Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS KELAS 5 MATERI LISTRIK Hermawati, Nanda Aeni; Zulkarnaen, Rizki Hadiwijaya; Pratama, Febri Fajar
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6574

Abstract

The problem underlying the research is that science process skills in learning, especially the subject of science and science on electricity in grade 5 of SDN Sindangreret are still relatively low. The purpose of this study is to improve science process skills by implementing the Project Based Learning (PJBL) learning model. The research method used in this study is Classroom Action Research (CAR) model of Kemmis and McTaggart with research subjects of 26 grade 5 students. The implementation was carried out through two learning cycles with stages of planning, implementation, observation, and reflection. Data were collected using observation sheets of students' science process skills with analysis of the percentage of achievement categorized as very good (86-100%), good (76-85%), moderate (60-75%), low (55-59%), very low (?-55%). The results showed an increase in science process skills from pre-action 38.46% to 69.23% in cycle I and reached 88.46% in cycle II. The PJBL model proved to be collaborative and independent knowledge formation. The implementation of the PJBL model has a positive impact on various aspects of learning, including students' cognitive, affective, and psychomotor skills. The PJBL model encourages meaningful learning because students play an active role in the process of discovering and constructing knowledge. Based on the test results, it shows that there is an increase in science process skills from the pre-action phase, to cycle I to cycle II. Therefore, it can be concluded that the implementation of the PJBL learning model can improve science process skills in grade 5 of SDN Sindangreret, Cipawitra District in the 2025/2026 academic year. ABSTRAKMasalah yang melatarbelakangi penelitian adalah keterampilan proses sains dalam pembelajaran khususnya mata pelajaran IPAS materi listrik di kelas 5 SDN Sindangreret yang masih tergolong rendah. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan proses sains dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning (PJBL). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart dengan subjek penelitian 26 siswa kelas 5. Penerapan dilakukan melalui dua siklus pembelajaran dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi keterampilan proses sains siswa dengan analisis persentase capaian berkategori sangat baik (86-100%), baik (76-85%), sedang (60-75%), rendah (55-59%), sangat rendah (?-55%). Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan keterampilan proses sains dari pratindakan 38,46% menjadi 69,23% pada siklus I dan mencapai 88,46% pada siklus II. Model PJBL terbukti kolaboratif dan pembentukan pengetahuan mandiri. Penerapan model PJBL memberikan dampak positif terhadap berbagai aspek pembelajaran, baik dari kognitif, afektif, maupun psikomotorik siswa. Model pjbl mendorong pembelajaran yang bermakna karena siswa berperan aktif dalam proses pencarian dan pembangunan pengetahuan. Berdasarkan hasil tes menunjukkan bahwa adanya peningkatan keterampilan proses sains dari mulai pratindakan, ke siklus I sampai siklus II. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PJBL dapat meningkatkan keterampilan proses sains di kelas 5 SDN Sindangreret Kecamatan Cipawitra Tahun Ajaran 2025/2026.
Analisis Sopan Santun Dalam Bertutur Pada Siswa Kelas Iv Di Sdn Mugarsari Maulana, Rangga; Chandra, Deni; Pratama, Febri Fajar
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Vol 19 No. 01 OKTOBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i1.7102

Abstract

Penurunan sopan santun dalam bertutur di kalangan siswa sekolah dasar menjadi perhatian penting dalam pendidikan. Siswa kini cenderung menggunakan bahasa kurang santun, berbicara dengan nada tinggi, dan jarang mengucapkan kata seperti "tolong", "maaf", dan "terima kasih". Fenomena ini dipengaruhi oleh kurangnya keteladanan, lemahnya pengawasan orang tua, serta pengaruh media sosial dan pergaulan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesopanan bertutur siswa kelas IV SDN Mugarsari dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa kesopanan siswa masih rendah. Faktor penyebabnya meliputi lingkungan keluarga, peran guru, sekolah, dan teman sebaya. Upaya peningkatan dapat dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan, program sekolah seperti “Gerakan 3 S” (Senyum, Sapa, Salam), serta keterlibatan orang tua. Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi guru, sekolah, dan orang tua dalam menanamkan nilai sopan santun sejak dini. Kata Kunci: Sopan santun, Bertutur, Siswa sekolah dasar, Faktor lingkungan, Pembiasaan 
PERENAPAN MODEL PEMBELAJARAN SOMANTIS AUDITORI VISUAL INTELEKTUAL (SAVI) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS V SDN CIPARAY Mulyana, Rohmat; Pratama, Febri Fajar; Z, Rizki Hadiwijaya
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6483

Abstract

This study was motivated by the low level of active student participation in the learning process. It is a Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, each consisting of four stages: planning, implementation, observation, and reflection. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation, while the data were analyzed using both quantitative and qualitative approaches. The purpose of this research was to improve students’ learning engagement through the implementation of the Somatic, Auditory, Visual, and Intellectual (SAVI) learning model in the Pancasila Education subject for fifth-grade students at SDN Ciparay. The findings indicate a significant increase in students’ active participation. In the pre-cycle condition, only 12 out of 28 students (42.86%) were categorized as active in the learning process. After the implementation of the SAVI model in the first cycle, student engagement increased to 67.86%, and in the second cycle, it further improved to 85.71%. The level of student engagement, which was initially dominated by the "fairly active" category, shifted to "active" and "very active" after the SAVI model was consistently applied and adjusted to students’ learning styles. These results demonstrate that the application of the SAVI model can effectively enhance students’ learning activity, as reflected in their increased participation in discussions, confidence in expressing opinions, and involvement in various learning activities. Therefore, the SAVI learning model is effective in creating an enjoyable, interactive, and participatory learning environment.Top of FormBottom of Form ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran.  Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Somantis Auditori Visual Intelektual (SAVI) pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas V SDN Ciparay. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keaktifan belajar siswa. Pada kondisi pra siklus, hanya 12 dari 28 siswa (42,86%) yang tergolong aktif dalam proses pembelajaran. Setelah penerapan model SAVI pada siklus I, terjadi peningkatan keaktifan siswa menjadi 67,86%. Kemudian, pada siklus II, keaktifan siswa meningkat lagi hingga mencapai 85,71%. Kategori keaktifan siswa yang semula didominasi oleh kategori “cukup aktif” meningkat menjadi “aktif” dan “sangat aktif” setelah model SAVI diterapkan secara konsisten dan disesuaikan dengan kebutuhan gaya belajar siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model SAVI mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa, yang ditunjukan melalui peningkatan partisipasi siswa dalam diskusi, keberanian mengemukakan pendapat, serta keterlibatan dalam berbagai aktivitas pembelajaran. Dengan demikian, model pembelajaran SAVI efektif digunakan untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, iteraktif, dan partisipasif.
Analisis Kesulitan Menulis Huruf Tegak Bersambung pada Siswa Kelas III SDN 2 Kiarajangkung Kecamatan Sukahening Haryanti, Dela; Chandra, Deni; Pratama, Febri Fajar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana kesulitan belajar menulis tegak bersambung serta mengidentifikasi factor yang menjadi penyebab kesulitan menulis huruf tegak bersambung pada siswa kelas III SDN 2 Kiarajangkung Kecamatan Sukahening . Sehingga guru dapat meningkatkan mutu pendidikan, serta menemukan solusi untuk mengatasi kesulitan belajar menulis tegak bersambung. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan subjek penelitian ini menggunakan teknik purposive yaitu berjumlah 6 orang siswa yang diidentifikasi mempunyai kriteria tertentu, seperti mengalami kesulitan belajar menulis tegak bersambung. Pada saat pengumpulan data kualitatif, penelitian menggunakan teknik triangulasi data, yaitu menggunakan teknik pengumpulan data pada dalam penelitian ini yaitu: Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa 6 orang siswa mengalami kesulitan dalam melafalkan huruf, mengenal huruf, menulis huruf dan menulis kata dan kalimat hanya dan diketahui faktor penyebab kesulitan pada siswa adalah faktor eksternal yaitu keluarga, dalam kurangnya perhatian dan motivasi dari orang tuanya karena orang tua sibuk bekerja.
Paradigma Kualitatif sebagai Landasan Berpikir Pendidikan Kewarganegaraan Pratama, Febri Fajar; Mutia, Dhian
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 17 No. 1 (2020): September 2020
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v17i1.18701

Abstract

This article is a study that discusses and examines the concept of qualitative research paradigms in the realm of Citizenship Education science which has been dominated by the tradition of positivistic. The conception of truth which is the subject of a paradigm is reviewed through the perspective of the philosophy of science, from the ontological, epistemological and axiological point of view using the method of literature review. Citizenship Education as a scientific discipline that studies humans as material for study today is still much influenced by positivistic traditions that are identical with numbers and statistics. Citizenship Education experiences an epistemological crisis in terms of theory, but in essence, Citizenship Education aims to create good citizens, so that the need for theory as a result of the tradition of paradigmatic thinking which emphasize qualitative approach is very crucial.---------------------- Artikel ini merupakan studi untuk memahami dan mengkaji konsep paradigma penelitian kualitatif dalam ranah keilmuan Pendidikan Kewarganegaraan yang selama ini didominasi oleh tradisi positivistik. Konsepsi mengenai kebenaran yang menjadi bahasan paradigma ditinjau melalui sudut pandang filosofis ilmu pengetahuan, yakni dari segi ontologis, epistimologis dan aksiologis dengan menggunakan metode studi literatur. Pendidikan Kewarganegaraan sebagai disiplin ilmu yang mempelajari manusia sebagai bahan kajiannya saat ini masih banyak dipengaruhi tradisi positivistik yang identik dengan angka dan statistika. Pendidikan Kewarganegaraan mengalami krisis epistimologis dalam segi teori, padahal hakikatnya, Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan untuk terwujudnya warga negara yang baik, sehingga kebutuhan teori sebagai hasil dari tradisi berpikir paradigmatik yang menekankan pendekatan kualitatif sangat krusial.
Studi Analisis Konsep Ideologi Marhaenisme Sukarno Sebagai Asas Perjuangan Bangsa Indonesia Pratama, Febri Fajar; Asyiah, Ai Kusmiati; Chandra, Deni
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 19 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v19i1.33301

Abstract

AbstractIdeology is important in the order of social and state life. Philosophically, the concept of ideology is very subjective. There are those who consider ideology as dogma, while others are concerned with linking ideology as political discourse and political views. Meanwhile, some think that ideology is based on the concrete interests of social class which is marked by the absence of interest on an economic basis. In the socio-historical context of the Indonesian nation, ideology is used as a "tool" for the struggle to form the mental, character, spirit and thoughts of anti-colonialism, so as to create a manifestation of the fundamental values of Indonesia in the form of Pancasila formulated by national figures. The purpose of this research is to study and analyze the concept of Sukarno's Marhaenism ideology which became the forerunner of thoughts/ideas about Pancasila. The method used is concept analysis with a qualitative approach. Based on the results of the analysis carried out, the results show that marhaenism conceptually emphasizes aspects of the struggle of the marhaens, namely the groups exploited by imperialism and capitalism so that they have difficulty being able to prosper themselves. The important elements in the ideology of Marxism are socio-nationalism, socio-democracy, mass-action, machtvorming, non-cooperation, and self-reliance. and self-reliance.--------------AbstrakIdeologi menjadi hal yang penting dalam tatanan kehidupan sosial maupun bernegara. Secara filosofis, konsep ideologi sangatlah subjektif. Ada yang menganggap ideologi sebagai dogma, ada juga yang menyangkutpautkan ideologi sebagai diskursus politik dan pandangan politik. Sedangkan sebagian lagi menganggap ideologi didasarkan pada kepentingan konkret kelas sosial yang ditandai oleh tidak adanya kepentingan atas dasar ekonomi. Dalam sosio-historis bangsa Indonesia, ideologi dijadikan sebagai œalat perjuangan untuk membentuk mental, karakter, semangat dan pemikiran anti kolonialisme, sehingga terciptalah manifestasi dari nilai-nilai fundamental keindonesiaan berupa Pancasila yang dirumuskan oleh para tokoh nasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis konsep tentang ideologi Marhaenisme Sukarno yang menjadi cikal bakal pemikiran/gagasan mengenai Pancasila. Metode yang digunakan adalah analisis konsep dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil dari analisis yang dilakukan didapatkan hasil bahwa marhaenisme secara konseptual menekankan pada aspek perjuangan kaum marhaen, yaitu kelompok yang dieksploitasi oleh imperialisme dan kapitalisme sehingga mereka kesulitan untuk bisa mensejahterakan dirinya. Adapun unsur-unsur penting dalam ideologi marhaenisme yaitu sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi, aksi-massa, machtvorming, non-kooperasi, dan self-reliance.
Improving Pantun Writing Skills Using Picture Media (Classroom Action Research On Fourth Grade Elementary School Students) : Nazri, Fahri; Chandra, Deni; Pratama, Febri Fajar
Jurnal Pendidikan Rafflesia Vol. 4 No. 1 (2025): Desember
Publisher : CV. Generasi Insan Rafflesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70963/jpr.v4i1.125

Abstract

This study aims to improve the pantun writing skills of fourth-grade students at SDN Empang in the 2024/2025 academic year through the use of visual media. The background of this study stems from the low ability of students in writing pantun due to conventional learning methods, which are predominantly lecture-based and lack supporting media. This study used the Classroom Action Research (CAR) method developed by Kemmis and McTaggart, which was carried out in two cycles, each consisting of the planning, action, observation, and reflection stages. The research subjects were 12 fourth-grade students, consisting of 7 male students and 5 female students. The research instruments were a pantun writing test and observation sheets for teacher and student activities. The results showed a significant improvement in pantun writing skills. The pre-action average score of 54.94% increased to 72.65% in cycle I and reached 91.87% in cycle II. This improvement was supported by the active involvement of students in observing pictures, discussing, and expressing creative ideas in the form of pantun. Thus, the use of visual media proved to be effective in increasing student motivation, creativity, and learning outcomes in writing pantun. This study recommends that teachers optimize visual media as an innovative learning strategy in elementary schools.