Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ANALISIS HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA PENCABULAN ANAK DI BAWAH UMUR DALAM PERSPEKTIF PERLINDUNGAN ANAK DI INDONESIA: STUDI KASUS NOMOR: 39/PID.SUS/2025/PN.BSK Rahayu, Rani; Sari
COURT REVIEW Vol 5 No 06 (2025): ILMU HUKUM
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY (KELOMPOK KOMUNITAS LABORATORIUM PENELITIAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/cr.v5i06.2449

Abstract

Tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur merupakan bentuk kejahatan serius yang tidak hanya melanggar norma hukum, tetapi juga merusak harkat, martabat, serta masa depan anak sebagai generasi penerus bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek yuridis terkait tindak pidana pencabulan anak dalam perspektif perlindungan anak di Indonesia, dengan menitikberatkan pada penerapan hukum positif, efektivitas peraturan perundang-undangan, serta perlindungan hak-hak korban. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang- undangan (statute approach), pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Hasil analisis menunjukkan bahwa tindak pidana pencabulan anak telah diatur secara tegas dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 sebagai pengganti Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016, yang memperkenalkan sanksi tambahan berupa kebiri kimia, pemasangan alat deteksi elektronik, dan pengumuman identitas pelaku. Namun demikian, implementasi hukum di lapangan masih menghadapi tantangan, seperti terbatasnya pemahaman aparat penegak hukum, stigma sosial terhadap korban, dan lemahnya sistem pendampingan psikologis. Kajian ini menegaskan bahwa perlindungan anak tidak hanya bersifat represif melalui pemberian sanksi, tetapi juga harus bersifat preventif dan rehabilitatif, dengan menekankan pentingnya edukasi, peran keluarga, serta penguatan sistem hukum yang berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak. Dengan demikian, analisis hukum ini menegaskan bahwa upaya perlindungan anak di Indonesia harus bersifat komprehensif, melibatkan sinergi antara regulasi, penegakan hukum, masyarakat, dan negara untuk mewujudkan keadilan sekaligus menjamin pemulihan hak- hak korban.
ANALISIS PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK KORBAN PENCABULAN ANAK DI BAWAH UMUR MENURUT PASAL 35 TAHUN 2014: STUDI KASUS NOMOR: NO. 36/PID.SUS/2025/PN BSK Putri, Winni Angelia Eka; Sari
COURT REVIEW Vol 5 No 06 (2025): ILMU HUKUM
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY (KELOMPOK KOMUNITAS LABORATORIUM PENELITIAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/cr.v5i06.2453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban tindak pidana pencabulan, baik dari aspek regulasi maupun implementasinya dalam praktik peradilan. Anak merupakan kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan khusus, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan menelaah peraturan perundang-undangan, doktrin, serta putusan pengadilan terkait kasus pencabulan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap anak korban pencabulan mencakup perlindungan preventif melalui aturan hukum yang tegas dan perlindungan represif berupa pemidanaan terhadap pelaku serta pemberian restitusi, rehabilitasi, dan pendampingan psikologis bagi korban. Namun dalam praktik, masih terdapat kendala berupa keterbatasan aparat penegak hukum, kurangnya fasilitas pendukung, serta minimnya pemahaman masyarakat mengenai hak-hak anak. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan koordinasi antar lembaga, peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, serta optimalisasi peran lembaga perlindungan anak dalam menjamin hak-hak anak korban pencabulan.
Penerapan Understanding By Design dalam Perencanaan Pembelajaran Penegakkan dan Perlindungan Hukum di Indonesia Sari; Riski Anggita; Sri Suneki
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 4 No. 3 (2024): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/edu.v4i3.2310

Abstract

Understanding by Design (UbD) is a learning approach in education that prioritizes the learning objectives themselves. Based on observations at SMA Negeri 8 Semarang, not all of the teachers implemented the learning methods recommended in the Independent Curriculum, where lectures and the application of UbD were still the solution. This research aims to present information on how to implement the UbD framework. This research is important for teachers in helping to develop learning plans that are in accordance with the latest curriculum, namely the Merdeka Curriculum. The first stage is determining learning objectives which determine a total of 8 objectives which are guided by Core Competencies, Basic Competencies and Competency Achievement Indicators. The second stage is determining the evaluation which includes an assessment and contains evaluation questions to achieve the stated goals. The third stage in preparing a learning plan based on UbD regarding law protection and enforcement in Indonesia is the learning step. After the learning plan is prepared, it is then prepared for a review sheet as an inspection and assessment instrument for the reviewer
SOSIALISASI INFLASI DAN INVESTASI: MENINGKATKAN LITERASI KEUANGAN ANGGOTA RUMAH HIJRAH PONTIANAK Achmad Rifa'i; Sari; Syofia Sofatunisa Ramdayani; Yozar Putra Jaya
Gandhi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/g-jpm.v3i3.10582

Abstract

Peningkatan literasi keuangan menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi inflasi yang memengaruhi daya beli masyarakat. Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UT menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) untuk memberikan pemahaman mengenai konsep inflasi dan investasi, khususnya investasi emas kepada Komunitas Rumah Hijrah Pontianak. Melalui metode ceramah, simulasi studi kasus, dan pendekatan emosional, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan keterampilan peserta dalam mengelola keuangan secara bijak. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta memahami pentingnya investasi untuk melindungi kekayaan dari inflasi, serta potensi pertumbuhan nilai investasi jangka panjang. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan pengetahuan keuangan mampu memberikan dampak positif, tidak hanya pada perencanaan finansial individu tetapi juga dalam mendukung stabilitas ekonomi komunitas
CAMPUR KODE DALAM VLOG YOUTUBE JEROME POLIN BERSAMA HARUKA Sari; Sari, Sari
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.159

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk campur kode serta faktor yang mempengaruhinya dalam tuturan Jerome Polin dan Haruka Nakagawa pada vlog “MUKBANG PIZZA SULTAN VIRAL!! TOPPING SEGUNUNG, JUALAN DI PERUMAHAN!?” di kanal YouTube Nihongo Mantappu. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui teknik dokumentasi berupa penyimakan video, transkripsi tuturan, dan pengelompokan data berdasarkan jenis campur kode. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan mempertimbangkan konteks sosial dan situasi tutur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh temuan berupa campur kode ke luar (outer code mixing) yang muncul pada tuturan penutur. Faktor pemicunya meliputi suasana komunikasi yang santai serta latar belakang multilingual kedua penutur yang terbiasa menggunakan bahasa Indonesia, Inggris dan Jepang secara bergantian dalam interaksi informal atau santai. Kata kunci: campur kode, vlog, youtube.
PENGARUH EKSTRAKURIKULER PRAMUKA DALAM PEMBENTUKAN SOCIAL SKILL PADA PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 INDRALAYA UTARA Sari; Dianti, Puspa
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40639

Abstract

This study aims to examine the influence of Scout extracurricular activities on the development of students’ social skill at SMA Negeri 1 Indralaya Utara. The social skill referred to in this study include verbal and nonverbal communication, building positive relationships, teamwork, constructive problem-solving, empathy, and effective relationship management. This research employed a quantitative approach with a descriptive method. Data were collected through questionnaires, interviews, observations, and documentation. The population of this study consisted of all students participating in Scout activities, totaling 281 students. However, the sample included only 40 students, consisting of Dewan Ambalan members and students who actively participated in Scout activities. The sampling technique used was purposive sampling. The data analysis was conducted using simple linear regression, which indicated that Scout extracurricular activities have a positive and significant effect on the development of students’ social skill. The coefficient of determination (R²) was 0.403 or 40.3%, meaning that 40.3% of the development of students’ social skill can be explained by their involvement in Scout extracurricular activities, while the remaining 59.7% is influenced by other factors.These findings indicate that Scout activities, through programs such as semaphore practice, Morse code activities, camping, pioneering (knot-tying), and routine training sessions, contribute to the development of students’ social skill.
Efektifitas Pelatihan Aplikasi STATA dalam Meningkatkan Kemampuan Olah Data Kuantitatif Pada Mahasiswa Perguruan Tinggi di Provinsi Riau: Pengabdian Nur Haminati; Arif Zulkarnain; Azzahra Dita Reminda; Sari; Rezi Abdurrahman; Mardiana
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6502

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam pendidikan tinggi menuntut mahasiswa memiliki kemampuan mengolah dan menganalisis data penelitian secara cepat, tepat, dan sistematis. Kemampuan ini penting karena mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga menghasilkan karya ilmiah berbasis data, seperti proposal penelitian, skripsi, dan artikel ilmiah. Namun, masih banyak mahasiswa mengalami kesulitan menggunakan perangkat lunak statistik, terutama dalam memahami tahapan pengolahan data, membaca output, serta menginterpretasikan hasil analisis. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui pelatihan penggunaan software STATA bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi di berbagai perguruan tinggi di wilayah Riau. Kegiatan dilakukan dalam bentuk workshop daring, melalui penyampaian materi, diskusi, demonstrasi, praktik langsung, dan evaluasi menggunakan pre-test serta post-test. Materi pelatihan mencakup pengenalan software STATA, manajemen data, statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan regresi linier. Hasil pre-test menunjukkan 31% peserta tidak paham mengenai software STATA dan 69% belum paham terhadap penggunaan software STATA. Setelah pelatihan, hasil post-test menunjukkan 95% peserta telah memahami penggunaan software STATA. Dengan demikian, pelatihan ini efektif meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam pengolahan data kuantitatif untuk mendukung penyusunan karya ilmiah secara lebih sistematis, valid, dan ilmiah. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan praktik langsung mampu memperkuat pemahaman peserta terhadap proses analisis data penelitian, khususnya dalam bidang ekonomi dan bisnis secara mandiri dan lebih aplikatif.
INTEGRATING POMEGRANATE PEEL WASTE-BASED LIP BALM PROJECTS INTO COLLOID CHEMISTRY LEARNING: A PROJECT-BASED APPROACH TO STUDENTS’ ENVIRONMENTAL LITERACY Rahmawati Sunarya, Risa; Sukmawardani, Yulia; Muazaroh, Kaffatiya Najmii; Sumawardani, Yulia; Sari; Dahriah, Iis; Ali Nurdin, Muhammad
Lantanida Journal Vol 14 No 2 (2026): July-December 2026
Publisher : UIN AR-RANIRY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/lj.v14i2.35052

Abstract

Senior high school students often face difficulties in translating environmental knowledge into concrete environmental behaviors, and organic waste like pomegranate peels remains underutilized in chemistry learning. This study aims to analyze students' environmental literacy through project-based worksheets (PjBL) using pomegranate peel waste for lip balm production in colloid chemistry. A pre-experimental one-shot case study involved 18 eleventh-grade students in Bandung, Indonesia. Selected through a purposive sampling technique. Data were collected using project-based worksheets, assessment rubics for student work and environmental literacy instruments. Results showed worksheet scores at 89.5 (very good). Environmental literacy scores were: environmental knowledge 81.2 (very good), cognitive skills 89.3 (very good), environmental attitude 82.0 (very good), and environmental behavior 79.3 (good). The findings indicate that PjBL-based activities supported students' engagement with contextual colloid chemistry concepts. However, the lower environmental behavior score (79.3) compared to other domains indicates a gap requiring further intervention. Overall, PjBL shows promise for developing environmental literacy by integrating chemistry learning with waste utilization.  
Perbandingan Filsafat Pendidikan Islam Dan Filsafat Pendidikan Barat Sari; Syamsul Bahri; Salmawati
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah tentang Perbandingan Filsafat Pendidikan Islam dan Barat. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, melalui pengkajian berbagai sumber literatur berupa jurnal ilmiah, buku, dan dokumen relevan. Teknik analisis data dilakukan menggunakan analisis isi dengan cara mengidentifikasi, mengelompokkan, dan mensintesis temuan dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persamaan mendasar antara kedua filsafat pendidikan ini terletak pada pengakuan bahwa pendidikan harus membentuk manusia yang berkarakter (bukan sekadar cerdas secara intelektual), mendorong berpikir kritis melalui metode tafakkur/tadabbur (Islam) dan Socratic questioning/critical thinking (Barat), serta menghendaki pendidikan yang holistik atau menyeluruh yang mencakup aspek jasmani, akal, dan ruhani. Perbedaan fundamental antara keduanya tampak pada sumber ilmu (epistemologi), di mana pendidikan Barat bertumpu pada akal dan pengalaman empiris, sementara pendidikan Islam bersumber pada wahyu (Al-Qur'an dan Hadis) sebagai sumber utama dengan akal sebagai alat untuk memahaminya. Perbedaan juga terlihat pada tujuan utama (duniawi vs dunia-akhirat), cakupan materi (sekular vs integratif), serta peran pendidik (fasilitator vs pembimbing moral-spiritual).
Development of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) Based on Local Wisdom to Enhance Community Welfare in West Kalimantan's Border Region Rini Yayuk Priyati; Sari; Dio Bimo Saputro
Equator Journal of Management and Entrepreneurship (EJME) Vol. 14 No. 3 (2026): Vol. 14 No. 3 (2026): Equator Journal of Management and Entrepreneurship
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the creative economy development strategy of MSMEs based on local wisdom to improve the welfare of communities in the border area of Sambas Regency, West Kalimantan. The research focuses on rattan craft MSMEs in Piantus Village, Sejangkung District, an area known for its strong cultural and natural resource potential, which unfortunately remains underutilized. Piantus Village has a rattan weaving tradition passed down through generations, but its development has tended to stagnate due to various internal and external constraints. This study employed qualitative methods, incorporating data collection techniques like field observations, in-depth interviews, and focus group discussions with rattan craftsmen, cooperative administrators, village officials, and relevant government agencies. The results show that the development of rattan craft MSMEs in Piantus Village is hindered by a shortage of high-quality rattan raw materials, a lack of innovative products, and insufficient regeneration of young craftsmen willing to carry on this traditional trade. Marketing processes are still being conducted in a traditional manner, which leads to a limited market reach and an inability to keep up with the changing dynamics of modern market demand. Government support in various forms, including training, equipment assistance, exhibition facilities, and access to capital through the People's Business Credit (KUR), has not been fully implemented effectively. Most artisans still view rattan craft businesses as a sideline, which makes them hesitant to take risks to innovate or enhance product quality. This study suggests several development strategies based on its findings, including enhancing human resource capacity by using the Rattan Small and Medium Enterprises Center (Sentra IKM Rattan) as a training facility, fostering business partnerships with the furniture industry to broaden the supply chain, establishing regulations between middlemen to ensure consistent prices and product quality, and introducing the "1 Village 1 CEO" management model to improve more professional MSME business management. It is hoped that rattan craft MSMEs in Piantus Village can develop sustainably and make a greater contribution to enhancing the welfare of border communities. Keywords: MSMEs, Creative Economy, Local Wisdom, Rattan Crafts