Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Gantungan Kunci Skeleton Daun sebagai Upaya Peningkatan Art-Preneurship Siswa Fitriyati, Umi; Agung Wibowo; Sa'diyah, Halimatus; Khoirunnisa, Iin Lailatul; Lelitawati, Mardiana
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20558

Abstract

Background: Perkembangan industri 4.0 menuntut generasi muda memiliki keterampilan kewirausahaan untuk menghadapi persaingan global. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, keterampilan teknis, dan pemahaman kewirausahaan siswa melalui pembelajaran berbasis art-preneurship dengan memanfaatkan seni kriya pembuatan gantungan kunci dari skeleton daun. Metode: Program dilaksanakan di SMA Dharma Wanita 1 Pare dengan melibatkan 25 siswa melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dan metode project-based learning. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi potensi lokal, pengenalan konsep art-preneurship, pelatihan teknis pembuatan skeleton daun dan gantungan kunci, perancangan produk, pelatihan kewirausahaan, implementasi produksi, dan evaluasi. Hasil: Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa siswa mampu memahami prinsip art-preneurship dengan baik, yang tampak pada 25 produk gantungan kunci skeleton daun yang dihasilkan. Sebanyak 90% di antaranya memenuhi standar kualitas, baik dari segi estetika maupun kerapian, serta memiliki kelayakan untuk dipasarkan. Selain itu, siswa juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan limbah daun sebagai bahan baku. Kesimpulan: Pembelajaran berbasis art-preneurship melalui pembuatan gantungan kunci skeleton daun berpotensi untuk membentuk generasi muda yang kreatif, inovatif, dan memiliki jiwa kewirausahaan.
INOVASI PEMBELAJARAN BERKELANJUTAN MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH KOPI SEBAGAI PEWARNA BATIK UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN KEWIRAUSAHAAN SISWA Wibowo, Agung; Fitriyati, Umi; Daniarsih, Ajeng; Sa'diyah, Halimatus; Azizah, Ulfa Nur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37982

Abstract

Abstrak: Indonesia sebagai produsen kopi besar menghadapi permasalahan limbah ampas kopi yang berpotensi mencemari lingkungan, meskipun memiliki kandungan tanin dan polifenol sebagai pewarna alami. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan pembelajaran berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah kopi sebagai pewarna batik untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan kewirausahaan siswa. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, workshop, dan praktikum pembuatan batik kopi dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Kegiatan dilaksanakan di Bululawang, Kabupaten Malang, melibatkan 35 siswa dan 3 guru pendamping. Evaluasi dilakukan melalui observasi produk, angket pemahaman sejumlah 15 soal, dan refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan 88% siswa memahami konsep pembelajaran berkelanjutan, 85% mampu menghasilkan pewarna kopi dengan kualitas warna stabil, dan 82% siswa tertarik mengembangkan batik kopi sebagai produk wirausaha sekolah. Program ini meningkatkan kreativitas, keterampilan praktis, serta kesadaran ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.Abstract: Indonesia, as a major coffee producer, faces the problem of coffee grounds waste that has the potential to pollute the environment, despite containing tannins and polyphenols that can be utilized as natural dyes. This community service activity aims to develop sustainable learning through the utilization of coffee waste as a batik dye to enhance students’ creativity and entrepreneurial skills. The methods used include socialization, workshops, and practical sessions on making coffee-dyed batik using the Asset-Based Community Development (ABCD) approach. The activity was conducted in Bululawang, Malang Regency, involving 35 students and 3 supervising teachers. Evaluation was carried out through product observation, a 15-item understanding questionnaire, and participant reflection. The results showed that 88% of students understood the concept of sustainable learning, 85% were able to produce coffee dye with stable color quality, and 82% of students were interested in developing coffee batik as a school entrepreneurship product. This program enhanced students’ creativity, practical skills, and awareness of the creative economy based on local potential.
KOLABORASI KOMUNITAS DAN AKADEMISI DALAM PEMBERDAYAAN DIASPORA INDONESIA MELALUI LILIN AROMATERAPI KHAS NUSANTARA Hendra Susanto; Ajeng Daniarsih; Umi Fitriyati; Dinar Arsy Anggarani; Zahra Firdaus
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39434

Abstract

Pemberdayaan diaspora Indonesia merupakan upaya penting dalam mendukung peningkatan ekonomi dan kesejahteraan komunitas perantau. Artikel ini membahas kolaborasi antara komunitas diaspora Indonesia di SB Klang Lama, Malaysia, dengan akademisi dalam pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbasis rempah khas Nusantara. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan keterampilan wirausaha dan membuka peluang usaha baru bagi diaspora Indonesia. Pelatihan meliputi pengenalan bahan baku lokal, teknik pembuatan lilin aromaterapi, serta strategi pemasaran produk. Metode yang digunakan dalam program ini adalah pendekatan partisipatif, yang memungkinkan peserta untuk terlibat aktif dalam proses pelatihan. Hasil dari program ini menunjukkan bahwa peserta pelatihan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman mengenai nilai tambah produk lokal yang berpotensi meningkatkan pendapatan mereka. Selain itu, kolaborasi ini memperkuat hubungan antara komunitas diaspora dan akademisi, serta memberikan kontribusi positif terhadap upaya pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal. Kesimpulannya, pelatihan lilin aromaterapi berbasis rempah Nusantara memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan wirausaha dan potensi income generating bagi diaspora Indonesia.
Pengembangan Media Commvirus Education untuk Melatih Keterampilan Komunikasi dan Hasil Belajar Kognitif Materi Virus Karin Fitri Mekar Sari; Mimien Henie Irawati Al Muhdhar; I Wayan Sumberartha; Umi Fitriyati; Deny Setiawan; Silfia Ilma; Wachidatul Linda Yuhanna; Hari Santoso
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v15n2.p610-620

Abstract

Pengembangan media pembelajaran dapat memanfaatkan Google Sites sebagai platform pembuatan website kelas atau sekolah yang mengintegrasikan berbagai informasi dalam satu wadah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan media CommVirus Education berbantuan Google Sites berbasis model PjBL untuk meningkatkan keterampilan komunikasi serta hasil belajar kognitif materi virus dengan kriteria valid, praktis, dan efektif. Tahapan pengembangan media terdiri dari lima tahapan model pengembangan Lee & Owens. Implementasi media dilaksanakan pada kelas X-1 SMAN 2 Batu dengan rancangan one group pretest-posttest melibatkan 35 murid sebagai sampel. Hasil uji kevalidan media mencapai 96,7%, sedangkan hasil uji kepraktisan menunjukkan 95,6%. Tingginya rata-rata tersebut mengindikasikan bahwa media telah valid dan praktis untuk digunakan. Adapun hasil uji keefektifan dari skor tes dan angket yang dianalisis menggunakan N-Gain Score menunjukkan skor 0,8 yang berarti media efektif meningkatkan keterampilan komunikasi dan hasil belajar kognitif. Rekomendasi selanjutnya, dapat menambahkan variasi audio untuk memfasilitasi gaya belajar murid yang beragam serta menambahkan materi Biologi secara umum agar media pembelajaran bersifat komprehensif.