Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Optimalisasi Media Digital Interaktif Wordwall dalam PJJ BIPA di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern, Swiss Hilda Septriani; Yuyus Rustandi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 1 (2023): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i1.6208

Abstract

The development of Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) as a soft diplomacy effort continues to increase rapidly. Various universities abroad and BIPA organizing institutions strive to open BIPA classes every semester. Every mode of learning certainly needs to be circumvented so as not to cause boredom to learners, one of which is by utilizing the available interactive digital learning media, namely Wordwall. This paper aims to identify the process of developing and optimizing the use of Wordwall in the BIPA class as an effective supporting media. In addition, it also seeks to measure the effectiveness of using Wordwall in the learning process in the classroom. The research methods used in this study were the distribution of questionnaires to learners, interview techniques, and documentation studies. The respondents in the study were students in BIPA 2 and BIPA 3 classes at the Indonesian Embassy in Bern, Switzerland in the spring semester period, which is between March–July 2022. The results showed that the development process and effectiveness of using Wordwall in learning in BIPA 2 and BIPA 3 classes could be achieved optimally which was identified through obtaining the scores of the majority of learners and the conformity of their answers during interviews. The implication of this research is that the use of digital-based teaching media, namely Wordwall in BIPA classes, also supports the success of learning objectives and becomes a new breakthrough in BIPA teaching. AbstrakPerkembangan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) sebagai upaya diplomasi lunak terus meningkat pesat. Berbagai universitas di luar negeri dan lembaga penyelenggara BIPA berupaya untuk membuka kelas-kelas BIPA setiap semester. Setiap moda pembelajaran tentunya perlu disiasati agar tidak menimbulkan kebosanan pada pemelajar, salah satunya dengan memanfaatkan media pembelajaran digital interaktif yang tersedia yaitu Wordwall. Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses pengembangan dan optimalisasi penggunaan Wordwall di kelas BIPA sebagai media penunjang yang efektif. Selain itu juga berupaya untuk mengukur efektivitas pemanfaatan Wordwall dalam proses pembelajaran di kelas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyebaran kuesioner kepada pemelajar, teknik wawancara, dan studi dokumentasi. Responden dalam penelitian adalah pemelajar di kelas BIPA 2 dan BIPA 3 di KBRI Bern, Swiss pada periode spring semester yaitu antara bulan Maret – Juni 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengembangan dan efektivitas penggunaan Wordwall dalam pembelajaran di kelas BIPA 2 dan BIPA 3 dapat tercapai secara optimal yang diidentifikasi melalui perolehan skor mayoritas pemelajar dan konformitas jawaban mereka saat wawancara. Adapun implikasi dari penelitian ini adalah penggunaan media ajar berbasis digital yaitu Wordwall di kelas BIPA turut menunjang keberhasilan tujuan pembelajaran dan menjadi terobosan baru dalam pengajaran BIPA.
Memori Kolektif dan Trauma Sejarah dalam Novel Der Vorleser Karya Bernhard Schlink Septriani, Hilda; Gantrisia, Kamelia
Puitika Vol. 22 No. 1 (2026):
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v22i1.861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis memori kolektif dan trauma sejarah yang digambarkan dalam novel Der Vorleser karya Bernhard Schlink. Novel yang berlatar cerita pada masa Perang Dunia II ini merefleksikan dampak berkelanjutan Holocaust serta pergulatan moral masyarakat Jerman dalam menghadapi warisan sejarahnya. Riset ini menggunakan cara kerja kualitatif dengan teknik analisis terhadap struktur naratif, karakter tokoh, dan kutipan teks yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini menghadirkan kompleksitas moral melalui relasi personal antara Michael Berg dan Hanna Schmitz yang memperlihatkan pertentangan antara cinta, rasa bersalah, dan penilaian benar atau salah secara etis, berdasarkan konsep memori kolektif yang sejalan dengan narasi pengalaman sejarah dalam novel yang kemudian ditransmisikan secara sosial lintas generasi. Selain itu, teori trauma juga membantu mengidentifikasi bahwa trauma sejarah tidak hilang, tetapi muncul kembali secara laten dan memengaruhi kondisi psikologis individu yang tidak mengalami peristiwa tersebut secara langsung. Temuan lain juga menunjukkan bahwa motif membaca, kebisuan, dan buta huruf dalam novel berfungsi sebagai simbol ketidakmampuan menghadapi masa lalu secara utuh. Dengan demikian, Der Vorleser dapat dipahami sebagai medium memori kultural yang membuka ruang refleksi kritis terhadap tanggung jawab sejarah dan menunjukkan bahwa warisan Holocaust terus membentuk kesadaran moral masyarakat Jerman pascaperang.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis memori kolektif dan trauma sejarah yang digambarkan dalam novel Der Vorleser karya Bernhard Schlink. Novel yang berlatar cerita pada masa Perang Dunia II ini merefleksikan dampak berkelanjutan Holocaust serta pergulatan moral masyarakat Jerman dalam menghadapi warisan sejarahnya. Riset ini menggunakan cara kerja kualitatif dengan teknik analisis terhadap struktur naratif, karakter tokoh, dan kutipan teks yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini menghadirkan kompleksitas moral melalui relasi personal antara Michael Berg dan Hanna Schmitz yang memperlihatkan pertentangan antara cinta, rasa bersalah, dan penilaian benar atau salah secara etis, berdasarkan konsep memori kolektif yang sejalan dengan narasi pengalaman sejarah dalam novel yang kemudian ditransmisikan secara sosial lintas generasi. Selain itu, teori trauma juga membantu mengidentifikasi bahwa trauma sejarah tidak hilang, tetapi muncul kembali secara laten dan memengaruhi kondisi psikologis individu yang tidak mengalami peristiwa tersebut secara langsung. Temuan lain juga menunjukkan bahwa motif membaca, kebisuan, dan buta huruf dalam novel berfungsi sebagai simbol ketidakmampuan menghadapi masa lalu secara utuh. Dengan demikian, Der Vorleser dapat dipahami sebagai medium memori kultural yang membuka ruang refleksi kritis terhadap tanggung jawab sejarah dan menunjukkan bahwa warisan Holocaust terus membentuk kesadaran moral masyarakat Jerman pascaperang.
DIASPORA, MEMORY, AND MOURNING IN THE FAREWELL AND HOW TO MAKE MILLIONS BEFORE GRANDMA DIES Jordy Satria Widodo; Dyah Kristyowati; Muslim; Hilda Septriani; Shofiya Hafidza El Haq
Jurnal Ilmiah Bina Bahasa Vol 19 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Bina Bahasa
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/5snfq054

Abstract

In an increasingly connected global world, film plays a crucial role in representing the complexities of Chinese diasporic identity and its accompanying emotional legacies. This study compares Lulu Wang's The Farewell (2019), representing the Chinese American community, with Pat Boonnitipat's How to Make Millions Before Grandma Dies (2024), focusing on the Sino-Thai community. Both films highlight the tension between tradition and modernity, as well as between family values ​​and economic pressures within contemporary capitalism. Drawing on Benedict Anderson's concept of the Imagined Community, this study analyzes how narrative structure, language use, and representations of death function as symbolic devices in constructing an imagined diasporic togetherness. The results show that The Farewell (2019) emphasizes identity fragmentation marked by linguistic alienation and emotional distance, while How to Make Millions Before Grandma Dies (2024) depicts a more connected form of family relations, albeit still influenced by the consumption and economic aspirations. Ultimately, both films represent the Chinese diaspora not only as an ethnic or geographical entity but as a construct of affective experiences born from collective practices of grief, care, and memory. Viewing cinema as an emotional and cultural archive, this study asserts that film demonstrates how diasporic communities continue to shape, negotiate, and reimagine their identities, losses, and legacies in an increasingly transnational world.
OPTIMALISASI MEDIA DIGITAL UNTUK PEMASARAN UMKM: PENGALAMAN PENDAMPINGAN PPM–KKNM INTEGRATIF DI DESA MARGAMEKAR, SUMEDANG Hasanah, Ferli; Gumilar, Trisna; Subekti, Mega; Septriani, Hilda
Midang Vol 4 No 2 (2026): Midang, Juni 2026
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v4i2.64069

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in the national economy yet continue to face significant challenges in adopting digital technology for marketing, particularly in non-urban areas. This article reports on a community service program (PPM) conducted under the Integrated PPM–KKNM scheme of Universitas Padjadjaran, aimed at optimizing the use of digital media for MSME marketing in Margamekar Village, South Sumedang District, Sumedang Regency, West Java. The implementation method was participatory and comprised four stages: needs assessment, practice-based training (learning by doing), individual consultation, and technology transfer. Four culinary MSMEs participated as partners: Wening's Catering, Keripik Nufaraz, Kue Basah Bu Neni, and Bakso Margacinta. Results indicate a tangible improvement in partners' digital literacy, evidenced by the establishment of WhatsApp Business accounts, Instagram profiles, and Shopee marketplace stores, as well as the creation of promotional media including business profile videos, product promotion videos, and digital catalogs. The mentoring not only improved marketing communication quality but also expanded market access. These findings affirm that the Integrated PPM–KKNM model, which positions students as field facilitators, is effective in promoting sustainable, locally responsive digital transformation among MSMEs. Keywords: digital literacy, digital media, MSME marketing, Integrated PPM–KKNM, community empowerment
Poetic Realism as Social Critique: Class and Gender Representations in Theodor Storm's Immensee Hilda Septriani; Genita Cansrina
Journal DaFIna - Journal Deutsch als Fremdsprache in Indonesien Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um079v10i12026p1-9

Abstract

This study analyzes how the elements of poetic realism in Theodor Storm's novella Immensee (1849) function as instruments of social critique representing class inequality and gender relations in nineteenth-century German society. Using a qualitative method, close reading, Miles and Huberman's (1994) interactive analysis model, and a sociology of literature approach, the study examines how literary elements reflect social structures. The findings show that realism, poetic language, and emotional depth function not merely as aesthetic features but as complementary forms of social critique. Realism portrays marriage as an economic transaction that deprives women of autonomy; poetic language, through the water lily metaphor, indirectly criticizes class norms; and restrained emotional depth reflects emotional repression in bourgeois society. These findings demonstrate that Immensee is more than a melancholic love story; it presents Storm's subtle critique of the class and gender structures that undermine the possibility of authentic relationships across class boundaries.
Relasi Sastra dan Sosial: Tinjauan Strukturalisme Genetik dalam Cerpen Sebatang Pohon di Luar Desa Karya Seno Gumira Ajidarma Hilda Septriani; Gilang Januarsyah; Kamelia Gantrisia; Genita Cansrina
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 1 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i1.8265

Abstract

This study aims to elaborate the representation of human facts, collective subjects, and worldviews on the surrounding environment depicted in the short story entitled Sebatang Pohon di Luar Desa by Seno Gumira Ajidarma using genetic structuralism and literary sociology approaches. A relevance as an analysis of Goldmann's literary sociology by collecting data sources from the short story Sebatang Pohon di Luar Desa by Seno Gumira Ajidarma. The method in this study is qualitative descriptive with a literary sociology approach. Data was obtained through literature review techniques by reading a short story entitled Sebatang Pohon di Luar Desa as a whole. Data analysis techniques by means of the validity of data obtained from reading sources such as books, journals accompanied by theory triangulation. The results of research from the analysis of the short story Sebatang Pohon di Luar Desa are elaborating on humanitarian facts that are collective subjects and worldviews in recording historical events in realizing independence which are represented very strongly and thick with historical meaning in Timor Timur (now is Timor Leste) at a certain period of time. This research also shows that Seno's short stories do not merely record social realities in life, but also form a critique of symbolic violence and the process of alienation in modern society. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi representasi fakta kemanusiaan, subjek kolektif, dan pandangan dunia terhadap lingkungan sekitar yang digambarkan di dalam cerpen yang berjudul Sebatang Pohon di Luar Desa karya Seno Gumira Ajidarma dengan menggunakan pendekatan strukturalisme genetik dan sosiologi sastra. Suatu relevansi sebagai analisis sosiologi sastra Goldmann dengan cara mengumpulkan sumber-sumber data dari cerpen Sebatang Pohon di Luar Desa karya Seno Gumira Ajidarma. Metode dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Data diperoleh melalui teknik kajian kepustakaan dengan cara membaca cerpen yang berjudul Sebatang Pohon di Luar Desa secara utuh dan keseluruhan. Teknik analisis data dengan cara keabsahan data yang diperoleh dari sumber bacaan seperti buku, jurnal-jurnal disertai triangulasi teori. Hasil penelitian dari analisis cerpen Sebatang Pohon di Luar Desa ini yaitu mengelaborasi fakta kemanusiaan yang bersifat subjek kolektif dan pandangan dunia dalam merekam peristiwa sejarah dalam mewujudkan kemerdekaan yang direpresentasikan dengan sangat kuat dan kental dengan makna historis di Timor Timur (sekarang Timor Leste) pada kurun waktu tertentu. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa cerpen Seno tidak sekadar merekam realitas sosial dalam kehidupan, tetapi juga membentuk kritik terhadap kekerasan simbolik dan proses alienasi dalam masyarakat modern.
REINVENTARISASI POTENSI DESA MARGAMEKAR: STUDI KASUS PENDAMPINGAN KARANG TARUNA PAMEKAR Gumilar, Trisna; Abdul Malik, Muhammad Zulfi; Subekti, Mega; Septriani, Hilda
Midang Vol 2 No 3 (2024): Midang, Oktober 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i3.58571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan reinventarisasi potensi Desa Margamekar melalui pendampingan Karang Taruna Pamekar sebagai upaya pemberdayaan masyarakat lokal. Pendampingan ini melibatkan identifikasi potensi ekonomi, sosial, dan budaya desa yang belum terkelola secara optimal. Metode yang digunakan dalam studi ini meliputi pendekatan partisipatif, wawancara mendalam dengan masyarakat, observasi langsung, dan diskusi kelompok terarah dengan anggota Karang Taruna Pamekar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Margamekar memiliki potensi besar di sektor pertanian, seni budaya, serta wisata alam yang dapat dikembangkan lebih lanjut dengan dukungan komunitas pemuda desa. Pengembangan potensi Desa Margamekar membutuhkan pendekatan holistik yang mencakup perencanaan strategis, keterlibatan komunitas, pemahaman pasar, serta pemasaran yang efektif.