Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pelaksanaan Kurikulum PPKn pada Kondisi Khusus Pandemi Covid-19 Rachman, Fazli; Taufika, Ryan; Kabatiah, Maryatun; Batubara, Abdinur; Pratama, Febri Fajar; Nurgiansah, T Heru
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kurikulum PPKn pada kondisi pandemi COVID-19. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu menggunakan metode penelitian kualitatif dengan data diperoleh dari data primer dan sekunder. Studi dokumen menjadi teknik pengumpulan data utama, selain itu, penelitian ini menggunakan teknik studi literatur. Studi dokumentasi merupakan teknik pengambilan data yang diperoleh dari dokumen. Data yang sudah terkumpul dianalisis secara kualitatif menggunakan model interaktif dan dianalisis kemudian disajikan secara deskriptif, sehingga dihasilkan paparan bersifat deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kurikulum PPKn dimasa pandemi saat ini memberikan tantangan juga peluang untuk mengembangkan suatu metode dan formula yang tepat dalam proses pembelajaran yang aktif, kreatif dan inovatif. Pembelajaran PPKn kondisi khusus pandemi COVID-19 harus diawali dengan asesmen diagnostik agar teridentifikasi kompetensi, kekuatan, kelemahan peserta didik sehingga pembelajaran PPKn dapat dirancang sesuai dengan kompetensi dan kondisi peserta didik.
Implikasi Cerita Dongeng “Sakadang Monyet Jeung Sakadang Kuya” dalam Membentuk Sikap Kejujuran dan Belas Kasih pada Siswa Sekolah Dasar Chandra, Deni; Wakih, Agus Ahmad; Pratama, Febri Fajar
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implikasi dari cerita dongeng yang berjudul “Sakadang Kuya jeung Sakadang Monyet” dalam membentuk karakter kejujuran dan belas kasih pada siswa SD kelas I di Desa Karangnunggal. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SDN Parakanmuncang, yang diambil dengan Teknik purposive sampling. Analisis data meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mendongeng adalah cara yang efektif untuk membentuk karakter siswa. Karakter tokoh dan alur cerita memberikan pelajaran dan nilai-nilai yang positif dan dapat diserap oleh siswa. Adanya gambaran secara mendetail terkait karakter tokoh menarik perhatian siswa untuk mengikuti atau meniru gaya si tokoh dalam dongeng. Karakter kejujuran dan belas kasih muncul paling dominan dan ditiru oleh peserta didik. Selain kejujuran dan belas kasih muncul juga sikap tanggung jawab dan disiplin.
ANALISIS INTERAKSI SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN SISWA KELAS V SDN CILAMAJANG NABILA, ALISYA HASNA; MAHENDRA, HATMA HERIS; PRATAMA, FEBRI FAJAR
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v4i4.3305

Abstract

This study aims to analyze the patterns of social interaction in the learning process of fifth-grade students at SDN Cilamajang, focusing on student-to-student and student-to-teacher interactions. The object of this research is students' social interaction in learning while the subjects are 4 students who are identified as passive during learning. The research method used is qualitative with a descriptive approach, aiming to describe in detail the social interaction in learning as well as the factors that distinguish social interaction in learning. The results indicate that the four students tend to feel awkward when interacting with teachers but are more comfortable communicating with peers. In terms of social contact, students are more active in peer communication, but still face barriers in communication with teachers, especially regarding eye contact and physical contact. In terms of cooperation, all four students are able to work in groups, although they lack confidence and tend to rely on the initiative of their peers. The factors influencing the differences in social interaction among students include imitation, suggestion, identification, and sympathy. The four students tend to prefer engaging in enjoyable activities like playing rather than actively participating in learning. However, some students show a desire to emulate higher-achieving peers, as they are perceived to provide positive influence. In conclusion, fifth-grade students at SDN Cilamajang are capable of social interaction, but still need guidance to build confidence in their interactions and motivation to be more active in learning. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola interaksi sosial dalam pembelajaran siswa kelas V SDN Cilamajang, dengan fokus pada interaksi siswa dengan siswa dan siswa dengan guru. Objek penelitian ini adalah interaksi sosial siswa dalam pembelajaran sementara subjeknya adalah 4 orang siswa yang teridentifikasi pasif pada saat pembelajaran. Métode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, bertujuan untuk menggambarkan secara rinci interaksi sosial dalam pembelajaran serta faktor yang membedakan interaksi sosial dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat siswa memiliki kecenderungan untuk merasa canggung saat berinteraksi dengan guru, namun lebih nyaman berkomunikasi dengan teman sebaya. Dalam aspek kontak sosial, siswa lebih aktif dalam komunikasi sesama teman, namun masih mengalami hambatan dalam komunikasi dengan guru, terutama dalam kontak mata dan kontak fisik. Dalam hal kerja sama, keempat siswa sudah mampu bekerja sama dalam kelompok, meskipun masih kurang percaya diri dan lebih mengandalkan inisiatif teman. Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan interaksi sosial antara siswa meliputi faktor imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati. Keempat siswa cenderung lebih memilih kegiatan yang menyenangkan seperti bermain daripada aktif belajar. Namun, beberapa siswa menunjukkan keinginan untuk meniru teman yang lebih berprestasi karena dianggap memberikan dampak positif. Kesimpulannya, siswa kelas V SDN Cilamajang sudah mampu berinteraksi sosial, namun masih membutuhkan bimbingan untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam berinteraksi dan motivasi untuk lebih aktif dalam pembelajaran.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PPKN SISWA DENGAN METODE FUN LEARNING Soraya, Nabilla; Pratama, Febri Fajar; Mahendra, Hatma Heris
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 15 No 2 (2024): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v15i2.5658

Abstract

Latar belakang penelitian ini yaitu rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam materi hak dan kewajiban sebagai peserta didik dan anggota keluarga. Maka, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) siswa pada materi hak dan kewajiban sebagai peserta didik dan anggota keluarga dengan menggunakan metode fun learning. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart, yang terdiri dari empat tahap: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di kelas IV SD Yayasan Islam Tasikmalaya dengan jumlah subjek sebanyak 18 siswa. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri dari satu pertemuan. Metode fun learning dalam penelitian ini memasukkan pembelajaran dengan bernyanyi dan bermain. Pada tahap pra tindakan, persentase ketuntasan siswa adalah 55,56%, yang meningkat menjadi 72,22% pada siklus I, dan terjadi peningkatan lagi menjadi 88,89% pada siklus II. Peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 16,67%. Dengan demikian, metode fun learning dikatakan berhasil dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Upaya meningkatkan hasil belajar IPS melalui strategi peer lessons pada Siswa Kelas IV di SDN 2 Kalangsari Kirana, Mochammad Delfianova; Darusman, Yus; Pratama, Febri Fajar
Journal of Contemporary Issues in Primary Education Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Contemporary Issues in Primary Education
Publisher : CV. Kurnia Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61476/wwwrz230

Abstract

Based on initial observations showing low student learning outcomes, classroom action research was conducted on class IV students at SDN 2 Kalangsari. The average score on student test results in social studies learning is still below the minimum completeness criteria (KKM) set by the school, namely 75. In the 2022–2023 school year, the aim of this research is to improve social studies learning. learning outcomes of class IV students at SD Negeri 2 Kalangsari, Tasikmalaya City by implementing the Peer Lessons learning strategy. Classroom action research is this type of research. The research subjects were 12 male and 6 female students in class IV of SD Negeri 2 Kalangsari, Tasikmalaya City in the even semester of the 2022–2023 academic year. This research was carried out in 2 cycles, with 2 meetings in each cycle. Tests and observations are the methods used in data collection. As many as 75% of students who took part in the learning process met the Minimum Completeness Criteria (KKM), namely 75. This increase in social studies learning outcomes is a sign of research success. Research findings show that implementing peer lessons learning strategies improves social studies learning outcomes. After the first cycle of action, 7 students (38.89%) did not complete, while 11 students (61.11%) achieved completion. After cycle II activities, there were 3 students (16.67%) and 15 students (83.33%) who had not completed their studies. Based on the research findings, it can be said that the researcher has a clear understanding of the classroom environment. Therefore, researchers and class teachers work together to develop action plans that can improve social studies learning outcomes for class IV students.
Analysis of Learning Styles for Students with Achievements in Sports Yasni, Putri Sinta; Hadiwijaya, Rizki; Pratama, Febri Fajar
Jurnal Pendidikan Amartha Vol 2, No 2 (2023): November 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpa.v2i2.1036

Abstract

This study aims to describe the learning styles used by high achieving students in sports and to describe the characteristic tendencies of the learning styles of high achieving students in sports. The subjects of this study were students who had high achievements in karate. The research was conducted in class V SDN Ciparay, Mangkubumi District, Tasikmalaya City. This study used qualitative research methods. The research data was obtained through data collection techniques, namely observation, interviews and documentation. The research subjects were the home teacher of class V, and one student of class V. Based on the results of the research and discussion of an outstanding student in sports named M, it can be concluded that his learning style shows a tendency for kinesthetic learning styles. Learning through kinesthetic with the characteristics of happy learning to do light physical activities such as walking around when memorizing reading texts, pointing fingers at readings while reading, not being able to sit still for a long time, using body signals when talking or explaining something, writing hands are not neat, explaining something while practicing.
Penggunaan Model PBL Berbantuan Media Diorama Untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Materi Ekosistem Sekolah Dasar Adila, Adnin Cahyadi; Hadiwijaya Z, Rizki; Pratama, Febri Fajar
QUANTUM: Jurnal Pembelajaran IPA dan Aplikasinya Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/qjpia.v5i2.3753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam perencanaan dan pelaksanaan penggunaan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media diorama pada materi ekosistem di kelas V SDN Cibungkul. Metode penelitian yang dipilih yaitu penelitian tindakan kelas (PTK) dilakukan dalam dua siklus meliputi empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil dari penelitian ini adalah pada saat pra tindakan diperoleh data peserta didik yang berpikir kritis adalah 23%, selanjutnya pada siklus I menjadi 59%, dan pada siklus II diperoleh data peserta didik yang berpikir kritis 86% atau meningkat 63% dari pra tindakan. Maka, hasil dari penelitian ini yaitu rata-rata tingkat keterampilan berpikir kritis peserta didik adalah 83,4. Sehingga penggunaan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media diorama dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi ekosistem.Kata-kata kunci:Berpikir Kritis, Problem Based Learning, Diorama
ANALISIS NILAI MORAL DALAM FILM ANIMASI RIKO THE SERIES SERTA RELEVANSINYA TERHADAP NILAI RELIGIUS ANAK SEKOLAH DASAR Afriliani, Sani; Chandra, Deni; Pratama, Febri Fajar
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v5i1.2691

Abstract

Penanaman nilai moral dan religius pada anak usia sekolah dasar sangat penting dalam pembentukan karakter anak. Di era digital saat ini, media animasi menjadi salah satu sarana edukatif yang berperan besar dalam menyampaikan nilai-nilai tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai moral dalam film tersebut, terutama dalam kaitannya dengan nilai religius yang relevan bagi anak sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa film animasi “Riko The Series” mengandung nilai-nilai moral yaitu kejujuran, tolong-menolong, tanggung jawab, dan rasa hormat yang relevan dengan nilai religius anak usia sekolah dasar.
Penggunaan Model PBL Berbantuan Media Diorama Untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Materi Ekosistem Sekolah Dasar Adila, Adnin Cahyadi; Hadiwijaya Z, Rizki; Pratama, Febri Fajar
QUANTUM: Jurnal Pembelajaran IPA dan Aplikasinya Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/qjpia.v5i2.3753

Abstract

This study aims to determine the improvement of students' critical thinking skills in the planning and implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model assisted by diorama media on the ecosystem material in Grade V at SDN Cibungkul. The research method used is classroom action research (CAR), conducted in two cycles consisting of four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The results of this study show that prior to the intervention, the percentage of students demonstrating critical thinking was 23%. In the first cycle, it increased to 59%, and in the second cycle, it reached 86%, which is an increase of 63% from the pre-intervention stage. Therefore, the result of this study is that the average level of students' critical thinking skills reached 83.4. Thus, the use of the Problem-Based Learning (PBL) model assisted by diorama media can improve students' critical thinking skills in learning about ecosystems.
PENERAPAN MODEL ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP EKOSISTEM KELAS 5 SDN SINDANGRERET Sofiani, Marwah; Zulkarnaen, Rizki Hadiwijaya; Pratama, Febri Fajar
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6701

Abstract

This research is motivated by the low mastery of ecosystem concepts. The purpose of this study is to improve the mastery of ecosystem concepts in grade 5 of SDN Sindangreret in the science learning process of the Food Chain material. The alternative solution used in this study is the application of role playing learning models in the science learning process. The research method used in this study is Classroom Action Research (CAR) with 26 students as subjects. The implementation was carried out in 2 cycles. The collection techniques used were planning, implementation, observation, and reflection. Data were collected using observation sheets on mastery of ecosystem concepts with the percentage of achievement categorized as very good (86-100%), good (76-85%), moderate (60-75%), low (55-59%), and very low (?-55%). The results of the study showed an increase in mastery of ecosystem concepts from pre-action 30.76% to 61.53% in cycle I and reached 92.30% in cycle II. Based on the test results, it shows that there is an increase in mastery of ecosystem concepts from pre-action, cycle I to cycle II. So it can be concluded that the application of the role playing learning model can improve mastery of ecosystem concepts in class 5 of SDN Sindangreret. ABSTRAKPenelitian ini dilator belakangi oleh rendahnya penguasaan konsep ekosistem. Tujuan penelitian ini yaitu meningkatkan penguasaan konsep ekosistem di kelas 5 SDN Sindangreret pada proses pembelajaran IPAS materi Rantai Makanan. Alternatif solusi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penerapan model pembelajaran role playing dalam proses pembelajaran IPAS. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek sebanyak 26 peserta didik. Penerapan dilakukan sebanyak 2 siklus. Teknik pengumpulan yang digunakan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi penguasaan konsep ekosistem dengan persentase capaian berkategori sangat baik (86-100%), baik (76-85%), sedang (60-75%), rendah (55-59%), sangat rendah (?-55%). Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan penguasaan konsep ekosistem dari pratindakan 30,76 % menjadi 61,53% pada siklus I dan mencapai 92,30 % pada siklus II. Berdasarkan hasil tes tersebut menunjukan bahwa adanya peningkatan penguasaan konsep ekosistem dari mulai pratindakan, siklus I sampai siklus II. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran role playing dapat meningkatkan penguasaan konsep ekosistem di kelas 5 SDN Sindangreret.