Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN PEMERIKSAAN TES CEPAT MOLEKULER (TCM) GENEXPERT PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PALEMBANG BARI Bastian Darwin
jurnal kesehatan terapan sains dan teknologi Vol 2 No 1 (2024): Journal Health Applied Science And Technology (JHAST)
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/jhast.v2i1.39

Abstract

Background: Tuberculosis is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. The diagnosis of pulmonary TB is made based on the clinical picture, physical examination, radiological picture, laboratory examination, and tuberculin test. The pulmonary TB diagnosis currently used routinely in laboratories including hospitals and health centers is bacteriological diagnosis using the rapid molecular test (TCM) technique, while microscopic examination is used as a follow-up examination (monitoring) in patients receiving treatment. TCM examination is a molecular detection method based on nested real-time PCR. The use of TCM is a priority for TB testing because it has several advantages, including: it can diagnose TB and resistance to rifampicin quickly, accurately with high sensitivity, and results can be known in approximately 2 hours. Objectives: The aim of this study is to see the description of TCM examinations in patients at Palembang BARI Regional Hospital based on gender and age groups. Method: This research was conducted at the Palembang BARI Regional General Hospital Laboratory Installation. The samples taken were from patients at the Palembang BARI Regional General Hospital and not referrals from other health service facilities. 50 samples were taken and grouped based on TCM results, gender and age. Result: In grouping based on TCM results, the highest result was negative. In gender grouping, more male patients underwent TCM examinations. In the age grouping, the elderly are more likely to undergo TCM examinations. Conclusion: There are several factors that cause a person to become infected with TB, namely social status, smoking, and having the habit of drinking alcohol.
THE ROLE OF KOMBUCHA IN HEALTH: BIBLIOMETRICS ANALYSIS Bastian, Bastian; Nurhidayanti, Nurhidayanti; Trianes, Juwy
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2905

Abstract

Kombucha adalah minuman fermentasi yang secara tradisional dibuat dari teh hijau atau hitam menggunakan kultur simbiotik bakteri dan ragi (SCOBY). Minuman ini telah dikonsumsi secara luas di Asia Timur selama berabad-abad dan kini semakin menarik minat ilmiah global karena potensi manfaat kesehatannya. Studi ini bertujuan untuk menganalisis tren publikasi ilmiah tentang fermentasi kombucha dan aspek kesehatannya melalui pendekatan bibliometrik, guna mengidentifikasi titik panas penelitian dan celah yang perlu dieksplorasi di masa depan. Studi bibliometrik kuantitatif deskriptif dilakukan menggunakan basis data Google Scholar, PubMed, dan Scopus. Kata kunci “fermentasi kombucha” digunakan untuk mengidentifikasi artikel yang diterbitkan antara tahun 2016 dan 2025, menghasilkan 30 publikasi ilmiah. Tren publikasi dan jaringan ko-munculan kata kunci divisualisasikan dan dipetakan menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Analisis menunjukkan bahwa penelitian kombucha terutama berfokus pada kandungan probiotiknya, aktivitas antioksidan dan antimikroba, serta produksi senyawa bioaktif seperti polifenol dan asam glukuronat. Senyawa-senyawa ini berkontribusi pada efek pendukung kesehatan, termasuk detoksifikasi hati. Namun, hanya sebagian kecil (kurang dari 20%) dari publikasi yang ditinjau memberikan wawasan rinci tentang mekanisme molekuler atau studi in vivo. Meskipun fermentasi kombucha telah menunjukkan potensi biomedis yang signifikan, studi komprehensif tentang jalur biokimia spesifik, senyawa aktif, dan efek klinisnya masih terbatas, terutama di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya. Oleh karena itu, penelitian di masa depan perlu memperluas cakupan ke penyelidikan molekuler dan klinis untuk memaksimalkan peran kombucha sebagai terapi pendukung inovatif untuk penyakit degeneratif.
Edukasi pemantapan mutu internal untuk pemeriksaan preparat BTA Bastian, Bastian; Wulandari, Atika Putri; Damayanti , Allya
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.4340

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petugas laboratorium terhadap pentingnya Pemantapan Mutu Internal (PMI) dalam pemeriksaan preparat Basil Tahan Asam (BTA) yang merupakan bakteri penyebab Tuberkulosis (TBC). Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di Indonesia. Pemeriksaan mikroskopis basil tahan asam (BTA) menggunakan metode pewarnaan Ziehl-Neelsen (ZN) merupakan metode utama dalam menegakkan diagnosis TBC. Namun, kualitas pemeriksaan tersebut sangat bergantung pada penerapan Pemantapan Mutu Internal (PMI) di laboratorium. Edukasi dilakukan melalui penyuluhan dan media poster kepada 20 petugas laboratorium di RS Muhammadiyah Palembang. Evaluasi melalui pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi PMI secara langsung dapat meningkatkan kompetensi petugas laboratorium dalam memastikan keakuratan hasil pemeriksaan BTA, sehingga mendukung program pengendalian TBC secara lebih efektif.
Potensi Zat Kumarin Pada Kacang Tonka Sebagai Antikoagulan Alternatif Pada Pemeriksaan Hematologi Rutin Bastian, Bastian; Desika Mela Amelia; Asteria, Viola; Salsabillah, Felisa; Trianes, Juwy
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Potekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmak.v16i2.1850

Abstract

Koagulasi merupakan proses fisiologis yang berperan penting dalam menghentikan perdarahan, namun aktivitas yang berlebihan dapat memicu kondisi patologis seperti trombosis. Dalam pemeriksaan hematologi, penggunaan antikoagulan esensial untuk mencegah pembekuan darah sehingga hasil pemeriksaan tetap akurat. EDTA umum digunakan sebagai antikoagulan standar melalui mekanisme pengikatan ion kalsium. Seiring meningkatnya kebutuhan alternatif alami yang lebih ramah lingkungan, penelitian terhadap senyawa kumarin pada kacang Tonka (Dipteryx odorata), yang diketahui memiliki aktivitas antikoagulan mirip warfarin, menjadi menarik untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi ekstrak kacang Tonka sebagai antikoagulan alternatif pada pemeriksaan hematologi rutin. Penelitian dilakukan di Laboratorium Patologi Klinik Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang pada Juli–Oktober 2025 menggunakan desain eksperimental dengan tiga kelompok: kontrol tanpa antikoagulan, EDTA, dan ekstrak kacang Tonka dengan variasi konsentrasi. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak kacang Tonka 120 µL mampu mencegah pembekuan darah dalam 5 menit, sebanding dengan EDTA. Secara mikroskopis, morfologi eritrosit tetap normal tanpa aglutinasi. Pemeriksaan hematologi menunjukkan nilai WBC, RBC, HGB, HCT, dan PLTmendekati EDTA dengan selisih 2–8%. Uji Repeated ANOVA menunjukkan perbedaan bermakna pada WBC (p < 0,05), sementara parameterlain relatif serupa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak kacang Tonka berpotensi sebagai antikoagulan alami, namun diperlukan optimasi konsentrasi dan uji lanjutan untuk standarisasi penggunaan dalam pemeriksaan hematologi rutin.