Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN ATAS (ISPA) PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAYO SELINCAH Putra, Rio Mapin; Hidayati, Fajrina; Lesmana S, Oka; Fitri, Adelina; Kasyani, Kasyani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44952

Abstract

Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) adalah penyakit pernapasan yang menyerang  hidung, faring, laring, dan sinus. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, virus, dan jamur. ISPA merupakan penyebab utama kematian pada balita. ISPA termasuk 10 penyakit terbanyak menurut profil Kesehatan dinas Kesehatan kota Jambi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian ISPA pada balita dan kondisi yang paling mempengaruhi terjadinya ISPA tersebut. Metode penelitian kuantitatif, menggunakan desain   cross sectional, dengan Sampel penelitian diambil menggunakan Teknik stratifield random sampling. Populasi dalam penelitian adalah balita yang ada di wilayah kerja puskesmas payo selincah dengan pengambilan sampel sebanyak 105 responden. hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kepadatan hunian (p-value= 0,010), luas ventilasi (p-value= 0,053), suhu (p-value= 0,025), dan kelembapan (p-value= 0,012) dengan kejadian ISPA pada balita. terdapat hubungan tidak signifikan antara paparan asap rokok (p-value= 0,835), dan penggunaan obat nyamuk bakar (p-value= 0,845) dengan kejadian ISPA pada balita. kelembapan merupakan variabel yang paling dominan dengan p-value= 0.038, dengan PR sebesar 3,033, artinya balita yang tinggal di rumah dengan kelembapan yang tidak memenuhi syarat 3 kali berisiko terkena ISPA. Balita yang tinggal di rumah dengan kondisi tidak memenuhi syarat Kesehatan dapat meningkatkan risiko terjadinya ISPA. Masyarakat di sarankan untuk membuka ventilasi secara berkala agar menjaga suhu dan kelembapan tetap ideal, mengurangi kebiasaan merokok di dalam rumah, dan mengurangi penggunaan obat nyamuk bakar dengan memasang kasa nyamuk pada lubang angin rumah dalam mengendalikan nyamuk.
PELATIHAN PEMBUATAN MAKANAN SEHAT BERBAHAN KELOR PADA IBU BALITA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI RT 10 KELURAHAN PINANG MERAH KOTA JAMBI Lanita, Usi; Asparian, Asparian; Siregar, Sri Astuti; Kasyani, Kasyani; Ningsih, Vinna Rahayu
Jurnal Salam Sehat Masyarakat (JSSM) Vol. 6 No. 2 (2025): Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Salam Sehat Masyarakat
Publisher : Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, FKIK Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jssm.v6i2.45878

Abstract

Abstrak Masalah gizi balita masih menjadi fokus pemerintah untuk diatasi adalah stunting. Pada anak-anak, stunting dapat berdampak pada perkembangan fisik, mental dan emosi, serta perkembangan otak. Anak yang menderita stunting, setelah dewasa akan lebih mudah terserang penyakit, baik penyakit menular maupun tidak menular.Prevalensi stunting Provinsi Jambi 13,5% pada 2023 belum mencapai target penurunan. Berdasarkan SSGI tahun 2021, angka prevalensi stunting di Kota Jambi sebesar 14,0%. Salah satu wilayah di Kota Jambi yaitu Kelurahan Pinang Merah khususnya di RT 10 banyak ditemukan tanaman kelor yang ditanam di perkarangan rumah warga (Masyarakat) yang belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat sebagai bahan makanan sehat. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman kelor menjadi makanan sehat sebagai upaya pencegahan stunting pada balita. Pelatihan dilakukan Pada Ibu Balita di RT 10 Kelurahan Pinang Merah Kota Jambi Tahun 2024. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan ibu balita setelah diberikan penyuluhan/sosialisasi tentang makanan sehat berbahan kelor bagi balita, dan menambah keterampilan ibu-ibu dalam membuat makanan tambahan balita berbahan kelor yaitu nugget kelor dan pudding kelor sebagai makanan sehat untuk dikonsumsi sehar-hari dalam rumah tangga. Adanya kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu upaya pencegahan stunting pada balita di Kota Jambi. Kata Kunci: Pengetahuan; Kelor; Balita; Stunting
Biscuit Formulation Substitutes Wheat Flour with Tempeh Flour and Nile Tilapia Fish Flour as Complementary Food to Prevent Stunting kasyani, Kasyani; Mursyid, Mursyid; Perdana, Silvia Mawarti; Ibnu, Ismi Nurwaqiah; Kusmawan, David; Lanita, Usi; Alfridsyah, Alfridsyah; Wazzan, Huda
Indonesian Food Science and Technology Journal Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, July 2025 |IFSTJ|
Publisher : Department of Technology of Agricultural product (THP) Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/ifstj.v8i2.39090

Abstract

Abstract— Stunting is one of the nutritional problems in Indonesia. One of the specific interventions for stunting is nutritional support in the form of protein-rich complementary foods, both animal and plant-based protein. This research is expected to provide an alternative to high-protein complementary foods for toddlers, thereby contributing to efforts to reduce stunting problems in Indonesia. The biscuit formulation consists of four treatments of the ratio of wheat flour: tempeh flour: Nile Tilapia fish flour, namely (F1) 100:0:0, (F2) 50:15:35, (F3) 50:25:25, and (F4) 50:35:15. The test parameters in this study were organoleptic tests, chemical tests in the form of proximate analysis, calcium, zinc, dietary fiber, amino acid, and fatty acid content, as well as physical tests in the form of texture and color. The results of the study showed that the best treatment based on the organoleptic test was a ratio of 50:25:25. Chemical tests showed that proximate analysis, calcium, dietary fiber, essential and non-essential amino acid composition, and fatty acid composition of selected biscuits were higher than those of control biscuits. The zinc content of selected biscuits was the same as that of control biscuits. The results of physical tests showed that selected biscuits had the same color description as the control, but had a softer texture than the control. The conclusion obtained was that, based on the composition of nutritional and non-nutritional content, selected biscuits with a 50:25:25 formulation have the potential as complementary food ingredients for breast milk that can help prevent stunting in toddlers. 
Analisis perilaku pencegahan keputihan berdasarkan teori health promotion model (HPM) pada siswi kelas SMA Marwiyah, Siti Wahidah; Siregar, Sri Astuti; Kasyani, Kasyani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 7 (2025): Volume 19 Nomor 7
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i7.1061

Abstract

Background: Reproductive health is a major concern among adolescents. According to Word Health Organization (WHO) 45% of women experience vaginal discharge at least twice, and 90% of Indonesian women are at risk, highlighting the need for prevention. Purpose: To analyze vaginal discharge prevention behavior based on the health promotion model (HPM) theory in high school female students. Method: A cross-sectional design involving 152 students selected through simple random sampling. Primary data are collected using questionnaires measuring vaginal discharge prevention behavior and HPM-related factors. Data analysis uses the Chi-Square test. Results: Most respondents are 17 years old, with an even distribution across classes. A significant relationship exists between self-motivation, perceived benefits, and self-commitment with preventive behavior (
Analysis of Prevention Behavior Vaginal Discharge Based on the Theory of Health Promotion Model (HPM) in Grade XII Students of State High School 4 Jambi City Wahidah Marwiyah, Siti; Astuti Siregar, Sri; Kasyani, Kasyani; Herwansyah, Herwansyah; Rifqi Azhary, Muhammad
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 4 No 7 (2025): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v4i7.350

Abstract

Reproductive health is an issue that is currently the focus of attention in adolescents. WHO states that 45% of women have experienced vaginal discharge at least twice and 90% of women in Indonesia have the potential to experience vaginal discharge so it is necessary to prevent vaginal discharge which can be done by using the Health Promotion Model). This study aims to analyzing factors associated with vaginal discharge prevention behavior based on the Health Promotion Model (HPM) theory in Class XII State High School 4 Jambi City. This study is a cross-sectional study. The research subjects were XII grade students of State High School 4 Jambi City (n = 152) There is a significant relationship between self-motivation, perceived benefits, and self-commitment with vaginal discharge prevention behavior (p value < 0.05). However, no significant relationship was found between interpersonal influence and vaginal discharge prevention behavior (p value > 0.05). This study shows that self-motivation, perceived benefits, and self-commitment are significantly related to preventive behavior against vaginal discharge, while interpersonal influence is not.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pembuangan Tinja Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Siulak Mukai Kabupaten Kerinci Melsa, Sosa; Hidayati, Fajrina; Lesmana S, Oka; Asparian, Asparian; Kasyani, Kasyani
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i2.1257

Abstract

Latar Belakang: Pembuangan tinja balita yang tidak dilakukan dengan benar dapat menjadi salah satu pemicu praktik buang air besar sembarangan. Tinja balita yang tidak ditangani secara benar berpotensi mencemari lingkungan dan meningkatkan risiko berbagai penyakit pada anak, seperti diare, stunting, hingga hepatitis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif desain cross-sectional. Sampel diambil menggunakan teknik multistage sampling sebanyak 73 responden. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil: Proporsi ibu yang melakukan pembuangan tinja balita tidak aman sebesar 35,7%. Terdapat hubungan yang signifikan tingkat pendidikan ibu (P-value = 0,000), jumlah anak/paritas (P-value = 0,022), toilet training (P-value = 0,001), paparan informasi sanitasi (P-value = 0,014) dengan perilaku pembuangan tinja balita. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan usia ibu (P-value = 0,758), status ekonomi (P-value = 0,480) dan ketersediaan sumber air bersih (P value = 1,000) dengan perilaku pembuangan tinja balita. Kesimpulan: Pendidikan ibu, jumlah anak/paritas, toilet training dan paparan informasi sanitasi memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku pembuangan tinja balita. Sebaliknya, usia ibu, status ekonomi dan ketersediaan sumber air bersih tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap perilaku pembuangan tinja balita.
The Relationship Of Knowledge And Support From Husbands To Family Planning Acceptors In Iud Choice In The Working Area Of Tanjung Pinang Health Center, Jambi Usi Lanita; Naomi Elda Gracia Simamora; Sri Astuti Siregar; Kasyani, Kasyani
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 2 No. 5 (2024): IJHET JANUARY 2024
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v2i5.185

Abstract

The government's program to overcome population problems is family planning, and one way is through IUD contraception. IUD is a method that has a very small failure rate of less than 1% and is said to be the most effective contraceptive method for spacing and preventing births. The research aims to determine the relationship between knowledge and husbands' support for family planning acceptors in choosing an IUD in the Tanjung Pinang Community Health Center Working Area, Jambi. This is quantitative research through analytical observation with the case control method, consisting of 48 cases and 48 controls using a simple random sampling technique. Data were collected using a questionnaire, and analysis was carried out using the Chi-Square statistical test. The results of this study a relationship between knowledge (p-value 0.001) and husband's support (0.011) and the choice of IUD among family planning acceptors in the Tanjung Pinang Health Center Working Area, Jambi. There is a relationship between knowledge and support from husbands in choosing an IUD among family planning acceptors, so it is hoped that health workers will provide regular outreach regarding the use and benefits of IUD contraceptives to the community.
Gambaran Perilaku Makan dan Berat Badan Mahasiswa di Masa Pandemi Covid-19 Huda, Ramadhan Khairul; Fatmawati, Tina Yuli; Chandra, Filius; Kasyani, Kasyani
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Vol. 2 No. 1 (2023): Desember
Publisher : 3031-8572

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/prosiding.v2i1.53

Abstract

One of the effects of the COVID-19 pandemic on students is online learning (learning from home). The pandemic can increase stress and appetite which can lead to changes in eating behavior and a person's nutritional status. The purpose of this study is to describe the eating behavior and weight of the students during the pandemic of Covid-19. This study is quantitative descriptive research with a cross-sectional design. The population in this study was 573 regular students A, and the samples were 94 students. The sampling technique used in this study is accidental sampling. The variables of this study were eating behavior and body weight which were analyzed using a frequency distribution. The majority of students (77.6%), when they were at home during theCovid-19 pandemic, stated that their appetite had increased; namely, 25.5% said "always", and 52.1% said "often". Based on other people's assessments and changes in the tightness/looseness of clothing, the majority of students (73.4%) during the pandemic experienced a change in weight; namely, 62.8% experienced an increase, and only 10.6% experienced a decrease. There was a change in student eating behavior and weight during the COVID-19. Students are expected to be able to improve their eating behavior and control their weight. 
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Low Back Pain Pada Karyawan Di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jambi Ningsih, Hesty Febria; Aswin, Budi; Kasyani, Kasyani; Hidayati, Fajrina
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.23145

Abstract

Hasil observasi awal menunjukkan bahwa 80% atau 8 dari 10 karyawan yang bekerja dengan komputer mengalami keluhan Low Back Pain (LBP). Keluhan tersebut mencakup rasa nyeri di area punggung bawah, kekakuan, kram, hingga kesemutan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan LBP pada karyawan BPJS Kesehatan Cabang Jambi. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan jumlah populasi total adalah 48 orang. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner. Dari hasil analisis diperoleh bahwa terdapat hubungan signifikan antara usia (p0,001), masa kerja (p=0,001), indeks masa tubuh (p=0,027), beban kerja fisik (p=0,008), serta postur kerja (p=0,010) dengan keluhan LBP. Namun, variable jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan dengan keluhan tersebut (p=1,000).
Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Biskuit Ikan Patin Tempe dalam Pencegahan Stunting pada Balita Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Nyongan Kabupaten Muaro Jambi Aisah, Aisah; Kasyani, Kasyani; Perwitasari, Tuhu; Nurita, Suci Rahmani
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 15 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v15i1.1025

Abstract

Stunting is a disorder of child growth and development due to chronic malnutrition and repeated infections, which is characterized by length or height below the standards set by the Ministry of Health. Providing Supplementary Food to meet the nutritional adequacy of toddlers by providing additional food for toddlers, and not to replace the toddler's daily main food. The purpose of this study was to see the effect of giving catfish biscuits to prevent stunting in SAD toddlers in Nyogan Village. The research design used in this study was a Quasi Experiment with a Pretest - Posttest research design to see the difference in nutritional status of toddlers before and after being given catfish biscuits, this study was conducted from April to November 2024 in Nyogan Village, the research sample was all SAD toddlers in Nyogan Village. The results of the statistical test in the intervention group obtained a p value = 0.000, it can be concluded that there is a difference between the nutritional status of toddlers in the first and second measurements. The results of the statistical test in the control group obtained a p value = 0.125, it can be concluded that there is no difference between the nutritional status of toddlers in the first and second measurements. The conclusion is that giving catfish biscuits can improve the nutritional status of SAD toddlers in Nyogan Village