Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Case Study Of Mawe Tradition: The Theology Study Of Spirit Summoning Rituals In Buru Island, Maluku Marisi, Candra Gunawan; Prasetya, Didimus Sutanto B; Tasijawa, Riski
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/jtki.v4i2.707

Abstract

Cultural traditions in Indonesia are very diverse, including the Mawe tradition on Buru Island, Maluku which is believed to be able to provide clues to uncover cases or problems that often occur. Uniquely, this tradition uses the spirits of deceased ancestors, which is a ritual led by traditional elders to provide clues that can explain a problem. This study uses a qualitative method with a case study approach and analysis of supporting Bible verses. As a result, from the theological studies conducted, it is known that rituals of seances have also been carried out in the biblical tradition, but it is clear that this tradition is contrary to the Bible. The Christian theological view is very clear that believers are not justified under any circumstances to perform seances because it is a form of syncretism.
RESOLUSI KONFLIK: MEMAKNAI PENGAMPUNAN DALAM MATIUS 6:12, 14-15 DAN IMPLIKASINYA Candra Gunawan Marisi; Henok Hariyanto
Manna Rafflesia Vol. 10 No. 2 (2024): April
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38091/man_raf.v10i2.349

Abstract

Konflik adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan manusia khususnya dalam konteks kemajemukan masyarakat di Indonesia. Konflik interpersonal dan antar kelompok tidak bisa dihindari dalam kehidupan manusia khususnya dalam masyarakat majemuk. Dampak negatif tersebut diantaranya retaknya hubungan interpersonal atau antar kelompok, kehancuran harta benda, aksi kekerasan dan bahkan sampai hilangnya nyawa seseorang. Penelitian ini bertujuan menganalisa petisi kelima Doa Bapa Kami tentang makna pengampunan secara vertikal dan horizontal dalam Matius 6:12, 14-15 sebagai resolusi konflik. Metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, serta dengan analisis dan tinjauan pustaka untuk meneliti sejarah bagaimana konteks sosio-politik-ekonomi pembaca pertama Injil Matius pada abad pertama. Hasil yang ditemukan adalah manusia dapat mengampuni dosa dan hutang sesamanya, karena telah terlebih dahulu mengalami pengampunan dari Tuhan, dan yang kedua adalah resolusi konflik bukan untuk mendapatkan, menerima atau mencari keuntungan, melainkan rela untuk berkorban, memberi, sebagaimana Allah memberikan Anak-Nya yang Tunggal untuk melakukan pendamaian (resolusi konflik).