Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Hubungan Kepemimpinan Transformasional Kepala Ruangan dengan Kepatuhan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien pada Perawat Pelaksana Ika Nurfidiawati; Huriati Huriati; Arbianingsih Arbianingsih; Rasdiyanah Rasdiyanah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61111

Abstract

Tingkat pelaporan insiden keselamatan pasien yang rendah tetap menjadi tantangan utama dalam budaya keselamatan pasien rumah sakit. Kepemimpinan kepala bangsal memainkan peran penting dalam mempengaruhi perilaku pelaporan perawat. Namun, banyak perawat yang masih enggan melaporkan insiden karena takut disalahkan atau dihukum. Studi sebelumnya terutama dilakukan di rumah sakit umum, swasta, atau pendidikan, sementara bukti dari rumah sakit dengan struktur birokrasi dan hierarkis khusus masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepemimpinan transformasional kepala bangsal dan kepatuhan perawat terhadap pelaporan insiden keselamatan pasien. Desain cross-sectional digunakan yang melibatkan 50 perawat yang dipilih secara acak dari bangsal rawat inap. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang divalidasi dan dapat diandalkan dan dianalisis menggunakan korelasi Spearman. Temuan menunjukkan hubungan yang signifikan antara kepemimpinan transformasional dan kepatuhan pelaporan (p < 0,001; α < 0,05). Sebagian besar perawat (78%) menganggap kepemimpinan kepala bangsal baik, sementara 72% menunjukkan kepatuhan yang baik terhadap pelaporan insiden. Kepemimpinan transformasional yang lebih baik dikaitkan dengan kepatuhan pelaporan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, penguatan kompetensi kepemimpinan transformasional sangat penting untuk mendukung budaya keselamatan pasien, terutama di rumah sakit dengan karakteristik organisasi semi-militer dan hierarkis.
Analisis Kebutuhan Spiritual Care Pada Pasien Anak dan Keluarga di Pelayanan Rumah Sakit Yapika Fitria Fitria; Arbianingsih Arbianingsih; Ahmad Ahmad; Muhammad Anwar Hafid
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61732

Abstract

Hospitalisasi pada anak sering kali menimbulkan dampak multidimensional yang tidak hanya memengaruhi kondisi fisik dan psikologis, tetapi juga aspek spiritual pasien dan keluarganya. Pemenuhan kebutuhan spiritual merupakan bagian penting dari pelayanan keperawatan holistik karena berkontribusi terhadap kemampuan koping, harapan, ketenangan batin, serta adaptasi selama proses perawatan. Meskipun demikian, identifikasi kebutuhan spiritual anak dan keluarga masih belum menjadi bagian yang optimal dalam praktik pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan spiritual care pada pasien anak dan keluarga di Rumah Sakit Yapika. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 45 responden dipilih menggunakan teknik accidental sampling selama tiga minggu pengumpulan data. Data dikumpulkan menggunakan Spiritual Needs Questionnaire (SpNQ) versi Indonesia dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori sangat membutuhkan spiritual care sebanyak 28 responden (62,2%), diikuti kategori amat sangat membutuhkan sebanyak 16 responden (35,6%), dan kategori agak membutuhkan sebanyak 1 responden (2,2%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin (p=0,598), kelas perawatan (p=0,426), maupun usia perkembangan (p=0,530) dengan tingkat kebutuhan spiritual. Temuan ini menunjukkan bahwa kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan mendasar yang dirasakan oleh hampir seluruh pasien anak dan keluarga tanpa dipengaruhi karakteristik demografis tertentu. Penelitian ini memberikan evidence awal mengenai kebutuhan spiritual pasien anak dan keluarga yang dapat menjadi landasan dalam pengembangan asuhan keperawatan terintegrasi spiritual care berbasis Family-Centered Care untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Kata Kunci: family-centered care; hospitalisasi anak; kebutuhan spiritual; pelayanan keperawatan; spiritual care Abstract Hospitalization in children often produces multidimensional effects that influence not only physical and psychological conditions but also the spiritual aspects of patients and their families. Meeting spiritual needs is an important part of holistic nursing care because it contributes to coping ability, hope, inner peace, and adaptation during treatment. However, identification of the spiritual needs of children and families has not yet become an optimal part of health service practice. This study aimed to analyze the spiritual care needs of pediatric patients and families at Yapika Hospital. The study used a descriptive-analytic design with a cross-sectional approach. A total of 45 respondents were selected using accidental sampling over three weeks of data collection. Data were collected using the Indonesian version of the Spiritual Needs Questionnaire (SpNQ) and analyzed using the Chi-Square test at a significance level of α=0.05. The results showed that most respondents were in the high spiritual care need category (28 respondents, 62.2%), followed by the very high need category (16 respondents, 35.6%), and the moderate need category (1 respondent, 2.2%). Bivariate analysis showed no significant relationship between sex (p=0.598), care class (p=0.426), or developmental age (p=0.530) and the level of spiritual need. These findings indicate that spiritual need is a fundamental need felt by almost all pediatric patients and families regardless of demographic characteristics. This study provides preliminary evidence on the spiritual needs of pediatric patients and families that can serve as a basis for developing integrated spiritual care nursing practice based on Family-Centered Care to improve service quality and patient satisfaction. Keywords: family-centered care; pediatric hospitalization; spiritual needs; nursing care; spiritual care
Pemberdayaan Ibu melalui Pelatihan Pijat Bayi: Pendekatan Berbasis Masyarakat untuk Pencegahan Stunting Arbianingsih; Rasmawati; Huriati; Hasnah; Syamsiah Rauf; A. Inda Fadhillah Ramadhani; Lasria Stevian
Bhakti Patrika Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Pubfine Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64408/bp.2026.22172

Abstract

Pendahuluan: Stunting masih menjadi tantangan besar dalam kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya pada anak balita, dan berkontribusi signifikan terhadap keterlambatan perkembangan jangka panjang. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan orang tua mengenai praktik pengasuhan yang optimal. Pijat bayi merupakan intervensi sederhana namun efektif yang diketahui dapat mendukung pertumbuhan fisik, merangsang perkembangan saraf, memperkuat ikatan emosional, dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Banyak ibu yang belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk melakukan pijat bayi dengan benar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan pijat bayi sebagai upaya pencegahan stunting Metode: Program dilaksanakan dengan pendekatan Community-Based Research di Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa. Sebanyak 8 ibu yang memiliki bayi mengikuti intervensi yang meliputi asesmen kebutuhan, edukasi kesehatan menggunakan media audiovisual, demonstrasi praktik, latihan langsung dengan bimbingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa tujuh dari 8 ibu mengalami peningkatan skor pengetahuan setelah pelatihan. Meskipun 1 ibu tidak menunjukkan peningkatan skor, ia mampu mempraktikkan teknik pijat dengan tepat. Para peserta juga melaporkan peningkatan rasa percaya diri dan antusiasme dalam berinteraksi dengan bayinya, yang turut memperkuat hubungan ibu dan anak. Kesimpulan: Pelatihan pijat bayi yang terstruktur terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi ibu dan berpotensi menjadi intervensi berbasis komunitas yang berkelanjutan untuk pencegahan stunting.
Massage As complementary therapy in Children with Acute Diarrhea: A Case Study Arbianingsih; Huriati; Fauziah Nur
Nursing Practice Journal Vol. 2 No. 2 (2026): Nursing Practice Journal
Publisher : Yayasan Ekselensi Daya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65722/ft3fgj33

Abstract

Acute diarrhea in children is a significant health problem in developing countries that contributes significantly to child morbidity and mortality. A complementary approach, massage therapy, has the potential to support the patient's recovery optimally. This study aims to explain the application of massage therapy in nursing interventions for children with acute diarrhea and evaluate its impact on the frequency of defecation and intestinal peristalsis. The research employed a case study design on a hospitalized 11-month-old child diagnosed with acute diarrhea. Interventions included diarrhea management, nutrition management, and abdominal massage therapy twice a day for three days. The results showed a decrease in the frequency of defecation from five times to once per day, a stabilized frequency of intestinal peristalsis at five times per minute, and an improvement in general condition. The mechanism of action of massage involves an increase in vagal activity, modification of the intestinal microbiota, and a reduction in stress hormones, all of which have a positive impact on gastrointestinal function. Massage therapy has been proven to be safe, effective, and easily integrated into pediatric nursing. Massage therapy can be utilized as an evidence-based complementary intervention for managing acute diarrhea in children with defecation frequency decreased from 5 per day to one per day and peristalsis stabilized at 5 per minute. Massage therapy has potential positive implications for enhancing the quality of nursing care in the pediatrics area.