Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Danadyaksa Historica

NILAI MULTIKULTURALISME DALAM BUKU TEKS PELAJARAN SEJARAH INDONESIA (Analisis Terhadap Buku Teks Sejarah Indonesia SMA Kelas XI) Niara, Kautsar; Sugito, Nuzon; Aniroh, Milkha; Agustina, Ema
Danadyaksa Historica Vol 5, No 1 (2025): Danadyaksa Historica
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jdh.v5i1.9907

Abstract

ABSTRAKIndonesia adalah negara yang memiliki keberagaman suku, agama, ras, bahasa dan budaya yang dikenal dengan multikultural. Upaya yang dapat dilakukan agar keberagaman ini tidak berpotensi konflik adalah pendidikan multikultural di sekolah melalui pelajaran sejarah yang bersumber pada buku teks Sejarah Indonesia. Buku teks Sejarah memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan dan nilai ideologis bangsa yaitu pancasila seperti nilai multikulturalisme. Melalui penelitian ini penulis akan menganalisis  Buku Teks Sejarah Indonesia kelas XI semester 1 dan 2 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 yang terdiri dari tujuh Bab. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana. Dari hasil analisis menunjukkan  di setiap bab dalam buku ini terdapat paragraf yang bermuatan nilai multikulturalisme yang disampaikan secara implisit maupun eksplisit.Kata Kunci: Nilai Multikulturalisme, Buku Teks, Sejarah IndonesiaABSTRACK Indonesia is renowned for its rich diversity encompassing ethnicities, religions, races, languages, and cultures, establishing it as a quintessentially multicultural nation. To ensure that this diversity does not become a source of conflict, it is imperative to implement multicultural education within schools, particularly through history lessons derived from the Sejarah Indonesia (Indonesian History) textbooks. These textbooks play a strategic role in conveying the ideological values of the nation, such as Pancasila, including the values of multiculturalism. This study aims to analyze the Sejarah Indonesia textbook for Grade XI, semesters 1 and 2, under the 2013 Curriculum, Revised Edition 2017, which comprises seven chapters. The research employs discourse analysis methods. The findings reveal that each chapter in the textbook contains paragraphs that embody multicultural values, presented both implicitly and explicitly.Keywords: Multicultural Values, Textbook, Indonesian History
MEMBACA MASA LALU, MENULIS MASA DEPAN: PENDIDIKAN SEJARAH SEBAGAI AKSI KRITIS Abidin, Rahman; Agustina, Ema
Danadyaksa Historica Vol 5, No 2 (2025): Danadyaksa Historica
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jdh.v5i2.10393

Abstract

Pendidikan sejarah tidak semata-mata bertujuan menanamkan hafalan peristiwa masa lalu, tetapi membuka ruang reflektif bagi peserta didik untuk memahami dinamika sosial, politik, dan budaya yang membentuk identitas kolektif. Artikel ini menyoroti urgensi pendekatan pendidikan sejarah sebagai aksi kritis yang mampu membekali siswa dengan kemampuan berpikir historis, kesadaran etis, dan keberanian untuk mempertanyakan narasi dominan. Melalui pembelajaran sejarah yang dialogis dan kontekstual, peserta didik diajak untuk tidak hanya membaca masa lalu sebagai fakta beku, tetapi menulis masa depan dengan sikap kritis, empatik, dan visioner. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan studi pustaka dan analisis kurikulum sebagai metode utama. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi pedagogi kritis dalam pendidikan sejarah mampu menciptakan ruang belajar yang demokratis dan transformatif. Sejarah diposisikan bukan sebagai instrumen legitimasi kekuasaan, melainkan sebagai medan dialektika dan pembebasan. Oleh karena itu, guru sejarah memegang peran strategis sebagai fasilitator kesadaran, bukan sekadar penyampai materi. Pendidikan sejarah yang demikian akan memungkinkan lahirnya generasi yang tidak hanya tahu tentang masa lalu, tetapi mampu mengartikulasikan masa depan secara lebih adil dan inklusif.