Claim Missing Document
Check
Articles

The Artificial Intelligence Implementation in Nursing Services: Literature Review Widiyono, Widiyono; Sumarni, Ranti Ningsih
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v11i2.759

Abstract

Backgroud : Major changes to clinical practice are likely to occur as a result of the introduction of AI into the healthcare industry. Virtual assistants (e.g., AI documentation tools such as Nuance DAX and AI-enabled medical diagnostic tools) are one of the ways artificial intelligence has been applied in our daily lives; one example is its use in the documentation process in the nursing profession. However, there are concerns about false data and possible unintended effects on patients when AI is used in nursing care. In addition, there is only 2% research on AI and its potential benefits for nurses. There is a need for more in-depth research on the use of AI in nursing care. Aims : This study to review the findings and evidence base related to the use of artificial intelligence (AI) in nursing care. Methods : The research approach used was a literature review. Articles on the use of AI in nursing care were searched using topics and keywords related to nursing, artificial intelligence, and nursing care. Relevant research was searched using the Boelean formula and filtered for articles published between 2019 and 2024, including PUBMED, Scopus, and Google Scholar. Research involving the creation or verification of artificial intelligence (AI)-based technologies used in nursing care was considered for inclusion, as were research designs that included experimental or observational methods and quantitative or qualitative data analyses, or a mixture of both. The retrieved articles were screened and discussed according to the research criteria. Results : The results of this study obtained 10 articles that met the criteria and met the requirements (out of a total of 2,490 publications) which were then discussed. The articles discussed the use and application of AI in nursing services for both clinical and academic purposes. Conclutions : There are many potential advantages to implementing AI into nursing services, but they must be carefully considered. To overcome these barriers to the use of AI to improve nursing services, further research is needed. In the future, nurses need to be technologically literate
TEKNIK WATERMARKING MENGGUNAKAN METODE LEAST SIGNIFICANT BIT PADA CITRA UNTUK PERLINDUNGAN HAK CIPTA MOTIF BATIK WIDIYONO, WIDIYONO; WIBOWO, ARI PUTRA; DARMAWAN, ARIEF SOMA
Jurnal INSTEK (Informatika Sains dan Teknologi) Vol 6 No 1 (2021): APRIL
Publisher : Department of Informatics Engineering, Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.966 KB) | DOI: 10.24252/instek.v6i1.16591

Abstract

Batik merupakan karya seni yang dijadikan kultur budaya asli Indonesia. Sehingga batik dikenal dunia sebagai ciri khas Indonesai, dengan banyak sekali motif yang beranekaragam. Keanekargaman motif batik merupakan khas dari masing-masing daerah se-Indonesia. Motif Batik Pekalongan memiliki khas keanekaragman warna, perpaduan motif alam, dan motif moderen. Pada era digital pemasaran batik melalui  marketplace yang telah menjangkau dunia dengan tidak terbatas. Tetapi motif batik digital rawan untuk dimanipulasi sehingga diperlukan perlindungan hak cipta motif batik secara digital. Untuk itu pada penelitian ini dilakukan perancangan dan pengembangan aplikasi watermarking dengan menggunakan metode Least Signnificant Bit (LSB). Pembuatan aplikasi watermarking pada penelitian ini menggunakan bahasa pemrograman java dengan netbeans versi 7.4. Dari sistem aplikasi watermarking yang dirancang dilakukan pengujian, bahwa aplikasi ini dapat berfungsi dengan baik sebagai solusi untuk perlidungan hak cipta motif batik. Kata Kunci: Least Significant Bit, Motif Batik, Watermaking,  
THE EFFECT OF DRAWING AN COLORING THERAPY DECREASE ANXIETY LEVEL FOR PRE SCHOOL AGE AT AR AR RAHMAN PEDIATRIC WARD IN PKU MUHAMMADIYAH BANTULHOSPITAL Widiyono, Widiyono
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 4 No. 1 (2016): Edisi Januari - Juni 2016
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3933.095 KB) | DOI: 10.53345/bimiki.v4i1.89

Abstract

Hospitalisasi adalah proses yang mengharuskan anak untuk dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan terapi hingga sembuh.
PENGARUH BABY SPA (SOLUS PER AQUA) TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA BAYI USIA 6-24 BULAN DI KLINIK TYRA BABY MOM SPA SOLO prahasta, nyimas evandia; Suwarni, Anik; Widiyono, Widiyono
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 17 No 2 Oktober 2024
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Terapi baby spa sebagai salah satu cara untuk mengoptimalkan pertumbuhan fisik bayi dengan menjaga berat badan dan tinggi badan yang sehat. Selain itu, keunggulan baby spa antara lain memperlancar gerak bayi dengan harapan otot-otot bayi matang dengan baik, persendian tubuh berfungsi dengan baik, dan tumbuh kembang bayi ideal. Tujuan : Mengetahui pengaruh baby spa (solus per aqua) terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi usia 6-24 bulan di klinik Tyra Baby Mom Spa Solo. Metode : Desain penelitian ini yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan rancangan One Group Pretest Postest design. Sampel penelitian adalah 28 bayi dengan usia 6-24 bulan di Tyra Baby Mom Spa Solo. Pengambilan sampel dengan purposive sampling.Alat ukur yang digunakan yaitu Denver Development Screening Test II (DDST II). Hasil Penelitian : Sebelum baby spa yaitu normal sebanyak 20 bayi, advance 5 bayi dan caution 3 bayi. Hasil Setelah baby spa yaitu normal sebanyak 21 bayi, advance 7 bayi. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p value = 0.025 (p value < 0.05). Kesimpulan : Ada pengaruh baby spa (solus per aqua) terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi usia 6-24 bulan di klinik Tyra baby mom spa Solo.
HUBUNGAN PENGEMBANGAN JIWA WIRAUSAHA DENGAN MINAT DALAM BERWIRAUSAHA BAGI MAHASISWA KEPERAWATAN MENJADI ENTERPRENEUR Anwar, Nurlina; Herawati, Vitri Dyah; Widiyono, Widiyono
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 17 No 2 Oktober 2024
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Enterpreneur merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Jiwa berwirausaha mendorong minat seseorang untuk mendirikan dan mengelola usaha secara profesional terkhusus pada kalangan mahasiswa. Minat adalah rasa lebihh suka dan rasa ketertarikan pada suatu aktivitas sehinngga dapat diekspresikan sebagai pernyataan yang dapat dimanifestasikan sebagai partisipasi dalam suatu aktivitas. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana hubungan pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa keperawatan dengan minat dalam berwirausaha menjadi Enterprenuer. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif, dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling dengan mengambil seluruh populasi yaitu 69 responden. Instrument penelitian yang digunakan untuk mengukur dan mengobservasi adalah kuesioner. Hasil: Hasil uji statistik  di dapatkan nilai koefisien korelasi = 0,309  yang artinya korelasi  rendah dan bernilai positif yaitu hubungan kedua variabel searah. Untuk nilai ( P-Value) didapatkan nilai 0,011 < 0,05 maka hipotesis diterima yaitu terdapat hubungan pengembangan jiwa wirausaha secara signifikan dengan minat dalam berwirausaha menjadi enterpreneur. Kesimpulan: Ada hubungan pengembangan jiwa wirausaha dengan minat dalam berwirausaha mahasiswa  keperawatan menjadi enterpreneur.  
OPTIMALISASI PERAN KADER DALAM PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK MELALUI EDUKASI DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG DAN GIZI SEIMBANG Aryani, Atik; Eriyanti, Etty; Widiyono, Widiyono; Mufidah, Ni’mah; Indriyati, Indriyati
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 3 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i3.2389

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan serius yang tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan anak secara keseluruhan. Salah satu upaya penting untuk mendukung tumbuh kembang anak adalah melalui pemantauan di posyandu. Peran aktif kader posyandu menjadi bagian penting dalam memberikan layanan dasar. Proses pemantauan status gizi anak ini juga didukung oleh partisipasi masyarakat yang berkunjung ke posyandu dan berkolaborasi dengan kader. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader tentang stunting, deteksi tumbuh kembang dan pemberian menu seimbang pada balita dalam mencegah stunting. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Mandong, Trucuk ,Klaten meliputi 1) Kegiatan penyuluhan kesehatan kepada kader posyandu kesehatan, 2) Peningkatan keterampilan deteksi tumbang, 3) peningkatan keterampilan E-nutrisi 5000 Makanan Seimbang Berbasis Bahan Pangan Lokal Untuk Kelompok Balita. Hasil pengabdian adalah 1) terdapat peningkatan pengetahuan pada kader tentang stunting dan tumbuh kembang pada anak, 2) terdapat peningkatan nilai pengetahuan dan keterampilan kader setelah diberikan pelatihan tentang deteksi dini tumbuh kembang anak, 3) Kader aktif dan antusias selama mengikuti kegiatan pelatihan. Kader dapat berperan sebagai edukator, dimana kader memberikan informasi pengetahuan yang sudah didapat baik dari kegiatan penyuluhan kesehatan atau pelatihan kepada masyarakat khususnya ibu balita. Edukasi kesehatan tentang stunting meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader, terbukti dari kenaikan skor pretest 76,75 menjadi 88,64. Kader memperoleh pemahaman lebih baik terkait deteksi tumbuh kembang dan penyusunan menu gizi seimbang. Peningkatan ini mendukung kader dalam melakukan deteksi dini secara efektif untuk mengidentifikasi stunting pada anak.
Pengaruh emotional freedom technique (eft) terhadap tingkat kecemasan pasien dengan hemodialisis Kumara, Ryan Aditya; Sutrisno; Widiyono, Widiyono
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 5 No. 1 (2025): June Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v5i1.1330

Abstract

outside the body. This action can cause psychological and physical stress that interferes with the neurological system, including; disorientation, tremors and decreased concentration and anxiety. Anxiety can have an impact on behavior such as withdrawing from the environment, difficulty focusing on activities, difficulty eating, irritability, low control of anger emotions, sensitivity, difficulty sleeping. One way to reduce anxiety is to do emotional freedom technique (EFT). Non-invasive action to balance the body's natural meridian energy when symptoms of physical and emotional decline occur. Purpose: To determine the effect of EFT therapy on anxiety levels in patients with chronic kidney failure with hemodialisis. Method: The type of research is pre-experimental with one group pretest-posttest design. The population in this study were patients undergoing hemodialisis in the ICU Rooms. The research sample used was 27 respondents. Data were analyzed using the Wilcoxon signed rank test. Results: The study showed that anxiety before and after the EFT intervention decreased with median score 22 before intervention and 15 after interventiio. The results of the Wilcoxon signed rank test obtained a p value of 0.001 Conclusion: There is an effect of emotional freedom technique on anxiety in patients undergoing hemodialisis. Keywords: Anxiety; Chronic Kidney Disease; Emotional Freedom Technique; Hemodialisis; Paliative.   Pendahuluan: Hemodialisis merupakan proses pembersihan darah dari zat-zat sampah melalui proses penyaringan diluar tubuh.  Tindakan ini dapat menimbulkan stres psikologis dan fisik yang mengganggu sistem neurologi antara lain; diorientasi, tremor dan penurunan konsentrasi dan kecemasan. Cemas dapat berdampak pada perilaku seperti menarik diri dari lingkungan, sulit fokus dalam beraktifitas, susah makan, mudah tersinggung, rendahnya pengendalian emosi amarah, sensitive, susah tidur. Salah satu cara untuk mengurangi kecemasan yaitu melakukan emotional freedom technique (EFT). Tindakan non invasive untuk menyeimbangkan energi meridian alam tubuh ketika terjadi gejala-gejala kemunduran fisik dan emosional. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi EFT terhadap tingkat kecemasan pada pasien Gagal ginjal kronik dengan Hemodialisis. Metode: Jenis penelitian adalah pre eksperimental dengan desain one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang menjalani hemodilisis di Ruang ICU. Sampel penelitian yang digunakan adalah 27 responden. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil: Penelitian menunjukkan kecemasan sebelum dan setelah intervensi EFT mengalami penurunan dengan nilai median sebelum intervensi 22 dan setelah intervensi 15. Hasil uji dengan Wilcoxon signed rank test didapatkan nilai p: 0.001 Simpulan: Ada pengaruh emotional freedom technique terhadap kecemasan pada pasien yang menjalani hemodialisis. Kata Kunci: Emotional Freedom Technique; Gagal Ginjal Kronik; Hemodialisis; Kecemasan; Paliatif.
PENGARUH TERAPI GUIDED IMAGERY DALAM PENURUNAN SKALA NYERI PADA PASIEN POST OPERASI FRAKTUR Sumarni, Rantiningsih; Suwarni, Anik; Widiyono, Widiyono; Akmalia, Arta
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1431

Abstract

Latar Belakang: Nyeri post operasi fraktur merupakan masalah umum yang dapat menghambat proses penyembuhan dan menurunkan kualitas hidup pasien. Penanganan nyeri tidak hanya dapat dilakukan secara farmakologis, tetapi juga melalui pendekatan nonfarmakologis seperti terapi guided imagery. Terapi ini bertujuan untuk membantu pasien mencapai relaksasi melalui visualisasi mental positif, sehingga dapat menurunkan persepsi terhadap nyeri. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi guided imagery terhadap penurunan skala nyeri pada pasien pascaoperasi fraktur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi-eksperimen dengan  rancangan one  group pre-post test.  Sampel 30 pasien post operasi fraktur di RSUD dr.Soehadi Prijonegoro pada bulan Mei sampai Juni 2025 yang dipilih melalui teknik purposive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi yang ditentukan. Instrumen yang digunakan kuesioner skala nyeri untuk mengukur intensitas nyeri, skala nyeri diukur menggunakan skala numerik (VAS) sebelum dan setelah intervensi serta lembar observasi. Analisa data yang digunakan adalah uji Wilxocon test. Hasil: Hasil analisis data menggunakan wilcoxon test diperoleh nilai p hitung 0,00 < 0,05 terdapat pengaruh terapi guided imagery terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post operasi fraktur. Saran: Diharapkan intervensi guide imagery ini dapat dijadikan sebagai terapi komplementer dalam manajemen nyeri post operasi di fasilitas pelayanan kesehatan. Kata Kunci: Guided imagery,  Skala Nyeri, Post operasi, Fraktur
Hubungan gaya hidup dengan gejala gastritis pada mahasiswa tingkat akhir Putri, Revania Aprilia; Aryani, Atik; Widiyono, Widiyono
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.1158

Abstract

Background: Gastritis, or stomach ulcers, is an inflammation of the gastric mucosa caused by irritation and infection caused by continuous compression, resulting in abrasions and wounds. Students in the productive age group (15-25) are known to be more susceptible to gastritis due to their busy schedules, stress levels, poor diet, poor meal frequency, and poor food intake. Purpose: To determine the relationship between lifestyle and gastritis symptoms in final year students. Method: This descriptive correlative study used a cross-sectional design. The sampling technique used was proportional random sampling with a sample size of 142. Data analysis used a gamma statistical test with a questionnaire as the research instrument. Results: Most respondents' lifestyles were in the fairly good category, and their gastritis symptoms were in the moderate category. The gamma statistical test yielded a p-value of 0.001 < 0.05. Conclusion: There is a relationship between lifestyle and symptoms of gastritis in final year students.   Keywords: Gastritis Symptoms; Lifestyle; Students.   Pendahuluan: Gastritis atau penyakit maag merupakan peradangan dari mukosa lambung yang terjadi akibat iritasi dan infeksi karena proses peremasan yang terjadi secara terus- menerus sehingga lecet dan luka. Mahasiswa yang termasuk dalam kategori usia produktif dengan rentang 15-25 tahun diketahui lebih mudah untuk terkena penyakit gastritis karena memiliki aktivitas fisik yang padat dengan tingkat kesibukan, tingkat stress, pola makan yang kurang baiki, frekuensi makan, serta asupan makanan yang tidak baik. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan gejala gastritis pada mahasiswa tingkat akhir. Metode: Penelitian deskriptif korelatif dengan desain cross sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu proportional random sampling dengan jumlah sampel 142. Analisis data menggunakan uji statistic gamma dengan Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Hasil: Sebagian besar gaya hidup responden dalam kategori cukup baik dan gejala gastritis dalam kategori sedang. Hasil uji statistic gamma didapatkan nilai p value sebesar 0.001< 0.05. Simpulan: Terdapat hubungan gaya hidup dengan gejala gastritis pada mahasiswa tingkat akhir.   Kata Kunci: Gastritis; Gaya Hidup; Gejala; Mahasiswa.
LEVELS OF PAIN AND INDEPENDENCE OF DAILY ACTIVITIES (ADL) ON OSTEOARTHRITIS PATIENTS Putra, Fajar Alam; widiyono, Widiyono; Aryani, Atik; Setyawan, Agung
INTERNATIONAL JOURNAL OF NURSING AND MIDWIFERY SCIENCE (IJNMS) Vol. 8 No. 2 (2024): VOLUME 8 ISSUE 2 AUGUST 2024
Publisher : Departement Research and Community Engagement Bina Sehat PPNI Institute of Health Science, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29082/IJNMS/2024/Vol8/Iss2/585

Abstract

Patients with osteoarthritis will experience pain and limitation of motion which has an impact on difficulty in performing activities of daily living (ADL). Patients with these conditions also require recovery after total knee replacement surgery to restore normal physical, psychological, social, habitual and daily life activities. This study aims to determine the description of pain levels and independence of activity daily living (ADL). This study uses a descriptive design. The population of this study were all total knee replacement patients, 37 samples were selected using purposive sampling. The results showed that a total of 49.7% experienced severe pain and 84.6% of respondents had activity daily living (ADL) activities that were not independent. Nurses are needed to help improve the health status of ostheoarthritis patients so that the patient's quality of life can be maintained optimally. Avoid diseases that can aggravate and can fulfill daily needs independently. Health agencies need to further improve health promotion regarding the maintenance of independence and efforts to overcome pain levels in ostheoarthritis patients