Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Peningkatan Kemampuan Membaca melalui Media Buku Cerita di Sekolah Dasar Chasanah, Faricha Uswatun; Ibrahim, Muslimin; Hidayat, Muhammad Thamrin; Rahayu, Dewi Widiana
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1397

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran melalui media buku cerita, mendeskripsikan peningkatan kemampuan membaca, mendeskripsikan hambatan yang dihadapi didalam keterlaksanaan pembelajaran. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar keterlaksanaan pembelajaran, lembar hambatan, dan hasil tes kemampuan membaca menggunakan n gain. Hasil penelitian ini menunjukkan penilaian n gain untuk menilai kemampuan membaca siswa terdapat 16 orang siswa dengan kategori sedang sejumlah 9 orang dan peningkatan skor kemapuan membaca tinggi sejumlah 7 orang dapat dikatakan bahwa ada peningkatan skor siswa di nilai posttest yang signifikan. Adapun hambatan yang terjadi yaitu, lokasi rumah siswa tidak terjangkau jaringan internet, siswa kurang focus ketika pembelajaran berlangsung, banyaknya tugas menumpuk diruamh dan belum dikumpulkan oleh siswa, beberapa siswa yang terlambat mengangkat video call grup, 3 siswa yang tidak memiliki gawai karena orang tua nya bekerja. Semua masalah itu dapat diatasi dengan membentuk kelompok siswa yang berdekatan dan bergabung dengan teman yang memiliki HP, jaringan internet dengan memerhatikan protocol Kesehatan
Pengaruh Aplikasi Youtube sebagai Media Pembelajaran Daring untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Ekosistem di Sekolah Dasar Hidayati, Nur Isnainy; Hidayat, Muhammad Thamrin; Kasiyun, Suharmono; Rahayu, Dewi Widiana
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1474

Abstract

Di dalam penelitian ini menggunakan salah satu jenis penelitian dengan desain quasi eksperimen dengan menggunakan rancangan kelompok Nonequivalent control group design. Subjek Penelitian adalah siswa kelas VA SDN Ngagel 1/394 Surabaya tahun ajaran 2020/2021 yang berjumlah 25 siswa. Acuan yang digunakan dalam instrumen penelitian ini ialah postest dan pretest yang berupa hasil belajar. Data postest dan pretest di analisis dengan menggunakan SPSS versi 25. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan tiga hal berikut ini. Hasil belajar materi ekosistem siswa sebelum menggunakan media aplikasi youtube di kelas V SDN Ngagel 1/394 Surabaya tergolong rendah. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata siswa 62,8, hasil belajar materi ekosistem siswa sesudah digunakan media aplikasi youtube di kelas V SDN Ngagel 1/394 Surabaya tergolong tinggi. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata siswa 91,8, ada pengaruh yang signifikan dari penggunaan media aplikasi youtube terhadap hasil belajar siswa pada materi ekosistem pada kelas V SDN Ngagel 1/394 Surabaya. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05
Empowering Paud Teachers Through Montage Activities to Enhance Children’s Motor and Language Skills Asmara, Berda; Rahayu, Dewi Widiana; Aquariza, Novi Rahmania
Indonesia Berdaya Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251235

Abstract

This community engagement program was designed to enhance the pedagogical skills of early childhood educators by introducing montage-based learning as an innovative method to support children's fine motor and language development. The program was implemented at a rural early childhood education center in Pasuruan, Indonesia, where a significant number of children exhibited limited motor and verbal abilities, and teachers had not previously applied montage as a structured learning and evaluation tool. The program involved a series of activities, including needs assessment, training workshops, guided classroom implementation, and evaluation using a custom-designed assessment rubric. The results showed significant improvements in both teacher competence and student engagement. Teachers demonstrated increased confidence and creativity in planning and conducting montage activities, while children displayed better coordination and expressive language skills during and after the intervention. The developed rubric was found to be effective in capturing children's developmental progress in a structured manner. Overall, the program successfully empowered educators to integrate art-based methods into their teaching strategies, resulting in a more engaging and developmentally supportive learning environment. This approach holds promise for broader application in other early childhood education contexts to address similar pedagogical challenges.
Menumbuhkan Interaksi Saling Menghargai melalui Boardgame tentang Nilai-Nilai Budaya Maaf, Tolong, dan Terima Kasih di Kalangan Siswa SD Wahyudi, Agus; Rulyansah, Afib; Rahayu, Dewi Widiana; Syaiful, Yuanita
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i4.716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas media pembelajaran berupa boardgame edukatif yang mengintegrasikan nilai-nilai sopan santun dalam konteks permainan sosial yang menyenangkan. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen non-equivalent control group design, penelitian ini melibatkan 60 siswa kelas IV dari sebuah sekolah dasar negeri di Surabaya yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen (menggunakan boardgame) dan kelompok kontrol (metode konvensional). Instrumen pengumpulan data berupa angket skala Likert, lembar observasi, dan wawancara pendukung digunakan untuk mengukur perubahan dalam penggunaan bahasa sopan, kesediaan membantu, dan sikap empatik. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen dalam semua indikator interaksi sosial, berbeda dengan kelompok kontrol yang peningkatannya tidak signifikan. Data juga menunjukkan bahwa siswa lebih aktif, reflektif, dan terlibat secara emosional selama bermain boardgame. Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis permainan dapat menjadi alternatif yang kontekstual dan efektif dalam pendidikan karakter. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan experiential learning dalam menanamkan nilai-nilai sosial kepada anak, dengan menjadikan pembelajaran sebagai pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Boardgame yang dirancang secara kontekstual tidak hanya mengedukasi, tetapi juga membangun ruang sosial yang merangsang empati, komunikasi, dan kebiasaan menghargai orang lain.
Peran Guru dalam Meningkatkan Karakter Disiplin Peserta Didik pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Kurikulum Merdeka Kelas IV di UPT SDN 283 Gresik Bahiroh, Fadiyatul; Nafiah, Nafiah; Rahayu, Dewi Widiana; Akhwani, Akhwani
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 3 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i3.739

Abstract

Disiplin merupakan kemampuan untuk mengendalikan diri dan bertindak sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku. Guru Pendidikan Pancasila memiliki peran penting dalam mendisiplinkan peserta didik dengan menunjukkan disiplin dalam diri mereka sendiri. Melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dapat membentuk karakter disiplin pada peserta didik.  Oleh karena itu, disiplin sangat penting dalam proses pendidikan untuk membantu menciptakan pengembangan karakter peserta didik, dan mempersiapkan mereka untuk menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab dan berbudaya. Dalam hubungan ini dibutuhkan peran guru dalam meningkatkan karakter disiplin peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Peran Guru Dalam Meningkatkan Karakter Disiplin Peserta Didik Pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Kurikulum Merdeka Kelas IV Di UPT SDN 283 Gresik. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Instrument pengumpulan data menggunakan, yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan Uji Kredibilitas, Uji Dependabilitas. Adapun Teknik Analisis Data dilakukan dengan cara : Data Reduction, Data Display, Verifikasi Data. Dari hasil penelitian dapat dipahami bahwa dalam meningkatkan karakter disiplin peserta didik peran guru sangat dibutuhkan, yaitu peran guru sebagai pendidik, sebagai pengajar, sebagai pembimbing, sebagai teladan. Faktor pendukung dan penghambat dalam penelitian inii dipengaruhi oleh faktor internal yaitu berasal dari diri peserta didik sendiri sedangkan faktor eksternal berasal dari, lingkungan keluarga, masyarakat, sekolah.
Pengaruh Metode Tutor Sebaya Berbantu Powerpoint Interaktif Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas 5 SDN Margorejo V Surabaya pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Sari, Elisa Mardita; Nafi'ah, Nafi'ah; Rahayu, Dewi Widiana; Mustofa, Mustofa
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 3 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i3.740

Abstract

Hasil belajar siswa yang rendah merupakan suatu permasalahan yang harus diperhatikan, hal tersebut dipicu dari media pembelajaran yang kurang sesuai dan metode pembelajaran yang hanya berpusat pada guru. Rendahnya nilai hasil belajar siswa peneliti tertarik melakukan penelitian metode tutor sebaya berbantu powerpoint interaktif terhadap hasil belajar siswa pada mata Pelajaran Pendidikan Pancasila sehingga hasil belajar meningkat. Riset ini bertujuan untuk menguji pengaruh metode tutor sebaya berbantu powerpoint interaktif terhadap hasil belajar siswa pada mata Pelajaran Pendidikan Pancasila. Peneliti melakukan penelitian menggunakan Quasi Experimental Design dengan Nonequivalent Control grup Design. Jumlah siswa dalam penelitian ini adalah 44 orang. Kelas eksperimen V B 21 orang dan kelas kontrol V A 23 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan pada kelas yang diberikan perlakuan tutor sebaya berbantu powerpoint interaktif, didapat pada pengujian hipotesis dengan uji-t menunjukkan bahwa 0,157 lebih kecil 0,005. Sehingga ????0 ditolak dan ????a disetujui, yang menunjukkan bahwa penggunaan metode tutor sebaya berbantu powerpoint interaktif berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar.
Penanaman Karakter Religius pada Peserta Didik Melalui Penerapan Program Islamic Full Day School Sari, Galuh Mayang; Djazilan, M. Sukron; Sunanto, Sunanto; Rahayu, Dewi Widiana
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 3 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i3.747

Abstract

Penanaman karakter pada peserta didik melalui program full day school dapat dinilai dari pencapaian tujuan pendidikan sekolah dan hasil dari proses pembentukan karakter itu sendiri terutama pada karakter religiusnya. Salah satu upaya untuk membentuk karakter siswa yang berkualitas adalah melalui sekolah yang berbasis agama dan menerapkan sistem full day school agar pembentukan karakter secara kontinu tersebut dapat mencapai hasil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan full day school dalam penanaman karakter religius siswa di SD Islam Khazanah Ilmu, dan mengetahui proses penanaman karakter religius pada program full day school di SD Islam Khazanah Ilmu. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deksriptif kualitatif, yang melibatkan analisis, deskripsi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya full day school siswa lebih terbimbing dengan kegiatan pembiasaan, penguatan perilaku, ekstrakurikuler, dan penanaman nilai agama pada siswa, sehingga siswa lebih memiliki kegiatan produktif dan tidak memiliki waktu untuk melakukan penyimpangan sosial. Simpulan ini menunjukkan full day school siswa lebih terbimbing dengan kegiatan pembiasaan, penguatan perilaku, ekstrakurikuler, dan penanaman nilai agama pada siswa, sehingga siswa lebih memiliki kegiatan produktif dan tidak memiliki waktu untuk melakukan penyimpangan sosial.
Kultur Sekolah dalam Membangun Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab Siswa dalam Membangun Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab Siswa Andriani, Tharisa Putri; Rahayu, Dewi Widiana; Hidayat, Muhammad Thamrin; Ghufron, Syamsul
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 3 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i3.748

Abstract

Disiplin dan tanggung jawab merupakan elemen krusial dalam kehidupan dan proses pendidikan. Salah satu tujuan utama pendidikan adalah membentuk individu yang disiplin dan bertanggung jawab. Penerapan disiplin melalui metode pembiasaan dalam kultur sekolah bertujuan untuk melatih siswa agar memiliki rasa tanggung jawab, ketepatan waktu dalam menjalankan tugas, serta kesadaran akan pentingnya disiplin dan tanggung jawab. Proses pembiasaan ini secara tidak langsung meningkatkan tingkat kedisiplinan dan tanggung jawab siswa. Penelitian ini dilakukan di SD Islam Khazanah Ilmu Sidoarjo, dengan tujuan mengkaji penerapan kultur sekolah dalam pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis melalui proses reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kultur sekolah dalam membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab siswa di SD Islam Khazanah Ilmu Sidoarjo meliputi: (a) pembiasaan keteladanan, (b) pembiasaan spontan, (c) pembiasaan rutin, dan (d) pengkondisian. Serta terdapat kultur yang ada dalam (a) Kultur di sekolah, (b) Kultur di Kelas, (c) Kultur di luar sekolah. Dengan penerapan kultur sekolah ini, siswa mampu menumbuhkan rasa disiplin dan tanggung jawab dalam semua kegiatan dengan tertib.
Peran Guru Terhadap Kreativitas Anak dalam Proses Belajar Mengajar di Sekolah Dasar Negeri Baipajung 3 Bangkalan Fitria, Aidatul; Hartatik , Sri; Rahayu, Dewi Widiana; Mariati, Pance
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 3 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i3.793

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran guru dalam mengembangkan kreativitas anak dalam proses belajar mengajar di SDN Baipajung 3 Bangkalan. Fokus penelitian ini adalah pada metode, strategi, dan kendala yang dihadapi oleh guru untuk mendorong kreativitas siswa, serta dampak peran tersebut terhadap perkembangan kreativitas anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi kelas yang melibatkan guru dan siswa, wawancara mendalam dengan guru, dan analisis dokumen. Sampel penelitian ini adalah guru dan siswa kelas I SDN Baipajung 3 Bangkalan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa guru berperan penting dalam menumbuhkan kreativitas anak. Sebelum pembelajaran guru sudah menyiapkan perangkat pembelajaran dan berbagai metode pengajaran inovatif, seperti pembelajaran berbasis proyek dan pendekatan kolaboratif, untuk mendorong siswa berpikir kreatif dan inovatif. Selain itu, guru menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan menyenangkan, memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan ide-ide siswa. Strategi yang digunakan guru untuk meningkatkan kreativitas siswa antara lain pemilihan bahan-bahan dan alat yang sesuai dengan tema, pelatihan secara terus menerus untuk meningkatkan kerapian siswa dalam menempel, dan pemberian motivasi dan apresiasi secara berkelanjutan. Adapun kendala yang dihadapi guru antara lain ketidak seimbangan bakat siswa dan waktu belajar yang kadang kurang efektif. Kesimpulan penelitian ini adalah guru mempunyai peranan penting dalam mengembangkan kreativitas anak. Guru yang aktif dan inovatif dapat menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif bagi berkembangnya kreativitas siswa. Kajian ini merekomendasikan agar sekolah dan kepala sekolah lebih banyak memberikan pelatihan dan dukungan kepada guru dalam mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif, serta menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung proses belajar mengajar yang kreatif.
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Menumbuhkan Karakter Kreatif di Sekolah Penggerak Sekolah Dasar Surabaya Laily, Izzatul; Akhwani, Akhwani; Rahayu, Dewi Widiana; Sunanto, Sunanto
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 3 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i3.818

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh sebelum pandemi,Kemendikbud mengeluarkan kebijakan yang memungkinkan Kurikulum 2013 digunakan. Untuk mencapai hal ini, program penguatan profil pelajar Pancasila (P5) dimulai sebagai bagian dari kurikulum merdeka. Tujuannya adalah untuk meningkatkan karakter siswa dan mendorong mereka untuk memperoleh keterampilan yang tercantum dalam profil siswa Pancasila, yang didasarkan pada standar kompetensi lulusan. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan implementasi P5 dalam menumbuhkan karakter kreatif peserta didik SD Muhammadiyah 26 Surabaya, mengetahui prakik baik P5 dalam menumbuhkan karakter kreatif peserta didik SD Muhammadiyah 26 Surabaya, dan mengevaluasi hambatan serta solusi impelemntasi P5 di SD Muhammadiyah 26 Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data yang digunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil dari penelitian menujukkan (1) implementasi P5 menggunakan tema kewirausahaan dan kearifan lokal, alokasi waktu yang digunakan terdpat 5JP, modul yang diintegrasikan dengan mapel matematika dan IPAS, serta asesmen yang digunakan menggunakan rubrik penilaian (2) praktik baik dari tema P5 yang diterapkan adalah peserta didik dapat mengeksplorasi ide-ide kreatif, membangun jiwa berwirausaha dan mendaptkan dukungan dari lingkungan keluarga sekolah (3) Hambatan dalam implementasi P5 adalah perbedaan karakteritsik atau keegoisan karakter peserta didik kelas serta solusi implementasi P5 adalah sebelum menerapkan P5 guru harus memahami karakteristik peserta didik.Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa SD Muhammadiyah 26 Surabaya menerapkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada 2022/2023, fokus pada dimensi kreatif dan tema kewirausahaan. Untuk menumbuhkan kreativitas siswa kelas IV, mereka menghadirkan ahli Eco Print yang memberikan ide-ide kreatif. Hasil karya siswa dipamerkan di sebuah mall di Surabaya. Hambatan utama adalah sifat egois siswa, diatasi dengan memberikan afirmasi positif.