Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Diare Anak Usia 3-6 Tahun di TK Raudhatul Athfal Alauddin Makassar Fatmawati Fatmawati; Arbianingsih Arbianingsih; Musdalifah Musdalifah
Journal of Islamic Nursing Vol 1 No 1 (2016): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.896 KB) | DOI: 10.24252/join.v1i1.3509

Abstract

Abstract Diare merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia dimana merupakan penyebab kematian nomor dua pada balita, nomor tiga pada bayi dan nomor lima bagi sejumlah umur. Berdasarkan kelompok umur, penderita diare terbanyak pada kelompok umur 1-5 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada anak usia 3-6 tahun di TK Raudhatul Athfal Alauddin Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik deskriptif cross sectional dengan melibatkan 62 siswa secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan observasi. Analisis data menggunakan uji Chi Square dan Fisher Exact Test. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku cuci tangan dan kejadian diare (p = 0,000 < 0,001) dimana responden yang memiliki perilaku cuci tangan yang tidak baik mempunyai peluang 36 kali mengalami diare (OR = 36,364). Terdapat hubungan antara perilaku makan dengan kejadian diare (p = 0,000 < 0,001) dimana responden yang memiliki perilaku makan yang tidak baik mempunya peluang 23 kali mengalami diare (OR = 23, 125). Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian diare ( p = 0,000 < 0,001) dimana responden yang memiliki status gizi kurang (kurus) mempunya peluang 71 kali mengalami diare (OR = 71,111). Direkomendasikan agar orangtua lebih memperhatikan perilaku cuci tangan, perilaku makan dan status gizi anak sebagai langkah preventif dan juga sebagai satu upaya meminimalisir kejadian diare pada anak.
Hubungan Beban Kerja Dengan Turnover Pada Perawat Di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar Arbianingsih Arbianingsih; Nur Hidayah; Taufiq Taufiq
Journal of Islamic Nursing Vol 1 No 1 (2016): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.746 KB) | DOI: 10.24252/join.v1i1.3515

Abstract

Abstract Kejadian turnover dapat mencapai 60 % pertahun dimana penyebab terjadinya turnover antara lain: ketidakpuasan kerja, tingginya beban kerja dan budaya organisasi. Turnover yang terjadi sangat merugikan perusahaan baik dari segi biaya, sumber daya maupun motivasi karyawan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan terjadinya turnover. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan “cross sectional study”. Sampel dalam penelitian ini adalah perawat yang ada di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang menggambarkan self report dari responden. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara beban kerja dengan keinginan perawat untuk pindah kerja (turnover) (p=0,000; α=0,05). Perawat yang memiliki beban kerja yang tinggi memiliki kecenderungan turnover dibandingkan perawat yang memiliki beban kerja standar. Oleh karenanya, untuk mencegah terjadinya turnover perawat di Rumah Sakit maka perlu adanya perhatian dari pihak manajemen keperawatan untuk memperhatikan beban kerja perawat.  
PERBEDAAN EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN MEDIA FACEBOOK DAN MEDIA LEAFLET TERHADAP MOTIVASI BERHENTI MEROKOK PADA REMAJA MIftahu Rahmah; Huriati Huriati; Arbianingsih Arbianingsih
Journal of Islamic Nursing Vol 3 No 1 (2018): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.354 KB) | DOI: 10.24252/join.v3i1.5477

Abstract

Saat ini perilaku merokok merupakan suatu gejala yang dapat kita lihat setiap hari disegala tempat seperti dijalanan, tempat keramaian, bus kota, rumah sakit dan lain sebagainya. Semua orang mengetahui akan bahaya yang dapat ditimbulkan dari merokok, tetapi perilaku merokok tidak pernah surut.Desain penelitian ini yaitu Quasi Eksperiment dengan 20 responden yang dipilih secara Total Sampling. Instrument yang digunakan untuk mengukur motivasi adalah kuesioner dan analisa data menggunakan uji statistik Paired T-test dan Independent T-test.Hasil penelitian menunjukkan pendidikan kesehatan melalui media facebook (nilai p 0,001 < α 0,05), pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet (nilai p 0,002 < α 0,05) berarti terdapat perbedaan bermakna motivasi berhenti merokok remaja pre-test dan post-test pendidikan kesehatan dengan menggunakan media facebook dan media leaflet. Untuk perbandingan efektivitas di kedua media dengan nilai p= 0,063 atau p>0,05 yang artinya tidak terdapat perbedaan pendidikan kesehatan antara media facebook dan media leaflet. Dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan motivasi berhenti merokok pada remaja dapat menggunakan pendidikan kesehatan media facebook dan media leaflet. Peneliti berharap pada peneliti selanjutnya agar lebih mengontrol sumber informasi lain agar tidak menjadi perancu dan memberikan bahan pendidikan kesehatan dengan konten yang sama. 
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU PREEKLAMPSIA DENGAN NYERI AKUT MENGGUNAKAN INTERVENSI TERAPI MUROTTAL SURAH MARYAM Nurhidayah Nurhidayah; Arbianingsih Arbianingsih; Muthaharah Muthaharah; A.M Abd. Wahab BR
Patria Artha Journal of Nursing Science Vol 6, No 2 (2022): Patria Artha Journal of Nursing Science
Publisher : Patria Artha University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33857/jns.v6i2.598

Abstract

Preeklampsia adalah salah satu komplikasi kehamilan yang terjadi karena tekanan darah terlalu tinggi semasa mengandung bayi. Nyeri berdasarkan International Association for the Study of Pain (IASP) adalah sensori tidak nyaman dan pengalaman emosional yang sangat berhubungan dengan potensial kerusakan jaringan atau terdapat kerusakan jaringan yang nyata.Tindakan nonfarmakologis yang dapat diberikan pada pasien yang mengalami nyeri akut salah satunya adalah dengan melakukan Terapi Murottal Surah Maryam. Tujuan: Untuk mengetahui analisis asuhan keperawatan pada ibu preeklampsia dengan nyeri akut menggunakan intervensi terapi murottal Surah Maryam di Puskesmas Bajeng Kabupaten Gowa. Metode Penelitian: Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan pemeriksaan fisik. Hasil: Setelah diberikan intervensi pemberian terapi murottal Surah Maryam selama 3 hari pada ibu yang mengalami preeklampsia dengan nyeri akut, didapatkan hasil bahwa terjadi penurunan tingkat nyeri secara perlahan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi murottal surah Maryam efektif menurunkan nyeri. Implikasi penelitian: Berdasarkan hasil evaluasi pada studi kasus yang dilakukan dapat memberikan respon berupa ketenangan emosional, dan relaksasi sehingga pasien mampu mengontrol nyeri. Rekomendasi: Referensi tambahan pemberian asuhan keperawatan dalam keperawatan maternitas dan meningkatkan pencegahan terjadinya Hipertensi dalam kehamilan maupun preeklampsia. Kata kunci: Nyeri; Preeklampsia; Terapi Murottal; Surah Maryam
Brain Gym Effectively Reduces Anxiety in School- and Preschool-Aged Children in Hospitals Arbianingsih Arbianingsih; Huriati Huriati; Syarifah Musnayni; Nuravia Afiifah; A. Adriana Amal
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 24 No 3 (2021): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v24i3.1013

Abstract

Hospitalization-induced anxiety in children can impede healing and lengthen hospitalization. As such, appropriate interventions are needed to reduce their anxiety during hospitalization. For example, brain exercise has been shown to reduce anxiety in children in diverse settings and developmental stages. This study was performed to compare the effect of brain exercise on anxiety in hospitalized school-and preschool-aged children. A pre-experimental pre/ posttest design was used, and 32 children were selected by consecutive sampling. Brain gym was given twice a day for 2 consecutive days. Data were collected from school-aged children by using a modified Zung Sel-Rating Anxiety Scale and Tailor Manifest Anxiety Scale and from preschoolers by utilizing a modified Hamilton Anxiety Rating Scale observation sheet. Wilcoxon test results showed that brain gyms were effective in reducing anxiety in school-aged children (p = 0.016) and preschoolers (p = 0.006). Movements during brain exercises could activate the neocortex and parasympathetic nerves that can ease psychic and physical tension. Therefore, brain gym can be an effective intervention to decrease anxiety in preschoolers and school-aged children.Abstrak Brain Gym Efektif Menurunkan Kecemasan Pada Anak Usia Sekolah dan Pra Sekolah di Rumah Sakit. Kecemasan akibat rawat inap pada anak dapat menghambat penyembuhan dan memperpanjang rawat inap. Dengan demikian, intervensi yang tepat diperlukan untuk mengurangi kecemasan mereka selama dirawat di rumah sakit. Misalnya, latihan otak telah terbukti mengurangi kecemasan pada anak-anak dalam berbagai pengaturan dan tahap perkembangan. Penelitian bertujuan untuk membandingkan pengaruh senam otak terhadap kecemasan pada anak usia sekolah dan pra-sekolah yang dirawat di rumah sakit. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimen pre/ posttest, dan 32 anak dipilih dengan sampel konsekutif. Senam otak diberikan dua kali sehari selama dua hari berturut-turut. Data yang dikumpulkan dari anak-anak usia sekolah menggunakan modifikasi Zung Sel-Rating Anxiety Scale dan Tailor Manifest Anxiety Scale, sedangkan data anak-anak prasekolah menggunakan lembar observasi modifikasi Hamilton Anxiety Rating Scale. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa senam otak efektif menurunkan kecemasan pada anak usia sekolah (p = 0,016) dan anak prasekolah (p = 0,006). Gerakan pada saat senam otak dapat mengaktifkan neokorteks dan saraf parasimpatis yang dapat meredakan ketegangan psikis dan fisik. Oleh karena itu, senam otak dapat menjadi intervensi yang efektif untuk menurunkan kecemasan pada anak prasekolah dan usia sekolah. Kata Kunci: kecemasan, prasekolah, senam otak, usia sekolah
6-KADS (KUTCHER ADOLESCENT DEPRESSION SCALE) VERSI BAHASA INDONESIA: ADAPTASI ALAT UKUR Mutmainnah Sari; Arbianingsih Arbianingsih; Syisnawati Syisnawati; Andi Adriana Amal
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 8 No 3 (2023): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v8i3.18452

Abstract

Objective:  The purpose of this study was to adapt the Kutcher Adolescent Depression Scale (6-KADS) measuring instrument.Methods:  The process of adaptation and translation of the Indonesian version of the KADS measurement was carried out according to the procedure for adopting cross-cultural measuring instruments according to Sousa & Rojjanasrirat (2011), namely through 5 stages.Results:  Based on trials on 30 students in Makassar, the reliability coefficient value was 0.75 (reliable). The validity test using the Pearson correlation sig (2-tailed) obtained the value of each item showing a significance value greater than the r table (0.361), which indicates that each question item has good validity. Thus, the results of the adaptation of the 6-item version of the KADS measurement tool can be used in Indonesian adolescents to quickly and easily measure depression in adolescents. This research is still carried out in a small sample, so it is hoped that it can be developed with larger samples. This adapted questionnaire can then be applied in screening for depression in adolescents quickly and easily. Conclusion:  The KADS questionnaire is still underused in Indonesia, and an adapted Indonesian translated version has yet to be available. Therefore the results of this study will provide the final results of a valid and reliable questionnaire which can then be used.
Religious Moderation of Millennial Generation at Islamic Higher Education in Eastern Indonesia Barsihannor Zuhri; Gustia Tahir; Arbianingsih Arbianingsih; Aksa Aksa
AL-TAHRIR Vol 23 No 2 (2023): Islamic Studies
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/altahrir.v23i2.6911

Abstract

This research examines the religious moderation of the millennial generation in Islamic Higher Education in Eastern Indonesia and identifies the most dominant factors contributing to religious moderation. Cross-Sectional Study (CSS) method measures religious moderation through four pillars at the same time: national commitment, religious tolerance, conflict avoidance (non-violence) and accommodation of local culture. The respondents of this research are   millennial generations studying at the Islamic Higher Education in Eastern Indonesia. This research used the Consecutive Sampling with a total sample of 592 people. The research results show that religious moderation among millennial students in Eastern Indonesia is categorized as low concerning national commitment, religious tolerance, avoiding conflict (non-violence), and accommodation of local culture. The most dominant factors influencing the religious moderation of the millennial generation are social media and religious extra-campus curriculum. 
Analysis of Nursing Care of Patients with Acute Pain Sectio Caesarea Surgery with a Combination of Murottal Therapy and Slow Deep Breathing Therapy at Wahidin Sudirohusodo Hospital: Analisis Asuhan Keperawatan Pasien dengan Nyeri Akut Operasi Sectio Caesarea dengan Pemberian Kombinasi Terapi Murottal dan Terapi Slow Deep Breathing di Rsup Wahidin Sudirohusodo Nurhidayah; Fira Ayu; Arbianingsih; Risnah
Jurnal Midwifery Vol 6 No 1 (2024): FEBRUARY
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v6i1.40242

Abstract

Pendahuluan Persalinan Sectio caesarea dapat memberikan dampak positif dan juga negatif pada ibu. Dampak positif dapat membantu persalinan ibu, apabila ibu tidak dapat melakukan persalinan secara pervaginam. Sedangkan dampak negatifnya muncul setelah tindakan operasi yaitu Nyeri akut. Salah satu terapi nonfarmakologi dalam menurunkan intensitas nyeri pada ibu bersalin yakni salah satunya terapi relaksasi (Slow Deep Breathing) dan terapi murottal. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu case study dengan teknik pengumpulan data melalui proses wawancara pada keluarga pasien dan pasien itu sendiri, melakukan observasi, pemeriksaan fisik, serta pendokumentasian keperawatan. Pengkajian nyeri menggunakan numeric rating scale (NRS) sebelum dan sesudah pemberian intervensi terapi murottal dan terapi slow deep breathing diberikan selama 1 kali dalam 3 hari implementasi Hasil Setelah dilakukan implementasi dan evaluasi keperawatan dengan terapi murottal dan terapi slow deep breathing terjadi penurunan Intensitas nyeri pada kedua pasien yang menjadi responden, pada pasien pertama nyeri yang di rasakan awalnya skala 6. Pada hari pertama skala nyeri 5, Evaluasi hari kedua yakni skala nyeri 4. Adapun evaluasi hari ketiga didapatkan hasil nyeri pasien menurun menjadi skala 2. Pada pasien kedua didapatkan hasil nyeri yang di rasakan awalnya skala 6. Pada hari pertama skala nyeri 4, hari kedua turun menjadi skala nyeri 3. Adapun evaluasi hari ketiga didapatkan hasil nyeri pasien menurun menjadi skala 2. Kesimpulan Berdasarkan hasil studi kasus Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian dari terapi non farmakologis yaitu Terapi murottal dan terapi slow deep breathing efektif dalam menurunkan nyeri post operasi section caesarea
The Effect Of Education Game Of Ladder And Flashcard Media To Improve Reproduction Knowledge In Early Adolescents Nurhidayat Ika Zahni; Hasnah Hasnah; Arbianingsih Arbianingsih
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2020): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i1.269

Abstract

This study aims to determine the effect of educational games media snakes and ladders flashcards to improve reproductive knowledge in early adolescents. This study uses a Quasi Experiment Design research design with a Pre test approach- Post test control group design. The number of samples in this study were 38 respondents consisting of 19 interventions and 19 controls. The sampling technique uses purposive sampling. The data collection tool uses a knowledge questionnaire of 15 questions. Data analysis uses the Wilcoxon Test statistic. The results of the study for the intervention group obtained values ​​(p = 0,000) or p <0.05 and for the control group obtained values ​​(p = 0.001) or p <0.05. So, the effect of snake ladder educational game media and flashcard between the intervention group and the control group were equally influential, however, the intervention group had a more significant influence compared to the control group
SERVICE LEARNING DALAM EDUKASI KESEHATAN KULIT SANTRI, UPAYA PENGENDALIAN PENYAKIT SCABIES DI PESANTREN : Service Learning Dalam Edukasi Kesehatan Kulit Santri, Upaya Pengendalian Penyakit Scabies Di Pesantren Risnah, Risnah; Musdalifah, Musdalifah; Hafid, Anwar; Arbianingsih, Arbianingsih; Hidayah, Nur; Huriati, Huriati; Muthahharah, Muthahharah; Ashar, Maria Ulfah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 4 No. 1 (2024): JPKK Edisi April 2024
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol4.Iss1.1786

Abstract

Scabies merupakan salah satu penyakit infeksi kulit menular. Penyakit kulit ini hingga menduduki peringkat ketiga dari 12 penyakit kulit tersering di Indonesia. Umumnya ditemukan di lingkungan padat penghuni dan kontak manusia yang tinggi seperti di penjara, panti asuhan dan pondok pesantren. Pengetahuan dan sikap individu memiliki peran penting dalam melakukan praktik kebersihan diri yang baik untuk pencegahan scabies, selain itu juga dapat mengetahui tentang factor-faktor yang dapat menyebabkan scabies. Upaya peningkatan pengetahuan dan sikap tersebut pada santri dapat dilaksanakan dengan pemberian pengabdian masyarakat. Kegiatan ini bernama penyuluhan kesehatan “Kenal dan cegah Scabies” diberikan kepada para santri di pondok pesantren Darul Aman Putra Gombara Makassar yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap santri dalam perilaku pencehagan scabies. Pelaksanaan kegiatan selama 3 jam secara langsung kepada 150 santri yang hadir di masjid pondok pesantren yang menggunakan media Flyer dan PPT presentasi serta dibagi atas dua sesi yakni Sesi 1 Edukasi tentang Penyakit Scabies serta  Sesi 2: Tanya jawab seputar penyakit kulit.  Kesimpulannya setelah dilakukan post tes melalui wawancara langsung bahwa seluruh santri dan pengelola nampak aktif mendengarkan saat penyajian materi dan peserta mampu menjawab pertanyaan kuis secara lisan dengan tepat. Setelah dilakukan edukasi dan tanya jawab diharapkan agar santri dapat lebih meningkatkan sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah scabies. Pada pengurus pondok diharapkan untuk meningkatkan edukasi hidup bersih dengan pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan secara maksimal pada santri.   Abstrak Scabies merupakan salah satu penyakit infeksi kulit menular. Penyakit kulit ini hingga menduduki peringkat ketiga dari 12 penyakit kulit tersering di Indonesia. Umumnya ditemukan di lingkungan padat penghuni dan kontak manusia yang tinggi seperti di penjara, panti asuhan dan pondok pesantren. Pengetahuan dan sikap individu memiliki peran penting dalam melakukan praktik kebersihan diri yang baik untuk pencegahan scabies, selain itu juga dapat mengetahui tentang factor-faktor yang dapat menyebabkan scabies. Upaya peningkatan pengetahuan dan sikap tersebut pada santri dapat dilaksanakan dengan pemberian pengabdian masyarakat. Kegiatan ini bernama penyuluhan kesehatan “Kenal dan cegah Scabies” diberikan kepada para santri di pondok pesantren Darul Aman Putra Gombara Makassar yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap santri dalam perilaku pencehagan scabies. Pelaksanaan kegiatan selama 3 jam secara langsung kepada150 santri yang hadir di masjid pondok pesantren yang menggunakan media Flyer dan PPT presentasi serta dibagi atas dua sesi yakni Sesi 1 Edukasi tentang Penyakit Scabies serta Sesi 2: Tanya jawab seputar penyakit kulit.  Kesimpulannya setelah dilakukan post tes melalui wawancara langsung bahwa seluruh santri dan pengelola nampak aktif mendengarkan saat penyajian materi dan peserta mampu menjawab pertanyaan kuis secara lisan dengan tepat. Setelah dilakukan edukasi dan tanya jawab diharapkan agar santri dapat lebih meningkatkan sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah scabies. Pada pengurus pondok diharapkan untuk meningkatkan edukasi hidup bersih dengan pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan secara maksimal pada santri.