Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN SERANGGA PADA TANAMAN LEMON (Citrus limon L.) DI PT. AL-FATIH PORANG INDONESIA Agussalim, Nilam Cahya; Syarifuddin, Rifni Nikmat; Asra, Reza
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 8 No. 2 (2024): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v8i2.13128

Abstract

Abstract Lemon plantations (Citruslimon L.) are popular fruit plantations because they have benefits and nutritional content of various vitamins so that demand for lemons in the community increases. One of the factors that influences the growth, development and production of lemons is the presence of various types of insects, both beneficial and detrimental. PT. Al-Fatih Porang Indonesia is a company operating in the agricultural sector that cultivates lemons with a plantation area of 80 Ha. The aim of this research is to find out the types of insects that are in lemon plantations and to identify types of insects that have the potential to become natural enemies of pests in lemon plantations. The research that will be used is descriptive research by describing the types of insects in lemon plantations. Insects were collected using absolute methods (direct observation) and relative methods (20 pitfall traps, 8 yellow traps, 5 attractants with methyl eugenol, sweep net) with collection times, namely every day for three days every week for 6 weeks. Insect collection is carried out at diagonal points in the lemon garden. There are 19 types of insect species found in lemon plantations, namely ants (tapinoma sp.), bedbugs (S. Coarctata), mealybugs (P. Citriculus), orange leaf caterpillars (Papilio sp.), crickets (Gryllus sp.), fruit fly (Bactrocera Dorsalis), beetle (C. Transversalis), house fly (M. Domestica), wasp moth (A. Huebneri), longhorned beetle (P. Punctate), skipper butterfly (C. Tripuctus), cockroach asia (B. Asahinai), volucella zonaria (V. Zonaria), Chlaenius, dragonfly (O. Sabina), bark beetle(D. Maculatus), night beetle(Adoretus), carpenter bee(Xylocopa), woodhopper (V. Nigricornis). There are three types of insect species that have the potential to be natural enemies of lemon plantation pests, namely ants (tapinoma sp.), crickets (Gryllus sp.), zonaria bee flies (V. Zonaria). The output of this research is a research report and scientific article which will be published in accredited journal (synta 4). Keywords: Diversity Of Insects, Lemons, Order
Pemberdayaan Masyarakat Desa Ciro-Ciroe Melalui Pelatihan Inovasi Pengolahan Produk Olahan Cabai Bernilai Ekonomi Tinggi AR, Trisnawaty; Asra, Reza; Nikmat Syarifuddin, Rifni; Ernayanti; Mahendra, Zulsah; Harsono; Fernanda, Bossi; Muh. Reski; Abd. Mujib M.
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.615

Abstract

Desa Ciro-Ciroe memiliki potensi komoditas cabai yang cukup besar, namun pemanfaatannya masih terbatas pada penjualan cabai segar sehingga nilai ekonominya rendah dan sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga pasar. Selain itu, keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai teknik pengolahan pascapanen menyebabkan potensi cabai belum dioptimalkan secara maksimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan nilai ekonomi cabai melalui pelatihan inovasi produk olahan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pelatihan pengolahan cabai menjadi produk sambal dan cabai kering, praktik pengemasan produk, serta evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam pengolahan cabai, terbentuknya produk olahan cabai yang bernilai tambah, serta meningkatnya minat peserta untuk mengembangkan usaha berbasis cabai. Kegiatan ini dapat disimpulkan efektif dalam memberdayakan masyarakat Desa Ciro-Ciroe dan meningkatkan nilai tambah komoditas cabai, sehingga berpotensi mendukung penguatan ekonomi rumah tangga dan keberlanjutan usaha desa.
Preferensi Penggerek Batang Padi Putih Scirphopaga innotata Walker pada Tiga Varietas Padi irfan, M.; Syarifuddin, Rifni Nikmat; Asra, Reza
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 8, No 2 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 2 Februari 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.8.2.2026.21361.62-68

Abstract

ABSTRAK. Padi merupakan komoditas pangan utama yang sangat penting bagi sebagian besar umat manusia karena mengandung karbohidrat sebagai sumber energi. Permintaan terhadap padi terus meningkat seiring kebutuhan konsumsi dan ekspor, terutama bagi petani kecil di Indonesia. Namun, produktivitas padi seringkali terhambat oleh serangan hama, salah satunya Scirpophaga innotata, yang dikenal sebagai penggerek batang padi putih. Hama ini merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman (OPT) utama yang menyebabkan kerusakan serius pada titik tumbuh tanaman. Dampaknya adalah kematian tunas utama dan penurunan jumlah anakan (sundep), serta terganggunya pembentukan malai pada fase generatif (beluk). Secara empiris, peningkatan insidensi sundep sebesar 1% dapat menurunkan hasil hingga 32,68 kg per hektar, sementara serangan beluk sebesar 1% dapat menyebabkan kehilangan hasil antara 0,9%–1%. Oleh karena itu, dibutuhkan identifikasi varietas padi yang lebih tahan terhadap hama ini sebagai bagian dari pengendalian berkelanjutan dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respons tiga varietas padi—Ciherang, Mekongga, dan CL 284—terhadap serangan Scirpophaga innotata, serta mengidentifikasi karakter fenotipik yang berpotensi memberikan ketahanan alami. Penelitian dilakukan di Green House Experimental Farm Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada Februari–Mei 2025. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), setiap varietas ditanam tiga tanaman per unit dan diulang lima kali, menghasilkan total 45 unit percobaan. Hasilnya akan disusun menjadi artikel ilmiah untuk publikasi pada jurnal terakreditasi SINTA 4.
ANALISA POTENSI JERAMI PADI SEBAGAI PAKAN TERNAK SAPI POTONG MELALUI PENDEKATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Asra, Reza; Irwan, Muh.
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 2 No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v2i1.622

Abstract

Kebutuhan produk peternakan bagi masyarakat mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, peningkatan daya beli masyarakat dan terbukanya cara pandang masyarakat terhadap peternakan. Namun, peningkatan kebutuhan tersebut tidak diikuti dengan peningkatan produk peternakan itu sendiri terutama yang bersumber dari sapi pedaging yang mengakibatkan kebutuhan daging sapi masih dipenuhi melalui impor. Salah satu penyebab hal itu terjadi karena faktor pakan yang belum tersedia secara maksimal Tanpa penyelesaian faktor pakan maka upaya pengembangan sapi pedaging tidak akan maksimal dan Indoensia pasti akan menjadi negara importir yang berkepanjangan. Permasalahan lain yang dihadapi oleh peternak sapi potong adalah degradasi padang penggembalaan yang berimplikasi terhadap penurunan produksi pakan ternak. Padahal pakan yang bersumber dari padang penggembalaan termasuk pakan yang paling murah. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mengetahui sebaran luasan sawah dan produksi jerami di Kabupaten Sidrap dan selanjutnya dikonversi ke dalam satuan ternak. Berdasarkan pemetaan yang dilakukan maka diperoleh hasil jumlah luasan sawah di Kabupaten Sidrap adalah 50097,11 Ha dengan total produksi jerami sebesar 601.164.793 kg per tahun dalam kondisi (506.300.989 dalam kondisi kering). Produksi jerami tersebut dapat menampung 221940,16 ST per tahun jika digunakan secara tunggal dengan nilai konversi 6,25 Kg bahan kering per ST per hari. Berdasarkan hasil pemetaan dengan sistem informasi geografis dan konversi kebutuhan ternak maka diperoleh hasil bahwa produksi jerami di Kabupaten Sidrap mampu menyediakan pakan sebesar 221940,16 ST per tahun dalam penggunaan tunggal. Meskipun demikian, penggunaan secara tunggal tidak disarankan karena faktor pembatas pada jerami tersebut.
IDENTIFIKASI POLA KEMITRAAN DALAM PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KAKAO Mursalat, Aksal; Padapi, Astrini; Wulandary, Ayu; Asra, Reza
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 20, No 1 (2023): FEBRUARY
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v20i1.56263

Abstract

Cocoa development in East Luwu Regency has prospects based on the potential for production and marketing of cocoa beans. However, there are problems including productivity and low cocoa prices. To overcome these problems, it is necessary to develop cocoa agribusiness through a partnership pattern. The purpose of this study was to identify partnership patterns in cocoa agribusiness development and to determine the level of satisfaction of farmers who partnered with PT. Mars Symbioscience Indonesia. The research method is in the form of direct observation and interviews with the parties involved in the implementation of the partnership pattern, then the data is analyzed using descriptive and analysis of the level of conformity through the level of importance and level of satisfaction. The results showed that the partnership pattern in cocoa agribusiness development in East Luwu Regency was included in the plasma core pattern category, as the nucleus was PT. Mars Symbioscience Indonesia provides capital assistance, training, and training as well as marketing of the harvest, while as a plasma, cocoa farmers produce cocoa commodities. The partnership pattern activities include the upstream sector providing and providing some agricultural equipment assistance, providing seeds and experimental gardens to farmers, the farming sector providing guidance in cocoa cultivation and improving the quality of cocoa beans through harvest and post-harvest counseling and the downstream sector developing direct purchasing patterns to farmers. cocoa farmer. In addition, the level of conformity obtained from the questionnaire on the level of importance and the level of satisfaction of the partnership pattern in cocoa agribusiness development shows an average value of >100%, namely 104.78% in the very satisfied category.