Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Investigasi Bidang Gelincir Pada Daerah Rawan Longsor Di Ruas Jalan Tawaeli-Toboli Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis Jayadi, Harsano; Mukaddas, Abdul; Meidji, Icha Untari
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.3.381-387.2020

Abstract

Telah dilakukan penelitian investigasi bidang gelincir pada daerah rawan longsor dengan metode geolistrik tahanan jenis 2D di jalan Tawaeli – Toboli dengan menggunakan konfigurasi Wenner dengan panjang lintasan 96 m dan spasi antar elektroda 6 m yang dianalisis dengan software Res2Dinv.  Selanjutnya dapat ditentukan struktur dan litologi bawah permukaan sehingga dapat memberikan informasi mengenai bidang gelincir. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penyusun tanah di daerah penelitian adalah kerikil, batu pasir, dan genes. Nilai hambatan jenis setiap lapisan batuan yaitu kerikil berkisar antara 10 Ωm – 84 Ωm, lapisan batu pasir berkisar antara 84 Ωm – 158 Ωm, dan lapisan genes berkisar antara 232 Ωm – 528 Ωm. Pada wilayah penelitian terdapat lapisan genes yang diduga merupakan bidang gelincir. Bentuk bidang gelincir yang diperoleh pada wilayah penelitian yaitu jenis gelincir rotasi dengan arah longsoran mengarah ke arah jalan raya dengan kedalaman 7 m – 35 m untuk semua lintasan. Investigation of the slip surface has been carried out in landslide-prone areas using the 2D resistivity geoelectric method on the Tawaeli-Toboli road using the Wenner configuration with 96 meters of track length, and 6 m of electrode spacing analyzed with Res2DinV software. Furthermore, the subsurface structure and lithology can be determined to provide information about the slip plane. This study's results indicate that the soil compilers in the study area are gravel, sandstone, and genes. The value of electrical resistivity of each rock layer, namely gravel ranges from 10 Ωm - 84 Ωm, sandstone layer covers from 84 Ωm - 158 Ωm, and the genes layer ranges from 232 Ωm - 528 Ωm. In the research area, there are layers of genes that are thought to be the slip plane. The shape of the sliding plane obtained in the study area is the rotating slip with landslide direction leading to the highway with a depth of 7 meter - 35 meter for all trajectories.
The Influence of Noise Levels from Residents' Activities in the Andalas Traditional Market Area, Gorontalo City Meidji, Icha Untari; Demulawa, Meilan; Jayadi, Harsano
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 13 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Noise problems caused by crowded urban markets make it difficult for people to find a quiet location. Andalas has many settlements, especially in the market area, which is located in urban areas and on the edge of the highway, which is also close to the market. This study aimed to determine the effect of market noise on health. The noise levels were measured using a sound meter measuring instrument, which was measured in three places: a clothing store, a fish store, and a public parking lot. Hypothesis testing was done using the chi-square statistical test with a 95% confidence level (p = 0.05).
PENGEMBANGAN ALAT DETEKSI DINI DALAM UPAYA PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN WARGA DESA TOTOPO TERHADAP BENCANA BANJIR DAN TANAH LONGSOR Meidji, Icha Untari; Ahmadi, Haerul; Ninasafitri, Ninasafitri; Paputungan, Devi Triana; Akuba, Kisman R; Jayadi, Harsano
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.24708

Abstract

Desa Totopo merupakan salah satu desa terpencil di Kecamatan Bilato Provinsi Gorontalo yang sangat rentan terjadi multi bencana. Topografi Desa Totopo terdiri dari perbukitan dimana rumah warga berada pada lembahnya dan persis di samping rumah warga terdapat sungai besar yang sering menjadi penyebab banjir yang merendam rumah warga sekitar Desa Totopo. Hampir setiap tahun desa ini menjadi langganan bencana terutama bencana banjir dan tanah longsor. Oleh karena itu tujuan dari kegiatan ini adalah agar masyarakat Desa Topopo dapat mencegah ancaman, resiko dan dampak bencana sehingga Desa Totopo menjadi Desa tangguh terhadap bencana alam. Diharapkan pula Desa Totopo menjadi salah satu percontohan desa siaga bencana di Provinsi Gorontalo. Metode pengabdian yang dilakukan yaitu mengembangkan early warning system melalui perakitan dan pemasangan alat deteksi dini untuk banjir dan tanah longsor yang diharapkan mampu mengurangi resiko kerugian korban jiwa maupun harta jika terjadi bencana. Melalui kegiatan yang telah disebutkan, diharapkan Desa Totopo menjadi desa tangguh siaga bencana alam.
PENERAPAN LABORATORIUM VIRTUAL LISTRIK DINAMIS UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK Irsan; Meidji, Icha Untari; Jayadi, Harsano
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 1 No. 2 (2025): Vol. 1 No. 2 Edisi Juli 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v1i2.1106

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengetahui bagaimana pemanfaatan laboratorium virtual dalam pembelajaran listrik dinamis serta dampaknya terhadap peningkatan aktivitas dan pemahaman siswa. Laboratorium virtual memungkinkan siswa untuk melakukan eksperimen serta simulasi dari percobaan laboratorium fisik yang kompleks menjadi lebih mudah dipamahi. Ini membantu mereka memahami konsep fisika dengan lebih baik, terutama yang berkaitan dengan hukum ohm, arus dan tegangan. Dalam pengabdian ini, pendekatan kuantitatif digunakan untuk menjalankan eksperimen yang melibatkan dua kelompok, masing-masing disebut sebagai kelompok eksperimen dan kontrol. Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk mengevaluasi perbedaan yang terjadi antara siswa yang menggunakan laboratorium virtual dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa menggunakan laboratorium virtual tidak hanya membuat siswa lebih terlibat dalam tugas-tugas, tetapi juga membuat mereka lebih memahami konsep-konsep listrik dinamis. Laboratorium virtual menunjukkan peningkatan dalam partisipasi siswa, pemahaman konsep, dan kemampuan bekerja sama dalam kelompok. Pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa kegiatan yang memanfaatkan teknologi laboratorium virtual memiliki potensi besar untuk membuat pengalaman belajar yang lebih fleksibel, interaktif, dan mendalam. Laboratorium virtual dapat menjadi alternatif yang bagus untuk fasilitas fisik untuk pembelajaran listrik dinamis bahkan tanpa menggunakan jaringan internet. Diharapkan bahwa ini akan digunakan lebih luas di lembaga pendidikan untuk mendukung pembelajaran yang lebih inovatif dan efektif.
Testing of Soil Moisture and Temperature Sensors in an Automatic Plant Watering System Based on the Internet of Things (IoT) Yudoyono, Susilo; Setiawan, Dewa Gede Eka; Yunus, Muhammad; Latief, Muh. Fachrul; Meidji, Icha Untari
Jurnal Pijar Mipa Vol. 20 No. 7 (2025)
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v20i7.10585

Abstract

The implementation of automated plant watering systems in the agricultural sector utilizes sensor technology based on the Internet of Things (IoT). This study aims to evaluate the performance of soil moisture and temperature sensors utilizing the IoT in an automated plant watering system. The sensors used are the YL-69 sensor to determine soil moisture and the DS18B20 temperature sensor to determine soil temperature. Both sensors are connected to the NodeMCU ESP8266 microcontroller. Testing was conducted from 07:00 to 17:00 WITA, with a 1-hour interval for data collection, monitored using the IoT on the blink application on the cellphone. Then, the data obtained is analyzed to determine the values of error and accuracy. The results obtained on the soil moisture sensor have an average error of 0.989% with an average accuracy of 99.011%. Meanwhile, the results obtained on the soil temperature sensor have an average error of 1.240% with an average accuracy level of 98.760%. The lower the error value, the better the sensor performance indicates the sensor's ability to read data that is close to the actual value of the comparison tool. Likewise, the higher the level of sensor accuracy, the better and more reliable the sensor is when used in an IoT-based soil temperature measurement system. This value indicates that the sensor's performance has a very high level of reliability and precision in detecting soil moisture and temperature in real-time. This system can be applied in agricultural technology education and vocational training programs.
Karakterisasi Termal Dan Fisik Komposit Geopolimer Semen Berpenguat Serat Ijuk Untuk Konstruksi Ramah Lingkungan Idris, Rani; Jahja, Mohamada; Meidji, Icha Untari; Ramadani, A Indra Wulan Sari; Rahman, Irsan
KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika Vol 6 No 2 (2025): KUANTUM: Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika (Edisi Desember 2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/kuantum.v6i2.1156

Abstract

Upaya pengurangan emisi pada sektor konstruksi mendorong pengembangan komposit geopolimer berpenguat serat alam. Berbagai penelitian telah mengkaji pengaruh serat alam terhadap sifat mekanik dan durabilitas komposit semen, namun data mengenai keterkaitan densitas, porositas, dan konduktivitas termal pada komposit geopolimer semen berpenguat serat ijuk (Arenga pinnata) masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi sifat fisik dan termal komposit geopolimer semen berbasis serat ijuk dengan variasi rasio serat terhadap matriks. Serat ijuk diberi perlakuan alkali menggunakan larutan NaOH 5% dan dipotong sepanjang ±1 cm, kemudian dicampurkan ke dalam matriks semen–pasir dengan rasio volume serat:matriks 1:1, 1:2, dan 1:3. Sampel dicetak dan dikeringkan, lalu diuji densitasnya melalui pengukuran massa dan volume, porositasnya menggunakan metode perendaman air, serta konduktivitas termalnya dengan pengukuran laju aliran panas dan beda suhu antarpermukaan. Hasil menunjukkan bahwa rasio 1:1 menghasilkan densitas tertinggi sebesar 1,832 g/ml dan porositas terendah sebesar 26,28%, yang mencerminkan struktur komposit paling padat dan homogen. Porositas tertinggi diperoleh pada rasio 1:2 dengan nilai 33,16%, sedangkan rasio 1:3 menunjukkan nilai menengah. Nilai konduktivitas termal tertinggi terdapat pada rasio 1:2 sebesar ±220 W/m·K, sementara rasio 1:3 memberikan konduktivitas termal terendah sekitar 85 W/m·K sehingga lebih berpotensi sebagai material isolatif. Temuan ini memberikan gambaran awal mengenai pengaruh rasio serat ijuk terhadap hubungan densitas, porositas, konduktivitas termal pada komposit geopolimer semen dan menunjukkan potensi material ini sebagai bahan konstruksi yang lebih ramah lingkungan dengan sifat fisik dan termal yang dapat direkayasa.
Studi Geolistrik untuk Menentukan Ketebalan dan Komposisi Sedimen di Danau Limboto, Gorontalo Mamonto, Yusril Mahendra; Yunginger, Raghel; Mursalin, Mursalin; Zainuri, Ahmad; Meidji, Icha Untari; Setiawan, Dewa Gede Eka
(JITEK)Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 11, No 2/Nov (2025): Jitek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jitek.v11i2/Nov.23754

Abstract

This study aims to identify the type and thickness of sediment in Lake Limboto using the Schlumberger configuration geoelectric method. This method was chosen because of its ability to detect resistivity variations that reflect the characteristics of subsurface sediments. The research procedure begins with an initial survey to determine strategic measurement locations, followed by electrode arrangement and resistivity measurements. Data obtained from the measurements were analyzed using geophysical analysis software to produce a resistivity distribution model. The results showed that there were variations in sediment types, including sand, clay, and alluvial soil, as well as varying sediment thicknesses in various locations. These findings are expected to provide useful information for water resource management and mitigation of shallowing problems in Lake Limboto.
Effect of Soil Moisture on Vibration Detection Using an ESP32-Based IoT System Akuba, Kisman; Setiawan, Dewa Gede Eka; Yunus, Muhammad; Kurniasari, Septiana; Meidji, Icha Untari; Nuayi, Abd. Wahidin
Panthera : Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2026): January
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/panthera.v6i1.949

Abstract

Earthquakes are natural disasters that frequently occur due to inadequate soil structure and varying soil moisture conditions, which significantly influence ground vibration characteristics. This study aims to investigate the effect of soil moisture conditions, specifically dry and wet soil on vibration response. The system employs an SW-420 vibration sensor integrated with an ESP32 microcontroller for data acquisition and real-time monitoring. The experiment was conducted on a small-scale soil medium, with vibration data recorded at one-second intervals for a duration of 60 seconds. The measured vibration signals were transmitted and monitored in real time, then analyzed to determine which soil condition exhibits greater vibration damping characteristics. The results indicate that soil moisture has a significant effect on the vibration sensor response. The highest average ADC value was obtained in dry soil at 823.21, while wet soil produced a lower average ADC value of 533.16. The decrease in ADC values demonstrates increased vibration damping as soil water content increases. These findings confirm that higher soil moisture enhances energy absorption and reduces vibration transmission. Therefore, the IoT-based vibration detection system using the ESP32 and SW-420 sensor is capable of distinguishing soil vibration characteristics under different moisture conditions and shows strong potential for further development as an early warning system for landslide mitigation.
SOSIALISASI BERBASIS DATA FISIKA KELAUTAN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN RISIKO PESISIR DI DESA BINTALAHE KABUPATEN BONE BOLANGO Icha Untari Meidji; Dewa Gede Eka Setiawan; Muhammad Yunus; Harsano Jayadi
Jurnal Pengabdian Rekayasa Sistem Vol 4 No 1 (2026): Edisi 7
Publisher : Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah pesisir Desa Bintalahe, Kabupaten Bone Bolango, merupakan kawasan yang aktivitas masyarakatnya sangat dipengaruhi oleh dinamika fisika kelautan, seperti pasang surut, gelombang, arus laut, dan angin. Keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap fenomena tersebut berpotensi meningkatkan risiko keselamatan dan kerentanan terhadap bencana pesisir, seperti banjir rob dan abrasi pantai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas masyarakat pesisir Desa Bintalahe terhadap dinamika fisika kelautan sebagai dasar pengambilan keputusan aktivitas pesisir dan upaya mitigasi risiko. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pengambilan data lapangan parameter fisika kelautan, pengolahan dan visualisasi data secara deskriptif dan kuantitatif sederhana, serta sosialisasi hasil kepada masyarakat. Pengambilan data dilakukan pada November 2024, sedangkan kegiatan sosialisasi dilaksanakan selama satu hari pada 10 Januari 2025. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kondisi perairan selama pengamatan relatif tenang dengan pola pasang surut bertipe harian tunggal, gelombang dan arus laut yang umumnya rendah, serta kecenderungan sedimentasi yang bervariasi berdasarkan arah. Sosialisasi yang dilakukan dengan pendekatan visual dan diskusi interaktif mampu meningkatkan partisipasi dan pemahaman masyarakat dalam mengenali kondisi laut serta potensi risiko pesisir. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam penguatan literasi kelautan masyarakat pesisir dan mendukung pengelolaan wilayah pesisir yang lebih aman dan berkelanjutan.
PROGRAM PEMBERDAYAAN SISWA DALAM LITERASI KEBENCANAAN MELALUI EDUKASI MITIGASI BENCANA BERBASIS KOLABORATIF Nurhayati; Icha Untari Meidji; Muh. Fachrul Latief
Jurnal Pengabdian Rekayasa Sistem Vol 4 No 1 (2026): Edisi 7
Publisher : Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jpres.v4i1.7155

Abstract

Program pemberdayaan siswa dalam literasi kebencanaan melalui edukasi mitigasi bencana berbasis kolaboratif di SMPN 1 Bolango Selatan dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan siswa dalam menghadapi potensi bencana di wilayah yang memiliki kerentanan tinggi. Program ini dirancang melalui empat tahapan utama, yaitu analisis kebutuhan dan pemetaan risiko, pembelajaran partisipatif berbasis kelas, pelatihan serta simulasi respons darurat. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, keterampilan teknis, dan sikap kesiapsiagaan siswa. Siswa mampu mengenali tanda-tanda awal bencana, memahami jalur evakuasi, melakukan tindakan mitigasi sederhana, serta melaksanakan pertolongan pertama dasar. Pendekatan kolaboratif terbukti efektif dalam menghadirkan pengalaman belajar autentik melalui interaksi langsung dengan praktisi kebencanaan dan lingkungan nyata. Program ini juga mendorong terbentuknya budaya sadar bencana di lingkungan sekolah, serta membuka peluang replikasi di sekolah lain yang memiliki risiko bencana serupa. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi pada peningkatan ketangguhan sekolah dan masyarakat melalui pemberdayaan siswa sebagai agen kesiapsiagaan bencana.