Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis di Puskesmas Bina Karya Utama Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2022 Sri Aryani, Ni Putu; Listina, Febria; Djamaluddin, Abikusno; Dwiyana, M Rizal
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v7i1.2486

Abstract

ABSTRAK Dalam laporan Global Report Tuberkulosis World Health Organization WHO, (2020) Secara global kasus TB terbanyak berada pada Asia Tenggara 44%, Afrika 25%, Pasifik Barat 18%, Mediterania Timur 8,2%, Amerika 2,9% dan Eropa 2,5%. Delapan Negara dengan kasus TB terbanyak yaitu India, Indonesia, China, Philiphina, Pakistan, Nigeria, Bangladesh dan Afrika Selatan. Tujuan yaitu diketahui besar risiko dengan kejadian tubekrulosis di Puskesmas Bina Karya Utama Lampung Tengah tahun 2022. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian pasien terduga tuberkulosis. Jumlah populasi sebanyak 107 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probality sampling dengan metode purposive sampling. Analisis data yaitu analisis univariat dengan bentuk table distribusi frekuensi dan analisis bivariat yaitu dengan uji chi square dan Odd Ratio (OR). Penelitian dilaksanakan di wilahay kerja Puskesmas Bina Karya Utama Kabupaten Lampung Tengah pada 7 – 17 Juli 2023. Hasil Penelitian ini diperoleh tidak ada factor risiko status gizi dengan kejadian tuberkulosisi (p value = 0,189), tidak ada factor risiko antara perilaku merokok dengan kejadian tuberkulosisi (p value = 0,414), tidak ada factor risiko antara ventiaasi alami dengan kejadian tuberkulosis (p value = 0,645), tidak ada factor risiko antara jenis lantai dengan kejadian tuberkulosisi (p value = 0,370). Saran untuk petugas puskesmas lebih meningkatkan penyuluhan tentang rumah sehat yang berkaitan dengan penyakit tuberkulosis kepada masyarakat, seperti kepadatan hunian, suhu dan kelembaban dalam rumah, pentingnya fungsi ventilasi, pencahayaan, dan jenis lantai guna mencegah terjadinya penularan penyakit ini dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam kegiatan perbaikan lingkungan rumah. Kata Kunci : Status Gizi, Perilaku Merokok, Ventilasi Alami, Jenis Lantai
Hubungan pola asuh dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan Listina, Febria; Maritasari, Dwi Yulia; Aziza, Nurul; Rukmana, Nova Mega; Agata, Annisa
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 1 (2025): Volume 19 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i1.736

Abstract

Background: Stunting is a condition in which toddlers have a length or height that is less when compared to age. The factor of bad parenting in the family is one of the causes of nutritional problems. A preliminary study conducted by researchers at the Sumber Arum village obtained data have a stunting toddler with a total of 41 children under five from the target number of 0-5 years as many as 267 and designated as 10 areas with locus stunting. Purpose: To relationship of parenting with the incidence of stunting in children aged 24-59 months. Method: Analytical research with a cross-sectional approach. The population in this study were toddlers aged 24-59 months totaling 108 people with a sampling technique using the Slovin formula. The sample in this study amounted to 85 respondents. Data analysis used univariate and bivariate chi square tests. Results: The relationship analysis using the chi square test, obtained a p-value of 0.000 (p<0.05), which means that there is a significant relationship between maternal parenting patterns and the incidence of stunting in Sumber Arum Village, Kotabumi I Health Center Working Area in 2023 and obtained OR amounting to 0.066 (95% CI 0.023-0.192) indicating that toddlers who receive parenting are 0.066 times the determining factor in the occurrence of stunting. Conclusion: There is a relationship between maternal parenting patterns and the incidence of stunting in children aged 24-59 months, indicated by the results of p-value = 0.000 and OR = 0.066. Suggestion: Further research can add to the experience and insight of science about stunting. In addition, it can use the same variables, but the respondent groups and characteristics are different.   Keywords: Parenting; Stunting; Toddlers.   Pendahuluan: Stunting adalah kondisi ketika balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan balita seumurannya. Faktor pola asuh yang tidak baik dalam keluarga merupakan salah satu penyebab timbulnya permasalahan gizi. Studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Desa Sumber Arum diperoleh data memiliki balita stunting dengan jumlah 41 balita dari jumlah sasaran anak usia 0-5 tahun sebanyak 267 dan ditetapkan sebagai 10 daerah dengan locus stunting. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan. Metode: Penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 108 balita berusia 24-59 bulan dengan teknik sampel menggunakan rumus slovin. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 85 responden. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat uji chi square. Hasil: Analisis menggunakan uji chi square diperoleh p-value sebesar 0.000 (p<0.05), berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh ibu dengan kejadian stunting dan diperoleh OR sebesar 0.066 (95% CI 0.023-0.192) menunjukkan balita yang mendapat pengasuhan, 0.066 kali lipat dari faktor penentu terjadinya stunting. Simpulan: Ada hubungan pola asuh ibu dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan, ditunjukkan dengan hasil p-value =0.000 dan OR =0.066. Saran: Penelitian selanjutnya dapat menambah pengalaman dan wawasan ilmu pengetahuan tentang stunting. Selain itu, dapat menggunakan variabel yang sama, tetapi kelompok responden dan karakteristik yang berbeda.   Kata Kunci: Balita; Pola Asuh; Stunting.
Hubungan Graviditas Dan IMT Dengan Kejadian Hipertensi Dalam Kehamilan Pada Ibu Hamil Di Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Metro Tahun 2023 Rasyid, Luthfiatuzzaqiyah; Listina, Febria; Nurwinda Sari, Nova
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v7i1.2472

Abstract

ABSTRAK Hipertensi dalam kehamilan adalah salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan timbulnya hipertensi selama kehamilan dengan tekanan darah sistolik dari 140 mmhg atau lebih tinggi, tekanan darah diastolik persisten > 90 mmhg dan proteinuari > 0,3 g/24 jam. Penyakit hipertensi dalam kehamilan adalah suatu gangguan kehamilan spesifik yang berkomplikasi kira – kira 3 – 5% dari seluruh kehamilan. Hipertensi dalam kehamilan salah satu penyebabnya kematian ibu. Di Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Metro kematian ibu pada 2022 terdapat 1 kasus. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan graviditas dan indeks masa tubuh dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan pada ibu hamil di Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Metro Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain kuantitaif dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Juni tahun 2023 di Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Metro. Jumlah populasi sebanyak 498 81 ibu hamil dengn sampel sebanyak responden. Analisis penelitian meliputi univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Berdasarkan Hasil univariat terdapat 53,2% kehamilan mengalami hipertensi, 55,6% gravitasi < 2 kehamilan dan 44,4% gravitasi > 2 kehamilan, 45,7% IMT dengan obesitas . Hasil bivariat ada hubungan graviditas (p-value 0,000) dan indeks masa tubuh (p-value 0,000) dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan pada ibu hamil di Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Metro Tahun 2023. Disarankan untuk ibu hamil berat badan Obesitas (IMT > 26 Kg/M2) untuk dapat mengotrol makanannya dan ibu hamil jumlah kehamilannya < 2 Kehamilan terlebih lagi jika usia > 30 tahun dan memiliki riwayat hipertensi untuk rutin mengecek kehamilannya ke pelayanan kesehatan. Kata Kunci : Graviditasi, Indeks Masa Tubuh, Kejadian Hipertensi Dalam Kehamilan
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingginya Angka Permintaan Rujukan Pasien BPJS di Puskesmas Tiuh Tohou Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2023 Astuti, Dewi; Listina, Febria; Aziza, Nurul
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v7i1.2527

Abstract

ABSTRAK Tingginya permintaan rujukan berdampak pada peningkatkan beban finansial bagi BPJS serta meningkatkan beban kerja rumah sakit sehingga menurunkan kualitas pelayanan yang diberikan, panjangnya antrian di rumah sakit, sehingga dapat memperburuk kondisi kesehatan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan tingginya angka rujukan di Puskesmas Tiuh Tohou Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang tahun 2023. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh seluruh pasien BPJS di Puskesmas Tiuh Tohou dengan jumlah sampel yang diambil 89 responden dengan teknik simple accidental sampling. Uji analisa yang digunakan adalah uji statistik chi square. Hasil analisa karakteristik responden sebagian besar dengan usia > 45 tahun (52,81%), pendidikan menengah (52,81%), dan bekerja (70,79%). Pengetahuan pasien sebagian besar kurang baik (60,67%), kepuasan pasien kurang (53,93%), sarana dan prasarana yang baik (60,67%), jarak ke rumah sakit rujukan yang dekat (51,69%). Ada hubungan pengetahuan pasien (p: 0,002; OR: 4,364), kepuasan pasien (p: 0,002;OR: 4,243), sarana dan prasarana (p: 0,009 dan OR: 3,636), dan jarak ke rumah sakit rujukan (p: 0,008 dan OR: 3,488) dengan tingginya angka rujukan di Puskesmas Tiuh Tohou Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang tahun 2023. Sehingga pihak puskesmas untuk dapat lebih meningkatkan beberapa faktor yang terkait dengan tingginya permintaaan angka rujukan seperti memberikan sosialisais terkait dengan sistem rujukan di puskesmas, meningkatkan pelayanan, dan melakukan pemeliharaan secara rutin terhadap sarana dan prasarana yang ada sehingga permintaan rujukan dapat lebih menurun.
Analisis Perilaku Seksual Berisiko Pada Populasi TKBM dalam Screening HIV di Wilayah Kerja Pelabuhan Panjang Lestari, Novia Ika; Listina, Febria; Hermawan, Nur Sefa Arief
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i3.17559

Abstract

HIV (Human Ilmmunodelfilcilelncy Vilrus) menurunkan sistem kekebalan tubuh manusia sehingga penderita rentan terhadap infeksi, sedangkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah kondisi yang timbul akibat infeksi HIV. Peningkatan kasus di Provinsi Lampung dari 185 kasus pada 2013 menjadi 730 kasus pada 2023. Lelaki Berisiko Tinggi (LBT) seperti Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) merupakan kelompok yang berpeluang melakukan seks berisiko yang akan menyebabkan penularan HIV/AIDS. Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Panjang rutin melakukan screening HIV di seluruh wilayah kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perilaku seksual berisiko terhadap TKBM dalam screening HIV di Pelabuhan Panjang tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dan studi populasi terhadap 150 orang TKBM berdasarkan kuesioner hasil screening HIV di wilayah kerja Pelabuhan Panjang tahun 2023. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil uji statistik Chi-Square diperoleh terdapat hubungan antara usia, tingkat pendidikan, status pernikahan, keterjangkauan transaksi seks, dan keterpaparan informasi HIV terhadap perilaku seksual berisiko pada TKBM di wilayah kerja Pelabuhan Panjang dengan p-value berturut-turut 0,000; 0,021; 0,001; 0,000; dan 0,011. Sementara pengetahuan tidak berhubungan dengan perilaku seksual berisiko pada TKBM dengan p-value 0,555.
Pengabdian Masyarakat: Strategi Promosi Kesehatan Pentingnya tentang Menjaga Kesehatan Reproduksi Remaja di Masa Mendatang SMPN 27 Pesawaran Putri, Dian Utama Pratiwi; Listina, Febria; Mardanissa, Serly Agustika; Widiti, Ni Kadek; Anggistin, Salsa Bila; Aziza, Nurul
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Janua
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/psnpkm.v5i1.7077

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi. Rendahnya pemahaman tentang perubahan biologis, pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, serta risiko perilaku seksual yang tidak sehat dapat berdampak buruk terhadap masa depan remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMPN 27 Pesawaran dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa kelas IX mengenai kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif disertai diskusi, pembagian leaflet, serta pre-test dan post-test sebagai alat evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 79 siswa dan dilaksanakan selama satu hari. Hasil pre-test menunjukkan adanya pemahaman awal yang belum merata, sementara hasil post-test menunjukkan peningkatan skor yang signifikan, dengan rata-rata nilai meningkat dari 8,67 menjadi 9,49. Siswa juga terlihat antusias selama kegiatan berlangsung. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif melalui metode ceramah dan media visual dapat meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi secara efektif. Program penyuluhan serupa perlu dilakukan secara berkala untuk menciptakan generasi remaja yang lebih sadar dan bertanggung jawab terhadap kesehatan dirinya.
Hubungan perilaku “cerdik” terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi Listina, Febria; Erfiyani, Nyoman; Maritasari, Dwi Yulia
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 7 (2025): Volume 19 Nomor 7
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i7.1313

Abstract

Background: Hypertension is known as a non-communicable disease with serious consequences if not properly controlled. These consequences include coronary heart disease, kidney failure, and stroke. Data shows an increasing trend in the number of hypertension sufferers, from 18.57% in 2022, 19.91% in 2023, and 19.93% in 2024. Purpose: To determine the relationship between “cerdik” behavior and blood pressure levels in hypertension sufferers. Method: This study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 83 long-term hypertensive patients, selected using a purposive sampling technique. The research instrument utilized a questionnaire collected through interviews with the Chi-Square statistical test. Results: Of the 83 respondents, 55 (66.3%) had uncontrolled blood pressure. based on bivariate testing, there was a significant correlation between blood pressure and routine health check-up behavior (p-value 0.000), regular physical activity (p-value 0.013), a balanced diet (p-value 0.001), adequate rest (p-value 0.000), and stress management (p-value 0.000). However, no significant correlation was found between the behavior of eliminating cigarette smoke and blood pressure (p-value 0.450). community health centers need to improve programs and innovations related to cerdik behavior as a step to control hypertension for hypertension sufferers in maintaining blood pressure. Conclusion: There is a significant correlation between most components of cerdik behavior and blood pressure values ​​in hypertension sufferers, but there is one variable, eliminating cigarette smoke, that does not have a relationship with blood pressure values ​​in hypertension sufferers.   Keywords: Blood Pressure; Cerdik Behavior; Hypertension.   Pendahuluan: Hipertensi dikenal sebagai penyakit tidak menular yang memiliki dapak serius apabila tidak dikontrol dengan baik. Dampak tersebut seperti, jantung koroner, gagal ginjal, serta stroke. Berdasarkan data yang diperoleh jumlah penderita hipertensi menunjukan adanya tren peningkatan dari tahun 2022 sebesar  18.57%,  tahun 2023 sebesar 19.91% hingga tahun 2024 sebesar 19.93%. Tujuan: Untuk mengetahui Hubungan  perilaku “cerdik” terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: penelitian desain analitik observasional pendekatan cross sectional. Sampel penelitian pada penelitian ini adalah pasien hipertensi lama berjumlah 83 pasien yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian memanfaatkan kuesioner yang diambil melalui wawancara dengan uji statistik Chi-Square. Hasil: Dari 83 responden ditemukan sebanyak 55 responden (66.3%) memiliki tekanan darah tidak terkontrol. berdasarkan uji bivariat terdapat relasi yang signifikan antara tekanan darah dengan perilaku rutin cek kesehatan dengan p-value 0.000, rajin aktivitas fisik dengan p-value 0.013, diet seimbang dengan p-value 0.001, istirahat yang cukup dengan p-value 0.000, dan pengelolaan stres dengan p-value 0.000. namun, tidak ditemukan relasi yang bermakna antara perilaku enyahkan asap rokok dengan tekanan darah p-value 0.450. Peningkatakn program dan inovasi terkait dengan perilau cerdik perlu dilakukan oleh puskesmas sebagai langkah untuk pengendalian Hipertensi bagi penderita hipertensi di dalam menjaga tekanan darah. Simpulan: Adanya relasi yang signifikan antara sebagian besar komponen perilaku cerdik dengan nilai tekanan darah pada pengidap hipertensi namun ada 1 variabel enyahkan asap rokok yang tidak terdapat hubungan dengan nilai tekanan darah pada pengidap hipertensi.   Kata Kunci: Hipertensi; Perilaku Cerdik; Tekanan Darah.
Relationship between Knowledge and Attitude Towards Hypertension Incidents Martha, Intan Puspita; Andora, Novika; Listina, Febria
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS5.4713

Abstract

Hypertension is one of the chronic diseases that is a global health problem today because it is a disease with a high prevalence and continues to increase. The survey results found that most patients had low knowledge about hypertension and showed a less supportive attitude in the prevention and management of hypertension. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes towards the incidence of hypertension at Clinic X Teluk Betung in 2024. This study is a quantitative study that uses the cross-sectional method. The sample in the study were patients who visited the Clinic X Teluk Betung, totaling 99 people using the purposive sampling technique. The research instrument was a questionnaire with data analysis using the Chi-Square test. The results of the analysis showed that the majority of research respondents had good knowledge as much as 95% and those who still had poor knowledge were 4%. As for the attitude category, the majority of respondents had an unfavorable attitude as much as 58.6% and those who had a good attitude were 41.4%. The Chi-Square test results obtained a p-value (0.626), which means that there is no relationship between the level of knowledge and the incidence of hypertension and has a 0.610 times chance of not having hypertension. And the p-value (0.016), which means there is a relationship between attitude and the incidence of hypertension in respondents with a good attitude and has a 0.346 times chance of not having a history of hypertension. We recommend that health counseling related to hypertension and hypertension prevention measures, especially factors that can cause hypertension, be increased again as an effort to prevent the incidence of hypertension.
PENYULUHAN CARA CUCI TANGAN PAKAI SABUN DI TPA DUSUN SUMBERSARI 3 PESAWARAN: PENYULUHAN CARA CUCI TANGAN PAKAI SABUN DI TPA DUSUN SUMBERSARI 3 PESAWARAN LISTINA, FEBRIA; Maritasari, Dwi Yulia; Rukamana, Nova Mega
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.508 KB) | DOI: 10.32832/abdidos.v6i1.1063

Abstract

Cuci tangan pakai sabun sebagai upaya preventif dalam melindungi diri dari berbagai penyakit menular. Cuci tangan menggunakan sabun dapat kita lakukan pada waktu-waktu berikut: sebelum menyiapkan makanan, sebelum dan sesudah makan, setelah BAK dan BAB, setelah membuang ingus, setelah membuang dan atau menangani sampah, kemudian setelah bermain/memberi makan/memegang hewan, serta setelah batuk atau bersin pada tangan kita. Cuci tangan pakai sabun yang dipraktikkan secara tepat dan benar merupakan cara termudah dan efektif untuk mencegah berjangkitnya penyakit. Mencuci tangan dengan air dan sabun dapat lebih efektif menghilangkan kotoran dan debu secara mekanis dari permukaan kulit dan secara bermakna mengurangi jumlah mikroorganisme penyebab penyakit seperti virus, bakteri dan parasit lainnya pada kedua tangan. Mencuci tangan dengan menggunakan air dan sabun dapat lebih efektif membersihkan kotoran dan telur cacing yang menempel pada permukaan kulit, kuku dan jari-jari pada kedua tangan. terdapat empat faktor utama yang berkaitan dalam derajat kesehatan seseorang, kelompok dan masyarakat yaitu perilaku, pelayanan kesehatan, lingkungan dan keturunan atau herediter. Faktor – faktor tersebut memiliki keterkaitan dalam mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat dan kesehatan perorangan. Diantara empat faktor tersebut faktor determinan yang paling berpengaruh besar adalah faktor perilaku manusia dan disusul faktor lingkungan pada urutan kedua. Hal ini dapat terjadi akibat faktor perilaku memiliki pengaruh lebih besar dari faktor lingkungan sehingga lingkungan hidup manusia juga sangat dipengaruhi oleh perilaku masyarakat.
Program Penyuluhan untuk Pencegahan ISPA dengan Demonstrasi Cuci Tangan dan Etika Batuk Pada Anak-Anak di Panti Asuhan Mustika Lampung Listina, Febria; Surya, Siefa Renanda; Rukmana, Nova Mega; Rustika, Rustika; Erfiyani, Nyoman; Putri, Davina Melani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.18559

Abstract

ABSTRAK ISPA adalah salah satu dari sepuluh penyakit teratas di negara berkembang, termasuk Indonesia, dan berkontribusi signifikan pada morbiditas anak-anak. Penyakit ini dapat dicegah dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat, terutama melalui penyuluhan kesehatan. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak mengenai pencegahan ISPA melalui praktik mencuci tangan dan etika batuk yang benar. Penyuluhan dilaksanakan melalui ceramah, demonstrasi langsung, dan Diskusi interaktif bersama anak-anak di panti Asuhan Mustika Bandar Lampung. Partisipan memahami pengertian, penyebab, gejala, dan pencegahan ISPA serta mampu mempraktikkan kebiasaan mencuci tangan dan etika batuk dengan baik. Penyuluhan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak mengenai pencegahan ISPA. Perlu adanya dukungan dan pengawasan dari pengasuh panti serta pengadaan fasilitas yang mendukung (seperti sabun cair, tisu, dan masker) agar kebiasaan Mencuci tangan dengan sabun (CTPS) dan tata cara batuk yang benar ini dapat terus diterapkan. Kata Kunci: ISPA, Pencegahan, Etika Batuk, Cuci Tangan, Anak-Anak  ABSTRACT Acute Respiratory Infection (ARI) is among the top ten diseases in developing countries, including Indonesia, significantly contributing to childhood morbidity. It can be prevented by increasing public knowledge, especially through health education. To enhance children's knowledge and awareness of ARI prevention through proper handwashing and coughing etiquette practices. Outreach was conducted via lectures, live demonstrations, and interactive Q&A sessions at Mustika Orphanage, Bandar Lampung. Participants understood ARI concepts, causes, symptoms, and prevention, and successfully adopted proper handwashing and coughing etiquette. The outreach program effectively increased children’s awareness of ARI prevention. Suggestion: there needs to be support and supervision from nursing home caregivers as well as providing supporting facilities (such as liquid soap, tissues and masks) so that the habit of washing hands with soap properly (CTPS) and cough etiquette can continue to be implemented. Keywords: ARI, Prevention, Coughing Etiquette, Handwashing, Children