Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN DATA MINING MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS UNTUK KLASIFIKASI PENYAKIT ISPA Romli, Ikhsan
Indonesian Journal of Business Intelligence (IJUBI) Vol 4 No 1 (2021): Indonesian Journal of Business Intelligence (IJUBI)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijubi.v4i1.1727

Abstract

With the rapid development of technology in all fields, from the government, education, agriculture and especially in the health sector, technology can provide fast and accurate information for health teams, doctors, nurses and even patients themselves to make it easier to control their own health. Acute Respiratory Infections (ARIs) are diseases of the upper or lower respiratory tract, usually contagious, that can cause a wide spectrum of diseases ranging from asymptomatic illness or mild infections to severe and deadly illness, depending on the causative pathogen, environmental factors and factors host. The purpose of this study was to apply the K-Means method to classify ARI diseases and to obtain accurate and fast accuracy in classifying symptoms of ARI using the K-Means method. The method used is data mining techniques using the K-Means algorithm. This process resulted in 3 clusters, namely cluster C1 (Regular ISPA) with 81 members, cluster C2 (moderate ISPA) with 103 members, and cluster C3 (Heavy ISPA) with 66 members. It can be seen that the largest number of ARI patients are patients with mild ARI symptoms. Based on the results of the percentage analysis for each cluster, the first cluster has a percentage of 35% of data, the second cluster is 45% of data and the third cluster is 20% of data. Testing using the DBI (Davies Bouldin Index) validation obtained values for each cluster. Testing cluster 1 produces DBI value -0.244, cluster 2 DBI value -0.250, cluster 3 DBI value -0.239. Because the DBI value of cluster 3 is smaller, the cluster can be called optimal.
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SMART GARDEN BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) PADA PERUMAHAN CENTRAL PARK CIKARANG Romli, Ikhsan; Nong Hugo, Kristoforus Lensiprimo; Afriantoro, Irfan
Indonesian Journal of Business Intelligence (IJUBI) Vol 4 No 2 (2021): Indonesian Journal of Business Intelligence (IJUBI)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijubi.v4i2.1974

Abstract

Technological developments, especially in agriculture and plantations in era 4.0, have greatly increased over time. One of them is in terms of plant care. Plant care is one of the activities carried out to keep plants fertile and healthy. Moreover, in the dry season plant care is very important to do such as, doing watering periodically in accordance with the right time, and also light lighting must be in accordance with the needs of the plant. In this writing, researchers designed a tool that can respond to and work on commands that have been sent, and also reply to messages about the information displayed on the blynk application. Smart Garden Tools It uses NodeMCU 8266 as a controller as well as a soil moisture sensor as a soil moisture detector, and DHT11 as a temperature and humidity sensor. The results of this study are to minimize the occurrence of damage to plants, make it easier for residents to control and monitor the condition of the house in real time, and also to improve the quality of plants in order to grow properly.
Analisis Defect Produk Ring Piston pada Line B- Ken Melalui Pengendalian Kualitas dengan Metode Six Sigma di PT XYZ Wijaya, Hadi; Maulidani, Bagas Caesar; Romli, Ikhsan
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 9 No. 1 (2026): January
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v9i1.54546

Abstract

This study aims to analyze defect rates of ring piston products on Line B-KEN at PT XYZ and formulate quality improvement recommendations using the Six Sigma method. High defect rates, such as cracks, undersize, and oversize, directly impact quality costs and productivity. This applied research employs a quantitative approach through the DMAIC cycle (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Data were collected from 2021–2024 production records, field observations, and interviews. DPMO calculations indicate that process capability is not yet optimal, with cracks identified as the dominant defect. Pareto and fishbone diagram analyses reveal that human, machine, method, and material factors are the primary root causes. Proposed improvements include SOP standardization, operator training, machine parameter control, and strengthened process supervision. Implementing these strategies is expected to reduce defect rates and enhance sustainable production stability. 
Analisis Nilai OEE untuk Meningkatkan Produktivitas Mesin Thermoforming Cup di PT SAP Cahyono, Heri; Feriaty, Syarah Rizkia; Romli, Ikhsan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7893

Abstract

Perkembangan industri manufaktur menuntut perusahaan untuk menjaga efektivitas dan keandalan mesin produksi guna mencapai target produktivitas dan kualitas. PT SAP menghadapi permasalahan penurunan kinerja Mesin Thermoforming Cup yang ditunjukkan oleh nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) yang berada di bawah standar World Class (85%), terutama akibat tingginya downtime tidak terencana (breakdown). Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai OEE aktual, mengidentifikasi jenis kerugian dominan berdasarkan Six Big Losses, menganalisis akar penyebab Breakdown Losses menggunakan Fishbone Diagram 4M1E, serta merumuskan usulan perbaikan berbasis preventive maintenance. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan objek penelitian Mesin Thermoforming Cup dan data operasional periode Juli–Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai OEE sebelum perbaikan (Juli–September 2025) rata-rata sebesar 67,8%, sedangkan setelah perbaikan (Oktober–Desember 2025) meningkat menjadi 86,1% dan telah mencapai standar World Class. Analisis Six Big Losses menunjukkan bahwa Breakdown Losses dan Setup & Adjust Losses merupakan kerugian dominan yang paling memengaruhi nilai availability. Akar masalah breakdown didominasi oleh faktor mesin, metode, dan manusia. Usulan perbaikan difokuskan pada penerapan preventive maintenance terstruktur dan pengendalian aktivitas operasional untuk menjaga ketersediaan mesin dan mempertahankan efektivitas produksi secara berkelanjutan. Selain itu, diperlukan adanya evaluasi berkala terhadap kinerja mesin serta peningkatan koordinasi antar bagian terkait guna memastikan implementasi perbaikan berjalan secara optimal dan konsisten.
Perencanaan Pemeliharaan Pressure Reducing System Dengan Metode Reliability Centered Maintenance: (Studi Kasus: PT. Affandra Energi Indonesia) Ahmad Rifai; Agus Suwarno; Ikhsan Romli
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1066

Abstract

Pressure Reducing System (PRS) di PT. Affandra Energi Indonesia berperan penting dalam menstabilkan tekanan gas CNG untuk distribusi ke pelanggan. Namun, ketidakpastian interval perawatan dan strategi pemeliharaan yang kurang optimal dapat meningkatkan risiko kerusakan mesin dan mengganggu stabilitas pasokan gas. Penelitian ini bertujuan menentukan interval perawatan optimal dan merancang strategi pemeliharaan berbasis keandalan komponen utama PRS, yaitu thermocouple, panel kontrol, dan pemanas (heater). Metode penelitian menggabungkan analisis kuantitatif menggunakan distribusi statistik (normal, lognormal, eksponensial, dan weibull) untuk menghitung keandalan komponen serta analisis kualitatif dengan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) guna mengidentifikasi mode kegagalan kritis. Hasil penelitian menunjukkan interval perawatan optimal dengan tingkat keandalan minimal 70%, yaitu 2.654 jam untuk thermocouple, 2.825 jam untuk panel kontrol, dan 3.305 jam untuk pemanas (heater). Analisis FMEA mengungkapkan thermocouple sebagai komponen dengan risiko tertinggi (RPN=224), sehingga direkomendasikan penerapan scheduled discard task. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penyesuaian interval perawatan berbasis keandalan dan strategi Reliability Centered Maintenance (RCM) dapat meningkatkan efektivitas pemeliharaan. Implikasi praktis dari temuan ini adalah peningkatan keandalan sistem PRS, pengurangan downtime, dan optimalisasi biaya pemeliharaan jangka panjang.
Penerapan Kaizen Dengan Pendekatan PDCA Untuk Mengurangi Produk Cacat Komponen Throttle Shaft (THS) Pada Proses Machining Alfian Nur Alim; Agus Suwarno; Ikhsan Romli
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1320

Abstract

Tingginya cacat produk Throttle Shaft (THS) pada mesin machining di PT XYZ menyebabkan kerugian material dan waktu rework. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi cacat dominan, menganalisis faktor penyebab, dan mengevaluasi efektivitas penerapan metode Kaizen dengan pendekatan PDCA (Plan-Do-Check-Act) dalam mengurangi produk cacat. Jenis penelitian adalah applied research dengan pendekatan mixed methods. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara, sedangkan data sekunder berasal dari laporan produksi periode Januari–Mei 2024. Analisis data menggunakan Diagram Pareto, Fishbone Diagram, dan 5W+1H. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacat Suriwari seret/kecil merupakan cacat dominan (43,7% dari total 574 cacat). Setelah modifikasi tool dengan penambahan chamfer zig-zag, cacat tersebut turun 98,8% menjadi hanya 3 pcs, dan total cacat turun 43,2%. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah dalam integrasi Kaizen-PDCA untuk perbaikan kualitas di industri komponen otomotif, serta implikasi praktis berupa peningkatan efisiensi proses dan penguatan disiplin operator. Diharapkan PT XYZ dapat menerapkan pendekatan serupa pada jenis cacat lain dan memperkuat budaya continuous improvement.