Claim Missing Document
Check
Articles

Kualitas Keripik Berbahan Dasar Pelepah Pohon Pisang Raja Putra , I Putu Andika Pratama; Rinayanthi , Ni Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i6.450

Abstract

Keripik tergolong cemilan ataupun makanan ringan dengan bentuk irisan tipis yang banyak dikenal di antara masyarakat sebab sifat yang dimiliki yakni tidak terlalu mengenyangkan, gurih, renyah dan beraneka rasa misalnya pedas, asin, dan manis. Oleh karena itu, penulis berinisiatif mengembangkan inovasi dalam memanfaatkan pelepah pohon pisang raja sebagai bahan utamanya dalam pembuatan keripik. Karenanya, tujuan yang dibawa penelitian ini yakni guna mengetahui inovasi keripik berbahan dasar pelepah pohon pisang raja yang dilihat berdasar aspek kuesioner, uji organoleptik, serta biaya produksi pembuatan keripik pelepah pohon pisang raja. Untuk penelitian ini memanfaatkan data berjenis kuantitatif dan data kualitatif. Analisis deskriptif kualitatif, analisis biaya dan analisis deskriptif kuantitif yakni teknik analisis yang dipakai peneliti. Hasilnya memperlihatkan bahwasannya keripik batang pisang raja menghasilkan warna yang menarik, rasa yang sangat enak, tekstur yang renyah, serta aroma yang sedap. Dari aspek biaya yang dihabiskan dalam produksi adalah Rp. 10.375/ 15 pcs. Harga 1 pcs keripik batang pisang raja adalah Rp. 691. Chips are snacks or snacks in the form of thin slices that are very popular among the public because they are crunchy, savory, not too filling and are available in various flavors such as salty, spicy, and sweet. Therefore, the author took the initiative to develop innovations in utilizing the midrib of the plantain tree as the main ingredient in making chips. Therefore, this study aims to determine the innovation of chips made from plantain tree midribs in terms of organoleptic test aspects, questionnaires, and production costs of making plantain tree midrib chips. In this study, the types of quantitative data and qualitative data were used. The data analysis technique used is descriptive qualitative analysis, quantitative descriptive analysis, market analysis, and cost analysis. The results of this study indicate that the plantain stem chips produce a very good taste, attractive color, crunchy texture, and delicious aroma. From the aspect of the cost spent in production is Rp. 10.375/ 15 pcs. The price of 1 pcs of plantain stem chips is Rp. 691.
Studi Motivasi dan Semangat Kerja Karyawan pada Masa Pandemi Covid-19 Fransisca , Fransisca; Koerniawaty , Francisca Titing; Rinayanthi , Ni Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i7.471

Abstract

Pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia, tidak hanya berdampak pada dunia kesehatan, tetapi juga sangat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan masyarakat. Salah satu industri yang sangat terdampak oleh pandemi adalah industri pariwisata, di mana di dalamnya terdapat sektor akomodasi wisata atau perhotelan. Sektor ini secara umum didominasi oleh perusahaan besar baik dalam negeri maupun milik asing, sektor perhotelan lumpuh beberapa bulan terakhir. Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Rahmat (2018) dan Clarissa (2017) perbedaannya adalah teknik analisis yang digunakan dimana penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dilakukan pada masa pandemi Covid 19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Motivasi dan Semangat Kerja Karyawan di Astagina Resort Legian Pada Masa Pandemi Covid-19. Tempat penelitian yaitu di Astagina Resort Legian, penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2021 sampai dengan Juni 2021 berlokasi di Gg. Bulan, Legian, Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Sampel dalam penelitian ini berjumlah sebanyak 3 narasumber. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan triangulasi dengan Reduksi Data, Penyajian Data, dan Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Motivasi Karyawan mulai menurun dampak dari fenomena pandemi Covid-19 yang terjadi sehingga manajemen melakukan kebijakan yang berdampak pada menurunnya take home pay karyawan, pengurangan karyawan, serta penambahan jobdesk bagi karyawan yang masih bertahan. Semangat kerja karyawan juga mengalami penurunan akibat menurunnya motivasi kerja terlihat dari beberapa indikator semangat kerja yang tidak tercapai. Dari penelitian ini disarankan agar pihak manajemen bisa memberikan motivasi psikologis kepada karyawan agar tetap dapat bertahan di masa yang sulit ini. The Covid-19 pandemic that is currently sweeping the world has not only had an impact on the world of health, but has also greatly affected all aspects of people's lives. One of the industries that has been badly affected by the pandemic is the tourism industry, in which there is a tourist accommodation or hotel sector. This sector is generally dominated by large companies both domestic and foreign-owned, the hotel sector has been paralyzed in recent months. This research is a replication of previous research conducted by Rahmat (2018) and Clarissa (2017) the difference is the analytical technique used where this research uses a qualitative approach and was carried out during the Covid 19 pandemic. This study aims to find out how Employee Motivation and Morale at Astagina Resort Legian During the Covid-19 Pandemic. The research location is at Astagina Resort Legian, this research was carried out from March 2021 to June 2021 located at Gg. Bulan, Legian, Kuta, Badung Regency, Bali. The sample in this study amounted to 3 sources. Data collection techniques in this study used observation, interviews and documentation. Data analysis uses triangulation with Data Reduction, Data Presentation, and Conclusion Drawing. The results showed that employee motivation began to decline as a result of the Covid-19 pandemic phenomenon that occurred so that management implemented policies that had an impact on reducing employee take home pay, reducing employees, and adding job desks for employees who were still surviving. Employee morale also decreased due to decreased work motivation as seen from several indicators of morale that were not achieved. From this research it is suggested that management can provide psychological motivation to employees so they can survive in this difficult time.
Prosedur Penyimpanan Dressing di The Finns Beach Club Wiyanto , Verrel Geraldy; Rinayanthi , Ni Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i7.487

Abstract

Ketatnya persaingan bisnis yang terjadi menuntut pengusaha pada sektor pariwisata harus mempertahankan loyalitas pelanggan demi keberlangsungan usahanya. Keberadaan wisata memunculkan potensi usaha bisnis yang sangat terbuka bagi seluruh pihak di Bali. Salah satu jenis wisata yang digemari oleh wisatawan asing maupun lokal adalah Beach Club. Beach Club yang cukup terkenal di Bali adalah The Finns Beach Club. Dimasa pandemic Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), The Finns Beach Club berupaya untuk memutus rantai penularan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pada sektor pariwisata dengan menerapkan Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) atau yang biasa di kenal dengan CHSE. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi, fasilitas peralatan, serta prosedur dan teknik penyimpanan Dressing yang digunakan di The Finns Beach Club. Responden dalam penelitian ini adalah chef atau staff yang bertugas pada saat peneliti melakukan pengamatan di The Finns Beach Club berjumlah 3 (tiga) orang. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif yang pengumpulan datanya menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) The Finns Beach Club Canggu, Bali menggunakan teknik FIFO (First In First Out), (2) Kondisi dan Fasilitas yang di gunakan untuk menyimpan Dressing sangat baik dan memadai untuk menjaga kualitas Dressing agar tetap fresh saat akan di gunakan, (3) Dalam pengelolaan Dressing, The Finns Beach Club telah menerapkan 7 (tujuh) prinsip HACCP. Dilihat dari hasil penelitian tersebut, The Finns Beach Club Canggu telah memberikan pelayanan yang sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) guna menjaga kualitas dari produk yang akan disajikan kepada para customers. For the sake of business continuity, entrepreneurs in the tourism industry must preserve client loyalty due to the intense commercial competition. In Bali, the presence of tourism increases the potential for a very open business environment for all stakeholders. The Beach Club is a style of tourism that is enjoyed by both foreign and local tourists. The Finns Beach Club is the most famous beach club in Bali. The Finns Beach Club aims to break the chain of transmission of Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) in the tourism industry by applying Cleanliness (Cleanliness), Health (Health), Safety (Security), and Environmental Sustainability (Environmental Sustainability) or CHSE. This study intends to examine The Finns Beach Club's circumstances, equipment amenities, and dressing storage procedures and techniques. The three respondents in this study were cooks or personnel on duty at The Finns Beach Club when researchers conducted their observations. Utilizing interview, observation, and documentation approaches, a qualitative research methodology is employed to acquire data. The results indicated that (1) The Finns Beach Club Canggu, Bali followed the FIFO (First In First Out) method, and (2) the conditions and facilities used to store the dressings were extremely good and adequate to retain the dressings' quality and keep them fresh until they were delivered to the store. The Finns Beach Club has applied seven HACCP concepts in clothing management. The Finns Beach Club Canggu has adhered to the Standard Operating Procedure (SOP) in order to preserve the quality of the items that will be delivered to consumers, based on the findings of the research.
Crepes dengan Penambahan Kunyit sebagai Pewarna Alami Dewi, Ni Putu Ayu Padma; Rinayanthi , Ni Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i2.728

Abstract

Tujuan dari penelitian crepes dengan penambahan kunyit sebagai pewarna alami adalah untuk mengetahui kualitas crepes yang ditambahkan kunyit berdasarkan segi warna, aroma, rasa, tekstur, serta untuk mengetahui daya tahan, menganalisis minat konsumen terhadap crepes dengan penambahan kunyit serta jumlah biaya produksi yang diperlukan untuk pembuatan crepes dengan penambahan kunyit. Pendekatan penelitian menggunakan penelitian experimen dan menggunakan metode kuantitatif, penelitian eksperimen dilakukan dengan membuat crepes dengan penambahan kunyit sebagai pewarna alami, dan diuji oleh 20 panelis dengan uji organoleptik, dan analisis minat konsumen serta uji daya tahan. Hasil penelitian ini berupa kualitas crepes dengan penambahan kunyit sebagai pewarna alami adalah sangat enak dari segi rasa, beraroma sedap, tekstur yang crispy dan mempunyai warna yang sangat menarik. Pada hasil uji daya tahan crepes dengan penambahan kunyit yang sudah dipanggang mampu bertahan selama 2 hari untuk warna yang menarik, aroma, dan rasa yang dapat dikonsumsi dan mampu bertahan selama 2 jam untuk tekstur yang crispy. Pada hasil analisis biaya untuk pembuatan crepes dengan penambahan kunyit sebagai pewarna alami memerlukan biaya Rp. 30.000,-. The purpose of research on crepes with the addition of turmeric as a natural dye is to determine the quality of the crepes added with turmeric in terms of color, aroma, taste, texture, then to know the durability, analyzing consumer interest in crepes with the addition of turmeric and how much production costs are needed in making crepes with the addition of turmeric. The research approach used is experimental research and uses quantitative methods, This experimental research was carried out by making crepes with the addition of turmeric as a natural dye, then tested by 20 panelists with organoleptic tests, and analysis of consumer interest and durability tests.The results of this study are the quality of the crepes with the addition of turmeric as a natural dye which is very good in terms of taste, has a delicious aroma, crispy texture and has a very attractive color. From the results of the endurance test, crepes with the addition of turmeric can last for 2 days for an attractive color, aroma, and taste that can be consumed and can last for 2 hours for a crispy texture. From the results of the cost analysis to making crepes with the addition of turmeric as a natural dye, it costs Rp. 30.000,-.
Implementasi Strategi Promosi dalam Meningkatkan Penjualan Menu Makanan pada Masa Pandemi Covid-19 Iriani, Dian Setiawati; Rinayanthi, Ni Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i3.738

Abstract

Tetiba Coffee Eatery merupakan salah satu kedai kopi di Jakarta Selatan yang mengalami penurunan penjualan akibat dampak dari pandemi covid-19. Perlu strategi promosi yang efektif agar penjualan pada menu makanan kembali meningkat. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi promosi yang dilakukan oleh Tetiba Coffee Eatery untuk meningkatkan penjualan menu makanan. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi promosi yang dilakukan oleh Tetiba Coffee Eatery untuk meningkatkan penjualan pada menu makanan pada masa pandemi Covid-19. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, studi dokumentasi, dan wawancara. Untuk metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa strategi promosi yang digunakan Tetiba Coffee Eatery dalam meningkatkan penjualan menu makanan pada masa pandemi Covid-19 ini adalah advertising, direct promotion dan menggunakan sales promotion. Kesimpulan yang didapat adalah hasil dari strategi promosi yang digunakan oleh Tetiba Coffee Eatery sudah sesuai dengan apa yang diharapkan, terdapat peningkatan penjualan menu makanan terutama sejak kembalinya Tetiba Coffee Eatery dibuka pada pertengahan Oktober 2020. Tetiba Coffee Eatery is one of the coffee shops in South Jakarta that has experienced a decline in sales due to the impact of the covid-19 outbreak. An effective promotional strategy is needed so that sales on the food menu increase again. So the purpose of this study is to find out how the promotional strategy carried out by Tetiba Coffee Eatery to increase sales on the food menu during the Covid-19 pandemic. The data collection methods used in this research are observation, documentation study, and interviews. The data analysis method used is descriptive qualitative method. The results of this study indicate that the promotional strategies used by Tetiba Coffee Eatery in increasing food menu sales during the Covid-19 pandemic are advertising, direct promotion and using sales promotion. The conclusion obtained is that the results of the promotional strategies used by Tetiba Coffee Eatery are in accordance with what is expected, there is an increase in food menu sales, especially since the return of Tetiba Coffee Eatery opened in mid-October 2020.
Inovasi Pembuatan Wine Berbahan Dasar Buah Nanas dan Semangka dengan Menggunakan Tuak sebagai Bahan Pengganti Ragi Wijaya, I Putu Agung Surya; Rinayanthi, Ni Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i3.744

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Mengetahui efektivitas penggunaan tuak sebagai pengganti ragi dalam proses fermentasi wine. 2) Membandingkan rasa, warna, kadar alkohol dan aroma wine yang berasal dari fermentasi ragi dengan fermentasi tuak. 3) Mengetahui tanggapan masyarakat terhadap wine dengan fermentasi tuak. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan produk dengan pendekatan eksperimen. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Penggunaan tuak sebagai pengganti ragi efektif digunakan dalam proses fermentasi wine. Hal ini terlihat dari kadar alkohol sebesar 8% sedangkan fermentasi menggunakan ragi wine menghasilkan alkohol sebesar 6%. 2) Rasa wine dengan ragi tuak sangat manis, sedangkan dengan ragi wine. Warna menggunakan tuak lebih terang jika dibandingkan dengan ragi yakni cukup terang. Kadar alkohol wine menggunakan ragi dari tuak dan ragi wine sama-sama sangat hangat. Sedangkan pada aroma pembuatan wine dengan tuak pengganti ragi dan ragi wine itu yakni sangat harum. The aims of this study were: 1) To find out the effectiveness of using palm wine as a substitute for yeast in the wine fermentation process. 2) Comparing the taste, color, alcohol content and aroma of wine from yeast fermentation with palm wine fermentation. 3) Knowing the public's response to wine with palm wine fermentation. The method in this study uses product development research methods with an experimental approach. The results showed that: 1) The use of palm wine as a substitute for yeast was effective in the wine fermentation process. This can be seen from the alcohol content of 8% while fermentation using wine yeast produces 6% alcohol. 2) The taste of wine with old yeast is very sweet, whereas with yeast mani. The color of using palm wine is lighter than that of yeast, which is quite light. The alcohol content of wine using yeast from toddy and wine yeast are both very warm. Meanwhile, the aroma of making wine with palm wine as a substitute for yeast and wine yeast is very fragrant.
Penerapan Prosedur Pelayanan Breakfast A La Carte selama Masa Pandemi Covid-19 Mudara, I Made Bayu; Rinayanthi , Ni Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i3.745

Abstract

Penerapan prosedur adalah pelayanan yang dilakukan ketika ingin menyajikan makanan kepada tamu. Penerapan prosedur pelayanan breakfast a la carte di Rama Beach Resort and Villas dimana pramusaji menyambut tamu yang datang ke restoran, menyanyakan nomor kamar tamu, nama tamu, dan jumlah tamu yang akan sarapan. Penelitian ini mengenai penerapan prosedur pelayanan breakfast a la carte di Rama Beach Resort and Villas selama masa pandemi covid-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa saja kendala yang dihadapi saat pelayanan a la carte dan bagaimana seharusnya penerapan SOP yang baik di Dewi Shinta Restaurant Rama Beach Resort and Villas. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder melalui observasi dan wawancara. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi tentang SOP yang diterapkan di Rama Beach Resort and Villas. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan terdapat 2 prosedur pelayanan A La Carte breakfast yang tidak sesuai dengan Standard Operational Procedure. Prosedur yang belum diterapkan adalah unfolding the guest napkin, please the guest choose the food at the menu. The apllication procedures are services that are carried out when you want to serve food to guests. Implementation of a la carte breakfast service procedures at Rama Beach Resort and Villas where the waiter welcomes guests who come to the restaurant, asks for the guest room number, guest name, and number of guests who will have breakfast. This research concerns the implementation of a la carte breakfast service procedures at Rama Beach Resort and Villas during the Covid-19 pandemic. The purpose of this research is to find out what are the obstacles faced when serving a la carte and how good SOPs should be implemented at Dewi Shinta Restaurant Rama Beach Resort and Villas. This study uses primary and secondary data through observation and interviews. Data was collected by observing SOPs applied at Rama Beach Resort and Villas. Based on the results of observations made, there were 2 procedures for A La Carte breakfast services that were not in accordance with the Standard Operational Procedure. And the procedure that has not been implemented is unfolding the guest napkin, please the guest choose the food in the menu.
Inovasi Roti menggunakan Buah Alpukat sebagai Pengganti Margarin Handoko, Jorgy; Rinayanthi, Ni Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i4.770

Abstract

Roti merupakan olahan yang terbuat dari tepung, air, ragi, garam dan di fermentasi lalu dipanggang, dan biasanya ditambahkan margarin yang memiliki kandungan lemak nabati atau hewani sebagai agen pelembut. Namun, seiring berkembangnya zaman dengan kemajuan teknologi. Maka ditemukan suatu metode baru yang bisa menghasilkan olahan roti yang lembut tanpa menggunakan margarin yang diganti dengan buah alpukat yang juga memiliki kandungan lemak nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil inovasi roti dengan menggunakan buah alpukat sebagai pengganti margarin dalam hal segi rasa, tekstur, warna, aroma dan kadar kandungan. Selain itu, juga untuk melihat daya tahan hingga biaya yang dibutuhkan dalam proses pembuatan. Sampel penelitian ini di ambil dari masyarakat umum dan juga mahasiswa yang mengerti tentang tata boga. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan selebaran kuesioner kepada 30 orang panelis dengan menggunakan metode skala likert. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa buah alpukat dapat digunakan sebagai pengganti margarin dalam pembuatan roti sebagai agen pelembut. Bread is a product made from flour, water, yeast, salt and fermented then baked, and usually added with margarine which contains vegetable or animal fat as a softening agent. However, as time goes by, technology advances. So a new method was discovered that can produce soft bread without using margarine which is replaced with avocado which also contains vegetable fat. This research aims to determine the results of bread innovation using avocado as a substitute for margarine in terms of taste, texture, color, aroma and content content. Apart from that, it is also to see the durability and costs required in the manufacturing process. This research sample was taken from the general public and also students who understand about culinary arts. Data collection was carried out by distributing questionnaire leaflets to 30 panelists using the Likert scale method. This research uses descriptive qualitative research methods. The results of this research show that avocado can be used as a substitute for margarine in making bread as a softening agent.
Standar Pelayanan Prima Terhadap Kepuasan Pelanggan Budiantara, I Kadek; Rinayanthi, Ni Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i5.780

Abstract

Dalam menjalankan suatu Villa atau sebuah tempat akomidasi pastinya pihak manajemen ingin menjalankan suatu penerapan standar pelayanan prima. Namun hal ini bisa saja tidak sejalan dengan kualitas SDM yang dimiliki oleh villa tersebut. Adanya penerapan yang kurang optimal ini tak jarang menimbulkan keluhan bagi para tamu. Dalam menjalankan pekerjaannya setiap karyawan sudah seharusnya memberikan pelayanan terbaik agar tamu mendapatkan keppuasan yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Standar Pelayanan Prima dan faktor yang menjadi kendala dalam melayani tamu kamar maupun di restoran oleh karyawan di Villa Mandi Ubud. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi dan wawancara penanggung jawab villa. Hasil penelitian ini adalah analisis karyawan dalam menerapkan standar pelayanan prima penerapan standar pelayananprima sudah dilakukan dengan baik oleh karyawan, standar pelayanan prima juga telah menjadi pedoman bagi staff sehingga bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan sudah dibuat secara berturut atau sistematis. Hanya saja ada langkah-langkah Standar Pelayanan Prima yang belum dilakukan karyawan seperti lambat ketika mengantarkan barang bawaan tamu, jamur di wastafel kamar mandi dan jarang menyemprotkan pembersih kamar mandi di meja washtafel dan peralatan untuk pramusaji yang belum dicuci dengan baik. Diharapkan pihak manajemen bisamembantu memberikan training setiap harinya agar para pegawai bisa menerapkannya secara sistematis pada setiap keadaan. Dengan demikian penerapan standard pelayanan prima pada karyawan di Villa Mandi Ubud sudah dilakukan dengan baik dan kedepannya dapat selalu dipertahankan agar tamu maupun pihak manajemen bisa merasa puas. In running a villa or an accommodation, of course the management wants to carry out an implementation of excellent service standards. However, this may not be in line with the quality of human resources owned by the villa. The existence of this less than optimal implementation often causes complaints for guests. In carrying out their work, every employee is supposed to provide the best service so that guests get maximum satisfaction. This study aims to determine the application of Excellent Service Standards and the factors that become obstacles in serving room guests and in restaurants by employees at Villa Mandi Ubud. Data was collected by observing and interviewing the person in charge of the villa. The results of this study are employee analysis in implementing excellent service standards. The implementation of excellent service standards has been carried out well by employees, excellent service standards have also become a guideline for staff so that they can complete their work properly and have been made sequentially or systematically. It's just that there are steps to the Excellent Service Standard that employees haven't taken, such as being slow when delivering guest luggage, mold in the bathroom sink and rarely spraying bathroom cleaner on the sink and utensils for waiters that haven't been washed properly. It is hoped that the management can help provide training every day so that employees can apply it systematically in every situation. Thus the implementation of excellent service standards for employees at Villa Mandi Ubud has been carried out properly and in the future it can always be maintained so that guests and management can feel satisfied.
Pemanfaatan Tepung Ketan Hitam dalam Pembuatan Tteokbokki Benita, Maria Ivana; Rinayanthi, Ni Made
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i5.792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dari pembuatan tteokbokki yang memanfaatkan tepung ketan hitam yang ditinjau dari segi aroma,warna,rasa,tekstur dan daya tahannya. Kemudian, dianalisis untuk mengetahui biaya produksi dan daya minat konsumen terhadap tteokbokki yang berbahan dasar tepung ketan hitam. Dalam pembuatan tteokbokki ketan hitam ini, pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen yang dimana tteokbokki diletakan pada suhu ruangan. Dari hasil uji daya tteokbokki berbahan dasar tepung ketan hitam, hanya mampu bertahan selama 1 hari untuk warna yang menarik, aroma khas ketan hitam dan rasa yang pedas,manis, dan gurih. Untuk dari segi tekstur didapatkan tekstur yang kenyal yang bertahan selama 2 jam setelah dimasak, jika lebih dari 2 jam maka tekstur dari tteokbokki akan menjadi mengeras. Kemudian teokbokki yang berbahan dasar tepung ketan hitam ini diuji oleh 20 orang panelis untuk menguji organoleptik dan uji daya minat konsumen. Dari hasil uji organoleptic didapatkan rasa yang enak, tekstur yang kenyal, aroma yang khas tepung ketan hitam dan warna yang menarik. Dari hasil analisis biaya dari pembuatan tteokbokki berbahan dasar tepung ketan hitam membutuhkan biaya sebesar Rp. 29.720,- This research aims to determine the quality of making tteokbokki using black glutinous rice flour in terms of aroma, color, taste, texture, and shelf life. Furthermore, it is analyzed to ascertain the production cost and consumer interest in tteokbokki made from black glutinous rice flour. In the production of this black glutinous rice tteokbokki, the research approach used is experimental research, where the tteokbokki is placed at room temperature. From the results of the durability test of tteokbokki made from black glutinous rice flour, it can only last for 1 day to maintain attractive color, the distinctive aroma of black glutinous rice, and the spicy, sweet, and savory taste. Regarding texture, it was found to be resilient for 2 hours after cooking; if more than 2 hours, the texture of the tteokbokki will become harder. Then, the black glutinous rice-based tteokbokki was tested by 20 panelists to evaluate organoleptic qualities and consumer interest. The organoleptic test results indicated a delicious taste, resilient texture, distinctive aroma of black glutinous rice flour, and appealing color. Based on the cost analysis of producing tteokbokki using black glutinous rice flour, it requires a cost of Rp. 29,720,-.