Nurmansyah, Muhamad
Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Sam Ratulangi

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Masyarakat dengan Tindakan Pencegahan Rabies di Wilayah Kerja Puskesmas Melonguane Losoh, Dewi Sintya; Sembiring, Erika Emnina; Nurmansyah, Muhamad
Mapalus Nursing Science Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Mapalus Nursing Science Journal (MNSJ)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/mnsj.v2i2.57206

Abstract

Latar Belakang: Rabies adalah penyakit mematikan yang ditularkan melalui gigitan hewan seperti anjing, kucing, dan beberapa hewan lainnya. Tingginya angka kematian akibat rabies sering dikaitkan dengan kurangnya pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pencegahan penyakit ini. Oleh karena itu, pemahaman dan sikap masyarakat terhadap rabies sangat penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap masyarakat dengan tindakan pencegahan rabies di wilayah kerja Puskesmas Melonguane. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 108 responden yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan pencegahan terkait rabies.  Hasil: Berdasarkan hasil uji chi-square, ditemukan bahwa nilai p-value sebesar 0,00 (lebih kecil dari α = 0,05) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tindakan pencegahan rabies. Selain itu, nilai p-value sebesar 0,02 (lebih kecil dari α = 0,05) juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara sikap dengan tindakan pencegahan rabies. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap masyarakat dengan tindakan pencegahan rabies di wilayah kerja Puskesmas Melonguane    
Gambaran self-efficacy pada pasien yang menjalani hemodialisis : Self-efficacy overview in patients undergoing hemodialysis Larira, Dina Mariana; Nurmansyah, Muhamad; Rey, Gabriela Sintya
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 1 (2025): JiKep | Februari 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i1.2354

Abstract

Pasien Penyakit Ginjal Kronis (PGK) yang membutuhkan terapi hemodialisis secara terus menerus, namun pasien juga dapat mengalami beberapa permasalahan, seperti penurunan nafsu makan, anemia, gangguan fungsi seksual, permasalahan keuangan, kecemasan, keputusasaan sehingga kondisi ini dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Salah satu faktor yang dapat membantu pasien untuk memaksimalkan tingkat kepatuhan pada proses pengobatan yang dijalani yaitu self-efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran self-efficacy pada pasien yang menjalani hemodialisis. Penelitian menggunakan jenis deskriptif analitik. Tahap awal dimulai dengan pengambilan sampel yang dilakukan melalui accidental sampling, dengan jumlah populasi pada bulan Juli-Agustus 2024 sejumlah 1.080 pasien, sampel sebanyak 150 responden yang dihitung dengan menggunakan aplikasi g-power. Tahap kedua dilakukan pengolahan data yakni melakukan analisis data dengan cara univariat, untuk melihat gambaran pada variabel dependen sebagian besar pasien mempunyai self-efficacy tinggi. Pasien yang menjalani hemodialisis umumnya telah memiliki kepercayaan diri akan sembuh selama menjalani hemodialisis dan hal ini tentunya dapat mempengaruhi perilaku kesehatan responden, meningkatkan motivasi, dan meningkatkan status emosional pada responden.
Temperamen, Self Management dan Kepatuhan Terapi Antidiabetik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Muhamad Nurmansyah; Dina Mariana Larira; Musfira Ahmad; Abd Gani Baeda
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.1864

Abstract

In order to prevent complications in patients with type 2 diabetes mellitus, lifelong treatment is needed. In some patients, this can cause fear of drug side effects such as impaired liver and kidney function. The purpose of this study was to analyze the relationship between temperament and self-management with adherence to antidiabetic therapy in patients with type 2 diabetes mellitus. This study applied a cross-sectional design. The sample was 90 patients with type 2 diabetes mellitus at the Kolongan Health Center. Data were collected through filling out a questionnaire, then analyzed using the Kruskal-Walis test for temperament factors and the Gamma & Sommers correlation test for self-management factors. The results of the analysis showed that adherence to antidiabetic therapy was associated with self-management (p = 0.001; r = 0.368), but not with temperament: novelty seeking (p = 0.331), reward dependence (p = 0.832), and harm avoidance (p = 0.771). Thus, self-management factors related to adherence to antidiabetic therapy.Keywords: type 2 diabetes mellitus; temperament; self management; compliance; antidiabetic therapy ABSTRAK Dalam rangka mencegah terjadinya komplikasi pada penderita diabetes mellitus tipe 2 maka dibutuhkan pengobatan seumur hidup. Pada sebagian penderita, hal ini dapat menimbulkan ketakutan akan efek samping obat seperti gangguan fungsi hati dan ginjal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara temperamen dan self management dengan kepatuhan terapi antidiabetik pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini menerapkan desain cross-sectional. Sampel adalah 90 penderita diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Kolongan. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis menggunakan uji Kruskal-Walis untuk faktor temperamen dan uji korelasi Gamma & Sommers untuk faktor self management. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepatuhan terapi antidiabetik berhubungan dengan self management (p = 0,001; r = 0,368), namun tak berhubungan dengan antara temperamen: novelty seeking (p = 0,331), reward dependence (p = 0,832), dan harm avoidance (p = 0,771). Dengan demikian faktor self management yang berhubungan dengan kepatuhan terapi antidiabetik.Kata kunci: diabetes mellitus tipe 2; temperamen; self management; kepatuhan; terapi antidiabetik
ACUPRESSURE THERAPY TO DECREASE BLOOD PRESSURE FOR MRS. MT WITH CORONARY ARTERY DISEASE Hanifah, Qolbu Ainun; Nurmansyah, Muhamad; Wirawan, Alfonsius Ade
INTERNATIONAL JOURNAL OF NURSING AND MIDWIFERY SCIENCE (IJNMS) Vol. 9 No. 1 (2025): VOLUME 9 ISSUE 1 APRIL 2025
Publisher : Departement Research and Community Engagement Bina Sehat PPNI Institute of Health Science, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29082/IJNMS/2025/Vol9/Iss1/657

Abstract

Background: The increase in cases of Coronary Artery Disease (CAD) is the highest compared to other cardiovascular diseases. Symptoms of CAD cause chest pain, increased heart rate, and increased blood pressure. Pharmacological therapy is sometimes resistant which ultimately fails to decrease blood pressure, thus introducing various non-pharmacological therapies, one of which is acupressure. The purpose of this study was to provide nursing care to CAD patients by applying acupressure to decrease blood pressure. The research method used was a case study on Mrs. MT with a descriptive approach based on caring for CAD patients. The application for acupressure was given on August 1-5 2024. The results showed significant changes in systolic and diastolic values. Acupressure is provided at points PC6, LI4, and LR3 once a day on average decrease systolic values while stabilizing diastolic values. Conclusion: Acupressure affects reducing blood pressure in CAD patients who have undergone Percutaneous Coronary Intervention (PCI).
EDUKASI DIET DIEBETES DAN PELATIHAN SENAM KAKI DIABETIK PADA KELOMPOK PROLANIS Nurmansyah, Muhamad; Usman, Suharno; Ahmad, Musfira
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.36041

Abstract

Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit tidak menular serta penyakit kronis yang mayoritas terjadi pada orang dewasa sehingga membutuhkan pengawasan medis berkelanjutan dan pendidikan perawatan diri. Diabetes melitus mampu mempengaruhi vaskularisasi sehingga menyebabkan terjadinya perubahan pada makrovaskular dan mikrovaskular. Salah satu komplikasi kronis yang ditimbulkan DM tipe 2 yakni perubahan pada sistem saraf atau neuropati yang terjadi pada pasien DM tipe 2 sekitar 60-70%. Paling umum terjadi neuropati perifer yakni perubahan sensasi seperti mati rasa atau kesemutan pada daerah kaki. Hilangnya sensasi pada permukaan kaki mengakibatkan penderita tidak menyadari adanya cedera kaki yang kemudian menjadikan ulkus diabetes. Ulkus kaki diabetik meningkatkan resiko amputasi yang dapat menyebabkan cacat fisik pada penderita. Pencegahan luka ulkus diabetic pada kaki memerlukan kesadaran kepada penderita betapa pentingnya melakukan Latihan pada area kaki dengan cara melakukan Latihan senam kaki rutin demi melancarkan peredaran darah perifer pada daerah ekstremitas bawah. Selain latihan senam kaki diabetik perlu untuk menjaga kadar glukosa darah agar tidak terjadi komplikasi seperti neuropati dengan cara mengontrol nutrisi melalui diet DM tipe. Metode pelaksanaan pada kegiatan ini yakni edukasi tentang diet DM tipe 2 dan melakukan pelatihan senam kaki diabetik. Kegiatan dilaksanakan di desa pinilih, Kabupaten Minahasa Utara dengan 36 peserta. Hasil dari kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan baik sebesar 69,4% yaitu sebelum edukasi (16,7%) dan setelah edukasi (86,1%). Dari hasil observasi didapatkan mayoritas peserta mampu melakukan kembali gerakan senam kaki diabetik secara mandiri dan berurutan namun, terdapat 4 peserta yang belum mampu melakukan gerakan latihan secara mandiri sehingga akan diberikan pendampingan lanjutan. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat dijadikan kegiatan rutin program prolanis di puskesmas.
CULINARY (Get to Know Hypertension Control Education Efforts): Education and mentoring for hypertension prevention in risk groups Usman, Suharno; Lampus, Nancy Sicilia; Nurmansyah, Muhamad
Journal of Community Empowerment for Health Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcoemph.99624

Abstract

Introduction: The high prevalence of hypertension in Indonesia has a major economic impact, thus requiring improved planning and implementation of effective hypertension management.Methods: This study aims to evaluate activities in the Community Partnership Program (CPP) or cadres consisting of briefing and educational training for the mentoring team/cadres (partners) and the practice of a healthy food menu in the form of a low-salt diet. In addition, this CPP activity also measures participants' blood pressure using a sphygmomanometer and stethoscope and the participant's knowledge scale (pre and post-test) about hypertension using the Indonesian version of the Hypertension Knowledge-Level Scale (HK-LS) questionnaire.Results. The study discovered a significant correlation (ρ.033) between the use of low-salt food management skills and literacy levels about hypertension before and after health education. Pre-post measurements of diastolic blood pressure (ρ.002) and systolic blood pressure (ρ.045). Increasing their understanding of the importance of health education about healthy food according to diet for chronic diseases.Conclusion. The community partnership program-cadres significantly enhanced participants' knowledge of food choices, health education, hypertension management, and cooking techniques, emphasizing the importance of educational interventions in improving long-term health outcomes.
Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Coronary Artery Disease (CAD) dan Penerapan Aromaterapi Kombinasi Terapi Musik untuk Menurunkan Kecemasan di Ruangan Intensive Cardiology Care Unit (ICCU) RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Assa, Nathalia Petronela; Nurmansyah, Muhamad; Paat, Toar Calvin Christo
Mapalus Nursing Science Journal Vol. 2 No. 3 (2024): Mapalus Nursing Science Journal (Jurnal Ilmu Keperawatan Mapalus)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Background: Coronary Artery Disease (CAD) is the leading cause of morbidity and mortality worldwide, with an increase in anxiety rates among patients with cardiovascular diseases such as CAD. Anxiety is a problem that nurses have to manage due to the negative consequences that can result from anxiety. As a result, in addition to pharmacological therapy, nurses can use complementary therapies to help patients overcome anxiety-related problems which is aromatherapy and music therapy. Purpose : This case study aims to analyze the action of implementing aromatherapy alongside with music therapy to reduce anxiety. Method : The research method used was a case study of patients with Coronary Artery Disease (CAD) at the Intensive Cardiology Care Unit (ICCU) of Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. The data collection technique used was continuously observation, physical examination, and several research articles. Results : The application of lavender aromatherapy combined with music therapy for three consecutive days in the ICCU appears to reduce patient anxiety, as evidenced by a pre-intervention SAI score of 55 (moderate anxiety) and a post-intervention score of 42 (mild anxiety). Conclusion : The use of aromatherapy combined with music therapy might work as one of an option for reducing anxiety in cardiovascular disease patients. Keywords: Anxiety, Aromatherapy, Coronary Artery Disease, Lavender, Music Therapy    
Hubungan Literasi Kesehatan dengan Manajemen Perawatan Diri Pasien Diabetes Melitus di Pelayanan Primer Kota Manado Manariangkuba, Satri Maya; Nurmansyah, Muhamad; Wirawan , Alfonsius Ade
Mapalus Nursing Science Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Mapalus Nursing Science Journal (Jurnal Ilmu Keperawatan Mapalus)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/mnsj.v3i1.60550

Abstract

Abstract Background: Diabetes mellitus is a chronic degenerative disease that cannot be cured, requiring long-term care and treatment. Having good health literacy enables diabetes mellitus patients to adopt appropriate health-related behaviors. Objective: To determine the relationship between health literacy and self-care management of type 2 diabetes mellitus patients in Primary Care Services in Manado City. Method: This study employed a quantitative research method with a correlational study design using a cross-sectional approach. The sample was selected using purposive sampling, consisting of patients who met the research criteria, resulting in a total of 112 participants. The research instruments included the Health Literacy Survey Europe 16 Questionnaire (HLS-EU-Q16) to assess health literacy levels and the Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA) questionnaire to evaluate self-care management levels. Data analysis was performed using univariate analysis and bivariate analysis with the Gamma and Somers' test. Results: The study found p-value of 0.011 (p-value < 0.05) and an r-value of 0.939. Conclusion: There is a significant relationship between health literacy and self-care management of diabetes mellitus patients in Primary Care Services in Manado City, with a very strong positive correlation. Keywords: Health Literacy, Self-Care Management, Diabetes Mellitus
Gambaran Literasi Kesehatan pada pasien gagal jantung di RSUP Prof Kandou Manado Getah, Dea Mirella; Nurmansyah, Muhamad; Mulyadi, Mulyadi
Mapalus Nursing Science Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Mapalus Nursing Science Journal (Jurnal Ilmu Keperawatan Mapalus)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/mnsj.v3i02.64590

Abstract

Abstract Background Health literacy is essential for the self-management of heart failure. Poor health literacy may result in hospital readmissions, treatment non-compliance, and worsening symptoms.Objective To describe the health literacy among heart failure patients at RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Methods This quantitative study used a descriptive design with a total sampling technique. The study was conducted at RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Data were collected using a validated health literacy questionnaire encompassing three domains: functional, communicative, and critical literacy. Results The results showed that patients had varied levels of health literacy. Functional literacy was the most prominent, while critical literacy tended to be lower.Conclusion The findings indicate that while some heart failure patients possess adequate functional and communicative literacy, critical literacy remains limited. Efforts are needed to improve patient comprehension and engagement in their health decisions. Keywords: health literacy, heart failure, functional literacy, communicative literacy, critical literacy Abstrak Latar Belakang: Literasi kesehatan sangat penting dalam manajemen mandiri pasien gagal jantung. Rendahnya literasi kesehatan dapat meningkatkan risiko rawat inap ulang, ketidakpatuhan terhadap terapi, dan memperburuk gejala. Tujuan:Mengetahui gambaran literasi kesehatan pada pasien gagal jantung di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner literasi kesehatan yang terdiri dari tiga domain yaitu fungsional, komunikatif, dan kritis. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien memiliki tingkat literasi kesehatan yang bervariasi. Literasi fungsional tergolong paling tinggi, sedangkan literasi kritis cenderung rendah. Kesimpulan: Sebagian besar pasien gagal jantung memiliki literasi kesehatan fungsional dan komunikatif yang cukup, namun literasi kritis masih perlu ditingkatkan. Diperlukan intervensi untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam memahami dan mengambil keputusan terkait kesehatannya. Kata kunci: literasi kesehatan, gagal jantung, literasi fungsional, literasi komunikatif, literasi kritis