Claim Missing Document
Check
Articles

Potensi Zat Kumarin Pada Kacang Tonka Sebagai Antikoagulan Alternatif Pada Pemeriksaan Hematologi Rutin Bastian, Bastian; Desika Mela Amelia; Asteria, Viola; Salsabillah, Felisa; Trianes, Juwy
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Potekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmak.v16i2.1850

Abstract

Koagulasi merupakan proses fisiologis yang berperan penting dalam menghentikan perdarahan, namun aktivitas yang berlebihan dapat memicu kondisi patologis seperti trombosis. Dalam pemeriksaan hematologi, penggunaan antikoagulan esensial untuk mencegah pembekuan darah sehingga hasil pemeriksaan tetap akurat. EDTA umum digunakan sebagai antikoagulan standar melalui mekanisme pengikatan ion kalsium. Seiring meningkatnya kebutuhan alternatif alami yang lebih ramah lingkungan, penelitian terhadap senyawa kumarin pada kacang Tonka (Dipteryx odorata), yang diketahui memiliki aktivitas antikoagulan mirip warfarin, menjadi menarik untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi ekstrak kacang Tonka sebagai antikoagulan alternatif pada pemeriksaan hematologi rutin. Penelitian dilakukan di Laboratorium Patologi Klinik Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang pada Juli–Oktober 2025 menggunakan desain eksperimental dengan tiga kelompok: kontrol tanpa antikoagulan, EDTA, dan ekstrak kacang Tonka dengan variasi konsentrasi. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak kacang Tonka 120 µL mampu mencegah pembekuan darah dalam 5 menit, sebanding dengan EDTA. Secara mikroskopis, morfologi eritrosit tetap normal tanpa aglutinasi. Pemeriksaan hematologi menunjukkan nilai WBC, RBC, HGB, HCT, dan PLTmendekati EDTA dengan selisih 2–8%. Uji Repeated ANOVA menunjukkan perbedaan bermakna pada WBC (p < 0,05), sementara parameterlain relatif serupa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak kacang Tonka berpotensi sebagai antikoagulan alami, namun diperlukan optimasi konsentrasi dan uji lanjutan untuk standarisasi penggunaan dalam pemeriksaan hematologi rutin.
Edukasi Pemeriksaan Hemoglobin Sebagai Upaya Pencegahan Anemia Pada Remaja Wanita Juwy Trianes; Bastian Bastian; Adi Saputra; Widya Yuniasari
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altfani.v6i1.1034

Abstract

Anemia masih menjadi permasalahan kesehatan utama pada remaja wanita di Indonesia akibat kebutuhan zat besi yang meningkat, kehilangan darah saat menstruasi, serta rendahnya pemahaman mengenai pentingnya asupan gizi dan pemeriksaan hemoglobin (Hb). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja wanita mengenai pencegahan anemia melalui edukasi dan pemeriksaan Hb. Kegiatan diikuti 47 remaja wanita di RT Tangga Takat Plaju Palembang dan dilaksanakan melalui penyuluhan, demonstrasi pemeriksaan Hb, serta pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan rendahnya pengetahuan peserta, namun setelah edukasi, nilai post-test meningkat dari rata-rata 53,06 menjadi 80,10. Pemeriksaan Hb menunjukkan sebagian besar peserta memiliki kadar Hb normal, tetapi beberapa ditemukan dalam kategori anemia sedang hingga berat (7,3–8,3 g/dL). Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan dan pemeriksaan Hb efektif meningkatkan kesadaran remaja dalam menjaga kesehatan darah dan mencegah anemia secara berkelanjutan.
Edukasi Pemantapan Mutu Internal Pemeriksaan Imunologi Metode Imunokromatografi (ICT) Bastian Bastian; Maisya Putri; M. Dicky Fahrurreza
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): Juli 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i4.1229

Abstract

Pemeriksaan imunologi metode imunokromatografi (Immunochromatography Test/ICT) merupakan salah satu metode diagnostik yang banyak digunakan di laboratorium klinik karena bersifat cepat, praktis, dan mudah diaplikasikan. Namun, akurasi dan keandalan hasil pemeriksaan sangat dipengaruhi oleh penerapan pemantapan mutu internal (PMI) yang belum sepenuhnya dipahami dan dilaksanakan secara optimal oleh tenaga laboratorium. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman petugas laboratorium mengenai pentingnya pemantapan mutu internal pada pemeriksaan imunologi metode ICT. Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi dan penyuluhan secara luring kepada petugas laboratorium RS Muhammadiyah Palembang dengan menggunakan media poster dan presentasi interaktif. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan edukasi, serta monitoring dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait penerapan kontrol mutu internal, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), penyimpanan reagen, serta ketepatan interpretasi hasil pemeriksaan imunokromatografi. Edukasi ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran tenaga laboratorium terhadap pentingnya mutu pemeriksaan sehingga hasil yang diperoleh lebih akurat, valid, dan dapat dipercaya. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan laboratorium serta mendukung ketepatan diagnosis klinis.
Potensi Limbah Kulit Salak Sebagai Pewarna Hematoxylin Alami Preparat Cairan Pleura Dewi Hartati; Bastian; Juwy Trianes; Widya Yuniasari
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Potekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmak.v17i1.2129

Abstract

Pewarnaan sitologi cairan pleura merupakan langkah penting dalam diagnosis berbagai penyakit, terutama keganasan, dengan Hematoxylin sebagai pewarna inti yang umum digunakan. Namun, Hematoxylin memiliki keterbatasan berupa potensi toksisitas, harga relatif tinggi, serta dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan limbah ekstrak kulit salak (Salacca zalacca) sebagai alternatif pewarna Hematoxylin pada preparat cairan pleura. Penelitian dilakukan menggunakan desain eksperimen semu dengan rancangan pretest–posttest control group, membandingkan pewarnaan Papanicolaou menggunakan Hematoxylin standar dan ekstrak kulit salak pada berbagai konsentrasi (100%, 80%, 50%, dan 25%). Parameter yang dinilai meliputi intensitas warna, kontras, kejernihan, keseragaman pewarnaan dan kestabilan pewarnaan yang dievaluasi secara blind oleh dua analis dan menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak kulit salak konsentrasi 100% memberikan kualitas pewarnaan terbaik dan tidak berbeda signifikan dengan Hematoxylin standar (p = 0,479), sedangkan konsentrasi lebih rendah menunjukkan penurunan kualitas pewarnaan. Kesimpulannya, ekstrak limbah kulit salak berpotensi digunakan sebagai alternatif pewarna Hematoxylin yang lebih aman, murah, dan ramah lingkungan pada preparat cairan pleura.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA ALTERNATIF BEKATUL BERAS MERAH (ORYZA NIVARA) DAN BERAS PUTIH (ORYZA SATIVA L) TERHADAP JUMLAH KOLONI JAMUR CANDIDA ALBICANS DENGAN KONTROL MEDIA SABORAUD DEXTROSE AGAR Bastian Bastian; Gina Septia Rizki; Aristoteles Aristoteles
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2023): Desember
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v11i2.3673

Abstract

Jamur Candida albicans membutuhkan sumber nutrisi terutama karbohidrat untuk tumbuh dan berksembang-biak. Identifikasi, isolasi dan konfirmasi hasil pemeriksaan secara mikroskopis memerlukan media kultur. Bekatul beras merah (Oryza nivara) dan bekatul beras putih (Oryza sativa L), bekatul mempunyai karbohidrat sebanyak 84,36%, vitamin, dan nutrisi lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan jumlah koloni jamur Candida albicans pada media SDA (Sabouraud Dextrosa Agar), media alternatif bekatul beras merah (Oryza nivara) dan media alternatif bekatul beras putih (Oryza sativa L). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen murni (true experiment). Penelitian ini dilakukan di laboratorium mikrobiologi Institut Ilmu Kesehatan dan Teknologi Muhammadiyah Palembang pada tanggal 13 desember 2021 - 17 desember 2021 dengan jumlah sampel sebanyak 30 sampel. Hasil penelitian dengan nilai rata-rata dari hasil pemeriksaan perbedaan jumlah koloni jamur Candida albicans pada media SDA (Sabouraud Dextrosa Agar) 111 CFU/mL, media alternatif bekatul beras merah (Oryza nivara) 146 CFU/mL dan media alternatif bekatul beras putih (Oryza sativa L). Uji ANOVA didapatkan nilai p = < 0,001. Kesimpulan hasil penelitian bahwa Bekatul beras putih dapat digunakan sebagai media alternatif pertumbuhan jamur Candida albicans.
PEMANFAATAN ARANG BIJI TERUNG BELANDA SEBAGAI PEWARNAAN ALTERNATIF KAPSUL BAKTERI Bastian Bastian; Rossa Veronneca; Devi Apriani; Anggie Natalia
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v12i1.4040

Abstract

Capsule staining is a technique used to determine whether a bacteria has a capsule in its body. The capsule is a polymer layer found outside the cell wall. Culture techniques can be used to identify Klebsiella pneumonia bacteria. The aim of this research is to prove that Dutch eggplant seed charcoal can be used as an alternative reagent for capsule coloring. This research includes collecting tamarillo eggplant, scorching tamarillo seeds to make charcoal, grinding the charcoal from tamarillo seeds, making MCA media, planting Klebsiella pneumonia bacteria on the media, making a coloring solution from tamarillo seed charcoal with the addition of 4N NaOH, observing bacterial capsules microscopically . Next, to see the bacterial capsules, staining was carried out using tamarillo seed charcoal dye and nigrosin ink dye / India ink as a comparison. The quality of capsule coloring from Dutch eggplant seed charcoal is 62.5% and nigrosin ink / India ink is 75%. The results of the research show that the comparison between tamarillo seed charcoal dye and nigrosin ink / India ink as a comparison is only 12.5 so that the alternative tamarillo seed charcoal dye can be used as a substitute for capsule dye
ANALISA PEMANTAPAN MUTU INTERNAL TAHAP PRA-ANALITIK PEMERIKSAAN HEMATOLOGI Bastian Bastian; Aziyo Kurniawan; Aristoteles Aristoteles
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2024): Desember
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v12i2.5013

Abstract

Stages pre-analytic are stages beginning in an inspection laboratory. Errors on stage pre-analytic account for 70% of frequent errors in the laboratory. To anticipate errors, the so-done effort stabilizes quality. To increase quality service and repair quality results. The Objectives: Is to stabilize internal quality during the pre-analytic stage of hematology in the laboratory at House Sick Type C, Palembang. Study this method is descriptive-quantitatvie with a purposive sampling technique in the officer laboratories “X” and “Y”, respectively total 15 respondents. Results: In the “X” hospital laboratory has an average result of 96% and is said to be good, while in the “Y” hospital laboratory, it has an average 97% and is said to be good. That there is no significant difference between the second House Sick. Conclusion: Stabilization of internal quality stage pre-analytical inspection hematology on officers in the laboratories of Hospital “X” and Hospital “Y” Palembang can be stated as good.
Edukasi Pemantapan Mutu Internal Tahap Pra-Analitik Pemeriksaan Hematologi Di RSU Bunda Palembang Bastian Bastian; Amelia Amelia; Anggie Natalia
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Maret 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i2.669

Abstract

Laboratorium adalah sarana kesehatan yang melakukan pengukuran, penetapan, dan pengujian terhadap sampel yang berasal dari manusia untuk penentuan jenis penyakit, penyebab adanya penyakit tersebut. Laboratorium yang menjadi tempat pengujian harus memiliki pemantapan mutu yang baik. Tahap Pra-analitik meliputi seluruh proses yang terjadi sebelum sampel dimasukkan kedalam autoanalyzer, seperti permintaan informasi, respon pasien, penerimaan spesimen, pemberian identitas spesimen, serta penyimpanan dan pengolahan specimen. Pemantapan mutu internal yang dilakukan oleh tim tenaga kesehatan laboratorium seringkali menghadapi permasalahan baik yang bersifat laboratorik maupun yang tidak bersifat non-laboratorik. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu sosialisasi dan edukasi melalui media poster, dan mendemonstrasikannya di akhir kegiatan. Hasil yang didapatkan nilai postest setelah dilakukan edukasi kepada peserta petugas Laboratorium RSU Bunda Palembang dengan nilai rata-rata post test 85,83 yang dimana sebelum dilakukan edukasi nilai rata-rata pretest 45,75. Kesimpulan dalam kegiatan adanya peningkatan pengetahuan petugas laboratorium terhadap Pemantapan Mutu Internal Tahap Pra-Analitik Pemeriksaan Hematologi.
Differences in Diameter of the Growth Inhibition Zone of Klebsiella pneumonia Bacteria After Incubation at 37°C and 25°C Juwy Trianes; Bastian Bastian; Dewi Hartati
JURNAL INDONESIA DARI ILMU LABORATORIUM MEDIS DAN TEKNOLOGI Vol 4 No 2 (2022): Enhanced knowledge of laboratory medicine's role in healthcare
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/ijmlst.v4i2.2919

Abstract

Pneumonia is an infection that causes the largest death in children worldwide (South Sumatra Province), which occupies the 6th position. One of the laboratory re-identification of Klebsiella pneumonia is a multi-antibiotic testing. The high sensitivity antibiotic that is still used is amikacin. The uniqueness of the diameter of the inhibition zone using the antibiotic amikacin is that it is active against most gram-negative bacilli. But one of the several factors that affect the diameter of the inhibition zone is the incubation temperature. The optimum temperature for pathogenic bacteria is 37oC by using an incubator; however, several factors in the use of instruments such as frequent instability and disruption of installation lead to a need of incubation at 25oC. The study aimed to determine the difference in the diameter of the growth inhibition zone of K. pneumoniae after incubation at 37oC and 25oC. This research is an experimental research conducted at the Microbiology Laboratory of IKesT Muhammadiyah Palembang. The sample is K. pneumoniae which will be subjected to gram staining, biochemical tests, followed by a sensitivity test on Mueller Hinton media which is given an amikacin antibiotic disk and incubated at 370C and 250C in order to calculate the diameter of the zone of inhibition for the growth of K. pneumoniae bacteria. The data was analyzed using the alternative Wilcoxon test which obtained a p value of 0.014. The results of this investigation showed that K. pneumoniae incubated at 37°C and 25°C had a significantly different diameter of the growth inhibition zone.
THE ROLE OF KOMBUCHA IN HEALTH: BIBLIOMETRICS ANALYSIS Bastian Bastian; Nurhidayanti Nurhidayanti; Juwy Trianes
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2905

Abstract

Kombucha adalah minuman fermentasi yang secara tradisional dibuat dari teh hijau atau hitam menggunakan kultur simbiotik bakteri dan ragi (SCOBY). Minuman ini telah dikonsumsi secara luas di Asia Timur selama berabad-abad dan kini semakin menarik minat ilmiah global karena potensi manfaat kesehatannya. Studi ini bertujuan untuk menganalisis tren publikasi ilmiah tentang fermentasi kombucha dan aspek kesehatannya melalui pendekatan bibliometrik, guna mengidentifikasi titik panas penelitian dan celah yang perlu dieksplorasi di masa depan. Studi bibliometrik kuantitatif deskriptif dilakukan menggunakan basis data Google Scholar, PubMed, dan Scopus. Kata kunci “fermentasi kombucha” digunakan untuk mengidentifikasi artikel yang diterbitkan antara tahun 2016 dan 2025, menghasilkan 30 publikasi ilmiah. Tren publikasi dan jaringan ko-munculan kata kunci divisualisasikan dan dipetakan menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Analisis menunjukkan bahwa penelitian kombucha terutama berfokus pada kandungan probiotiknya, aktivitas antioksidan dan antimikroba, serta produksi senyawa bioaktif seperti polifenol dan asam glukuronat. Senyawa-senyawa ini berkontribusi pada efek pendukung kesehatan, termasuk detoksifikasi hati. Namun, hanya sebagian kecil (kurang dari 20%) dari publikasi yang ditinjau memberikan wawasan rinci tentang mekanisme molekuler atau studi in vivo. Meskipun fermentasi kombucha telah menunjukkan potensi biomedis yang signifikan, studi komprehensif tentang jalur biokimia spesifik, senyawa aktif, dan efek klinisnya masih terbatas, terutama di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya. Oleh karena itu, penelitian di masa depan perlu memperluas cakupan ke penyelidikan molekuler dan klinis untuk memaksimalkan peran kombucha sebagai terapi pendukung inovatif untuk penyakit degeneratif.
Co-Authors Adinda Ainuzzahroh Amelia Amelia Andini Junytri Anggie Natalia Anggie Natalia Anggun Sagita Anisa Nur Afifa Anjas Prayoga Annisa Fitri, Annisa Aristoteles Aristoteles Aristoteles, Aristoteles Asteria, Viola Ayu Enjellya Prisicilya Aziyo Kurniawan BASTIAN BASTIAN, BASTIAN Cut Nur’azimah Putri Rico Cyndy Hasendra Damayanti , Allya Denny Juraijin Denny Juraijin Depi Anggraini Desika Mela Amelia Devi Apriani Dewi Hartati Dewi Hartati Dewi Hartati Dewi Hartati Dilla Wulandari Eddy Mart Salim, Eddy Mart Eka Yuniar Ema Karlina Endang Endang Faaizah Ramadhania Ferdi Afriansyah Feronica Putri Pratama Firna Kamilatun Nuha Firna Kamilatun Nuha Gina Septia Rizki Hani Ammariah Hartati, Dewi Hartati, Dewi Helnia Sari Helniasari Helniasari Heriyanto, Ian Kurniawan Indah Sari Indah Sari Indah Sari Indah Sari Indah Sari Jusak Nugraha Juwy Trianes Juwy Trianes Juwy Trianes Juwy Trianes Juwy Trianes Juwy Trianes kurniati, nova M. Dicky Fahrurreza Maisya Putri Marlina, Melli Melli Marlina Meyrita Birka Yolanda Muhammad Adi Saputra Muhammad Irsan Saleh Novi Rianti Nurhidayanti Nurhidayanti Nurhidayanti Nurhidayanti Nurul Pathia Pratama, Feronica Putri Rahadiyanto, Kemas Ya'Kub Rahmadani, Inoy Rizky Redy Novrian Utama Reni Junika Familianti Rossa Veronneca RR. Ella Evrita Hestiandari Salsabillah, Felisa Tanoehardjo, Francisca Srioetami Tanoehardjo, Francisca Srioetami Teni Lestari Tria Agustina Trianes, Juwy Trimin Kartika Try Era Realita Ulva, Maria Veny Tresia Utari Widya Yuniasari Widya Yuniasari Wulandari, Atika Putri