Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KOLABORASI KOMUNITAS DAN AKADEMISI DALAM PEMBERDAYAAN DIASPORA INDONESIA MELALUI LILIN AROMATERAPI KHAS NUSANTARA Hendra Susanto; Ajeng Daniarsih; Umi Fitriyati; Dinar Arsy Anggarani; Zahra Firdaus
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39434

Abstract

Pemberdayaan diaspora Indonesia merupakan upaya penting dalam mendukung peningkatan ekonomi dan kesejahteraan komunitas perantau. Artikel ini membahas kolaborasi antara komunitas diaspora Indonesia di SB Klang Lama, Malaysia, dengan akademisi dalam pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbasis rempah khas Nusantara. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan keterampilan wirausaha dan membuka peluang usaha baru bagi diaspora Indonesia. Pelatihan meliputi pengenalan bahan baku lokal, teknik pembuatan lilin aromaterapi, serta strategi pemasaran produk. Metode yang digunakan dalam program ini adalah pendekatan partisipatif, yang memungkinkan peserta untuk terlibat aktif dalam proses pelatihan. Hasil dari program ini menunjukkan bahwa peserta pelatihan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman mengenai nilai tambah produk lokal yang berpotensi meningkatkan pendapatan mereka. Selain itu, kolaborasi ini memperkuat hubungan antara komunitas diaspora dan akademisi, serta memberikan kontribusi positif terhadap upaya pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal. Kesimpulannya, pelatihan lilin aromaterapi berbasis rempah Nusantara memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan wirausaha dan potensi income generating bagi diaspora Indonesia.
Pengembangan Media Commvirus Education untuk Melatih Keterampilan Komunikasi dan Hasil Belajar Kognitif Materi Virus Karin Fitri Mekar Sari; Mimien Henie Irawati Al Muhdhar; I Wayan Sumberartha; Umi Fitriyati; Deny Setiawan; Silfia Ilma; Wachidatul Linda Yuhanna; Hari Santoso
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v15n2.p610-620

Abstract

Pengembangan media pembelajaran dapat memanfaatkan Google Sites sebagai platform pembuatan website kelas atau sekolah yang mengintegrasikan berbagai informasi dalam satu wadah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan media CommVirus Education berbantuan Google Sites berbasis model PjBL untuk meningkatkan keterampilan komunikasi serta hasil belajar kognitif materi virus dengan kriteria valid, praktis, dan efektif. Tahapan pengembangan media terdiri dari lima tahapan model pengembangan Lee & Owens. Implementasi media dilaksanakan pada kelas X-1 SMAN 2 Batu dengan rancangan one group pretest-posttest melibatkan 35 murid sebagai sampel. Hasil uji kevalidan media mencapai 96,7%, sedangkan hasil uji kepraktisan menunjukkan 95,6%. Tingginya rata-rata tersebut mengindikasikan bahwa media telah valid dan praktis untuk digunakan. Adapun hasil uji keefektifan dari skor tes dan angket yang dianalisis menggunakan N-Gain Score menunjukkan skor 0,8 yang berarti media efektif meningkatkan keterampilan komunikasi dan hasil belajar kognitif. Rekomendasi selanjutnya, dapat menambahkan variasi audio untuk memfasilitasi gaya belajar murid yang beragam serta menambahkan materi Biologi secara umum agar media pembelajaran bersifat komprehensif.
Pelatihan Residual Coffee Grounds Menjadi Lulur Premium untuk Green Beauty Generasi Z Desa Dampit Umi Fitriyati; Claresia Kusmayadi; Zahra Firdaus; Kennis Rozana; Deny Setiawan
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): Agustus
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i3.620

Abstract

Dampit Village, Malang Regency, is one of the major coffee-producing centers that generates a large amount of coffee waste in the form of residual coffee grounds, which has not been optimally utilized. At the same time, the growing green beauty trend among Generation Z presents an opportunity to transform organic waste into economically valuable cosmetic products. This community service program aimed to improve community knowledge, skills, and awareness in processing coffee grounds into premium body scrubs based on the concepts of green beauty and upcycling. The program was implemented using a hands-on training approach involving 30 participants consisting of coffee farmers and housewives. Evaluation was conducted through pretest and posttest assessments covering five main indicators: understanding the benefits of coffee grounds, hygienic principles, scrub formulation techniques, green beauty and upcycling concepts, and comprehension of standard operating procedures (SOPs) for coffee scrub production. The effectiveness of the program was analyzed using the N-Gain test. The results showed a significant improvement across all indicators, with an N-Gain value of 0.733, classified as high. This activity not only enhanced participants’ knowledge and skills but also encouraged socio-cultural attitude changes toward waste utilization and opened opportunities for sustainable, local resource–based business development. The program has the potential to serve as a model for community empowerment based on a circular economy in coffee-producing regions.
Optimalisasi Penggunaan Kapsul Nabati sebagai Kemasan Alternatif yang Aman dan Sehat untuk Produk Diversifikasi Madu di Kampung Industri Madu Kabupaten Kediri Setiawan, Deny; Fitriyati, Umi; Utomo, Muhammad Andry Prio; Firdaus, Zahra; Farid, Andi Muhammad Miftah; Roediy, Ocha Tarra Earlya
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.5725

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan karena bee pollen yang dihasilkan mitra Kampung Wisata Madu di kawasan Kampung Industri Madu Kabupaten Kediri masih dominan dijual sebagai bahan mentah dan belum dikembangkan menjadi bentuk produk yang praktis. Kegiatan bertujuan mendiversifikasi bee pollen melalui kapsul nabati dan mentransfer keterampilan pengisian kapsul secara semiaseptis. Program menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui identifikasi aset dan masalah, perancangan bersama mitra, demonstrasi, praktik menggunakan papan pengisi kapsul, serta evaluasi awal. Kegiatan dilaksanakan pada 22 Juni 2024 pukul 08.30-11.30 dan diikuti 20 petani madu/pengurus mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta dapat mengikuti urutan praktik, contoh produk kapsul bee pollen berhasil dibuat, papan pengisi kapsul diserahkan kepada mitra, dan produk awal mulai dipasarkan. Survei kepuasan satu butir menunjukkan 17 peserta (85%) menilai kegiatan sangat bermanfaat dan 3 peserta (15%) menilai bermanfaat. Kegiatan ini menunjukkan penerimaan awal yang positif dan menghasilkan bentuk diversifikasi yang mulai diadopsi mitra. Namun, data tersebut belum membuktikan peningkatan kompetensi, mutu, keamanan, daya simpan, dampak lingkungan, penerimaan konsumen, maupun peningkatan penjualan sehingga aspek-aspek tersebut memerlukan pengujian dan pendampingan lanjutan. Bee Pollen Product Diversification through Plant-Based Capsules in the Honey Industry Village, Kediri Regency Abstract This community service program was initiated because bee pollen produced by the partner, the Honey Tourism Village in the Honey Industry Village area of Kediri Regency, was still mainly sold as a raw material and had not been developed into a practical product form. The program aimed to diversify bee pollen through plant-based capsules and transfer semi-aseptic capsule-filling skills. It employed an Asset-Based Community Development (ABCD) approach consisting of asset and problem identification, joint program design, demonstrations, hands-on practice using a capsule filling board, and an initial evaluation. The activity was held on 22 June 2024 from 08:30 to 11:30 and involved 20 beekeepers and partner administrators. Participants were able to follow the practice sequence, initial bee pollen capsule samples were produced, a capsule filling board was provided to the partner, and the initial product began to be marketed. A one-item satisfaction survey showed that 17 participants (85%) rated the activity as very useful and 3 participants (15%) as useful. The activity received positive initial acceptance and generated a product-diversification form that the partner began to adopt. However, the available data do not demonstrate improvements in competence, product quality, safety, shelf life, environmental impact, consumer acceptance, or sales; these aspects require further testing and follow-up assistance.