Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN

Sistem Pemantauan Kapasitas Sampah Berbasis IoT (SiKaSiT) untuk Pencegahan Banjir di Wilayah Sungai Citarum Bojongsoang Kabupaten Bandung Mukhtar, Husneni; Perdana, Doan; Sukarno, Parman; Mulyana, Asep
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 21 No. 1 (2020)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1095.757 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v21i1.3622

Abstract

ABSTRACTThe needs of flood disaster management encourage various efforts from all scientific disciplines of science, technology, and society. This article discusses the efforts to prevent flooding due to the habit of disposing of their waste into rivers through an innovative waste management system using the approach and application of Internet-based technology (IoT). Previous research has produced a prototype of the waste level monitoring system. In this research, the prototype was developed into a practical technology, called SiKaSiT (IoT Based Trash Capacity Monitoring System). This technology aims to assist janitor in monitoring, controlling and obtaining information about trash capacity and disposal time easily through an application on the smartphone in real-time and online. The system was made using a level detection sensor integrated with NodeMCU and Wi-Fi, MQTTbroker-protocol and Android-based application. Furthermore, the system was implemented in Bojongsoang adjacent to the Citarum river, where the water often overflowed due to the high rainfall and volume of trash around it. The results of system testing in the field shown good performance with value ranges of reliability is (99,785 - 99,944)% and availability is (99,786 - 99,945)%. SiKaSiT has several advantages over other similar systems. First, there is an application on the user's smartphone to monitor the capacity of trash and notification for full-bin. Second, the ability to operate on a small-bandwidth internet network because the throughput time is only around 0.59 kbps, thereby saving internet bandwidth consumption. This system has also helped overcome the problem of community trash management in Kampung Cijagra, where 60% of them gave feedback "agree" and the rest "strongly agree".Keywords: waste, IoT, monitoring, flooding, riverABSTRAKKebutuhan penanggulangan bencana banjir mendorong berbagai upaya dari semua disiplin ilmu baik dari bidang sains, teknologi dan sosial. Dalam artikel ini, penulis membahas upaya pencegahan banjir akibat kebiasaan membuang sampah ke sungai melalui inovasi sistem manajemen sampah menggunakan pendekatan dan penerapan teknologi berbasis Internet of Things (IoT). Pada riset sebelumnya telah dihasilkan sebuah prototype sistem monitoring level sampah. Kemudian pada riset ini prototype tersebut dikembangkan menjadi suatu teknologi tepat guna, dinamakan dengan SiKaSiT (Sistem Pemantauan Kapasitas Sampah Berbasis IoT). Teknologi ini bertujuan untuk membantu petugas kebersihan dalam memantau, mengontrol dan memperoleh informasi tentang kapasitas sampah dan waktu pembuangan sampah dengan mudah melalui aplikasi di smartphone secara real time dan online. Sistem dibuat dengan menggunakan sensor deteksi ketinggian sampah yang diintegrasikan dengan NodeMCU dan Wi-Fi, protokol MQTT broker dan aplikasi berbasis android pada smartphone. Selanjutnya sistem diimplementasikan di daerah Bojongsoang yang berdekatan dengan sungai Citarum yang airnya sering meluap akibat tingginya curah hujan dan volume sampah di sekitarnya. Hasil pengujian sistem di lapangan menunjukkan kinerja yang baik dengan kisaran nilai reliability adalah (99,785 – 99,944) % dan availability adalah (99,786 – 99,945) %. SiKaSiT memiliki beberapa kelebihan dibanding sistem serupa lainnya. Pertama, adanya aplikasi di smartphone pengguna untuk memonitor kapasitas sampah dan notifikasi saat tempat sampah penuh. Kedua, sistem mampu beroperasi pada jaringan internet bandwith kecil karena waktu throughput-nya hanya sekitar 0,59 kbps sehingga menghemat konsumsi bandwith internet. Sistem ini juga telah membantu menanggulangi permasalahan pengelolaan sampah masyarakat Kampung Cijagra, dimana 60% masyarakat memberi feedback “setuju” dan sisanya “sangat setuju”.Kata kunci: Sampah, IoT, Monitoring, Banjir, Sungai
Co-Authors Abdi JakaSumarimby Achmad Rizal Ahmad Akbar Khatami Ahmad Alfi Adz Dzikri Alia, Fenty Alief Fikri Sukarno, Muhammad Andi Majesta, I Made Arib Bady Hakim Tanjung Arik Geraldy Fauzi, Muhammad Asep Harja Asep Harja, Asep Asep Mulyana Aziz, Burhanuddin Azzahra Nadya Kahpiasa Bambang Setia Nugroho Basuki Rahmat Bena Bimantara, Wayan Abin Dandi Trianta Barus Desri Kristina Silalahi Dien Rahmawati Diena Yudiarti Doan Perdana Eka Afrima Sari Erwin Susanto Faisal Budiman Faris Fadhlur Rachman Fathonah, Indra Wahyudin Fenty Alia Fikri Ardian GERALDI, ARIK Ghibran Herlangga Zahra Rievansa Hafidh Al Asad Heni Pujiastuti Hesty Susanti Ig Prasetya Wibawa Ikhsan, Akhmad Fauzi Istiqomah Istiqomah istiqomah istiqomah Kahpiasa, Azzahra Nadya Kusna Susanto Kusnahadi Susanto Ledya Novamizanti Lovindo Nulova Madani, Reza Ahmad Makrus, Amar Chairil Mas Rizky A.A. Syamsunarno Maudina Citra Febriani Ma’arif, Farham Rezqi Mochamad Yudha Febrianta Muhammad Hablul Barri Muhammad Rayhan Ghifari Nadia Husnul Nasrullah, Muhammad Rafy Nicola Akmal Afrinaldi Nurdin, Agung Ihwan Parman Sukarno Prameswari Diahasna Tsany - Prastha Giriwara, I Made Pratama, Putu Yoga Ady Razzak, Taufiq Abdul Salam, Zulfikar Sheizi Prista Sari Sifa Nurpadillah Sindiarti, Ardila Siregar, Christian Halomoan SUDIYONO, OOY ARIE Sukmajaya, Jammy Suryo Adhi Wibowo Suto Setiyadi Suyoso, Qozein Arif Syah Putra, Heru Teuku Zulkarnain Muttaqien Wahmisari Priharti Wahyu Gunawan Widiyasari, Diyah Wijaya, Adhi Dharma Surya Willy Anugrah Cahyadi Wiyadhi, Muhammad Danung Putra Yakobus Yulyanto Kevin Yanti Rubiyanti Yoga Pujiraharjo Yogi Febrian Nursyamsa Yulius Anggoro Pamungkas Zaelani, Muhammad Mugni