Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Brain Gym Effectively Reduces Anxiety in School- and Preschool-Aged Children in Hospitals Arbianingsih Arbianingsih; Huriati Huriati; Syarifah Musnayni; Nuravia Afiifah; A. Adriana Amal
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 24 No 3 (2021): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v24i3.1013

Abstract

Hospitalization-induced anxiety in children can impede healing and lengthen hospitalization. As such, appropriate interventions are needed to reduce their anxiety during hospitalization. For example, brain exercise has been shown to reduce anxiety in children in diverse settings and developmental stages. This study was performed to compare the effect of brain exercise on anxiety in hospitalized school-and preschool-aged children. A pre-experimental pre/ posttest design was used, and 32 children were selected by consecutive sampling. Brain gym was given twice a day for 2 consecutive days. Data were collected from school-aged children by using a modified Zung Sel-Rating Anxiety Scale and Tailor Manifest Anxiety Scale and from preschoolers by utilizing a modified Hamilton Anxiety Rating Scale observation sheet. Wilcoxon test results showed that brain gyms were effective in reducing anxiety in school-aged children (p = 0.016) and preschoolers (p = 0.006). Movements during brain exercises could activate the neocortex and parasympathetic nerves that can ease psychic and physical tension. Therefore, brain gym can be an effective intervention to decrease anxiety in preschoolers and school-aged children.Abstrak Brain Gym Efektif Menurunkan Kecemasan Pada Anak Usia Sekolah dan Pra Sekolah di Rumah Sakit. Kecemasan akibat rawat inap pada anak dapat menghambat penyembuhan dan memperpanjang rawat inap. Dengan demikian, intervensi yang tepat diperlukan untuk mengurangi kecemasan mereka selama dirawat di rumah sakit. Misalnya, latihan otak telah terbukti mengurangi kecemasan pada anak-anak dalam berbagai pengaturan dan tahap perkembangan. Penelitian bertujuan untuk membandingkan pengaruh senam otak terhadap kecemasan pada anak usia sekolah dan pra-sekolah yang dirawat di rumah sakit. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimen pre/ posttest, dan 32 anak dipilih dengan sampel konsekutif. Senam otak diberikan dua kali sehari selama dua hari berturut-turut. Data yang dikumpulkan dari anak-anak usia sekolah menggunakan modifikasi Zung Sel-Rating Anxiety Scale dan Tailor Manifest Anxiety Scale, sedangkan data anak-anak prasekolah menggunakan lembar observasi modifikasi Hamilton Anxiety Rating Scale. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa senam otak efektif menurunkan kecemasan pada anak usia sekolah (p = 0,016) dan anak prasekolah (p = 0,006). Gerakan pada saat senam otak dapat mengaktifkan neokorteks dan saraf parasimpatis yang dapat meredakan ketegangan psikis dan fisik. Oleh karena itu, senam otak dapat menjadi intervensi yang efektif untuk menurunkan kecemasan pada anak prasekolah dan usia sekolah. Kata Kunci: kecemasan, prasekolah, senam otak, usia sekolah
6-KADS (KUTCHER ADOLESCENT DEPRESSION SCALE) VERSI BAHASA INDONESIA: ADAPTASI ALAT UKUR Mutmainnah Sari; Arbianingsih Arbianingsih; Syisnawati Syisnawati; Andi Adriana Amal
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 8 No 3 (2023): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v8i3.18452

Abstract

Objective:  The purpose of this study was to adapt the Kutcher Adolescent Depression Scale (6-KADS) measuring instrument.Methods:  The process of adaptation and translation of the Indonesian version of the KADS measurement was carried out according to the procedure for adopting cross-cultural measuring instruments according to Sousa & Rojjanasrirat (2011), namely through 5 stages.Results:  Based on trials on 30 students in Makassar, the reliability coefficient value was 0.75 (reliable). The validity test using the Pearson correlation sig (2-tailed) obtained the value of each item showing a significance value greater than the r table (0.361), which indicates that each question item has good validity. Thus, the results of the adaptation of the 6-item version of the KADS measurement tool can be used in Indonesian adolescents to quickly and easily measure depression in adolescents. This research is still carried out in a small sample, so it is hoped that it can be developed with larger samples. This adapted questionnaire can then be applied in screening for depression in adolescents quickly and easily. Conclusion:  The KADS questionnaire is still underused in Indonesia, and an adapted Indonesian translated version has yet to be available. Therefore the results of this study will provide the final results of a valid and reliable questionnaire which can then be used.
Religious Moderation of Millennial Generation at Islamic Higher Education in Eastern Indonesia Barsihannor Zuhri; Gustia Tahir; Arbianingsih Arbianingsih; Aksa Aksa
AL-TAHRIR Vol 23 No 2 (2023): Islamic Studies
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/altahrir.v23i2.6911

Abstract

This research examines the religious moderation of the millennial generation in Islamic Higher Education in Eastern Indonesia and identifies the most dominant factors contributing to religious moderation. Cross-Sectional Study (CSS) method measures religious moderation through four pillars at the same time: national commitment, religious tolerance, conflict avoidance (non-violence) and accommodation of local culture. The respondents of this research are   millennial generations studying at the Islamic Higher Education in Eastern Indonesia. This research used the Consecutive Sampling with a total sample of 592 people. The research results show that religious moderation among millennial students in Eastern Indonesia is categorized as low concerning national commitment, religious tolerance, avoiding conflict (non-violence), and accommodation of local culture. The most dominant factors influencing the religious moderation of the millennial generation are social media and religious extra-campus curriculum. 
Analysis of Nursing Care of Patients with Acute Pain Sectio Caesarea Surgery with a Combination of Murottal Therapy and Slow Deep Breathing Therapy at Wahidin Sudirohusodo Hospital: Analisis Asuhan Keperawatan Pasien dengan Nyeri Akut Operasi Sectio Caesarea dengan Pemberian Kombinasi Terapi Murottal dan Terapi Slow Deep Breathing di Rsup Wahidin Sudirohusodo Nurhidayah; Fira Ayu; Arbianingsih; Risnah
Jurnal Midwifery Vol 6 No 1 (2024): FEBRUARY
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v6i1.40242

Abstract

Pendahuluan Persalinan Sectio caesarea dapat memberikan dampak positif dan juga negatif pada ibu. Dampak positif dapat membantu persalinan ibu, apabila ibu tidak dapat melakukan persalinan secara pervaginam. Sedangkan dampak negatifnya muncul setelah tindakan operasi yaitu Nyeri akut. Salah satu terapi nonfarmakologi dalam menurunkan intensitas nyeri pada ibu bersalin yakni salah satunya terapi relaksasi (Slow Deep Breathing) dan terapi murottal. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu case study dengan teknik pengumpulan data melalui proses wawancara pada keluarga pasien dan pasien itu sendiri, melakukan observasi, pemeriksaan fisik, serta pendokumentasian keperawatan. Pengkajian nyeri menggunakan numeric rating scale (NRS) sebelum dan sesudah pemberian intervensi terapi murottal dan terapi slow deep breathing diberikan selama 1 kali dalam 3 hari implementasi Hasil Setelah dilakukan implementasi dan evaluasi keperawatan dengan terapi murottal dan terapi slow deep breathing terjadi penurunan Intensitas nyeri pada kedua pasien yang menjadi responden, pada pasien pertama nyeri yang di rasakan awalnya skala 6. Pada hari pertama skala nyeri 5, Evaluasi hari kedua yakni skala nyeri 4. Adapun evaluasi hari ketiga didapatkan hasil nyeri pasien menurun menjadi skala 2. Pada pasien kedua didapatkan hasil nyeri yang di rasakan awalnya skala 6. Pada hari pertama skala nyeri 4, hari kedua turun menjadi skala nyeri 3. Adapun evaluasi hari ketiga didapatkan hasil nyeri pasien menurun menjadi skala 2. Kesimpulan Berdasarkan hasil studi kasus Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian dari terapi non farmakologis yaitu Terapi murottal dan terapi slow deep breathing efektif dalam menurunkan nyeri post operasi section caesarea
The Effect Of Education Game Of Ladder And Flashcard Media To Improve Reproduction Knowledge In Early Adolescents Nurhidayat Ika Zahni; Hasnah Hasnah; Arbianingsih Arbianingsih
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2020): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i1.269

Abstract

This study aims to determine the effect of educational games media snakes and ladders flashcards to improve reproductive knowledge in early adolescents. This study uses a Quasi Experiment Design research design with a Pre test approach- Post test control group design. The number of samples in this study were 38 respondents consisting of 19 interventions and 19 controls. The sampling technique uses purposive sampling. The data collection tool uses a knowledge questionnaire of 15 questions. Data analysis uses the Wilcoxon Test statistic. The results of the study for the intervention group obtained values ​​(p = 0,000) or p <0.05 and for the control group obtained values ​​(p = 0.001) or p <0.05. So, the effect of snake ladder educational game media and flashcard between the intervention group and the control group were equally influential, however, the intervention group had a more significant influence compared to the control group
SERVICE LEARNING DALAM EDUKASI KESEHATAN KULIT SANTRI, UPAYA PENGENDALIAN PENYAKIT SCABIES DI PESANTREN : Service Learning Dalam Edukasi Kesehatan Kulit Santri, Upaya Pengendalian Penyakit Scabies Di Pesantren Risnah, Risnah; Musdalifah, Musdalifah; Hafid, Anwar; Arbianingsih, Arbianingsih; Hidayah, Nur; Huriati, Huriati; Muthahharah, Muthahharah; Ashar, Maria Ulfah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 4 No. 1 (2024): JPKK Edisi April 2024
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol4.Iss1.1786

Abstract

Scabies merupakan salah satu penyakit infeksi kulit menular. Penyakit kulit ini hingga menduduki peringkat ketiga dari 12 penyakit kulit tersering di Indonesia. Umumnya ditemukan di lingkungan padat penghuni dan kontak manusia yang tinggi seperti di penjara, panti asuhan dan pondok pesantren. Pengetahuan dan sikap individu memiliki peran penting dalam melakukan praktik kebersihan diri yang baik untuk pencegahan scabies, selain itu juga dapat mengetahui tentang factor-faktor yang dapat menyebabkan scabies. Upaya peningkatan pengetahuan dan sikap tersebut pada santri dapat dilaksanakan dengan pemberian pengabdian masyarakat. Kegiatan ini bernama penyuluhan kesehatan “Kenal dan cegah Scabies” diberikan kepada para santri di pondok pesantren Darul Aman Putra Gombara Makassar yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap santri dalam perilaku pencehagan scabies. Pelaksanaan kegiatan selama 3 jam secara langsung kepada 150 santri yang hadir di masjid pondok pesantren yang menggunakan media Flyer dan PPT presentasi serta dibagi atas dua sesi yakni Sesi 1 Edukasi tentang Penyakit Scabies serta  Sesi 2: Tanya jawab seputar penyakit kulit.  Kesimpulannya setelah dilakukan post tes melalui wawancara langsung bahwa seluruh santri dan pengelola nampak aktif mendengarkan saat penyajian materi dan peserta mampu menjawab pertanyaan kuis secara lisan dengan tepat. Setelah dilakukan edukasi dan tanya jawab diharapkan agar santri dapat lebih meningkatkan sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah scabies. Pada pengurus pondok diharapkan untuk meningkatkan edukasi hidup bersih dengan pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan secara maksimal pada santri.   Abstrak Scabies merupakan salah satu penyakit infeksi kulit menular. Penyakit kulit ini hingga menduduki peringkat ketiga dari 12 penyakit kulit tersering di Indonesia. Umumnya ditemukan di lingkungan padat penghuni dan kontak manusia yang tinggi seperti di penjara, panti asuhan dan pondok pesantren. Pengetahuan dan sikap individu memiliki peran penting dalam melakukan praktik kebersihan diri yang baik untuk pencegahan scabies, selain itu juga dapat mengetahui tentang factor-faktor yang dapat menyebabkan scabies. Upaya peningkatan pengetahuan dan sikap tersebut pada santri dapat dilaksanakan dengan pemberian pengabdian masyarakat. Kegiatan ini bernama penyuluhan kesehatan “Kenal dan cegah Scabies” diberikan kepada para santri di pondok pesantren Darul Aman Putra Gombara Makassar yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap santri dalam perilaku pencehagan scabies. Pelaksanaan kegiatan selama 3 jam secara langsung kepada150 santri yang hadir di masjid pondok pesantren yang menggunakan media Flyer dan PPT presentasi serta dibagi atas dua sesi yakni Sesi 1 Edukasi tentang Penyakit Scabies serta Sesi 2: Tanya jawab seputar penyakit kulit.  Kesimpulannya setelah dilakukan post tes melalui wawancara langsung bahwa seluruh santri dan pengelola nampak aktif mendengarkan saat penyajian materi dan peserta mampu menjawab pertanyaan kuis secara lisan dengan tepat. Setelah dilakukan edukasi dan tanya jawab diharapkan agar santri dapat lebih meningkatkan sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah scabies. Pada pengurus pondok diharapkan untuk meningkatkan edukasi hidup bersih dengan pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan secara maksimal pada santri.
Integrated Quality Management and Nurse Job Satisfaction: Unveiling the Non-Linear Relationship Dardin, Dardin; Huriati, Huriati; Arbianingsih, Arbianingsih; Anwar, Mulyana
Journal Nursing Care Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Gorontalo Vol 11, No 2 (2025): Journal Nursing Care
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jnc.v11i2.1272

Abstract

Background: Job satisfaction is an essential aspect in hospitals that can increase the productivity of services. In achieving a good hospital image, minimizing negative perceptions of the hospital is necessary. However, the problem that often arises in human resource management is finding the best way to achieve employee job satisfaction.Purpose: This study aims to determine the relationship between integrated quality management and the job satisfaction of nurses in hospitals.Methods: This study uses a quantitative research design with a cross-sectional study approach. The sampling technique uses Purposive sampling. The sample obtained was 144 respondents. Sampling using a questionnaire. Data analysis using Pearson correlation.Results: The results of this study found that there was no significant relationship between integrated quality management and nurse job satisfaction. Many factors influence nurse job satisfaction.Conclusion: Integrated quality management does not directly affect nurses’ job satisfaction but is mediated through other variables.
Religious Moderation of Millennial Generation at Islamic Higher Education in Eastern Indonesia Zuhri, Barsihannor; Tahir, Gustia; Arbianingsih, Arbianingsih; Aksa, Aksa
AL-TAHRIR Vol 23 No 2 (2023): Islamic Studies
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/altahrir.v23i2.6911

Abstract

This research examines the religious moderation of the millennial generation in Islamic Higher Education in Eastern Indonesia and identifies the most dominant factors contributing to religious moderation. Cross-Sectional Study (CSS) method measures religious moderation through four pillars at the same time: national commitment, religious tolerance, conflict avoidance (non-violence) and accommodation of local culture. The respondents of this research are   millennial generations studying at the Islamic Higher Education in Eastern Indonesia. This research used the Consecutive Sampling with a total sample of 592 people. The research results show that religious moderation among millennial students in Eastern Indonesia is categorized as low concerning national commitment, religious tolerance, avoiding conflict (non-violence), and accommodation of local culture. The most dominant factors influencing the religious moderation of the millennial generation are social media and religious extra-campus curriculum. 
Pencegahan Stunting Sejak Dini: Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Melalui Edukasi Tatap Muka Arbianingsih; Huriati; Hasnah; Gani, Nurul Fadhilah; Nurhidayah; Muthahharah
Omni Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : Bantayang Omni Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65277/opm.v2i3.164

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan yang disebabkan oleh malnutrisi kronis, infeksi berulang, dan praktik pengasuhan yang tidak memadai selama 1000 Hari Pertama Kehidupan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai pencegahan stunting sejak masa kehamilan melalui penyuluhan kesehatan dengan pendekatan tatap muka. Pengabdian masyarakat dilaksanakan di Poli KIA Puskesmas Bontomarannu dengan metode penyuluhan 30 menit, menggunakan media banner dan leaflet, serta diakhiri evaluasi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, ditandai dengan partisipasi aktif dan kemampuan menjawab pertanyaan dengan benar. Temuan ini memperkuat efektivitas metode tatap muka dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu hamil, serta menegaskan peran penting edukasi tatap muka dalam pencegahan stunting. Intervensi ini dapat direplikasi sebagai strategi edukatif dalam program penurunan stunting skala lokal maupun nasional.
PERAN TEKANAN TEMAN SEBAYA DALAM MEMPREDIKSI PERILAKU BULLYING PADA REMAJA Huriati, Huriati; Arbianingsih, Arbianingsih; Mukhtar, Musdalifah; Hadrayani, Eka; Asyifa, Nur; Binti Ismail , Siti Nooraini
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 11 No 3 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v11i3.2135

Abstract

Background: Bullying among adolescents is a pressing global issue with significant psychosocial consequences. Peer pressure plays a complex role as both a direct and indirect facilitator of bullying behaviour, alongside other factors that warrant further exploration. Objective: This study aimed to examine the relationship between peer pressure and bullying behaviour among adolescents. Method: A quantitative cross-sectional survey was conducted with 274 students aged 12–15 years, selected through random sampling. Data were collected using two validated instruments: the Revised Olweus Bullying/Victim Questionnaire (23 items) and the Peer Pressure Questionnaire (25 items). Data were analysed using Spearman’s rank correlation to assess the association between variables. Result: Findings showed that 60.2% of participants exhibited high levels of bullying behaviour, with verbal and non-physical bullying being the most prevalent types. A significant positive correlation was found between peer pressure and bullying behaviour (r = 0.583; p < 0.001), indicating that higher peer pressure is associated with increased bullying among adolescents. Conclusion: Peer pressure plays a crucial role in shaping adolescent bullying behaviour. These findings highlight the importance of peer-based interventions and supportive school environments in preventing bullying.