Claim Missing Document
Check
Articles

THE ROLE OF KOMBUCHA IN HEALTH: BIBLIOMETRICS ANALYSIS Bastian, Bastian; Nurhidayanti, Nurhidayanti; Trianes, Juwy
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2905

Abstract

Kombucha adalah minuman fermentasi yang secara tradisional dibuat dari teh hijau atau hitam menggunakan kultur simbiotik bakteri dan ragi (SCOBY). Minuman ini telah dikonsumsi secara luas di Asia Timur selama berabad-abad dan kini semakin menarik minat ilmiah global karena potensi manfaat kesehatannya. Studi ini bertujuan untuk menganalisis tren publikasi ilmiah tentang fermentasi kombucha dan aspek kesehatannya melalui pendekatan bibliometrik, guna mengidentifikasi titik panas penelitian dan celah yang perlu dieksplorasi di masa depan. Studi bibliometrik kuantitatif deskriptif dilakukan menggunakan basis data Google Scholar, PubMed, dan Scopus. Kata kunci “fermentasi kombucha” digunakan untuk mengidentifikasi artikel yang diterbitkan antara tahun 2016 dan 2025, menghasilkan 30 publikasi ilmiah. Tren publikasi dan jaringan ko-munculan kata kunci divisualisasikan dan dipetakan menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Analisis menunjukkan bahwa penelitian kombucha terutama berfokus pada kandungan probiotiknya, aktivitas antioksidan dan antimikroba, serta produksi senyawa bioaktif seperti polifenol dan asam glukuronat. Senyawa-senyawa ini berkontribusi pada efek pendukung kesehatan, termasuk detoksifikasi hati. Namun, hanya sebagian kecil (kurang dari 20%) dari publikasi yang ditinjau memberikan wawasan rinci tentang mekanisme molekuler atau studi in vivo. Meskipun fermentasi kombucha telah menunjukkan potensi biomedis yang signifikan, studi komprehensif tentang jalur biokimia spesifik, senyawa aktif, dan efek klinisnya masih terbatas, terutama di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya. Oleh karena itu, penelitian di masa depan perlu memperluas cakupan ke penyelidikan molekuler dan klinis untuk memaksimalkan peran kombucha sebagai terapi pendukung inovatif untuk penyakit degeneratif.
Edukasi pemantapan mutu internal untuk pemeriksaan preparat BTA Bastian, Bastian; Wulandari, Atika Putri; Damayanti , Allya
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.4340

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petugas laboratorium terhadap pentingnya Pemantapan Mutu Internal (PMI) dalam pemeriksaan preparat Basil Tahan Asam (BTA) yang merupakan bakteri penyebab Tuberkulosis (TBC). Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di Indonesia. Pemeriksaan mikroskopis basil tahan asam (BTA) menggunakan metode pewarnaan Ziehl-Neelsen (ZN) merupakan metode utama dalam menegakkan diagnosis TBC. Namun, kualitas pemeriksaan tersebut sangat bergantung pada penerapan Pemantapan Mutu Internal (PMI) di laboratorium. Edukasi dilakukan melalui penyuluhan dan media poster kepada 20 petugas laboratorium di RS Muhammadiyah Palembang. Evaluasi melalui pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi PMI secara langsung dapat meningkatkan kompetensi petugas laboratorium dalam memastikan keakuratan hasil pemeriksaan BTA, sehingga mendukung program pengendalian TBC secara lebih efektif.
Potensi Zat Kumarin Pada Kacang Tonka Sebagai Antikoagulan Alternatif Pada Pemeriksaan Hematologi Rutin Bastian, Bastian; Desika Mela Amelia; Asteria, Viola; Salsabillah, Felisa; Trianes, Juwy
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Potekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmak.v16i2.1850

Abstract

Koagulasi merupakan proses fisiologis yang berperan penting dalam menghentikan perdarahan, namun aktivitas yang berlebihan dapat memicu kondisi patologis seperti trombosis. Dalam pemeriksaan hematologi, penggunaan antikoagulan esensial untuk mencegah pembekuan darah sehingga hasil pemeriksaan tetap akurat. EDTA umum digunakan sebagai antikoagulan standar melalui mekanisme pengikatan ion kalsium. Seiring meningkatnya kebutuhan alternatif alami yang lebih ramah lingkungan, penelitian terhadap senyawa kumarin pada kacang Tonka (Dipteryx odorata), yang diketahui memiliki aktivitas antikoagulan mirip warfarin, menjadi menarik untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi ekstrak kacang Tonka sebagai antikoagulan alternatif pada pemeriksaan hematologi rutin. Penelitian dilakukan di Laboratorium Patologi Klinik Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang pada Juli–Oktober 2025 menggunakan desain eksperimental dengan tiga kelompok: kontrol tanpa antikoagulan, EDTA, dan ekstrak kacang Tonka dengan variasi konsentrasi. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak kacang Tonka 120 µL mampu mencegah pembekuan darah dalam 5 menit, sebanding dengan EDTA. Secara mikroskopis, morfologi eritrosit tetap normal tanpa aglutinasi. Pemeriksaan hematologi menunjukkan nilai WBC, RBC, HGB, HCT, dan PLTmendekati EDTA dengan selisih 2–8%. Uji Repeated ANOVA menunjukkan perbedaan bermakna pada WBC (p < 0,05), sementara parameterlain relatif serupa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak kacang Tonka berpotensi sebagai antikoagulan alami, namun diperlukan optimasi konsentrasi dan uji lanjutan untuk standarisasi penggunaan dalam pemeriksaan hematologi rutin.
Edukasi Pemeriksaan Hemoglobin Sebagai Upaya Pencegahan Anemia Pada Remaja Wanita Juwy Trianes; Bastian Bastian; Adi Saputra; Widya Yuniasari
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altfani.v6i1.1034

Abstract

Anemia masih menjadi permasalahan kesehatan utama pada remaja wanita di Indonesia akibat kebutuhan zat besi yang meningkat, kehilangan darah saat menstruasi, serta rendahnya pemahaman mengenai pentingnya asupan gizi dan pemeriksaan hemoglobin (Hb). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja wanita mengenai pencegahan anemia melalui edukasi dan pemeriksaan Hb. Kegiatan diikuti 47 remaja wanita di RT Tangga Takat Plaju Palembang dan dilaksanakan melalui penyuluhan, demonstrasi pemeriksaan Hb, serta pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan rendahnya pengetahuan peserta, namun setelah edukasi, nilai post-test meningkat dari rata-rata 53,06 menjadi 80,10. Pemeriksaan Hb menunjukkan sebagian besar peserta memiliki kadar Hb normal, tetapi beberapa ditemukan dalam kategori anemia sedang hingga berat (7,3–8,3 g/dL). Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan dan pemeriksaan Hb efektif meningkatkan kesadaran remaja dalam menjaga kesehatan darah dan mencegah anemia secara berkelanjutan.