Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PEMANFAATAN MEDIA KOMUNIKASI SOSIAL DALAM BERKATEKESE DI PAROKI KELUARGA KUDUS DAN PAROKI SANTO AGUSTINUS KEUSKUPAN AGUNG PONTIANAK Bhakti, Angga Satya; Ahen, Lukas; Halawa, Arius Arifman; Cenderato, Cenderato; Zulkarnain, Rezkie; Kurniati, Yusi; Rina, Flariana; Petrus, Petrus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2023): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v6i2.2484

Abstract

ABSTRACT The advancement of the electronic communication medium is still ongoing on occasion. This trend is consistent with people's occasionally growing desire for access to the internet. The Covid-19 pandemic has significantly altered many aspects of life, including interaction and religion. The capacity to adjust to these advancements in digital technology is likewise required of bishops, priests, nuns, and catechists. Incorporating media edification in catechesis as an alternative to catechizing media, catechists can employ social media. Social communication medium, for example can be through Facebook, Instagram, YouTube, and others. The competencies of the catechists are necessary in order to use social media. Based on these issues, it's essential to provide counselling for the catechists.Keywords: social communicating media, catechists ABSTRAKMedia komunikasi digital terus mengalami perkembangan dari masa ke masa. Perkembangan ini sejalan dengan kebutuhan manusia akan dunia internet yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup memengaruhi berbagai hal termasuk cara beribadah dan juga berkomunikasi. Para uskup, pastor, biarawan-biarawati termasuk para katekis juga harus dapat menyesuaikan diri dengan kemajuan-kemajuan teknologi digital ini. Termasuk memperbaharui media dalam berkatese. Para katekis dapat menggunakan media komunikasi sosial sebagai alternatif media berkatekese.  Media komunikasi sosial tersebut misalnya melalui Facebook, Instagram, Youtube, dan lain-lain. Untuk menggunakan media komunikasi sosial tersebut, diperlukan kecakapan dari para katekis. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dilaksanakan penyuluhan terkait pemanfaatan media komunikasi sosial dalam berkatekese yang bertujuan memberikan pengetahuan kepada para katekis tentang jenis-jenis media sosial yang dapat dimanfaatkan dalam berkatekese.  Kata Kunci: Media Komunikasi Sosial, Kateki
Pelatihan Quizziz sebagai Penerapan Literasi Digital dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Halawa, Arius Arifman; Zulkarnain, Rezkie; Kurniati, Yusi; Imakulata, Albina
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4052

Abstract

Kegiatan PkM ini bertujuan memberikan penyadaran kepada guru Agama Katolik tingkat SMP sederajat di Kabupaten Mempawah akan kesiapan dengan segala perubahan dan mau meng-upgrade diri termasuk dalam hal literasi digital. Selain itu PkM ini juga bertujuan untuk menambah pengetahuan peserta tentang literasi digital khususnya aplikasi Quizizz. Mitra dalam kegiatan ini adalah guru PAK di Kabupaten Mempawah yang terdiri dari 30 orang. Metode pengabdian meliputi persiapan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa selama praktik penyusunan soal dengan menggunakan Quizziz, peserta berhasil menggunakan aplikasi tersebut mulai dari menyusun soal, mengatur jawaban menjadi acak, mengatur durasi waktu menjawab soal, hingga mengunduh nilai.
Penguatan Pastoral Mahasiswa Melalui Rekoleksi Sebagai Ruang Refleksi Panggilan Hidup Orang Muda Katolik Bhakti, Angga Satya; Kurniati, Yusi; Zulkarnain, Rezkie; cenderato, Cenderato; Ismarjo, Alblikus Eko
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:  This community service activity aimed to strengthen the spiritual identity of Catholic university students, deepen their understanding of their calling as Catholic Youth (Orang Muda Katolik/OMK), enhance their active involvement in church ministry, and cultivate a genuine spirit of evangelization. The program was carried out through a recollection activity employing the Asset Based Community Development (ABCD) approach, guided by five successive stages: discovery, dream, design, define, and destiny, involving Catholic students from five universities across the city of Pontianak. The recollection proved fruitful in several meaningful ways. Participants gained a clearer and more heartfelt understanding of who they are as Catholic Youth. They also grew in awareness of the importance of being actively engaged in their church communities and felt a deeper sense of calling to serve others. Beyond that, a shared commitment emerged among participants to support one another in their faith journey, as well as a sincere resolve to proclaim the teachings of Christ, including through social media platforms. Overall, the ABCD-based recollection demonstrated its effectiveness as a spiritual formation model that is not only structured and contextual, but also deeply relevant and transformative for Catholic university students.Abstrak:  Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan jati diri spiritual mahasiswa Katolik, memperdalam pemahaman mereka akan panggilan hidup sebagai Orang Muda Katolik (OMK), meningkatkan keterlibatan dalam pelayanan gerejawi, serta menumbuhkan semangat evangelisasi. Kegiatan dilaksanakan melalui rekoleksi dengan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang berjalan melalui tahapan discovery, dream, design, define, dan destiny, melibatkan mahasiswa Katolik dari lima perguruan tinggi di wilayah Kota Pontianak. Hasil dari rekoleksi ini ialah para peserta menjadi paham akan jati diri mereka sebagai Orang Muda Katolik. Para peserta juga semakin sadar akan pentingnya keterlibatan aktif dalam komunitas gerejawi dan merasa lebih terpanggil untuk melayani. Selain itu, tumbuh pula kesadaran bersama untuk saling menopang dalam perjalanan iman serta komitmen nyata untuk mewartakan ajaran Kristus, termasuk melalui media sosial. Rekoleksi berbasis ABCD terbukti menjadi sarana pembinaan rohani yang efektif, kontekstual, dan bermakna bagi mahasiswa Katolik.