Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Konsep Integrasi Pendidikan Islam dalam Pendidikan Nasional: Upaya Menghindari Dikotomi Ilmu Rusnawati; Riadi, Haris; Jamiatussoleha, Siti; Suseno; Susanti, Eti
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 1 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i1.346

Abstract

Pendidikan nasional maupun pendidikan islam tentu saja mempunyai tujuan yang baik agar dapat menghasilkan generasi yang unggul. Masalah-masalah yang terjadi, salah satunya adalah pembagian atau pemisahan antara pendidikan nasional dan islam yang saling bertentangan seharusnya bias untuk dihindari. Jika keduanya memiliki tujuan yang baik, maka seharusnya permasalahan ini tidak ada. Integritas merupakan suatu hal yang penting. Untuk mengatasi masalah dikotomi di Indonesia, maka diperlukannya integritas pendidikan islam dalam pendidikan nasional sebagai upaya untuk menghindari dikotomi pendidikan tersebut yang akan dibahas di dalam makalah ini. Tujuan penulisan ini adalah bagaimana pendidikan islam dalam pendidikan nasional sebagai upaya menghindari dikotomi ilmu. Simpulan dari penulisan ini adalah dikotomi harus segera diakhiri salah satunya dengan menerapkan diintegrasi pendidikan Islam.
PENGARUH KOMPETENSI GURU DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA PESERTA DIDIK Rusnawati
AZKIA : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam Vol. 16 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58645/jurnalazkia.v16i2.45

Abstract

Kompetensi guru merupakan hal yang sangat penting, harus terdapat pada diri seorang guru, karena tercapainya tujuan pembelajaran dalam pengelolaan pembelajaran, dapat diketahui dengan tinggi rendahnya hasil belajar yang diperoleh peserta didik. Karena itu kompetensi guru sangat mempengaruhi terhadap proses pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. Berdasarkan permasalahan tersebut maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kompetensi guru, untuk mengetahui macam-macam kompetensi guru, untuk mengetahui pengertian dan faktorfaktor yang mempengaruhi hasil belajar dan untuk mengetahui pengaruh kompetensi guru pada hasil belajar peserta didik. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode library research atau kajian pustaka. Dari hasil kajian pustaka ditemukan bahwa kompetensi guru dapat diartikan dengan kemampuan dan kewenangan guru dalam melaksanakan tugasnya. Guru dapat melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dan pengajar apabila guru sudah memiliki kecakapan atau kemampuan di dalam bidang yang berkaitan dengan pendidikan. Adapun kompetensi yang harus dimiliki oleh guru mencakup kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. Hasil belajar merupakan hasil yang diperoleh peserta didik setelah terjadinya proses pembelajaran yang ditunjukkan dengan nilai tes yang dilakukan guru namun hasil belajar tidak mutlak berupa nilai saja, akan tetapi dapat berupa perubahan atau peningkatan sikap, kebiasaan, pengetahuan, keuletan, ketabahan, penalaran, kedisiplinan, keterampilan dan sebagaimana yang menuju pada perubahan positif. Faktor yang mempngaruhi hasil belajar peserta didik adalah terdiri dari dua faktor, yaitu faktor internal (dalam diri peserta didik) dan faktor eksternal (dari luar), salah satunya dari kompetensi guru. Hasil belajar peserta didik sangat tergantung pada kemampuan dan kompetensi yang terdapat pada guru dalam mengelola pembelajaran. Hal ini dikarenakan hasil belajar peserta didik akan terlihat dari kemampuan peserta didik dalam memahami dan mengerti terhadap materi yang telah diajarkan guru. Keberhasilan kegiatan proses belajar mengajar dapat diukur dengan tercapai tidaknya tujuan yang telah ditetapkan.
PERAN GURU PAI TERHADAP ETIKA SISWA DALAM BERBUSANA ISLAMI Rusnawati
AZKIA : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam Vol. 18 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58645/jurnalazkia.v19i2.429

Abstract

Pada zaman sekarang model pakaian telah berkembang sangat pesat. Ada berbagai macam ragam model. Ada model berpakain yang Islami dan kurang Islami, seperti seperti berpakaian yang menampakan rambut, lekukan, tranparan, ketat dan sebagainya. Masih ada beberapa siswa atau remaja yang kurang menunjukkan sikap Islami dalam berpakaian, maka di sini dibutuhkan peran guru secara umum dan guru PAI secara khusus dalam menghadapi tantangan permasalahan tersebut. Berdasarkan permasalahan tersebut adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana etika berbusana secara Islami dan bagaimana peran guru PAI dalam membentuk etika berbusana Islami pada siswa. Untuk dapat menjawab permasalahan yang telah dirumuskan maka penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka. Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwasannya Sebagai umat Islam, baik laki-laki dan perempuan sudah seharusnya dapat memiliki etika ketika memakai pakaian sesuai dengan ajaran Islam. Pakaian yang dapat menutup aurat sehingga dari demikian akan melindungi umat Islam dari hal-hal yang dapat membawa kepada kemudharatan, di sinilah peran guru PAI sangat dibutuhkan untuk membimbing siswa-siswinya untuk dapat mengamalkan ajaran Islam. Adapun peran guru PAI dalam membentuk etika berbusana Islami pada siswa yaitu dengan cara memberi contoh atau teladan, memberi motivasi, memberi teguran, memberikan bimbingan.
The Use of Role Playing Methods in Learning to Increase Student Learning Motivation Rusnawati; Jarir; Siti Jamiatussoleha
Kasyafa: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/kasyafa.v2i2.77

Abstract

Teaching and learning activities are interactions that have educational value. In it, there is an educational interaction between teachers and students, when teachers deliver lessons to students in class. The learning materials that teachers provide will provide less encouragement (motivation) to students if the delivery uses inappropriate strategies. The learning process in class seems too rigid and less enjoyable, this also makes the lesson less meaningful, because mastery of the amount of material does not necessarily guarantee understanding of the material they have mastered. Student motivation in learning is very important and is the basis for students to achieve the expected learning competencies. The research methodology used in this study is descriptive qualitative research using the library research method. With the Role Playing Method, students can play an absolute part in the development of social human life. Role playing is often intended as a form of activity where learners imagine themselves as if they were outside the classroom and play the role of others. So that students can directly feel the situation and conditions in their surroundings. So, the Role Playing method can increase student motivation and learning outcomes.
Peran Orang Tua Dalam Memotivasi Anak Untuk Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi (Studi di Desa Takal Pasir, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil) sri, sri mulyani; Rusnawati
JAROW: Journal of Ar-Raniry on Social Work Vol. 2 No. 3 (2024): Journal of Ar-Raniry on Social Work
Publisher : Program Studi Kesejahteraan Sosial Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jarow.v2i3.6859

Abstract

The role of parents who pay less attention to their children's education can be caused by the low level of education obtained by parents during their education and a lack of understanding of the Role of Parents in Motivating Children to Continue Their Studies to College, the importance of education for life. Seeing the development of this increasingly advanced era, all aspects of life really need education. The purpose of this study is to determine the role of parents in motivating children to continue their studies to college in Takal Pasir Village, Singkil District, Aceh Singkil Regency, to describe the supporting and inhibiting factors of parents in motivating children to continue their studies to college in Takal Pasir Village, Singkil District, Aceh Singkil Regency. This study uses a qualitative approach, with a type of field research. The informants in this study were parents of children who continued their education to college or who did not continue their education to college as many as 9 informants. The data collection techniques used in this study were interviews, observation and documentation. The data analysis method used in this study was the qualitative field analysis method. The results of this study indicate that the role of parents in motivating children to continue their studies to college in Takal Pasir Village can be seen from the enthusiasm of parents in seeking information about college. Parents also provide psychological encouragement or intrinsic motivation to children such as giving advice on the importance of education. Then parents facilitate children to college, so that children in Takal Pasir Village can be motivated to continue to college. There are supporting and inhibiting factors in motivating children to continue to college in Takal Pasir Village. Supporting factors such as the child's willingness, strong motivation from parents, enthusiasm from the child and a good economy. While the inhibiting factors for children not continuing to college such as intrinsic motivation in the child that does not exist, excessive laziness in children, no ideals and poor economy and environmental influences
MODEL-MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM DALAM PEMBELAJARAN Rusnawati
AZKIA : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam Vol. 20 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58645/azkia.v20i1.674

Abstract

Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses memperoleh ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Agar pembelajaran dapat terlaksana dengan baik maka perlu kiranya pendidik untuk dapat mengembangkan perangkat ajarnya, yang sering disebut dengan istilah kurikulum. Dalam merealisasikan proses pengembangan kurikulum diperlukan suatu model pengembangan kurikulum dengan pendekatan yang sesuai. Berdasarkan hal tersebut maka yang menjadi tujuan penelitian dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui pengertian model pengembangan kurikulum dan macam-macam pengembangan kurikulum dalam pembelajaran. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode library research atau kajian pustaka. Dari hasil kajian pustaka ditemukan bahwa Model adalah konstruksi yang bersifat teoritis dari konsep. Model suatu bentuk akurat sebagai proses aktual yang memungkinkan sesorang atau sekelompok orang mecoba bertindak berdasarkan model tersebut. Adapun macam-macam model-model pengembangan kurikulum yang dikemukakan oleh para ahli yaitu model pengembangan kurikulum Roger, model administrative, model dari bawah (Gree Roots), Beauchamp dan Hilda Taba, model pengembangan kurikulum Rapl Tyler, D.K. Wheeler, model pengembangan kurikulum Audery dan Howard Nichollas, model pengenbangan kurikulum Decker Walker, Malcom Skilbeck dan The Demostration model
Strategi Terminasi Dalam Proses Bimbingan Konseling Kelompok Belajar: Strategi Terminasi Dalam Proses Bimbingan Konseling Kelompok Belajar Azhari; Rusnawati
CONS-IEDU: Jurnal Program Studi Bimbingan Dan Konseling Islam Vol 5 No 1 (2025): CONS IEDU
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/cons.v5i1.1552

Abstract

Termination in counseling guidance comes from two initiatives. First, the lecturer's initiative and second, the student's initiative, either negative or positive. Termination occurs, including the realization of hopes in the counseling guidance process and the failure to realize hopes in the counseling guidance process. both lecturer's initiative and student or student-based e-counseling initiative. This study aims to determine the strategies of lecturers or lecturers in implementing termination of counseling guidance in the learning process. Counseling termination is the last step for lecturers so that students understand that the counseling and guidance session will end. In it, there are various messages and reinforcements for students which are part of the last strategy as a hope that the message or teaching material can be implemented in the future by students or students. The method in this study uses an interpretive method. The results of this discussion indicate that the termination strategy for counseling guidance is outlined in two termination directions including: first termination at the end of the counseling guidance session. second termination at the end of the counseling guidance session. termination at the end of the counseling guidance session contains the following points: (a) the lecturer opens effective communication as a signal that the session will end (b) the lecturer opens opportunities for mentoring for students and closes with words of thanks, appreciation and prayer. Furthermore, termination at the end of counseling in which the lecturer prepares: (a) languages that lead students to understand that counseling will end. (b) the lecturer provides opportunities for discussion in the form of notes and questions to conclude the results (c) formal termination which ends with prayer. From the results of this study, the termination strategy can also be implemented in various learning models, both self-directed learning, contextual, cooperative, collaborative and so on.
Effect Of Umbilical Cord Care Using the Topical Breastfeeding Method on The Length of Time for Releasing the Umbilical Cord of Newborns Lely, Andi Nurlaily; Rusnawati; Risnawati
Comprehensive Health Care Vol. 9 No. 2 (2025): Comprehensive Health Care
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/chc.v9i2.603

Abstract

Neonatal tetanus can occur, one of which is due to infection in the baby's umbilical cord, the faster the umbilical cord is released, reducing the risk of infection. Umbilical cord care using breast milk is the newest cord care which is cleaned and cared for by applying breast milk to the base of the umbilical cord using a cotton bud. This research designPre-Experiment with a static group comparison research design. The population of this study were newborns aged 0-8 days in the September-October period in the working area of the Bontobangun Health Center. The sample of this study were newborns aged 0 days as many as 24 babies with total sampling technique, which were divided into two intervention groups, namely the topical method of breast milk and the group of wrapping breast milk with dry gauze. Data analysis used the Chi Square test. The results of the Bivariate Analysis obtained a value of p = 0.000. This value is smaller than the value α = 0.05, so it can be concluded that 0.000 <0.05, so there is a significant effect between cord care using the topical breastfeeding method on the time of releasing the umbilical cord of newborns in the Working Area of the Bontobangun Health Center. The conclusion in this study is that treatment using the topical method of breast milk releases the umbilical cord faster than normal umbilical cord care. So that treatment using the topical method of ASI is more recommended Keywords; umbilical cord; topical breast milk
Saving Habits Generasi Millenial: Self Control, Parental Socialization, dan Peer Influence di Kota Makassar Rafiuddin, Fifriani; Parmitasari, Rika Dwi Ayu; Rusnawati
Study of Scientific and Behavioral Management Vol 3 No 1 (2022): Fenomena Keuangan, Pemasaran, & Sumber Daya Manusia di masa Covid-19 & New Normal
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ssbm.v3i1.27199

Abstract

Saving is one of the important things for individuals in financial management. The importance of saving, especially in the younger generation, affects financial well-being and satisfaction. This study aims to examine the effect of self control, parental and peer influence on saving habits. This research is a quantitative research. The population in this study was the entire millennial generation in Makassar City, with a sample of 202 respondents who met the predetermined criteria. The sampling technique used in this study was non-probability sampling. The results showed that self control, parental socialization and peer influence simultaneously had a significant effect on saving habits. Partially, the control (X1) and parental socialization (X2) have a significant positive effect on saving habits (Y), while the peer influence (X3) has no significant effect on saving habits (Y).
Pengaruh Credit Card dan Online Shopping terhadap Compulsive Buying pada Masyarakat di Kota Makassar dengan Financial Literacy Sebagai Variabel Moderating Taslim, Muhammad; Rusnawati; Farild, Miftha
Study of Scientific and Behavioral Management Vol 4 No 1 (2023): Well Being, Entrepreneurship, and Poverty in Muslim World
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ssbm.v4i1.36883

Abstract

Perkembangan pada era globalisasi saat ini ditandai dengan beberapa transfigurasi yang terjadi sangat pesat, salah satunya adalah kondisi perdagangan dan ekonomi. Dengan terjadinya hal tersebut, maka masyarakat dituntut untuk menyesuaikan keadaan yang telah berubah dikarenakan oleh stream of globalization. Perkembangan ekonomi bukan lagi untuk pemenuhan kebutuhan, melainkan mengarah pada kegiatan compulsive buying. Kegiatan ini terjadi pada masyarakat perkotaan yang moderen mulai dari metode pembayaran menggunakan credit card hingga kemudahan dalam berbelanja secara online yaitu online shopping. Maka dari itu dibutuhkan financial literacy yang baik dalam mengantisipasi dari dampak buruk globalisasi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 150 responden pada masyarakat di Kota Makassar dengan menggunakan rumus Hair. Metode perhitungan jumlah sampel nonprobability sampling dengan teknis purposive sampling kepada masyarakat Kota Makassar dengan kriteria tertentu. Dalam pengolahan data dibantu oleh software SmartPLS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa credit card berpengaruh positif dan signifikan terhadap compulsive buying, online shopping berpengaruh positif signifikan terhadap compulsive buying, Credit card berpengaruh positif dan signifikan terhadap Compulsive buying dengan Financial Literacy sebagai variabel moderating, Online shopping berpengaruh positif dan signifikan terhadap Compulsive buying dengan Financial Literacy sebagai variabel moderating. Kata Kunci: Credit Card, Online Shopping, Compulsive Buying, Financial Literacy