Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

The Relationship between Knowledge and Attitude about Vulva Hygiene with the Incidence of Vaginal Discharge Alase, Claudia Pramaisella; Palit, Joan Claudia; Popatoon, Teyza Monica; Ingrit, Belet Lydia; Tahapary, Prisca A.
Journal of Bionursing Vol 6 No 2 (2024): Journal of Bionursing
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.job.2024.6.2.13081

Abstract

Background. Fluor albus is a common condition that often occurs in women, where vaginal discharge is a form of discharge from the vagina but not blood. Although it is often considered normal, vaginal discharge can be a serious problem and a clinical manifestation of various types of diseases. In Indonesia, 75% of women have experienced vaginal discharge. Based on the data we got at the Kutai health center itself, 256 cases of vaginal discharge affected teenage women. Objectives. This study is to describe the relationship between knowledge and attitudes about vulva hygiene with incidence of leucorrhea in Kutai, Tangerang Community Health Center. Methods. Quantitative with descriptive correlational method with cross-sectional approach. The sample of this research is a female adolescent between 18-20 years with total of respondents are 79 female adolescents with using the total sampling technique. The instrument used is a questionnaire. The analytical method used is univariate and bivariate. Results. Based on knowledge, there are 33 respondents (41.8%) have a good level and 47 respondents (59.5%) classified as having an adequate attitude of vulva hygiene, but 71 respondents (89.9%) had experienced pathological vaginal discharge (abnormal). Statistic test regarding the relationship between the level of knowledge and attitudes of female adolescents about vulva hygiene with vaginal discharge shows results p-value: 0.057 > 0.05 for knowledge and p-value: 0.089> 0.05 for attitude so there is no relationship between the level of knowledge and attitudes of female adolescent about vulva hygiene with vaginal discharge. Conclusion. Expected for Community Health Center, especially in Kutai, Tangerang can build a program that focuses on providing counseling and education about health reproduction for female adolescents so that the incidence of pathological vaginal discharge can be reduced
Description of Nursing Students’ Anxiety Levels When Entering Clinical Practices in the Private University in Tangerang Maria Puji Kris Natalia; Marina Sulistyo Puspaningrum; Michael Momuat; Belet Lydia Ingrit; Komilie Situmorang
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v10i1.814

Abstract

Clinical practice is an integral part of nursing education that helps students to use critical thinking in problems solving. Anxiety can happen because students feel incompetent and lack the skills. This research aimed to describe nursing students’ anxiety level when entering clinical practice at the hospital in a private university in Tangerang. This study used a descriptive research method with total sampling 331 students. Zung Self-rating Anxiety Scale (ZSAS) questionnaire was used as an instrument. The results showed that students with mild anxiety levels were 286 people (86,4%), moderate anxiety were 39 students (11,8%), severe anxiety were five students (1,5%), and panic anxiety was only one student (0,3%). The anxiety level of nursing students is the majority at a mild level of anxiety. Further research needed to decrease anxiety in students when they doing clinical practice in a hospital
DETEKSI DINI DAN EDUKASI KESEHATAN PADA JEMAAT IHOP MANGGA BESAR JAKARTA Gultom, Eva Chris Veronica; Manik, Marisa Junianti; Ingrit, Belet Lydia; S, Yulia; Marulianna Sit, Fiolenty Bertina; Sihaloho, Shinta Marina Josephina Putri; Barus, Novita Susilawati
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2287

Abstract

Preventif merupakan salah satu upaya meningkatkan status kesehatan masyarakat. Usaha pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan deteksi dini dan upaya edukasi kesehatan ke masyarakat (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2022). Pendidikan kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan. Kesehatan masyarakat dapat dilakukan di berbagai lini masyarakat (World Health Organization, 2023. Kegiatan dilakukan pada hari Sabtu, 25 November 2023 pukul 09.00 WIB, dan berlangsung di Gereja IHOP Jalan Mangga Besar Raya Jakarta Barat, dengan target peserta yakni jemaat gereja IHOP dan warga disekitar gereja. Peserta yang hadir sebanyak 90 orang. Distribusi karateristik peserta paling banyak peserta berusia ≥ 46-59 tahun (pre lanjut usia) sebanyak 38.89%, dan peserta terbanyak dengan jenis kelamin perempuan 58.89%. Hasil menunjukkan sebagian besar peserta IMT dengan kategori normal. Selain itu, paling banyak peserta memiliki hipertensi, asam urat normal pada perempuan dan laki-laki. Hasil lain menunjukkan sebagian besar peserta memiliki nilai total kolesterol dalam kategori borderline. Adanya nilai tinggi pada beberapa hasil pengukuran diharapkan peserta dapat mengatur gaya hidup dan pola makan untuk menghindari terjadinya penyakit kardiovaskular.
Pendekatan Intervensi CERDIK Dalam Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Melalui Skrining Kesehatan dan Edukasi CERDIK Rumambi, Magda Fiske; Belet Lydia Ingrit; Maria Maxmila Yoche Arkianti; Santa Maya Pramusita; Komilie Situmorang
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i1.1676

Abstract

Penyakit tidak menular atau PTM merupakan permasalahan kompleks yang terjadi dimasyarakat termasuk di lingkungan padat penduduk seperti diperkotaan. PTM juga meningkat pada usia produktif dan beresiko tinggi menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik. Edukasi kesehatan dan pemeriksaan kesehatan merupakan salah satu tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, deteksi dini penyakit, dan pencegahan komplikasi bagi masyarakat agar lebih sehat dan produktif melalui perilaku CERDIK. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan dan pengendalian PTM melalui perilaku CERDIK. Kegiatan dilaksanakan di RW 05 Kelurahan Rawamangun, Jakarta Timur, dalam dua sesi. Sesi 1 melibatkan 81 peserta dengan edukasi kesehatan dan pemeriksaan tanda vital, gula darah sewaktu, kolesterol, dan asam urat. Sesi 2 diikuti 28 kader Posbindu dengan fokus penguatan kapasitas melalui ceramah, diskusi interaktif, dan permainan. Desain penelitian yang digunakan adalah One-Group Pre–Post Design, dengan pengukuran pengetahuan kader melalui pre-test dan post-test.Hasil kegiatan PkM melalui pemeriksaaan kesehatan menunjukkan sebagian besar peserta mengalami peningkatan asam urat dan kolesterol berdasarkan borderline yang direkomendasikan dan berdasarkan kegiatan edukasi yang dilakukan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader yang di tunjukkkan melalui nilai rerata pada pre-post test sebesar 62,9 ± 67,9, hal ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan edukasi kesehatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan kader, yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan peserta mengenai PTM. Dan kegiatan direkomendasikan kepada pemerintah Di RW 05 untuk dilakukan secara berkelanjutan agar dapat memberikan edukasi yang sistematis, terukur, dan berkala sangat diperlukan untuk memperkuat peran kader sebagai ujung tombak pencegahan PTM di masyarakat.
Seksualitas Remaja Yang Sehat: Kunci Kepercayaan Diri Veronica Paula; Deborah Siregar; Juniarta Juniarta; Belet Lydia Ingrit; Rani Sonia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.25534

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan periode kritis dalam perkembangan individu yang ditandai dengan pembentukan identitas,termasuk identitas seksual. Pendidikan seksualitas yang komprehensif berperan penting dalam membekali remaja dengan pengetahuan dan sikap positif untuk mendukung perilaku seksual yang sehat dan bertanggung jawab. KegiatanPengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positifremaja terhadap seksualitas yang sehat melalui pendekatan pendidikan seksualitas yang komprehensif. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 8 Tangerang pada 25 April 2025 dengan metode ceramah dan diskusi. Sebanyak 70 remaja putri mengikuti kegiatan ini. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan rata-rata dari 95,87 pada pre-test menjadi 96,07 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 0,2 poin. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan meskipun dilakukan dalam waktu singkat, tetap memiliki peran penting dalam memperkuat pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan seksual. Rekomendasi yang dapat diberikan dari hasil kegiatan ini adalah untuk melakukan pendidikan kesehatan secara berkelanjutan dan lebih luas di berbagai komunitas dengan pendekatan yangpartisipatif dan kontekstual sesuai kebutuhan remaja. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan Seksual, Kepercayaan Diri, Remaja, Pendidikan Resproduksi.  ABSTRACT Adolescence is a critical period in individual development marked by the formation of identity, including sexual identity. Comprehensive sexuality education plays an essential role in equipping adolescents with knowledge and positive attitudes to support healthy and responsible sexual behavior. This community service activity aimed toimprove adolescents' knowledge and shape positive attitudes toward healthy sexuality through a comprehensive sexuality education approach. The activity was conducted at SMA Negeri 8 Tangerang on April 25, 2025, using lecture and discussion methods. A total of 70 female adolescents participated in this activity. Evaluation was carried out using pre- and post-tests to measure knowledge improvement. The results showed an increase in the average knowledge score from 95.87 (pre-test) to 96.07 (post- test), with a gain of 0.2 points. This activity indicates that health education, even when conducted in a short period, still plays a vital role in enhancing adolescents' knowledge about reproductive and sexual health. Based on the findings, it is recommended that health education be conducted continuously and more widely in various communities using participatory and contextual approaches that meet the needs of adolescents. Keywords: Sexual Health Education, Self-Confidence, Adolescents, Reproductive Education.
​​Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Terjadinya Anemia Pada Remaja Putri Di Wilayah Kerja Puskesmas Curug Kabupaten Tangerang​ Belet Lydia Ingrit; Agustina Cempaka Larinse; Jaselyne Zefanya; Lidya Febriani; Juwita Fransiska br Surbakti
Ners Muda Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i1.18760

Abstract

Anemia adalah kondisi rendahnya hemoglobin dari batas normal yaitu <12 g/dL. Pada remaja Putri, anemia berdampak pada konsentrasi belajar sehingga memengaruhi penurunan produktivitas dan prestasi. Berdasarkan hasil dari Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, remaja putri menglami anemia pada usia 15-24 tahun sebanyak 18%. Beberapa faktor penyebab utama anemia adalah siklus menstruasi, pola makan, dan pola tidur. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya anemia pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Curug Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan cross sectional dengan analisis multivariat. Sampel pada penelitian berjumlah 100 responden dengan teknik purposive sampling yang dilaksanakan pada Januari-April 2025 dengan menggunakan kuesioner dan alat ukur hemoglobinometer. Hasil dari penelitian inimenunjukkan remaja putri yang mengalami anemia sebanyak 38%, hasil uji regresi logistik multivariat membuktikan bahwa siklus menstruasi (p-value 0.000) dan pola makan (p-value 0.000) berpengaruh pada kejadian anemia sedangkan pola tidur tidak memengaruhi kejadian anemia (p-value 0.678). Kejadian anemia padaremaja putri di Wilayah Kerja Puskesmas Curug dipengaruhi oleh dua faktor yaitu siklus menstruasidan pola makan. Diharapkan, remaja putri dapat memperhatikan faktor-faktor yang menyebabkan anemia dan melakukan pengecekan hemoglobin di fasilitas kesehatan terdekat.
Nurses’ Attitude About Pap Smear As An Early Screening Method For Cervical Cancer In The Private Hospital : Sikap Perawat Terhadap Pap Smear Sebagai Metode Skrining Dini Kanker Serviks di Rumah Sakit Swasta Marlina Elfrida Sinaga; Puji Astutik; Belet Lydia Ingrit; Fransiska Ompusunggu
NERS Jurnal Keperawatan Vol. 16 No. 2 (2020): NJK Volume 16, Number 2
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.v16i2.151

Abstract

The prevalence of cervical cancer in Indonesia is very high, which it is estimated that every day 40-45 new cases appear. The purpose of this study was to describe nurses’ attitude about pap smear as an early detection of cervical cancer in a hospital in western Indonesia. The research method was used descriptive quantitative with purposive sampling technique. The results of this study shows that most of the respondents have the positive attitude in performing pap smears in the Western Indonesia hospitals with the percentage of 97,5% and the rest indicate negative attitude. The conclusion of this study is that the positive attitude of nurses towards early detection of pap smears is expected to be maintained and furthermore the hospital continues to provide health facilities for female nurses to carry out early detection of cervical cancer as an annual program from hospital.
EDUKASI KESEHATAN DAN DETEKSI DINI PENYAKIT PADA KOMUNITAS JEMAAT IHOP JAKARTA Novita Susilawati Barus; Marisa Junianti Manik; Eva Chris Veronica Gultom; Belet Lydia Ingrit; Renova Sibuea; Fiolenty Bertina Marulianna Sitorus; Shinta Marina Josephina Putri Sihaloho; Suntoro Suntoro
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2663

Abstract

Pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat dilakukan diberbagai lini, salah satunya melalui kegiatan di gereja. Kegiatan pemberian edukasi dan deteksi pada komunitas Jemaat IHOP Jakarta ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Tujuan dari kegiatan ini untuk deteksi dini risiko atau masalah kesehatan masyarakat sekitar IHOP dan pemberian edukasi kepada orangtua, remaja, dan anak-anak jalanan. Kegiatan yang diperlukan adalah deteksi dini dengan melakukan pengecekan gula darah, kolesterol, asam urat, pengukuran tekanan darah, berat badan dan tinggi badan dan pemberian edukasi kesehatan oleh tim Kesehatan yang terlibat. Kegiatan dilakukan pada hari Sabtu, 23 November 2024 pukul 09.00 WIB di Gereja IHOP Jalan Mangga Besar Raya Jakarta Barat, dengan target peserta yakni jemaat gereja IHOP dan warga disekitar gereja. Peserta yang hadir sebanyak 95 orang, namun 4 orang tidak mengikuti pengecekan, peserta yang hadir berusia 23 – 79 tahun. Hasil menunjukkan IMT peserta normal, mayoritas tekanan darah peserta tinggi pada rentang usia >45 tahun, nilai gula darah peserta normal, nilai kolestrol pada peserta mayoritas tinggi dan nilai asam urat pada perempuan cenderung tinggi dibandingkan laki-laki. Peserta yang memiliki risiko masalah kesehatan diharapkan dapat mengatur pola makan, aktivitas dan rutin pengobatan serta membutuhkan pemantauan dan penanganan secara berkelanjutan.
The Application of Levine’s and Kolcaba’s Theories in the Nursing Care of Patients with the Third Stadium of Cervical Cancer Ingrit, Belet Lydia
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol. 3 No. 2 (2019): Indonesian Journal Of Nursing Practices
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ijnp.3296

Abstract

Background: Cervical cancer was the second leading cause of cancer in Indonesia. New cases of cervical cancer are found in Indonesia each year.Objective: This study aims to describe an application of Levine’s Conservation Nursing Theory and Kolcaba’s Comfort Theory in a patient with the third stadium of cervical cancer.Method: The method used in this study was a narrative of a case report in one patient with the third stadium of cervical cancer at the hospital in Central Jakarta. She is 44 years old, who has been diagnosed since October 2017. She experienced nausea and vomiting a week before she was hospitalized and had a history of vaginal discharge ever since nine months ago. Levine’s conservation interventions were provided to maintain energy, improve adaptability, improve standard comfort, educate, and provide comfort.Results: The result showed that the patient was able to adapt to the condition of the illness and obtained a sense of comfort during hospitalization. Therefore, Levin's conservation theory and Kolcaba's comfort theory can be applied in performing nursing care in patients with cervical cancer.Conclusion: The three stages of Kolkaba's comfort intervention can improve patient comfort not only physically but also psychologically during treatment.
Co-Authors Agustina Cempaka Larinse Aktri Margaret Manihuruk Alase, Claudia Pramaisella Alesandro Devicko Sapulette Aritonang, Tiara Wiseli Caecilia Barus, Novita Susilawati Christie Lidya Rumerung Cornelia Ayu Kristina Larosa Criesty Fransiska Junita Panjaitan Diani Damayanti Dini Debora Ayawaila Ega Adelinge Trisus Eka, Ni Gusti Ayu Ema Yunanti Ester Silitonga Eva Berthy Tallutondok Eva Chris Veronica Gultom Fiolenty Bertina Marulianna Sitorus Fransiska Ompusunggu fransiska ompusunggu Fransiska Ompusunggu Heman Pailak Ineke Patrisia Jaselyne Zefanya Juniarta Juniarta Juwita Fransiska br Surbakti Lia Kartika Lidya Febriani Magda Fiske Rumambi Maharati, Elica Felicia Manik, Marisa Maria Maxmila Yoche A Maria Puji Kris Natalia Marina Sulistyo Puspaningrum Marlina Elfrida Sinaga Martina Elfrida Sinaga Marulianna Sit, Fiolenty Bertina Meer, Michael Vr Michael Momuat Natalia Catharina Patrisiana Guntur Novita Susilawati Barus Nugroho, Dwi Yulianto Pakpahan, Martina Palit, Joan Claudia Paula, Veronica Popatoon, Teyza Monica Pramusita, Santa Maya Prisca A. Tahapary Prisca Adipertiwi Tahapary Prisca Adipertiwi Tahapary Prisca Adipertiwi Tahapary Prisca Tahapary Puji Astutik Puji Astutik Puput Melani Bode Rani Sonia Renova Sibuea Roma Gultom Rosari Nababan S, Yulia Sampepadang, Mega Shinta Marina Josephina Putri Sihaloho Shinta Sihaloho Sihaloho, Shinta Marina Josephina Sihaloho, Shinta Marina Josephina Putri Sihombing, Riama Marlyn Silalahi, Elfrida Simanungkalit, Kezia Dameria Siregar, Deborah SITUMORANG, KOMILIE Sumiaty Aiba Suntoro Suntoro Swingly Wikliv Dumanauw Tahapary, Prisca A. Theresia Theresia Tirolyn Panjaitan Tirolyn Panjaitan Tirolyn Panjaitan Tirolyn Panjaitan Yulia Sihombing