Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Psychological capital, leader-member exchange, and job involvement in shaping innovative behavior and work habits: Evidence from a non-banking financial entity in Jawa and Papua Mustajab, Duta; Darmayanti, Novi
Annals of Human Resource Management Research Vol. 4 No. 2 (2024): September
Publisher : Goodwood Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/ahrmr.v4i2.3003

Abstract

Purpose: This study examines the influence of psychological capital, leader-member exchange, and job involvement on employees’ innovative behavior and work habits in the context of organizational transformation. Methodology: Using a sample of 403 employees from a state-owned Non-Banking Financial Entity (NBFE) operating across Jawa and Papua provinces, the study analyzes how individual and relational factors contribute to developing sustainable work practices, with innovative behavior as a mediating variable. Structural equation modeling with bootstrapping was applied to test the hypothesized relationships. Results: The results show that psychological capital and job involvement significantly enhance innovative behavior, which in turn positively affects employees’ work habits. Innovative behavior also mediates the relationship between psychological capital and job involvement with work habits. In contrast, leader-member exchange demonstrated a direct positive effect on work habits but no significant effect on innovative behavior or its mediating pathway. These findings highlight the pivotal role of employees’ psychological resources and engagement in fostering creativity and consistent, adaptive work behavior, while underlining the need for context-sensitive leadership strategies. Limitations: This study is limited by its focus on a single non-banking financial organization, which may affect the generalizability of the results to other sectors. Additionally, cultural differences between Java and Papua may influence perceptions of leadership and organizational behavior, requiring careful contextual interpretation. Contribution: The study contributes to the organizational behavior literature by providing empirical evidence on the mechanisms linking individual and organizational factors to sustainable employee performance in a culturally diverse and transforming financial institution.
Personality mediation of the effect of education entrepreneurship, self-efication, and family environment on the soul of students business entrepreneurs in surabaya Mustajab, Duta; Rismawati, Rismawati
Jurnal Indovisi Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Indovisi
Publisher : Indonesian Indovisi Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/19072108

Abstract

Entering the current era, there are many unemployment everywhere even though they have graduated from high school / vocational school or even bachelor. The unemployment rate is caused by the quality of vocational graduates who are not yet in line with industry needs, in addition, they are also less interested in entrepreneurship. This is because they are still shy and do not have confidence so they spend more time to play and have fun with friends. This study aims to determine the effect of entrepreneurship education, self-efficacy and family environment on entrepreneurial spirit through personality. This research is a quantitative study using an approach cluster proportional sampling with primary data by distributing questionnaires to vocational high school students in Surabaya. The number of samples in this study were 180 vocational students. The data analysis method uses SEM. The results showed that entrepreneurship education influences entrepreneurial personality, self-efficacy influences entrepreneurial personality, family environment influences entrepreneurial personality, entrepreneurship education influences entrepreneurial spirit, self-efficacy influences entrepreneurial spirit, family environment influences entrepreneurial personality and entrepreneurial personality influences entrepreneurial spirit entrepreneurship. This can be concluded that entrepreneurship education influences the entrepreneurial personality of students in Vocational High Schools in Surabaya. This can be used as a provision in his life after graduating from school because in the entrepreneurial world there are many risks and challenges that must be faced. Self-efficacy affects the entrepreneurial personality of students at the Vocational High School in Surabaya.
Mekanisme Pengambilan Keputusan Penetapan Peraturan Daerah Provinsi Papua di Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Mustajab, Duta; Sawir, Muhammad; Fatimah, Siti; Noch, Muhamad Yamin
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 2 (2026): Maret 2026, IJI Publication
Publisher : Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i2.948

Abstract

Fenomena empiris di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua menunjukkan adanya paradoks dalam proses legislasi, di mana tahapan formal telah dijalankan secara prosedural, namun partisipasi publik masih terbatas akibat kebijakan efisiensi anggaran. Selain itu, pengambilan keputusan cenderung dipengaruhi oleh dinamika politik antar fraksi melalui mekanisme lobi, yang berpotensi menggeser substansi kebijakan dari orientasi kepentingan masyarakat menuju kompromi politik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme legislasi dan pengambilan keputusan dalam pembentukan Peraturan Daerah (Perda) di Dewan Perwakilan Rakyat Papua dalam konteks Otonomi Khusus. Urgensi penelitian ini didasarkan pada kompleksitas proses legislasi daerah yang melibatkan berbagai aktor, serta tantangan dalam mengintegrasikan aspek prosedural dan partisipatif dalam pembentukan kebijakan publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pengambilan keputusan terdiri dari tahap perencanaan, pembahasan, sinkronisasi, dan penetapan melalui sidang paripurna yang dilakukan secara kolektif-kolegial. Namun demikian, terdapat kendala utama berupa minimnya partisipasi publik akibat kebijakan efisiensi anggaran, dominasi lobi politik antar fraksi, serta dualisme penafsiran kewenangan antara pemerintah daerah dan pusat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mekanisme legislasi yang berjalan masih cenderung bersifat prosedural dan belum sepenuhnya mencerminkan prinsip partisipasi bermakna. Oleh karena itu, diperlukan penguatan model legislasi yang lebih partisipatif, transparan, dan adaptif terhadap kondisi sosial masyarakat Papua.
Mekanisme Pengambilan Keputusan Penetapan Peraturan Daerah Provinsi Papua di Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Mustajab, Duta; Sawir, Muhammad; Fatimah, Siti; Noch, Muhamad Yamin
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 2 (2026): Maret 2026, IJI Publication
Publisher : Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i2.948

Abstract

Fenomena empiris di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua menunjukkan adanya paradoks dalam proses legislasi, di mana tahapan formal telah dijalankan secara prosedural, namun partisipasi publik masih terbatas akibat kebijakan efisiensi anggaran. Selain itu, pengambilan keputusan cenderung dipengaruhi oleh dinamika politik antar fraksi melalui mekanisme lobi, yang berpotensi menggeser substansi kebijakan dari orientasi kepentingan masyarakat menuju kompromi politik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme legislasi dan pengambilan keputusan dalam pembentukan Peraturan Daerah (Perda) di Dewan Perwakilan Rakyat Papua dalam konteks Otonomi Khusus. Urgensi penelitian ini didasarkan pada kompleksitas proses legislasi daerah yang melibatkan berbagai aktor, serta tantangan dalam mengintegrasikan aspek prosedural dan partisipatif dalam pembentukan kebijakan publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pengambilan keputusan terdiri dari tahap perencanaan, pembahasan, sinkronisasi, dan penetapan melalui sidang paripurna yang dilakukan secara kolektif-kolegial. Namun demikian, terdapat kendala utama berupa minimnya partisipasi publik akibat kebijakan efisiensi anggaran, dominasi lobi politik antar fraksi, serta dualisme penafsiran kewenangan antara pemerintah daerah dan pusat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mekanisme legislasi yang berjalan masih cenderung bersifat prosedural dan belum sepenuhnya mencerminkan prinsip partisipasi bermakna. Oleh karena itu, diperlukan penguatan model legislasi yang lebih partisipatif, transparan, dan adaptif terhadap kondisi sosial masyarakat Papua.