Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

EDUKASI PENCEGAHAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN ATAS (ISPA) PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI SDIT ASSALAM CURUG Pakpahan, Martina; Sampepadang, Mega; Manurung, Evanny Indah; Eka, Ni Gusti Ayu; Ingrit, Belet Lydia; Meer, Michael Vr; Theresia, Theresia
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2314

Abstract

Latar Belakang: Perubahan cuaca dan perilaku tidak sehat dapat meningkatkan risiko penyakit seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Siswa sekolah dasar lebih rentan terhadap penyakit ISPA karena sistem kekebalan tubuh mereka masih dalam tahap perkembangan, dan interaksi yang intens antara siswa di sekolah dapat meningkatkan risiko penularan infeksi antar siswa. Informasi sekolah SDIT Assalam Curug bahwa ISPA menjadi masalah kesehatan yang paling sering terjadi di antara siswa-siswi. Karena itu edukasi pencegahan ISPA pada siswa dirasa penting dilakukan. Tujuan: Edukasi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa-siswi mengenai pentingnya pencegahan ISPA dan mampu mempraktikkan etika batuk dan bersin dengan benar di Sekolah. Metode: Edukasi kesehatan dilaksanakan pada hari Jumat, 3 Mei 2024, dengan peserta 113 siswa-siswi kelas 3, 4 dan 5. Edukasi dilakukan dengan ceramah, demonstrasi, games dan diskusi. Pre-test dan post-test diberikan kepada peserta untuk mengevaluasi pengetahuan peserta dan keberhasilan tujuan kegiatan. Hasil: Rerata nilai pre-test sebesar 7,48, dan terdapat peningkatan pengetahuan dimana rerata nilai post-test sebesar 7.93. Peserta juga mampu mendemonstrasikan ulang etika batuk dan bersin dengan baik. Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan dan kemampuan siswa-siswi dalam pencegahan ISPA. Edukasi kesehatan sesuai masalah kesehatan yang dialami siswa-siswi perlu rutin dilakukan dalam menjaga status kesehatan.
The Relationship between Knowledge and Attitude about Vulva Hygiene with the Incidence of Vaginal Discharge Alase, Claudia Pramaisella; Palit, Joan Claudia; Popatoon, Teyza Monica; Ingrit, Belet Lydia; Tahapary, Prisca A.
Journal of Bionursing Vol 6 No 2 (2024): Journal of Bionursing
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.job.2024.6.2.13081

Abstract

Background. Fluor albus is a common condition that often occurs in women, where vaginal discharge is a form of discharge from the vagina but not blood. Although it is often considered normal, vaginal discharge can be a serious problem and a clinical manifestation of various types of diseases. In Indonesia, 75% of women have experienced vaginal discharge. Based on the data we got at the Kutai health center itself, 256 cases of vaginal discharge affected teenage women. Objectives. This study is to describe the relationship between knowledge and attitudes about vulva hygiene with incidence of leucorrhea in Kutai, Tangerang Community Health Center. Methods. Quantitative with descriptive correlational method with cross-sectional approach. The sample of this research is a female adolescent between 18-20 years with total of respondents are 79 female adolescents with using the total sampling technique. The instrument used is a questionnaire. The analytical method used is univariate and bivariate. Results. Based on knowledge, there are 33 respondents (41.8%) have a good level and 47 respondents (59.5%) classified as having an adequate attitude of vulva hygiene, but 71 respondents (89.9%) had experienced pathological vaginal discharge (abnormal). Statistic test regarding the relationship between the level of knowledge and attitudes of female adolescents about vulva hygiene with vaginal discharge shows results p-value: 0.057 > 0.05 for knowledge and p-value: 0.089> 0.05 for attitude so there is no relationship between the level of knowledge and attitudes of female adolescent about vulva hygiene with vaginal discharge. Conclusion. Expected for Community Health Center, especially in Kutai, Tangerang can build a program that focuses on providing counseling and education about health reproduction for female adolescents so that the incidence of pathological vaginal discharge can be reduced
Description of Nursing Students’ Anxiety Levels When Entering Clinical Practices in the Private University in Tangerang Maria Puji Kris Natalia; Marina Sulistyo Puspaningrum; Michael Momuat; Belet Lydia Ingrit; Komilie Situmorang
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v10i1.814

Abstract

Clinical practice is an integral part of nursing education that helps students to use critical thinking in problems solving. Anxiety can happen because students feel incompetent and lack the skills. This research aimed to describe nursing students’ anxiety level when entering clinical practice at the hospital in a private university in Tangerang. This study used a descriptive research method with total sampling 331 students. Zung Self-rating Anxiety Scale (ZSAS) questionnaire was used as an instrument. The results showed that students with mild anxiety levels were 286 people (86,4%), moderate anxiety were 39 students (11,8%), severe anxiety were five students (1,5%), and panic anxiety was only one student (0,3%). The anxiety level of nursing students is the majority at a mild level of anxiety. Further research needed to decrease anxiety in students when they doing clinical practice in a hospital
Nurses’ Attitude About Pap Smear As An Early Screening Method For Cervical Cancer In The Private Hospital : Sikap Perawat Terhadap Pap Smear Sebagai Metode Skrining Dini Kanker Serviks di Rumah Sakit Swasta Marlina Elfrida Sinaga; Puji Astutik; Belet Lydia Ingrit; Fransiska Ompusunggu
NERS Jurnal Keperawatan Vol. 16 No. 2 (2020): NJK Volume 16, Number 2
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.v16i2.151

Abstract

The prevalence of cervical cancer in Indonesia is very high, which it is estimated that every day 40-45 new cases appear. The purpose of this study was to describe nurses’ attitude about pap smear as an early detection of cervical cancer in a hospital in western Indonesia. The research method was used descriptive quantitative with purposive sampling technique. The results of this study shows that most of the respondents have the positive attitude in performing pap smears in the Western Indonesia hospitals with the percentage of 97,5% and the rest indicate negative attitude. The conclusion of this study is that the positive attitude of nurses towards early detection of pap smears is expected to be maintained and furthermore the hospital continues to provide health facilities for female nurses to carry out early detection of cervical cancer as an annual program from hospital.
DETEKSI DINI DAN EDUKASI KESEHATAN PADA JEMAAT IHOP MANGGA BESAR JAKARTA Gultom, Eva Chris Veronica; Manik, Marisa Junianti; Ingrit, Belet Lydia; S, Yulia; Marulianna Sit, Fiolenty Bertina; Sihaloho, Shinta Marina Josephina Putri; Barus, Novita Susilawati
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2287

Abstract

Preventif merupakan salah satu upaya meningkatkan status kesehatan masyarakat. Usaha pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan deteksi dini dan upaya edukasi kesehatan ke masyarakat (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2022). Pendidikan kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan. Kesehatan masyarakat dapat dilakukan di berbagai lini masyarakat (World Health Organization, 2023. Kegiatan dilakukan pada hari Sabtu, 25 November 2023 pukul 09.00 WIB, dan berlangsung di Gereja IHOP Jalan Mangga Besar Raya Jakarta Barat, dengan target peserta yakni jemaat gereja IHOP dan warga disekitar gereja. Peserta yang hadir sebanyak 90 orang. Distribusi karateristik peserta paling banyak peserta berusia ≥ 46-59 tahun (pre lanjut usia) sebanyak 38.89%, dan peserta terbanyak dengan jenis kelamin perempuan 58.89%. Hasil menunjukkan sebagian besar peserta IMT dengan kategori normal. Selain itu, paling banyak peserta memiliki hipertensi, asam urat normal pada perempuan dan laki-laki. Hasil lain menunjukkan sebagian besar peserta memiliki nilai total kolesterol dalam kategori borderline. Adanya nilai tinggi pada beberapa hasil pengukuran diharapkan peserta dapat mengatur gaya hidup dan pola makan untuk menghindari terjadinya penyakit kardiovaskular.
PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN EDUKASI KEBUTUHAN GIZI ANAK DAN PENCEGAHAN STUNTING Pakpahan, Martina; Theresia, Theresia; Eka, Ni Gusti Ayu; Ingrit, Belet Lydia; Sampepadang, Mega
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20272

Abstract

Abstrak: Sejak pandemi COVID-19, prevalensi stunting terus meningkat dan menjadi fokus program kesehatan secara nasional saat ini. Hal tersebut dapat dikaitkan dengan aspek ekonomi, status kesehatan ibu (maternal), riwayat kehamilan, keterbatasan mengakses pelayanan kesehatan dan rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait gizi. Desa kadu dipilih sebagai lembaga mitra, selain karena lokasi dekat dengan kampus, juga permasalahan kesehatan terkait gizi pada anak dan stunting cukup tinggi, yaitu sebesar 5-10 kasus pertahun 2022. Edukasi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mengenal kebutuhan gizi pada anak serta pencegahan stunting. Kegiatan melibatkan masyarakat umum baik pria dan wanita, dimana pemeriksaan kesehatan diikuti 55 peserta, dan edukasi kesehatan diikuti sebanyak 73 peserta. Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan mayoritas peserta memiliki riwayat Hipertensi (58,18%), IMT Obesitas, Gula darah Normal (<200 mg/dL), dan Asam urat tinggi (>6 mg/dL). Pengetahuan peserta dapat dilihat dari rerata nilai pre-test yaitu 53,47, sedangkan rerata nilai post-test sebesar 61. Hal tersebut menunjukkan bahwa edukasi berdampak meningkatkan pengetahuan peserta yaitu sebesar 7,53. Edukasi kesehatan dan upaya perbaikan gizi dapat terus dilakukan dengan melibatkan multisektor untuk percepatan pengendalian Stunting.Abstract: Since the COVID-19 pandemic, the prevalence of stunting has continued to increase and is the focus of current national health programs. This can be attributed to economic aspects, maternal health status, pregnancy history, limited access to health services, and low knowledge and awareness of nutrition. Kadu Village was chosen as a partner institution, not only because it is close to the campus, but also because health problems related to child nutrition and stunting are quite high, 5-10 cases per year in 2022. Education and medical check-up were conducted in Kadu village (RW 06) on May 31, 2023. This activity was a collaboration between the Faculty of Nursing and the Township Management Division (TMD) of Lippo Karawaci. Health assessments include height, weight, blood sugar, blood pressure, and uric acid. Education is expected to increase public awareness in recognizing children's nutritional needs and preventing stunting. 55 participants attended health check-up activities while 73 participants attended health education. The characteristics of the participants were the majority; female (87.27%), elementary school education (43.64%), and not working (80%). In addition, it is known that the average age is 54.42 years, the average age of marriage is 21.16 years, and the average age of giving birth to the first child is 22.32 years. The results of the health examination showed that most participants had a history of hypertension (58.18%), BMI obesity, normal blood sugar (<200 mg/dL), and high uric acid (>6 mg/dL). Participants' knowledge can be seen from the average pre-test score of 53.47, while the average post-test score is 61. This shows that education impacts increasing participants' knowledge by 7.53. Health education and nutrition improvement efforts can continue to be carried out by involving multi-sectors to accelerate stunting control. 
PEMBERDAYAAN KELUARGA MELALUI PELATIHAN MAKANAN SEHAT DAN EKONOMI SEHAT DI KAMPUNG DADAP Pakpahan, Martina; Theresia, Theresia; Manurung, Evanny Indah; Eka, Ni Gusti Ayu; Ingrit, Belet Lydia; Sampepadang, Mega; pramono, Rudy
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24426

Abstract

Abstrak: Kesulitan ekonomi, pengetahuan yang terbatas, dan jumlah anggota keluarga yang banyak turut berpengaruh dalam pemenuhan gizi pada keluarga. Kampung Dadap dipilih sebagai lembaga mitra dikarenakan jumlah kasus gizi kurang pada anak cukup tinggi, yaitu sebanyak 30 kasus pada tahun 2023-2024. Kegiatan pelatihan dibagi dalam dua sesi yaitu; Makanan sehat keluarga dan Wirausaha Kuliner, yang diselenggarakan oleh Fakultas Keperawatan dengan Fakultas Pariwisata Universitas Pelita Harapan. Edukasi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan minat masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga dan mengembangkan usaha kuliner sebagai bentuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kegiatan Edukasi dilaksanakan di kampung Dadap pada 28 November 2023 dengan diikuti 47 peserta. Karakteristik peserta yaitu; Perempuan/Ibu rumah tangga (100 %), usia 23-72 tahun, memiliki jumlah anak dalam keluarga 0-5 anak. Pengetahuan peserta dapat dilihat dari rerata nilai pre-test yaitu 41,95, sedangkan rerata nilai post-test sebesar 75.75. Hal tersebut menunjukkan bahwa edukasi berdampak dalam meningkatkan pengetahuan peserta yaitu sebesar 33,79. Kerjasama lintas sektor dalam pemberdayaan keluarga perlu dilakukan secara berkelanjutan.Abstract: Nutrition-related issues continue to be a challenge today. Economic difficulties, many family members, and limited knowledge contribute to the fulfillment of nutrition in the family. Efforts are needed to increase family empowerment. Kampung Dadap was chosen as a partner institution because the number of cases of malnutrition in children is relatively high, which amounted to 30 cases in 2023-2024. Education is divided into two sessions: Healthy Family Food and Culinary Entrepreneurship and a cooking demonstration. This activity is a collaboration between the Faculty of Nursing and the Faculty of Tourism, Universitas Pelita Harapan. Education aims to increase community knowledge and interest in meeting family nutritional needs and developing culinary businesses as a form of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). Educational activities were held in Dadap village on November 28, 2023, with 47 participants. The characteristics of the participants are women/housewives (100%), aged 23-72 years, and the number of children in the family is 0-5. The participants' knowledge can be seen from the average pre-test score of 41.95, while the average post-test score is 75.75. This shows that education has an impact on increasing the participants' knowledge by 33.79. Cross-sectoral cooperation in family empowerment needs to be carried out continuously.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KESEDIAAN WANITA USIA SUBUR DALAM MELAKUKAN INSPEKSI VISUAL ASETAT (IVA) TEST DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CURUG Runesi, Christin Wulan Mau; Nenohai, Genolvia Debryana; Ndun, Jesica Angeliq Grace; Ingrit, Belet Lydia; Tahapary, Prisca A
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol. 13 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v13i2.9495

Abstract

Cervical cancer is the second leading cause of death for women in Indonesia. One method of early detection is the Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) test. This study aimed to identify factors influencing the willingness of women of childbearing age to undergo VIA testing in the working area of Curug Health Center, Tangerang Regency. The study population consisted of 34,290 women of childbearing age. An analytical cross-sectional design was employed, and 395 participants were selected using an accidental sampling technique. Data were analyzed using univariate analysis, bivariate analysis with the chi-square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression. Education (p = 0.038), knowledge (p = 0.026), attitudes (p = 0.007), and husbands’ support (p < 0.001) were significantly associated with the willingness to undergo VIA testing. Husbands’ support emerged as the most dominant factor influencing willingness to participate in VIA screening. Education level, knowledge, attitudes, and husbands’ support were identified as key factors influencing women’s willingness to undergo VIA testing. Efforts to improve awareness and understanding of early cervical cancer detection among women of childbearing age in the Curug Health Center working area are essential to increase participation in VIA screening. 
EDUKASI KESEHATAN DAN DETEKSI DINI PENYAKIT PADA KOMUNITAS JEMAAT IHOP JAKARTA Barus, Novita Susilawati; Manik, Marisa Junianti; Gultom, Eva Chris Veronica; Ingrit, Belet Lydia; Sibuea, Renova; Marulianna Sitorus, Fiolenty Bertina; Putri Sihaloho, Shinta Marina Josephina; Suntoro, Suntoro
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2663

Abstract

Pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat dilakukan diberbagai lini, salah satunya melalui kegiatan di gereja. Kegiatan pemberian edukasi dan deteksi pada komunitas Jemaat IHOP Jakarta ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Tujuan dari kegiatan ini untuk deteksi dini risiko atau masalah kesehatan masyarakat sekitar IHOP dan pemberian edukasi kepada orangtua, remaja, dan anak-anak jalanan. Kegiatan yang diperlukan adalah deteksi dini dengan melakukan pengecekan gula darah, kolesterol, asam urat, pengukuran tekanan darah, berat badan dan tinggi badan dan pemberian edukasi kesehatan oleh tim Kesehatan yang terlibat. Kegiatan dilakukan pada hari Sabtu, 23 November 2024 pukul 09.00 WIB di Gereja IHOP Jalan Mangga Besar Raya Jakarta Barat, dengan target peserta yakni jemaat gereja IHOP dan warga disekitar gereja. Peserta yang hadir sebanyak 95 orang, namun 4 orang tidak mengikuti pengecekan, peserta yang hadir berusia 23 – 79 tahun. Hasil menunjukkan IMT peserta normal, mayoritas tekanan darah peserta tinggi pada rentang usia >45 tahun, nilai gula darah peserta normal, nilai kolestrol pada peserta mayoritas tinggi dan nilai asam urat pada perempuan cenderung tinggi dibandingkan laki-laki. Peserta yang memiliki risiko masalah kesehatan diharapkan dapat mengatur pola makan, aktivitas dan rutin pengobatan serta membutuhkan pemantauan dan penanganan secara berkelanjutan.
Pendekatan Intervensi CERDIK Dalam Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Melalui Skrining Kesehatan dan Edukasi CERDIK Rumambi, Magda Fiske; Belet Lydia Ingrit; Maria Maxmila Yoche Arkianti; Santa Maya Pramusita; Komilie Situmorang
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i1.1676

Abstract

Penyakit tidak menular atau PTM merupakan permasalahan kompleks yang terjadi dimasyarakat termasuk di lingkungan padat penduduk seperti diperkotaan. PTM juga meningkat pada usia produktif dan beresiko tinggi menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik. Edukasi kesehatan dan pemeriksaan kesehatan merupakan salah satu tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, deteksi dini penyakit, dan pencegahan komplikasi bagi masyarakat agar lebih sehat dan produktif melalui perilaku CERDIK. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan dan pengendalian PTM melalui perilaku CERDIK. Kegiatan dilaksanakan di RW 05 Kelurahan Rawamangun, Jakarta Timur, dalam dua sesi. Sesi 1 melibatkan 81 peserta dengan edukasi kesehatan dan pemeriksaan tanda vital, gula darah sewaktu, kolesterol, dan asam urat. Sesi 2 diikuti 28 kader Posbindu dengan fokus penguatan kapasitas melalui ceramah, diskusi interaktif, dan permainan. Desain penelitian yang digunakan adalah One-Group Pre–Post Design, dengan pengukuran pengetahuan kader melalui pre-test dan post-test.Hasil kegiatan PkM melalui pemeriksaaan kesehatan menunjukkan sebagian besar peserta mengalami peningkatan asam urat dan kolesterol berdasarkan borderline yang direkomendasikan dan berdasarkan kegiatan edukasi yang dilakukan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader yang di tunjukkkan melalui nilai rerata pada pre-post test sebesar 62,9 ± 67,9, hal ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan edukasi kesehatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan kader, yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan peserta mengenai PTM. Dan kegiatan direkomendasikan kepada pemerintah Di RW 05 untuk dilakukan secara berkelanjutan agar dapat memberikan edukasi yang sistematis, terukur, dan berkala sangat diperlukan untuk memperkuat peran kader sebagai ujung tombak pencegahan PTM di masyarakat.
Co-Authors Aktri Margaret Manihuruk Alase, Claudia Pramaisella Alesandro Devicko Sapulette Aritonang, Tiara Wiseli Caecilia Barus, Novita Susilawati Christie Lidya Rumerung Cornelia Ayu Kristina Larosa Criesty Fransiska Junita Panjaitan Diani Damayanti Dini Debora Ayawaila Ega Adelinge Trisus Eka, Ni Gusti Ayu Ema Yunanti Ester Silitonga Eva Berthy Tallutondok Eva Chris Veronica Gultom fransiska ompusunggu Fransiska Ompusunggu Fransiska Ompusunggu Heman Pailak Ineke Patrisia Lia Kartika Magda Fiske Rumambi Maharati, Elica Felicia Manik, Marisa Maria Maxmila Yoche A Maria Puji Kris Natalia Marina Sulistyo Puspaningrum Marlina Elfrida Sinaga Martina Elfrida Sinaga Marulianna Sit, Fiolenty Bertina Marulianna Sitorus, Fiolenty Bertina Meer, Michael Vr Michael Momuat Natalia Catharina Patrisiana Guntur Ndun, Jesica Angeliq Grace Nenohai, Genolvia Debryana Nugroho, Dwi Yulianto Pakpahan, Martina Palit, Joan Claudia Paula, Veronica Popatoon, Teyza Monica Pramono, Rudy Pramusita, Santa Maya Prisca A. Tahapary Prisca Adipertiwi Tahapary Prisca Adipertiwi Tahapary Prisca Adipertiwi Tahapary Prisca Tahapary Puji Astutik Puji Astutik Puput Melani Bode Putri Sihaloho, Shinta Marina Josephina Renova Sibuea Roma Gultom Rosari Nababan Runesi, Christin Wulan Mau S, Yulia Sampepadang, Mega Shinta Sihaloho Sihaloho, Shinta Marina Josephina Sihaloho, Shinta Marina Josephina Putri Sihombing, Riama Marlyn Sihombing, Yulia Silalahi, Elfrida Simanungkalit, Kezia Dameria SITUMORANG, KOMILIE Sumiaty Aiba Suntoro Suntoro Swingly Wikliv Dumanauw Tahapary, Prisca A Tahapary, Prisca A. Theresia Theresia Tirolyn Panjaitan Tirolyn Panjaitan Tirolyn Panjaitan Tirolyn Panjaitan