Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PERBEDAAN TEKANAN DARAH SISTOLIK PASIEN HEMODIALISA KOMORBID HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS Rahman, Zakiah; Eka Putri, Mawar; Hendra Sitindaon, Soni; Kinanti, Dwinta
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 13 No 2 (2024): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/keperawatan.v13i2.2834

Abstract

Komplikasi yang umum pada pasien hemodialisa adalah fluktuasi tekanan darah selama proses hemodialisa, baik itu peningkatan atau penurunan tekanan darah. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi perbedaan tekanan darah sistolik pasien hemodialisa pada komorbid hipertensi dan diabetes melitus. Metode penelitian ini komparatif, total sampel 40 responden (setiap kelompok terdiri dari 20 responden) menggunakan teknik consecutive sampling. Alat ukur yang digunakan  instrumen sphygmomanometer dan lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan uji T test Independen. Hasil penelitian nilai mean tekanan darah sistolik komorbid hipertensi setelah hemodialisis 186,15 mmHg, dan diabetes mellitus  153,20 mmHg, nilai p 0,001 (<0,05) secara signifikan terdapat perbedaan tekanan darah sistolik pasien hemodialisa dengan komorbid hipertensi dan diabetes mellitus. Disarankan agar perawat lebih intensif dalam memantau tekanan darah pasien hemodialisa serta faktor-faktor yang mempengaruhinya
Pengaruh massage effleurage minyak Zaitun terhadap resiko luka dekubitus pada pasien tirah baring lama: The effect of Olive oil effleurage massage on the risk of decubitus ulcers in long-term bed rest patients Rahman, Zakiah; Achlianita, Fita; Widiastuti, Linda
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 2 (2025): JiKep | Juni 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i2.2559

Abstract

Tirah baring berpotensi menyebabkan luka dekubitus. Salah satu upaya perawatan mencegah kerusakan kulit dengan memberikan massage effleurage minyak zaitun, sangat baik untuk menjaga kelembapan kulit dan mencegah kekeringan pada kulit. Tujuan penelitian mengidentifikasi pengaruh massage effleurage minyak zaitun terhadap resiko luka tekan dengan penilaian  skala braden pada pasien tirah baring lama. Metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yaitu : quasi experiment dengan rancangan one group pretest-posttest design. Jumlah sampel 32 orang dengan teknik  accidental Sampling. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon rank test. Hasil uji statistik sebelum diberikan massage effleurage minyak zaitun pada pasien tirah baring risiko luka dekubitus sebagian besar risiko tinggi sebanyak 24 orang (75%), sedangkan sesudah diberikan massage effleurage minyak zaitun sebagian besar risiko sedang sebanyak 20 orang (62.5%), dengan nilai p value 0,000 (<0,05), artinya ada pengaruh massage effleurage minyak zaitun terhadap resiko luka dekubitus dengan penilaian  skala braden pada pasien tirah baring lama di Instalasi Rawat Inap Mawar RSUD Kota Tanjungpinang. Saran: melakukan massage effleurage minyak zaitun secara teratur 2-3 kali sehari dapat meningkatkan sirkulasi darah sehingga oksigen, nutrisi dapat lebih mudah mencapai sel-sel kulit, dan melembabkan kulit, sehingga mencegah kekeringan kulit untuk membantu mengurangi risiko luka dekubitus pada pasien tirah baring.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Fatigue Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rahman, Zakiah; Anggiana, R. Meeta; Pujiati, Wasis; Wati, Liza; Atrie, Utari Yunie
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45543

Abstract

Diabates Melitus tipe 2 menempati 90% dari keseluruhan kasus diabetes danmenimbulkan gejala polyphagia, polidipsia, polyuria, penurunan berat badan dan kelelahan. Gejala seperti poliuria tersebut pada malam hari juga dialami oleh penderita DM, hal ini dapat mengganggu tidurnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan fatigue pada pasien DM Tipe 2 di Puskesmas Batu X Tanjungpinang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah Sampel 56 orang yang memenuhi kriteria inklusi dengan tekhnik sampling consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur dan Multidimensional Fatigue Inventory (MFI) untuk mengukur tingkat kelelahan. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Spearman. Hasil penelitian kualitas tidur pada pasien diabetes mellitus tipe 2 sebagian besar kualitas tidur buruk (55,4%), dan kelelahan rendah sebanyak (53,6%). Dengan nilai p value 0,00 (< 0,05).menunjukkan adanya hubungan yang signifikan kualitas tidur dengan fatigue pada pasien DM Tipe 2 di Puskesmas Batu X Tanjungpinang yaitu Semakin buruk kualitas tidur, semakin tinggi tingkat kelelahan yang dirasakan oleh pasien. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk intervensi yang lebih baik dalam mengelola kualitas tidur dan kelelahan pada pasien DM Tipe 2 guna meningkatkan kualitas hidup pasien.
Perbandingan Efektivitas Familiar Auditory Sensory Training (FAST) dan Terapi Murottal Terhadap Tingkat Kesadaran Pada Pasien Stroke di ICU Atrie, Utari Yunie; Siagian, Yusnaini; Rahman, Zakiah; Widiastuti, Linda; Ernawati, Ernawati; Yolanda, Yolanda
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45680

Abstract

Stroke merupakan sindroma klinis yang ditandai oleh disfungsi cerebral fokal yang berlangsung 24 jam atau lebih yang menyebabkan disabilitas atau kematian. Pasien stroke dengan perawatan di Intensive Care Unit (ICU) biasanya disertai dengan salah satu gejala utama berupa penurunan kesadaran. Familiar Auditory Sensory Training (FAST) dan Terapi Murottal merupakan terapi yang efektif dalam mempengaruhi tingkat kesadaran pasien, namun belum diketahui perbedaan keefektifan antara dua terapi ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan efektivitas antara terapi FAST dan terapi murottal terhadap tingkat kesadaran. Desain penelitian ini Quasy Eksperimen dengan rancangan Pre-Post Non Equivalent Control Group. Populasi dilihat dari jumlah pasien stroke dengan penurunan kesadaran di ruang ICU RSUD Kota Tanjungpinang pada bulan Januari-Juni 2024. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden yang terdiri dari 15 responden terapi Murottal 15 responden terapi FAST dengan teknik Consecutive sampling. Sampel dihasilkan melalui G*Power versi 3.1. Tingkat kesadaran pasien diukur menggunakan instrument Glasgow Coma Scale (GCS) yang terdiri dari 3 komponen yakni respon mata, verbal dan motorik. Hasil uji Paired Sampel T-Test pada kelompok FAST diperoleh nilai p < 0.005 dengan nilai mean sebelum 7.40 dan nilai mean sesudah meningkat menjadi 8.67 membuktikan bahwa ada perbedaan sebelum dan sesudah. Pada kelompok terapi murottal diperoleh nilai p < 0.005 dengan nilai mean sebelum 8.20 dan nilai mean sesudah menjadi 10.0 membuktikan ada perbedaan tingkat kesadaran sebelum dan sesudah. Sedangkan pada hasil uji Independent Sampel T-Test diperoleh hasil nilai p > 0.005 yang membuktikan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan tingkat kesadaran setelah diberikan FAST dan terapi murottal. Terapi FAST dan terapi murottal sama-sama dapat dijadikan terapi nonfarmakologi yang dapat membantu proses pemulihan kesadaran pada pasien stroke. Kata Kunci: Stroke, Familiar Auditory Sensory Training (FAST), Terapi Murottal, Galsgow Coma Scale (GCS), Penurunan Kesadaran
Pengaruh Foot Self Care dengan Kejadian Neuropati Perifer pada Pasien Diabetes Mellitus di RSUD Palmatak Agustina Sinurat, Nora; Rahman, Zakiah; Nirnasari, Meily; Hendra Sintindaon, Soni
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59870/jurkep.v14i2.158

Abstract

Neuropati diabetik adalah kerusakan saraf yang bersifat fokal atau difus akibat keadaan kadar gula darah yang sangat berlebihan. Neuropati diabetik menyebabkan kerusakan saraf khususnya pada kaki dan menyebabkan gangguan fungsi jalan. Salah satu bentuk penanganan neuropati adalah foot self-care.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Foot Self Care Dengan Kejadian Neuropati Perifer pada Pasien Diabetes Mellitus di RSUD Palmatak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental (pre eksperimental design). Desain yang digunakan one group pretest postest design. Waktu penelitian 11 juli sampai 30 Juli 2023. Populasi Seluruh pasien diabetes mellitus di RSUD Palmatak sejumlah 75 responden. Sampel diambil dengan metode purposive sampling, sebanyak 22 responden. Uji bivariat menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Pada Pretest didapatkan sebanyak 22 responden (100%) mengalami penurunan sensasi. Setelah dilakukan tindakan Foot Self Care, sebanyak 17 responden (77%) mengalami perbaikan sensitivitas kaki menjadi normal dan 5 responden (23%) masih mengalami penurunan sensasi. Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai Asymp Sig. (2-tailed) sebesar  0.000 (<0.05), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh Foot Self Care Dengan Kejadian Neuropati Perifer pada Pasien Diabetes Mellitus di RSUD Palmatak.
Hubungan Antara Lingkungan Pergaulan Dengan Perilaku Seks Bebas Pada Remaja Di Sman 1 Jemaja Tahun 2023 Ardana, Fairus; Pujiati , Wasis; Rahman, Zakiah; Ria Kurniati, Safra
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59870/jurkep.v14i2.180

Abstract

Cases of sexual behavior are increasing and endangering adolescents and there is always an increase. Risky sexual behavior in adolescents if not handled properly can lead to unwanted pregnancies (KTD), trigger unsafe abortions, infanticide, STIs and HIV/AIDS, and even death. Seeing the impact above, it is necessary to know the factors that influence risky sexual behavior. The purpose of this study was to find out the relationship between the social environment and free sex behavior in adolescents at Jemaja 1 Public High School in 2023. The research design is Quantitative Descriptive Correlation with a cross sectional approach. The subjects of the study were 192 students in grades X - XI. Stratified Random Sampling sample collection technique. Respondents with a negative social environment were 136 (70.8%.) and respondents with a positive social environment were 56 (29.2%.) people. Respondents with bad sexual behavior were 127 (66.1%.) and respondents with good sexual behavior were 65 (33,9%.) people. Based on the p-value (0.020) <α 0.05 means that the social environment has a significant relationship to free sex behavior in adolescents. For adolescents, it is hoped that they can choose a place or social environment that is good with conditions and an atmosphere that can support and seek information about reproductive health and sex from trusted sources so that free sex behavior in adolescents does not occur between pre and post knowledge and behavior towards occupational health and safety education in Sri Tanjung village.
Faktor Risiko Kejadian Barotrauma Telinga pada Nelayan Penyelam Tradisional di Desa Ladan Kecamatan Palmatak Kartika, Sofia; Rahman, Zakiah; Ernawati
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59870/jurkep.v14i2.185

Abstract

Nelayan penyelam tradisional, sebagai bagian dari profesi nelayan, mencari tangkapan berharga dengan menyelam di perairan dalam. Meskipun memiliki peran penting dalam perekonomian lokal dan menyumbang sebagian besar penghasilan penduduk pesisir, nelayan penyelam tradisional menghadapi tantangan seperti keselamatan kerja, peningkatan keterampilan dan teknologi dalam penangkapan ikan, serta risiko kejadian barotrauma telinga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor resiko kajdian barotrauma telinga pada nelayan penyelam tradisional di Desa Ladan Kecamatan Palmatak. Desain Penelitian kuantitatif dengan metode korelatif analitik dengan pendekatan cross sectional study, jumlah sampel 76 responden dengan teknik total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data mengunggunakan uji spearman rank dengan signifikan <0,05. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara umur, masa kerja, kedalaman menyelam, penggunan alat kerja, lama menyelam dan frekuensi menyelam terhadap kejadian barotrauma telinga pada nelayan penyelam tradisional di Desa Ladan Kecamatan Palmatak, yang ditunjukkan melalui hasil analisis uji spearman rank dengan nilai p=0,000 untuk semua faktor yang memberi pengaruh. Pembahasan dari berbagai faktor resiko kejadian barotrauma telinga, frekuensi menyelam merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian barotrauma telinga nelayan penyelam tradisional.
Edukasi Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rahman, Zakiah; Atrie, Utari Yunie; Pujiati, Wasis; Ernawati, Ernawati
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/c1ek6b34

Abstract

DM merupakan penyakit metabolik ditandai dengan hiperglikemia yang terjadi karena kelainan pada sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. DM tidak dapat disembuhkan, namun dengan manajemen yang baik dapat mencegah komplikasi yaitu kerusakan dan kegagalan organ. DM berdampak negatif pada kesehatan pasien dan menyebabkan sejumlah masalah dengan kualitas hidup yang rendah. Perawat memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien melalui edukasi untuk meningkatkan pengetahuan. Tujuan meningkatkan pengetahuan tentang peningkatan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2. Metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Kegiatan PKM dilaksanakan pada tanggal 10 Maret tahun 2025 dengan target sasaran adalah pasien diabetes melitus tipe 2 sebanyak 30 orang. Kegiatan PKM dievaluasi dengan pre-test dan post-test. PKM menunjukkan sebelum dilakukan edukasi pengetahuan peserta kategori rendah sebanyak 23 orang (76,6 %) dan setelah edukasi pengetahuan peserta mayoritas tinggi 24 orang (80%). Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat sebelum dan setelah edukasi upaya peningkatan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2. Melalui upaya ini diharapkan mengenai DM, mengatur pola makan sehat dan aktivitas fisik teratur, pemantauan gula darah secara rutin, melakukan pengobatan, pengelolaan stres, serta dukungan psikologis untuk meningkatkan kualitas hidup pasien DM tipe 2
HUBUNGAN SELF EFFICASY DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Rahman, Zakiah; Rizka Juniawati, Andi; Eka Putri, Mawar; Widiastuti, Linda
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 14 No 1 (2025): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/keperawatan.v14i1.2910

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kondisi atau gangguan metabolik yang berlangsung lama, yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi akibat dari resistensi insulin. DM dapat menimbulkan komplikasi yang berdampak negatif terhadap kehidupan pasien. Salah satu yang mempengaruhi kualitas hidup pasien DM adalah self efikasi. Self efikasi yang kurang pada pasien DM mengenai kondisi dan kesehatan dapat menyebabkan perilaku yang sesuai kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efikasi dan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di puskesmas Kota Tanjungpinang. Metode penelitian adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 70 orang menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,3% orang DM tipe 2 memiliki self efikasi cukup, dan kualitas hidup kategori sedang 54,9%. Hasil uji Spearman Rank diperoleh nilai p value sebesar 0,001 (<0,05), dengan nilai r=0,0462, menunjukkan ada hubungan positif self efikasi dan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di puskesmas Kota Tanjungpinang. Diharapkan pasien DM tipe 2 dapat meningkatkan kesadaran dalam menerapkan enam pilar pengelolaan DM serta memperkuat self efikasi untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pola hidup sehat.
Edukasi Edukasi Upaya Pencegahan Gagal Ginjal Kronis Pada Pasien Hipertensi Dan Diabetes Mellitus: Edukasi Rahman, Zakiah; Utari Yunie Atrie; Ernawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): JPM MARET 2025
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v11i1.2356

Abstract

Pasien dengan hipertensi dan diabetes perlu menjaga kontrol gula darah dan tekanan darah untuk mencegah atau memperlambat perkembangan GGK. Kesadaran pasien sangat penting dalam hal ini. Faktor-faktor yang mempengaruhi kontrol tersebut mencakup ketaatan pasien terhadap minum obat, persepsi positif pasien terhadap pengobatan, serta pengetahuan tentang komplikasi penyakitnya. Tujuan : meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan gagal ginjal kronik bagi pasien diabetes melitus dan hipertensi. Metode : ceramah, diskusi dan tanya jawab. Kegiatan PKM dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2023 dengan target responden adalah perawat masyarakat yang mengalami hipertensi dan diabetes melitus sebanyak 20 orang. Kegiatan PKM dievaluasi dengan pre-test dan post-test. PKM menunjukkan sebelum dilakukan edukasi pengetahuan peserta kategori rendah sebanyak 16 orang (80 %) dan setelah edukasi pengetahuan peserta mayoritas tinggi 15 orang (75%). Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat sebelum dan setelah edukasi upaya pencegahan gagal ginjal kronik pada masyarakat yang mengalami diabetes melitus dan hipertensi. Melalui upaya ini diharapkan dapat mencegah terjadinya gagal ginjal kronik dengan merubah pola hidup, kontrol kadar gula darah dan tekanan darah.