Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PENGAWASAN DAN KELENGKAPAN ALAT PELINDUNG DIRI DENGAN TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI Suzana Indragiri; Liha Salihah
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.738 KB) | DOI: 10.38165/jk.v10i1.2

Abstract

Salah satu upaya pencegahan kecelakaan tenaga kerja adalah dengan mengharuskan memakai Alat Pelindung Diri (APD) yang memenuhi syarat, yaitu nyaman dalam penggunaan, tidak menghalangi dalam proses bekerja, dan memberikan perlindungan efektif terhadap jenis-jenis bahaya. Dalam meningkatkan kepatuhan  penggunaan APD pada pekerja juga diperlukan adanya faktor pengawasan yang berfungsi sebagai pengendalian pelaksanaan setiap kegiatan yang  merupakan usaha pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Pengawasan ini pada dasarnya adalah pengawasan terhadap proses dan hasil serta orang yang melakukan pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan pengawasan dan kelengkapan dengan tingkat kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) pada pekerja produksi area bagging off  di PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Unit Cirebon tahun 2018. Rancangan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh Pekerja produksi area bagging off  PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Unit Cirebon yang berjumlah 55 orang pada bulan Mei 2018. Jumlah sampel menggunakan total sampling karena jika jumlah populasi kurang dari 100 maka seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Metode pengumpulan data menggunakan data primer berupa observasi dan wawancara dan instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan Uji Chi Square pada tingkat kemaknaan 5% (0,05). Hasil uji statistik didapatkan bahwa ada hubungan antara pengawasan dengan kepatuhan penggunaan APD diperoleh p value sebesar 0,049. Dan ada hubungan antara kelengkapan APD terhadap kepatuhan penggunaan APD diperoleh p value sebesar 0,001.Kata kunci : ABSTRACTOne effort to prevent workplace accidents is to require that you wear Personal Protective Equipment (PPE) that meets the requirements, which is comfortable in use, does not hinder the work process, and provides effective protection against types of hazards. In increasing the compliance of PPE usage to workers, it is also necessary to have a supervisory factor that functions as a control for the implementation of each activity which is an effort to achieve the stated goals. This supervision is basically the supervision of the process and results and the people who do the work. The purpose of this study was to determine the relationship of supervision and completeness with the level of compliance with the use of personal protective equipment (PPE) on workers producing bagging off areas at PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Cirebon Unit in 2018.The design in this study is a quantitative approach with cross sectional design. The study population was all workers producing bagging off areas of PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. The Cirebon unit which numbered 55 people in May 2018. The number of samples uses total sampling because if the population is less than 100 then the entire population is used as a sample. Data collection method uses primary data in the form of observation and interviews and data collection instruments using questionnaires. Data were analyzed using Chi Square Test at a significance level of 5% (0.05).Statistical test results showed that there was a relationship between supervision with compliance with PPE obtained p value of 0.049. And there is a relationship between the completeness of PPE to the APD usage compliance obtained p value of 0,001.
PENGARUH TERAPI KOMPRES HANGAT DENGAN WWZ (WARM WATER ZACK) TERHADAP NYERI PADA PASIEN DYSPEPSIA R. Nur Abdurakhman; Suzana Indragiri; Leny Nur Setiyowati
Jurnal Kesehatan Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v11i1.201

Abstract

ABSTRAKDyspepsia merupakan suatu kondisi medis yang ditandai dengan nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas atau ulu hati. Hal ini yang dapat menyebabkan gangguan rasa nyaman dan aman yaitu nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi kompres hangat dengan WWZ (Warm Water Zack) terhadap nyeri pada pasien dyspepsia di RSIA Pala Raya Kabupaten Tegal Tahun 2020.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Pre-eksperimental dengan tipe the one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang didiagnosa dyspepsia sebanyak 15 pasien pada tanggal 12 - 14 Maret 2020, pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa lembar ceklist dan NRS (Numeric Rating Scale) menggunakan metode Paired T-Test.Hasil penelitian didapatkan bahwa intensitas nyeri sebelum dilakukan intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri berat 7 - 10 (66,66%) dan intensitas nyeri setelah dilakukan intervensi adalah sebagian besar responden mengalami nyeri ringan 1 - 3 (60%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,000 dan jika α = 0,05 maka p <α (0.000 < 0,05), yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara terapi kompres hangat dengan WWZ (Warm Water Zack) terhadap nyeri pada pasien dyspepsia Kata Kunci    : Terapi Kompres Hangat, WWZ (Warm Water Zack), Nyeri, Dyspepsia. ABSTRACTDyspepsia is a medical condition characterized by pain or discomfort in the upper abdomen or solar plexus. This can cause discomfort and safety, namely pain. The purpose of this study was to determine the effect of warm compress therapy with WWZ (Warm Water Zack) on pain in dyspepsia patients at RSIA Pala Raya Kabupaten Tegal 2020.This study uses a Pre-experimental research design with the type of the one group pretest-posttest design. The population in this study were all patients diagnosed with dyspepsia as many as 15 patients on March 12-14, 2020, sampling with an total sampling techniqueat. The research instruments were checklist sheets and NRS (Numeric Rating Scale) using the Paired T-Test method.The results is the intensity of pain before the intervention was done most of the respondents experienced severe pain 7 – 10 (66,66%0 and the intensity of pain after the intervention was that the majority of respondents experienced mild pain 1 – 3 (60%). Statistical test results obtained the value of p = 0,000 and if α = 0.05 then p <α (0,000 <0.05), which means there is a significant effect between warm compress therapy with WWZ (Warm Water Zack) on pain in dyspepsia patients.Keywords : Warm Compress Therapy, WWZ (Warm Water Zack), Pain, Dyspepsia.
MANAJEMEN RISIKO K3 MENGGUNAKAN HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL (HIRARC) Suzana Indragiri; Triesda Yuttya
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.225 KB) | DOI: 10.38165/jk.v9i1.77

Abstract

Kegiatan di Rumah Sakit mempunyai risiko berasal dari faktor fisik, kimia,  biologi, ergonomi  dan  psikososial, variasi, ukuran, tipe dan kelengkapan Rumah Sakit  menentukan tingkat risiko K3. RSD Gunung Jati sebagai sarana pelayanan kesehatan tempat berkumpulnya orang sakit maupun orang sehat yang memungkinkan terjadinya risiko timbulnya kecelakaan akibat kerja dan penyakit akibat kerja. Sumber bahaya yang ada di Rumah Sakit harus diidentifikasi dan dinilai untuk menentukan tingkat risiko, yang merupakan tolak ukur kemungkinan terjadinya kecelakaan akibat kerja dan penyakit akibat kerja. Dari hasil rekapitulasi insiden di ruang rawat inap Pangeran Suryanegara (Psikiatri) pada Desember 2015 sampai Juni 2017 terdapat 20 insiden. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manajemen risiko K3 menggunakan Hazard Identification Risk Assessment And Risk Control (HIRARC). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi lapangan, telaah dokumen, dan wawancara mendalam. Analisis data diawali dengan mengidentifikasi bahaya potensial dengan metode HIRARC untuk menganalisa potensi bahaya dari aktivitas kerja serta memberikan penilaian risiko, dan melakukan upaya pengendalian risiko.Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat 10 aktivitas kerja di ruang rawat inap psikiatri yang memiliki potensi bahaya, identifikasi bahaya yaitu pencahayaan, disinfektan, tertular penyakit HIV/AIDS, Hepatitis A, Hepatitis B, Tuberkulosis, postur tubuh yang salah, melakukan pekerjaan berulang, mendapat  serangan pasien, sering kontak dengan pasien, panik, dan kerja berlebih. Penilaian risiko diketahui 1 aktivitas kerja dengan risiko extreme, 7 aktivitas kerja dengan risiko high, 1 aktivitas kerja moderate dan 1 aktivitas kerja low.Kata Kunci : Manajemen Risiko K3, HIRARC   ABSTRACTActivities in hospital have a risk which comes from physical factor, chemistry, biology, ergonomics, and psychosocial, variety, size, type, and completeness of hospital determine the OHS risk degree. Regional Gunung Jati hospital as a health service facility is a gathering place for sick people or healthy people where it is possible a risk occurs due to working accidence and disease due to working. The dangerous source which exists in hospital must be identified and measured to determine the risk level which is measuring basis for the possibility of accidence occurs due to working and disease due to working. From the recapitulation result of incidence in overnight-patient room Pangeran Suryanegara (psychiatry) from Des 2015 to June 2017 has 20 incidences. The goal of this research is to know the OHS risk management uses HIRARC. This research is a qualitative research. The technique used to collect data is observing field, analyzing data begins by identifying the potential danger using HIRARC method, analyzing potential danger from working activities and risk measurement and do the effort for controlling the risk.According to the research's result, it is known that there are 10 working activities in overnight-psychiatry patient room which have potential danger, identifying danger such as lightning, desinfectan, infected HIV/Aids, hepatitis A, hepatitis B, tuberculosis, wrong body from, doing repetitive work, getting patients attack, contacting patient frequently, panic, and workaholic. The risk measurement is known 1 working activity with the extreme risk, 7 working activities with high risk, 1 moderate working activity and 1 low working activity.Keywords : OHS Risk Management, HIRARC
HUBUNGAN FAKTOR DETERMINAN PERILAKU DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PEKERJA PEMBORAN Suzana Indragiri; Hendri Firnanda
Jurnal Kesehatan Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.549 KB) | DOI: 10.38165/jk.v8i2.107

Abstract

Menurut PT Jamsostek (Persero) yang saat ini telah berubah menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, sepanjang tahun 2014 jumlah pesertanya yang mengalami kecelakaan kerja sebanyak 129.911 orang. Kurangnya kesadaran para pekerja untuk senantiasa menggunakan APD dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap tindakan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor determinan perilaku dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada pekerja pemboran PT. PDSI (RIG 38.2/D1000-E) di Desa Kaplongan Lor Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan di PT. PDSI (RIG 38.2/D1000-E) di Desa Kaplongan Lor Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu tahun 2017 dengan jumlah 50 responden. Jumlah sampel sebanyak 34 sampel responden yang diambil menggunakan proportional random sampling. Instrument menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara statistik menggunakan  uji Chi Square pada tingkat kemaknaan 5% (0,05). Hasil uji statistik didapatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, ketersediaan APD, kenyamanan APD, peraturan dan pengawasan, serta tidak ada hubungan antara sikap dan pelatihan dengan penggunaan APD pada pemboran PT. PDSI (RIG 38.2/D1000-E) di Desa Kaplongan Lor Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu Tahun 2017.Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Ketersediaan APD, Perilaku Penggunaan APD   ABSTRACTAccording to PT Jamsostek (Persero), which has been transformed into Social Security Agency (BPJS) Employment, throughout 2014 the number of participants injured at work as much as 129 911 people. Lack of awareness of the workers to always use PPE is influenced by several factors that have a considerable influence on the action the use of personal protective equipment to workers. The purpose of this study was to determine Relation Determinant factor with the Behaviour of the use of Personal Protective Equipment (PPE) on Drilling PT. PDSI (RIG 38.2 / D1000-E) in the village of Kaplongan Lor, Karangampel District of Indramayu Regency in 2017. This study uses a quantitative approach to the cross-sectional design. The population in this study were all employees at PT. PDSI (RIG 38.2 / D1000-E) in the village of Kaplongan Lor Karangampel District of Indramayu regency in 2017 with a total of 50 respondents. The total sample of 34 respondents in a sample taken using proportional random sampling. Instrument using a questionnaire. Data were statistically analyzed using Chi Square test at the 5% significance level (0.05). Results of statistical test showed that there is a relationship between knowledge, availability of APD, APD comfort, regulation and supervision, and there is no relationship between attitude and training with the use of PPE in the Drilling PT. PDSI (RIG 38.2 / D1000-E) in the village of Kaplongan Lor Karangampel District of Indramayu Regency in 2017.Keywords : Knowledge, Attitude, availability of APD, Behavior use of PPE
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN DEMENSIA PADA LANSIA Uun Kurniasih; Nuniek Tri Wahyuni; Heni Fa&#039;riatul Aeni; Suzana Indra Giri; Affah Fuadah
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v12i2.253

Abstract

Penyakit demensia sering ditemukan pada lansia hal ini berkaitan dengan bertambahnya usia yang semakin tua. Kejadian demensia pada lansia di Puskesmas Plumbon tahun 2020 paling tinggi yaitu sebesar 37,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga pada pasien lansia dengan demensia. Jenis penelitiannya yaitu penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu lansia yang berkunjung ke Posbindu Wilayah Kerja Puskesmas Plumbon Kabupaten Indramayu pada bulan Maret 2020 sebanyak 63 orang dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan datanya menggunaan kuesioner dengan teknik wawancara. Analisis data menggunakan uji statistik chi square Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara dukungan keluarga pada pasien lansia dengan demensia di Posbindu Wilayah Kerja Puskesmas Plumbon Indramayu Kabupaten Indramayu tahun 2020 dengan p value = 0,017. Petugas kesehatan agar meningkatkan kegiatan penyuluhan kepada keluarga tentang pentingnya memberikan dukungan kepada lansia yang mengalami demensia baik moril maupun materil, mengoptimalkan kegiatan posbindu dengan kegiatan-kegiatan untuk lansia seperti senam lansia, pengobatan, dan juga pemberian informasi kepada lansia mengenai demensia dan cara penanganannya.Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Demensia, Lansia   AbstractDementia disease is often found in the elderly, this is related to increasing age. The incidence of dementia in the elderly at the Plumbon Health Center in 2020 was the highest at 37.5%. This study aims to determine the relationship of family support in elderly patients with dementia. The type of research is a quantitative study with a cross sectional design . The sample in this study was the elderly who visited the Posbindu in the Plumbon Health Center Work Area, Indramayu Regency in March 2020 as many as 63 people with purposive sampling technique. Collecting data using a questionnaire with interview techniques . Analysis of the data using the chi square statistical test. The results showed that there was a significant relationship between family support for elderly patients with dementia in Posbindu, Plumbon Indramayu Health Center Work Area, Indramayu Regency in 2020 with p value = 0.017. Health workers should increase outreach activities to families about the importance of providing support to the elderly with dementia both morally and materially, optimizing posbindu activities with activities for the elderly such as elderly gymnastics, treatment, and also providing information to the elderly about dementia and how to handle it.Keywords: Family Support, Dementia, Elderly
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP STRES MAHASISWA TINGKAT AKHIR DENGAN SISTEM PEMBELAJARAN DARING Asiah Asiah; Suzana Indragiri; Vina Sifa Unnufus
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v12i1.237

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) pertama kali ditemukan di Wuhan Provinsi Hubei, Cina. Pemerintah melalui surat edarannya juga memerintahkan seluruh aktifitas pembelajaran dilakukan dirumah (sekolah dari rumah/daring) dan bekerja dari rumah (WFH). Ketidakmampuan mahasiswa untuk beradaptasi dengan keadaan tersebut membuat mereka mengalami stress. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap stres mahasiswa tingkat akhir dengan sistem pembelajaran daring pada masa pandemi COVID-19. Jenis penelitian ini menggunakan quasi eksperimen tanpa ada kelompok kontrol, yaitu One Group Pretest – Posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir Program Studi Ilmu Keperawatan sebanyak 15 responden, sedangkan sampel menggunakan teknik pengambilan total sampling yaitu sebanyak 15 responden. Alat ukur untuk tingkat stress menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21) dan terapi relaksasi otot progresif menggunakan SOP. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariate. Analisa bivariate menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil Penelitian didapatkan analisis nilai ρ (0,001) < nilai α (0,05) yang artinya ada pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap stres mahasiswa dengan sistem pembelajaran daring pada masa pandemi COVID-19 di Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Cirebon Tahun 2020. Diharapkan kegiatan relaksasi otot progresif dapat diterapkan sehingga dapat memberikan efek menenangkan dan merilekskan tubuh.Kata Kunci: Stres Mahasiswa, Terapi Relaksasi Otot Progresif, Coronavirus Disease 2019 AbstractCoronavirus Disease 2019 (COVID-19) was first discovered in Wuhan, Hubei Province, China. The government through its circular also orders all learning activities to be carried out at home (school from home / online) and work from home (WFH). Students' inability to adapt to this situation makes them experience stress. The purpose of this study was to analyze the effect of progressive muscle relaxation therapy on final year student stress with an online learning system during the COVID-19 pandemic. This type of research uses a quasi-experimental without a control group, namely the One Group Pretest - Posttest design. The population in this study were 15 students of Program Studi Ilmu Keperawatan, while the sample used a total sampling technique of 15 respondents. Measurement tools for stress levels use the Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21) questionnaire and progressive muscle relaxation therapy using SOP. The data analysis used was univariate and bivariate analysis. Bivariate analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test.The results of the study obtained an analysis of the value of ρ (0.001) <α value (0.05), which means that there is an effect of progressive muscle relaxation therapy on student stress with an online learning system during the COVID-19 pandemic in the STIKes Cirebon Nursing Study Program 2020. It is hoped that progressive muscle relaxation activities can be applied so that it can have a calming and relaxing effect on the body.Keywords: Student Stress, Progressive Muscle Relaxation Therapy, Coronavirus Disease 2019
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN UPAYA PENANGGULANGAN KEBAKARAN PADA KARYAWAN DI PD SURABRAJA FOOD INDUSTRY KASUGENGAN KIDUL Suzana Indragiri
Jurnal Kesehatan Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v7i2.127

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu kecelakaan yang paling sering terjadi selain menimbulkan korban jiwa dan kerugian material, kebakaran juga dapat merusak lingkungan serta gangguan kesehatan yang diakibatkan dari asap kebakaran. Oleh karena itu, untuk meminimalisasi terjadinya kebakaran maka perlu penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan kecelakaan termasuk kebakaran. Pengetahuan, sikap dan upaya karyawan merupakan suatu hal penting dalam menghadapi situasi tanggap darurat bencana kebakaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan upaya penanggulangan kebakaran pada karyawan di PD Surabraja Food Industry Kasugengan Kidul Kabupaten Cirebon Tahun 2016.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh karyawan di PD Surabraja Food Industry Kasugengan Kidul Kabupaten Cirebon yang berjumlah 106 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampling jenuh pada bulan Agustus 2016, instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan metode penelitian wawancara, analisa data menggunakan uji statistik chi square.Hasil uji bivariat dengan menggunakan uji statistik, pada variabel pengetahuan menunjukan nilai p value = 0,035, hal ini menunjukkan ada hubungan pengetahuan dengan upaya penanggulangan kebakaran dan variabel sikap menunjukan nilai p value = 0,084, hal ini menunjukan tidak ada hubungan sikap dengan upaya penanggulangan kebakaran di PD Surabraja Food Industry Kasugengan Kidul Kabupaten Cirebon Tahun 2016.Perlunya meningkatkan pengetahuan terhadap upaya penanggulangan kebakaran pada karyawan, diharapkan perusahaan mengadakan pelatihan dan sosialisasi terhadap tenaga kerja guna meningkatkan pengetahuan tentang penanggulangan kebakaran di tempat kerja di PD Surabraja Food Industry Kasugengan Kidul Kabupaten Cirebon Tahun 2016.Kata Kunci     : Pengetahuan, Sikap, Upaya Penanggulangan Kebakaran ABSTRACTFire is one of the most common accidents besides causing casualties and material losses, fires can also damage the environment and health problems resulting from smoke fire. Therefore, to minimize the occurrence of fire, the necessary implementation of Health and Safety as prevention and control of accidents including fire. Knowledge, attitudes and behavior of employees is an important thing in the face of a fire emergency response situations.Knowledge, attitude and effort of employees is an important thing in dealing with emergency response situation fire. The purpose this study was to determine the relationship of knowledge and attitude with the fire-fighting effort in employees in PD Surabraja Food Industry Kasugengan Kidul, Cirebon 2016.This study uses a quantitative approach to the cross-sectional design. The population in this research that all employees in PD Surabraja Food Industry Kasugengan Kidul, Cirebon regency totaling 106 people. The sampling technique in this study using saturation sampling in August 2016, research instruments using a questionnaire and interview research methods, data analysis using chi square test.Bivariate test results using statistical tests on the knowledge variables showed p value = 0.035, this shows there is a relationship of knowledge with the fire-fighting effort and attitude variables showed p value = 0.084, this shows there is no correlation with the attitude of fire fighting effort, Companies are expected to conduct training and socialization of labor in order to increase knowledge about fire prevention in PD Surabraja Food Industry Kasugengan Kidul, Cirebon 2016.The need to improve the knowledge of the fire-fighting effort in employees in PD Surabraja Food Industry Kasugengan Kidul, Cirebon 2016Keyword                : Knowledge, Attitude, Fire Fighting Effort
Edukasi Vaksinasi Covid-19 Pada Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Di Rumah Sakit Umum Antam Medika Cucu Herawati; Sri Wahyuni; Suzana Indragiri; Nuniek Tri Wahyuni; R. Nur Abdurakhman; Supriatin Supriatin; Dewi Mutiah
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2022): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.18 KB) | DOI: 10.31943/abdi.v4i2.62

Abstract

Ibu hamil mempunyai risiko tinggi apabila terinfeksi COVID-19 pada kehamilan dan bayinya, sehingga memerlukan upaya intervensi kesehatan untuk memutus mata rantai penularan penyakit, yaitu melalui upaya vaksinasi. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan cakupan vaksinasi pada ibu hamil dan menyusui. Metode pelaksanaan kegiatan ini dengan cara penyuluhan dan sosialisasi. Sasaran pengabdian ini yaitu ibu hamil dan ibu menyusui. Langkah-langkah pelaksanaan pengabdian ini, yatitu persiapan sosialisasi, Inform Consent dan Pre Test, sosialisasi Kesehatan, dan post test. Hasil kegiatan ini diperoleh adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil dan menyusui setelah di lakukan sosialisasi vaksin covid-19 dan cakupan Ibu Hamil yang sudah Vaksin Covid-19 bertambah dari 39% menjadi 42 %, dan ibu menyusui bertambah dari 46% menjadi 50% setelah di lakukan Sosialisasi Kesehatan. Sebaiknya petugas Kesehatan meningkatkan frekuensi dan kualitas promosi kesehatan dan diharapkan pasien khususnya Ibu hamil dan menyusui aktif ikut serta dalam sosialisasi vaksinasi Covid-19.
HUBUNGAN TINGKAT STRESS DENGAN GANGGUAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR YANG SEDANG SKRIPSI Asiah Asiah; Chyntia Gusti Ayu; Supriatin Supriatin; Lin Herlina; Suzana Indragiri; Lilis Banowati
Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v13i2.269

Abstract

Kebutuhan tidur pada remaja dan orang dewasa usia 18-40 tahun menurut dokter untuk hidup sehat membutuhkan waktu tidur 7 - 8 jam setiap hari. Dampak stres dalam menyusun skripsi adalah keadaan saat mahasiswa merasakan gangguan tidur, kesulitan tidur, tidur tidak tenang, kesulitan menahan tidur, sering terbangun di pertengahan malam, dan sering terbangun di awal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan gangguan kualitas tidur pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang skripsi. Jenis penelitian menggunakan cross sectional non-eksperimental. Populasi sebanyak 31 responden, menggunakan total sampling. Instrumen Depression Anxiety Stres (DASS) untuk tingkat kecemasan dan gangguan kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Qualilty Index (PSQI). Analisis bivariat menggunakan uji statistic Chi-Square.  Hasil penelitian diperoleh 58,1% responden kategori stres sangat berat, dan 45,1% responden mengalami kualitas tidur sedang. Ada hubungan antara tingkat stress dengan gangguan kualitas tidur (p value 0,032). Hasil penelitian ini dapat dijadikan tambahan materi pengajaran pada mata kuliah keperawatan jiwa terkait pendalaman teori stress dan pengenalan terapi yang dapat menurunkan tingkat stress yang dapat dipraktikan kepada mahasiswa khususnya tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi. Kata Kunci: Tingkat Stres; Gangguan Tidur; Mahasiswa Tingkat Akhir AbstractAccording to doctors, the need for sleep in adolescents and adults aged 18-40 years for a healthy life requires 7-8 hours of sleep every day. Studies show that teens who are sleep deprived are more prone to depression, are unfocused and have poor school grades. The impact of stress in writing a thesis is a condition when students feel sleep disturbances, have difficulty sleeping, sleep restlessly, have difficulty holding sleep, often wake up in the middle of the night, and often wake up early. The purpose of this study was to determine the relationship between stress levels and sleep quality disorders in final year nursing students who are preparing a thesis. This kind of research uses a non-experimental cross sectional. The population as many as 31 respondents. The sample uses sampling resume. Anxiety level instrument using Depression Anxiety Stress (DASS) and sleep quality disorders using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Bivariate analysis using Chi-Square statistical test. The results obtained 58.1% of respondents with very severe stress category, and 45.1% of respondents experienced moderate sleep quality. There is a relationship between stress levels and sleep quality disorders (p value 0,032). The results of this research can be used as additional teaching materials in mental nursing courses related to deepening stress theory and introduction therapy that can reduce the level of stress that can be practice to students, especially the final year who are compiling a thesis. Keywords: Stress Levels; Sleep Disorders; Final Year Students.
PENDAMPINGAN VOLUNTARY COUNSELING AND TESTING (VCT) PADA KELOMPOK BERISIKO (WANITA PENJAJA SEX) DI TEMPAT HIBURAN MALAM Heni Fa&#039;riatul Aeni; Eka Prilianto; Iis Iis; Rif&#039;atun Nisa; Suzana Indragiri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIRAH) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.164 KB)

Abstract

AbstractVoluntary Counseling and Testing or abbreviated as VCT is one of the public health strategies which has a role as an entry point for all HIV/AIDS health services. The implementation of VCT is influenced by the perception of risk, wherein individuals who perceipts themselves at risk of HIV/AIDS will consider to perform VCT. The purpose of this activity is to increase trust in health (Health Belief Model) in VCT services. The method used is pre-test counseling and HIV test. VCT activities ran smoothly, which was indicated by the cooperativeness of VCT service recipients when they were asked for information required by providers. VCT service should be improved by providing counseling on the prevention of transmission as well as signs and symptoms of HIV/AIDS Keywords: Voluntary Counseling and TestingAbstrak: Konseling dan Testing Sukarela yang dikenal sebagai Voluntary Counselling and Testing (VCT) merupakan salah satu strategi kesehatan masyarakat dan sebagai pintu masuk ke seluruh layanan kesehatan HIV/AIDS. Pemanfaatan VCT salah satunya dipengaruhi oleh persepsi terhadap risiko yakni individu yang memiliki persepsi bahwa dirinya berisiko terhadap HIV/AIDS akan mempertimbangkan untuk melakukan VCT. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kepercayaan terhadap kesehatan (Health Belief Model) pada layanan VCT.  Metode yang dilakukan yaitu konseling pra test dan tes HIV. Kegiatan VCT berjalan dengan lancar yang ditandai dengan kooperatifnya penerima layanan VCT saat diminta informasi yang dibutuhkan oleh petugas. Meningkatkan layanan VCT dengan memberikan konseling mengenai mencegah penularan serta tanda dan gejala HIV/AIDS. Kata Kunci: Voluntary Counseling and Testing