada 22 remaja putri mengalami keputihan dan enam remaja putri mengalami keputihan yang menyebabkan rasa gatal di area genitalia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang IMS di salah satu universitas swasta di Kabupaten Tangerang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Jumlah populasi 114 remaja putri dan 79 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian menggunakan kuesioner yang disebarkan secara online melalui google form dengan analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 82,3% responden berpengetahuan baik dan. 100% responden memiliki sikap yang positif. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti hubungan antara pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap infeksi menular seksual.
EDUKASI KESEHATAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI MI MIFTAHUSSHIBYAN PASIRANDU CURUG: PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT Manurung, Evanny Indah; Pakpahan, Martina; Meer, Michael Vr; Eka, Ni Gusti Ayu; Ingrit, Belet Lydia; Theresia, Theresia; Sampepadang, Mega
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2290

Abstract

Latar Belakang: Usia sekolah merupakan usia penting dalam pertumbuhan dan perkembangan fisik anak yang merupakan periode kritis dalam mengembangkan kebiasaan agar menetap sampai dewasa. Pada masa ini, penting sekali mengarahkan kebiasaan baik pada anak, terutama Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Guru Sekolah MI Miftahusshibyan menjelaskan masalah kesehatan yang paling sering dialami oleh siswa/siswi yaitu batuk, pilek, demam dan sakit gigi dan terjadi berulang. Masalah kesehatan ini dapat disebabkan oleh hal yang berhubungan dengan kebersihan individu, yang dimulai dari perilaku dasar seperti cara menggosok gigi yang tidak tepat, mencuci tangan tanpa menggunakan sabun, memilih makanan yang tidak sehat dan bergizi, serta kurangnya menjaga kebersihan diri. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan siswa mengenai PHBS di Sekolah. Metode: Metode yang digunakan dengan ceramah dan demonstrasi. Edukasi ini dilaksanakan pada Hari Kamis, 2 Mei 2024 pada siswa kelas 1 sampai kelas 6 dengan total peserta 250 orang. Sebelum dan setelah edukasi siswa mengisi pre-test dan post-test untuk melihat tingkat pengetahuan dan keberhasilan tujuan. Hasil: Hasil analisis pre-test menunjukkan 78 peserta memiliki tingkat pengetahuan baik. Setelah dilakukan post-test siswa yang memiliki pengetahuan nbaik bertambah menjadi 129 orang. Kesimpulan: Pengetahuan siswa tentang PHBS anak usia sekolah mengalami peningkatan.