Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : MEDIC MEdical Dedication

LANSIA ASIK, LANSIA AKTIF, LANSIA PODUKTIF Siti Raudhoh; Dessy Pramudiani
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 1 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v4i1.13458

Abstract

ABSTRACT Elderly is someone who has entered the age of 60 years and over. Elderly is an age group in humans who have entered the final stage of their life phase. In the elderly, individuals experience a lot of problems, generally the elderly feel anxiety, loneliness, reduced emotional stability, and also experience dysfunction in their organs. This is because the elderly have physical limitations and have had traumatic experiences such as losing their family, children, spouse, and so on. Elderly community groups deserve the attention of all elements of government and the surrounding environment, but in reality elderly community groups are often ignored, and forgotten. Psychosocial support is needed to maintain emotional stability in the elderly and prepare for death. The provision of physical training in the form of elderly exercise and psychoeducation is given to encourage the elderly to remain happy and empowered even though they are no longer at their productive age. Keywords: Gerontic Psychology, Elderly, Psychoeducation ABSTRAK Lansia merupakan seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun keatas. Lansia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupannya.Pada masa lansia individu mengalami banyak sekali permasalahan, umumnya lansia merasakan kecemasan, kesepian, berkurangnya stabilitas emosi, dan juga mengalami disfungsi terhadap organ tubuhnya. Hal-hal tersebut disebabkan karena lansia mempunyai keterbatasan fisik, serta mempunyai pengalaman yang traumatis seperti kehilangan keluarga, anak, pasangan, dan seterusnya. Kelompok masyarakat lanjut usia sudah sepatutnya menjadi perhatian oleh seluruh elemen pemerintahan maupun lingkungan sekitar, akan tetapi pada realitanya kelompok masyarakat lanjut usia sering kali ditepikan, dan dilupakan. Dukungan psikososial sangat diperlukan demi menjaga stabilitas emosi lansia, dan bersiap untuk menghadapi kematian. Pemberian latihan fisik berupa senam lansia dan psikoedukasi ini diberikan guna mengajak lansia untuk tetap bahagia, dan berdaya sekalipun tidak lagi berada pada usia produktif. Kata Kunci : Lansia, Psikoedukasi, Kesehatan Lansia, Psikologi Gerontik
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA ANAK USIA 6-12 TAHUN DI RT. 06 TANJUNG BARU, SEBERANG KOTA JAMBI Dessy Pramudiani; Agung Iranda; Yun Nina Ekawati; Jelpa Periantalo; Verdiantika Annisa
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 5 No. 1 (2022): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Clean and healthy behavior is important to be applied in our society. Many diseases is caused by untidy and unhealty habit. Such as diarrhea, dengue fever, contaminated larva, any other diseases. Therefore, wa are in need of outreaching, psycoeducation, and socialiszation for implementating clean and healty behavior, especially for children. Its Purpose is for enhancing knowledge on clean and healty lived implementation. This social event was conducted at RT.06 Tanjung Baru, Seberang Kota Jambi. The steps consist of approach, briefing, events, and third party contribution. Events that had finished are to educate hand washing, teeth brush, and throwing the garbage in it place. This activities work effectively in accordance with our purpose and society’s need. Keywords: Clean and healthy behavior, children, society ABSTRAK Perilaku hidup bersih dan sehat penting untuk diterapkan di tengah masyarakat. Banyak penyakit yang timbul akibat hidup kotor dan tidak sehat. Seperti diare, demam berdarah, kontaminasi larva, dan penyakit lainnya. Oleh karena itu, dibutuhkan penyuluhan, psikoedukasi, dan sosialisasi untuk penerapan hidup bersih dan sehat, terutama pada anak-anak. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan penerapan hidup bersih dan sehat. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di di RT. 06 Tanjung Baru, Seberang Kota Jambi. Tahapan kegiatan terdiri dari pendekatan, briefing, kegiatan, dan kontribusi mitra. Adapun kegiatan yang telah terlaksana yaitu edukasi perilaku mencuci tangan, menggosok gigi, dan membuang sampah pada tempatnya. Kegiatan ini berjalan dengan efektif sesuai dengan tujuan dan kebutuhan masyarakat. Kata kunci: Perilaku hidup bersih dan sehat, anak-anak, masyarakat
PELATIHAN DASAR PEER COUNSELOR UNTUK SISWA PENDAMPING SANTRI DI PESANTREN KOTA JAMBI Agung Iranda; Siti Raudhoh; Dessy Pramudiani; Marlita Andhika Rahman
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 5 No. 1 (2022): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Students of Islamic boarding school (Pesantren) are teenagers in the transition phase from childhood into adulthood, who are vulnerable to conflict and psychological problems. For instance, negative influence from peers, sexual turmoil, juvenile delinquency, school or peer bullying might cause anxiety and social interaction difficult for teenagers. Therefore, it is important that peer counselor training be conducted at Pondok Pesantren Al-Jauharen and Al-As'ad Islamic boarding schools in Jambi Seberang, Jambi City. The implementation method is carried out in several steps, including determining the target area, surveying the target area, collecting data on participants, implementing activities, and evaluating activities. Peer counselor training activities with several sessions. First, brainstorming behaviors that need help. Second, games to increase the enthusiasm of participants. Third, lecturing about peer counseling, techniques in conducting peer counselors, as well as students' understanding in identifying which problems can be handled by students themselves, and which problems must involve professionals. Peer counselor training activities run effectively as planned, participants are very enthusiastic to follow each activity plan, and they are able to understand and apply peer counseling. Key word: Islamic boarding school, peer counselor, training ABSTRAK Para santri merupakan mereka yang menginjak fase remaja, dimana fase ini merupakan fase transisi dari anak-anak ke dewasa. Pada fase ini rentan terjadi permasalahan psikologis, diantaranya remaja mudah terbawa pengaruh negatif, gejolak seksual, kenakalan remaja, tindakan bullyng dari teman-teman mereka dalam satu lingkungan sekolah, yang membuat mereka sulit interaksi sosial dan cemas. Oleh karena itu, pentingnya pelatihan peer counselor yang akan dilakukan di Pondok Pasantren Pondok Pasantren Al-Jauharen dan Al- As’ad yang ada di Jambi Seberang Kota Jambi. Metode pelaksanaan dilakukan dengan beberapa tahapan, diantaranya penetapan tempat sasaran, survei daerah sasaran, pendataan peserta, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Kegiatan pelatihan peer counselor dengan beberapa sesi diantaranya; Pertama, Brainstorming Perilaku yang Membutuhkan Bantuan. Kedua, permainan untuk meningkatkan antusiasme peserta, Ketiga, Pemberi materi tentang Peer counseling, teknik dalam melakukan peer counselor, serta pemahaman santri terhadap identifikasi permasalah yang harus ditangani oleh santri sendiri, serta mana masalah yang harus melibatkan tenaga professional. Kegiatan pelatihan peer counselor berjalan efektif sesuai dengan yang direncakan, peserta sangat antusias untuk mengikuti setiap rencana kegiatan, dan mereka mampu memahami dan menerapkan konseling teman sebaya (peer counselor). Kata kunci: pesantren, peer counselor, pelatihan
PENERAPAN PSIKOEDUKASI PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI DI KELURAHAN LEGOK Yun Nina Ekawati; Marlita Andhika Rahman; Nofrans Eka Saputra; Annisa Andriani; Dessy Pramudiani
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 6 No. 2 (2023): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v6i2.28676

Abstract

ABSTRACT The increasing number of early marriages occurring in society has an impact on the low quality of the population, especially the welfare of young women. Community Service Objective: To provide knowledge about the effects of early marriage on children and adolescents. The method of this research was activities using psychoeducation methods for children and adolescents. This service is carried out for three months.Results of Community Service: Psychoeducation has been carried out for children who are expected to understand the impact of early marriage if it occurs at the age of children and adolescents through understanding the ten dimensions of marriage readiness—participants' pretest-posttest results. Most participants experienced an increase in knowledge before and after being given psychoeducation. Community service has also succeeded in providing counselling skills to participants, but some participants still need a lot of practice to improve their counselling skills. Conclusion This community service has taken place well through psychoeducational activities. Participants have understood the ten dimensions of marriage readiness and are expected to practice counselling skills that have been applied in community service.Keywords: Psychoeducation, Early Marriage, Children ABSTRAKMeningkatnya angka pernikahan dini yang terjadi dimasyarakat yang berdampak pada rendahnya kualitas kependudukan khususnya kesejahteraan perempuan muda. Tujuan Pengabdian Masyarakat yakni untuk memberikan pengetahuan mengenai dampak pernikahan dini pada anak-anak dan remaja. Kegiatan menggunakan metode psikoedukasi dan pelatihan konseling untuk anak dan remaja. Telah dilaksanakan psikoedukasi untuk anak-anak yang diharapkan mampu memahami dampak pernikahan dini jika terjadi pada usia anak-anak dan remaja melalui pemahaman 10 dimensi kesiapan pernikahan. Hasil pretest-postest peserta Sebagian besar peserta mengalami peningkatan pengetahuan sebelun dan sesudah diberikanya psikoedukasi. Pengabdian masyarakat juga berhasil memberikan keterampilan konseling pada peserta, namun Sebagian peserta masih perlu banyak latihan dalam meningkatkan keterampilan konseling tersebut. Kesimpulan pengabdian masyarakat ini telah berlangsung dengan baik melalui kegiatan psikoedukasi. Peserta telah memahami 10 dimensi kesiapan pernikahan dan diharapkan melatih keterampilan konseling yang telah diterapkan dalam pengabdian masyarakat tersebut.Kata kunci: Psikoedukasi, Pernikahan Dini, Anak