Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI GIZI MENGGUNAKAN APLIKASI QUIZIZZ TERHADAP PENGETAHUAN, KONSUMSI SAYUR DAN BUAH PADA SISWA DI SMP NEGERI 19 PONTIANAK KOTA Celvinda Dwi Pramesti; Martinus Ginting; Ayu Rafiony; Adelia Rizki Rahmadani
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 2 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Juni 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1067

Abstract

Prevalensi kurang mengkonsumsi buah dan sayur penduduk menurut umur di Provinsi Kalimantan Barat prevalensi yang tidak mengkonsumsi buah dan sayur pada umur 10-14 tahun sebsesar 14,49% dan umur 15-19 sebesar 11,42%. Akan tetapi, produksi buah yang tinggi ternyata tidak merefleksikan perilaku konsumsi masyarakat yang tinggi pula. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan remaja yaitu dengan cara edukasi gizi. Proses edukasi gizi tidak terlepas dari pengaruh penggunaan alat peraga atau media yang mampu mendukung berlangsungnya kegiatan edukasi tersebut. Media edukasi yang digunakan adalah aplikasi Quizizz. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi menggunakan aplikasi Quizizz terhadap pengetahuan, konsumsi sayur dan buah pada siswa sekolah menengah pertama. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Quasi Eksperiment dengan rancangan pre – post test with kontrol group design, adapun sampel pada kelompok eksperimen yaitu siswa kelas 7 dan 8 SMP Negeri 19 Pontianak sebanyak 23 orang, kelompok kontrol yaitu siswa kelas 7 dan 8 di SMP Negeri 17 Pontianak sebanyak 23 orang. Adanya peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pada kelompok eksperimen dari rata-rata sebelum yaitu 47,39 menjadi 81,52 dan pada kelompok kontrol dari rata-rata sebelum yaitu 47,83 menjadi 72,61. Konsumsi sayur juga terdapat peningkatan sebelum dan sesudah pada kelompok eksperimen yaitu dari 26,74 menjadi 173,04 dan pada kelompok kontrol yaitu dari 21,74 menjadi 175,87. Konsumsi buah juga terdapat peningkatan sebelum dan sesudah pada kelompok eksperimen yaitu dari 32,61 menjadi 134,78 dan pada kelompok kontrol yaitu dari 30,04 menjadi 124,78. Berdasarkan hasil penelitian juga didapatkan perbedaan pengetahuan pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol tetapi pada konsumsi sayur dan konsumsi buah pada kedua kelompok tidak didapatkan perbedaan yang signifikan. 
MODEL PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM PENGENDALIAN STUNTING PADA ANAK USIA 0-24 BULAN MELALUI PELATIHAN PENGUKURAN ANTROPOMETRI : POSYANDU CADRE EMPOWERMENT MODEL TO CONTROL STUNTING IN CHILDREN AGED 0-24 MONTHS THROUGH ANTHROPOMETRIC MEASUREMENT TRAINING Desi; Ayu Rafiony; Didik Hariyadi; Nopriantini; petrika, yanuarti; Kristiana Yulianingsih
GEMA KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v15i2.426

Abstract

Kekerdilan (stunting) pada anak mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak Balita (Bawah Lima Tahun), sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Hal ini disebabkan karena kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak 1000 HPK. Pemberdayaan kader adalah strategi yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan serta mewujudkan kemandirian kader dalam melakukan peran dan fungsinya dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan kader posyandu dalam mendeteksi stunting bagi balita usia 0-24 bulan di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan pendekatan one grup pre-test dan post-test. Sebelum perlakuan diberikan diberikan pre-test dan di akhir diberi post-test, jumlah sampel sebanyak 35 orang. Data diambil dengan menggunakan kuesioner dan lembar obsevasi. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh pemberdayaan kader posyandu melalui pendampingan ibu hamil terhadap keterampilan kader dalam pengendalian stunting bagi balita usia 0-24 bulan dengan nilai signifikan (p=<0,001).  Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan perbedaan pengetahuan kader tentang stunting sebelum dan sesudah pendampingan, dengan peningkatan rata-rata pengetahuan dari 72,0 menjadi 93,31. Keterampilan menentukan status gizi ibu hamil melalui pengukuran LILA juga meningkat signifikan (7,71 menjadi 19,43). Kader cukup baik dalam menentukan status anemia berdasarkan nilai HB ibu hamil setelah pelatihan (mean 9,71 menjadi 15). Pelatihan pengukuran penjang badan berpengaruh signifikan terhadap keterampilan kader dalam mengukur balita (p<0,001), dengan peningkatan kemampuan mendeteksi stunting dari 0% menjadi 100%. Kata kunci: Balita, Model Pemberdayaan, Stunting   Stunting in children reflects the failure to thrive in children under five. So, the child becomes too short for his age. This is due to chronic malnutrition that occurs at 1000 HPK. Empowerment of cadres is a strategy used to increase the ability and realize the independence of cadres in carrying out their roles and functions in the development of public health. This study aims to determine the effect of empowering posyandu cadres in detecting stunting for toddlers aged 0-24 months in Desa Kapur, Sungai Raya District, Kubu Raya Regency. The research design used was experimental research using a one-group pre-test and post-test approach. Before the treatment, a pretest was given, and a posttest was presented at the end. The number of samples was as many as 35 people. Data were taken using questionnaires and observation sheets. The results of this study indicate that there is an effect of training in measuring body length using a lengthboard on the skills of cadres in taking measurements for toddlers aged 0-24 months with a significant value (p = <0.001). The research results indicate a difference in cadre knowledge about stunting before and after mentoring, with an average knowledge increase from 72.0 to 93.31. Skills in determining the nutritional status of pregnant women through LILA measurement also significantly improved (7.71 to 19.43). Cadres are proficient in determining anemia status based on pregnant women's HB values after training (mean 9.71 to 15). Activity measuring body length significantly influences cadre skills in measuring infants (p<0.001), with an increased ability to detect stunting from 0% to 100%. Keywords: Empowerment Model, Stunting, Toddler
Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Melalui Pelatihan Mendeteksi Stunting Di Desa Rasau Jaya Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya DESI, DESI; Ikawati Sulistyaningsih; Muhammad Jahri; Nopriantini; Yanuarti Petrika; Martinus Ginting; Ayu Rafiony; Dahliansyah; Maulianaulfa
Media Pengabdian Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2024): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/6zk41w65

Abstract

Keterbatasannya tenaga kesehatan di Indonesia menyebabkan daya cakup pelayanan kesehatan belum optimal. Sehingga strategi pembangunan partisipatif adalah cara yang efektif untuk menangani masalah stunting ini. Dikatakan partisipatif karena bukan hanya pemerintah yang harus sadar dan beraksi, namun juga masyarakat harus sadar dan bergerak untuk menangani masalah ini. Salah satunya adalah dengan pembedayaan kader kesehatan di posyandu-posyandu yang ada. Kasus stunting terjadi biasanya karena penyakit ini tidak disadari dan diketahui oleh masyarakat. Sehingga masyarakat perlu pemberdayaan agar tahu dan juga mengerti tanda-tanda stunting. Apabila masyarakat tahu karakteristik stunting sejak dini, maka bisa segera dilakukan penanganan agar tidak menimbulkan komplikasi yang buruk. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masyarakat, melalui kader posyandu dalam penanganan dan pencegahan masalah stunting diwilayah Puskesmas Rasau Jaya. Selain itu menerapkan model pemberdayaan masyarakat yang lebih partisipatif dalam penanganan dan pencegahan masalah stunting di wilayah Puskesmas Rasau Jaya. Metode kegiatan pengabdian masyarakat yang akan dilakukan berupa peningkatan kapasitas kader dalam melakukan kegiatan pendampingan. Adapun metode peningkatan kapasitas kader adalah dengan memberikan pelatihan, refresing kader, sosialisasi dan praktek dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader pendampingan. Selain itu untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai stunting, dampak stunting terhadap kesehatan dan dampaknya pada masa depan, menambah wawasan tentang upaya pencegahan dan penanganan stunting. Hasil Pengabmas di Desa Rasau Jaya Tiga, Kubu Raya, menunjukkan pemberdayaan kader posyandu berhasil meningkatkan pengetahuan penanggulangan stunting. Kader mampu antropometri dan menentukan status anemia ibu hamil lebih baik, mencerminkan komitmen dalam mendukung pencegahan stunting sesuai tujuan pengabdian masyarakat.
GAMBARAN PENGETAHUAN GIZI, ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN STATUS GIZI PADA REMAJA DI SMA NEGERI 8 PONTIANAK Fadila Setiani; Jonni Syah R Purba; Ayu Rafiony
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 3 No. 1 (2026): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2026
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1114

Abstract

Asupan zat gizi makro memegang peranan penting untuk mencapai proses pertumbuhan optimal, menjaga kesehatan secara keseluruhan serta status gizi secara individu terutama yang berkaitan dengan kekurangan serta kelebihan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan gizi, asupan zat gizi makro meliputi protein, lemak, karbohidrat, dan status gizi pada remaja kelas XI di SMA Negeri 8 Pontianak. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan desain penelitian crossecsional. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 43 orang remaja SMAN 8 Pontianak yang diambil secara random sampling. Data yang diambi berupa pengetahuan dan asupan zat gizi makro (energi, protein, karbohidrat dan lemak) serta status gizi dan data kemudian dianalisis secara univariat. Hasil menunjukkan pengetahuan gizi dalam kategori baik 83,7%. Distribusi asupan zat gizi makro secara berturut-turut adalah pada asupan protein pada kategori baik (46,5%), asupan lemak pada kategori lebih (44,2%) , sedangkan asupan karbohidrat yaitu pada kategori baik (44,2%). Status gizi pada responden menunjukkan kategori gizi baik dengan persentase mencapai 72,1%. Kesimpulannya, pengetahuan gizi remaja SMA N 8 Pontianak sebagian besar umumnya baik, namun untuk asupan zat gizi makro masih belum ada keseimbangan antara asupan protein, lemak dan karbohidrat dan status gizi sebagian besar sudah menunjukkan status gizi pada kategori gizi baik.
GAMBARAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO (ENERGI, PROTEIN, LEMAK, KARBOHIDRAT) DAN STATUS GIZI PADA REMAJA PUTRI DI SMP QURAN AL KARIMA KUBU RAYA Melinda Putri; Sopiyandi; Ayu Rafiony
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 3 No. 1 (2026): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Maret 2026
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1118

Abstract

Status gizi adalah keadaan tubuh yang dihasilkan dari mengkonsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi, yang menjadi gambaran kondisi tubuh sebagai akibat pemanfaatan zat-zat gizi dari makanan. Secara umum banyak sekali faktor yang terkait dengan timbulnya masalah gizi, antara lain faktor asupan zat gizi dan penyakit infeksi dan berbagai faktor lainnya, ketersediaan pangan dalam keluarga dan asuhan ibu terhadap anak. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023,  menunjukkan bahwa status gizi remaja di Kalimantan Barat obesitas sebesar 5,2%, gizi kurang sebesar 4,8% dan status gizi normal sebesar 90%. Tujuan Penelitian ini Mengetahui gambaran asupan zat gizi makro (energi, protein, lemak, karbohidrat) dan status gizi pada remaja putri di SMP Quran Al Karima Kubu Raya. Menggunakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional, metode pengambilan data adalah dengan melakukan  food recall dan pengukuran antropometri berdasarkan tinggi badan dan berat badan dilakukan di SMP Quran Al Karima Kubu Raya, Populasi dalam penelitian ini sebanyak 69 responden, sampel dalam penelitian ini adalah semua populasi remaja putri SMP Quran Al Karima Kubu Raya, yang berusia 11 sampai 15 tahun. Hasil Penelitian asupan energi cukup (76.8%), asupan protein cukup (91.3%), asupan lemak cukup (87.0%), asupan karbohidrat cukup (60.9%) dan status gizi imt/u gizi baik (95.7%). Status gizi baik persentase terbesar terdapat pada asupan energi cukup (100.0%), status gizi baik persentase terbesar terdapat pada asupan protein cukup (100.0%), status gizi baik persentase terbesar terdapat pada asupan lemak cukup (100.0%) dan status gizi baik persentase terbesar terdapat pada asupan karbohidrat cukup (100.0%). Gambaran asupan zat gizi makro meliputi energi, protein, lemak dan karbohidrat pada remaja putri di SMP Quran Al Karima Kubu Raya menunjukkan sebagian besar cukup dan status gizi (imt/u) sebagian besar menunjukan gizi baik.
GAMBARAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN STATUS GIZI PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS BINAAN PERUMNAS II KECAMATAN PONTIANAK BARAT KOTA PONTIANAK Adisti Desta Salsabila; Nopriantini; Ayu Rafiony
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 3 No. 2 (2026): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Juni 2026
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi ibu hamil merupakan kondisi gizi atau asupan nutrisi seorang ibu selama kehamilan yang dapat mempengaruhi kesehatan dan perkembangan janin. Faktor yang secara langsung mempengaruhi status gizi 5dibutuhkan dalam jumlah besar oleh tubuh dan sebagian besar berperan dalam penyediaan energi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran asupan zat gizi makro dan status gizi ibu hamil di wilayah Puskemas Binaan Perumnas II Kota Pontianak. Metode Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Populasi yang diteliti adalah ibu hamil pada trimester kedua dan ketiga. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 30 orang ibu hamil. Hasil Penelitian sebagian besar responden memiliki asupan energi dalam kategori cukup, yaitu sebesar 83,3%. Selain itu, mayoritas responden juga menunjukkan asupan protein yang melebihi kebutuhan, yakni sebesar 90,0%. Asupan lemak yang berlebih ditemukan 50,0% respondon, begitu pula dengan asupan karbohidrat yang berlebih juga terdapat 50,0% responden. Berdasarkan status gizi, sebagian besar responden tergolong dalam kategori gizi normal, yaitu sebesar 96,7%, sedangkan sisanya, sebanyak 3,3%, termasuk dalam kategori Kekurangan Energi Kronis (KEK). Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan Asupan energi responden persentase tertinggi  pada kategori cukup sebesar 83,3%.,Asupan protein persentase tertinggi terdapat pada kategori lebih sebesar 90,0 %,Asupan lemak responden  persentase tertinggi terdapat pada kategori lebih sebesar 50,0 %,Asupan karbohidrat responden dengan persentase tertinggi terdapat pada kategori cukup sebesar 50,0%,Status gizi ibu hamil persentase tertinggi pada kategori normal sebesar 96,7%.
PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN ASUPAN ENERGI IBU HAMIL KURANG ENERGI KRONIK (KEK) MELALUI PERMAINAN ULAR TANGGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUJUH BELAS TAHUN 2023 Abdul Hadi; Martinus Ginting; Ayu Rafiony
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 3 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi September 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1091

Abstract

WHO 2017, mengemukakan prevalensi Kurang Energi Kronis (KEK) pada kehamilan 35% sampai 75%. Riskesdas 2018, sebesar 17,3 % ibu hamil mengalami KEK. Resiko KEK pada ibu hamil dapat menyebabkan anemia, pendarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal, dan terkena penyakit infeksi. Pengetahuan mengenai gizi dan kesehatan akan berpengaruh terhadap pola konsumsi pangan. Tujuan penelitian: untuk mengetahui perbedaan pengetahuan gizi dan asupan energi ibu hamil kurang energi kronik (KEK) melalui permainan ular tangga di wilayah kerja Puskesmas Tujuh Belas Kecamatan Tujuh Belas Kabupaten Bengkayang. Jenis penelitian: eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain penelitian one group pre test-post test design. Hasil: Berdasarkan hasil uji non parametrik (Wilcoxon) diketahui bahwa Asymp. Sig. (2-tailed) bernilai 0.000, artinya ada perbedaan signifikan antara pengetahuan gizi dan asupan energi ibu hamil KEK sebelum dan sesudah edukasi gizi menggunakan ular tangga. Adanya peningkatan nilai pre-post test dan asupan enrgi ibu hamil. Kesimpulan: Ada perbedaan pengetahun gizi dan asupan energi ibu hamil KEK di Puskesmas Tujuh Belas Kecamatan Tujuh Belas sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi menggunakan permainan ular tangga.
PENGARUH KEGIATAN KELAS BALITA GIZI KURANG TERHADAPPENGETAHUAN GIZI IBU, POLA MAKAN DAN BERAT BADANBALITA DI DESA SUNGAI KELAMBU Astri Monica; Ayu Rafiony; Jurianto Gambir
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 3 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi September 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.109

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan gizi pada anak dapat menimbulkan dampak   seperti lambatnya pertumbuhan badan, rawan terhadap penyakit, menurunnya tingkat kecerdasan, terganggunya mental anak, jika ini tidak diatasi maka kekurangan gizi yang serius dapat menyebabkan kematian anak. Upaya preventif yang dilakukan terhadap balita underwaight adalah dengan kegiatan edukasi   kelas balita gizi kurang sebagai pendidikan gizi dan kesehatan untuk ibu balita.   Tujuan : untuk mengetahui pengaruh kegiatan kelas balita gizi kurang terhadap pengetahuan gizi ibu, pola makan dan berat badan balita di desa Sungai Kelambu wilayah kerja Puskesmas Sei Kelambu. Metode : dengan pre-eksperimen one group pre-test and post-test. Jumlah sampel 27 balita gizi kurang usia 6-59   bulan. Hasil penelitian : rata-rata skor pengetahuan gizi ibu sebelum diberikan   edukasi adalah 11,78 dan setelah diberikan edukasi meningkat menjadi 17,22.   Rata-rata skor pola makan balita sebelum edukasi adalah 34,00 meningkat   menjadi 38,41 setelah edukasi..  Berat  badan balita juga menunjukkan   peningkatan dengan rata-rata sebelum edukasi adalah 8,87 kg meningkat   menjadi 9,08 kg. Kesimpulan : ada pengaruh kegiatan kelas balita gizi kurang   terhadap pengetahuan gizi ibu, pola makan dan berat badan balita di Desa Sungai   Kelambu  
GAMBARAN PENGETAHUAN, BESARAN UANG JAJAN DAN SIKAP TERHADAP PEMILIHAN JAJANAN PADA SISWA KELAS X DI SMAN 1 SUNGAI AMBAWANG Najwa Azra Felisa; Ayu Rafiony; Suaebah
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 4 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1123

Abstract

  Latar Belakang : Jajanan sekolah menjadi pilihan utama bagi anak-anak karena warnanya yang menarik, rasanya enak, dan harganya yang terjangkau. Namun, rendahnya kesadaran akan gizi yang baik sering kali menyebabkan anak memilih makanan kurang sehat. Pemahaman tentang gizi yang baik sangat penting untuk mendorong anak memilih jajanan sehat dan bergizi. Selain itu, besarnya uang jajan juga memengaruhi kebiasaan anak dalam memilih makanan. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui gambaran pengetahuan, besaran uang jajan dan sikap terhadap pemilihan jajanan pada siswa kelas X di SMAN 1 Sungai Ambawang. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain cross-sectional untuk menganalisis pengetahuan, besaran uang jajan dan sikap yang mempengaruhi pemilihan jajanan sehat di kalangan siswa kelas X SMAN 1 Sungai Ambawang. Penelitian ini dilakukan November 2024, di SMAN 1 Sungai Ambawang. Sampel yang di hasilkan 70 responden. Sampel diambil menggunakan teknik random sampling dengan perhitungan  menggunakan rumus slovin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil Penelitian : Penelitian menunjukkan bahwa 82,9% siswa memiliki pengetahuan baik, 65,7% memiliki uang jajan kurang dari rata-rata, dan 92,9% memiliki sikap baik. Siswa dengan sikap baik sebagian besar memiliki pengetahuan baik dan uang jajan yang kecil.. Kesimpulan : Siswa-siswi kelas X SMAN 01 Sungai Ambawang memiliki pengetahuan yang baik, besaran uang jajan masih banyak kurang dari rata-rata, dan  sikap yang baik. 
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PRAKTIK KONSUMSI BUAH DAN SAYUR TERHADAP ISI PIRINGKU DI SMA NEGERI 1 AMBAWANG Taufik; Dahliansyah; Ayu Rafiony
Media Gizi Khatulistiwa Vol. 2 No. 4 (2025): Media Gizi Khatulistiwa Edisi Desember 2025
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2804/mgk.1811.1115

Abstract

Gizi seimbang merupakan selogan yang tidak semua orang memahaminya dan diperlukan edukasi lebih mengenai hal tersebut. Pengetahun seseorang tentang gizi seimbang dapat berpengaruh pada sikap dan prilaku dalam memilih makanan. Dengan pengaturan makan yang memperhatikan golongan makanan untuk di konsumsi seseorang. meliputi makanan pokok, lauk hewani dan lauk nabati, sayur dan buah dapat meningkatkan status gizi yang akan berdampak pada kondisi gizi namun jika tidak terpenuhi maka akan berdampak pada seseorang. Untuk mengetahui pengetahuan dan praktik konsumsi buah dan sayur pada remaja kelas X di SMA Negri 1 Sungai Ambawang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan Cross Sectional dengan jumlah sampel sebanyak 40 siswa kelas X SMA Negri 1 Sungai Ambawang, sampel berusia 15-16 tahun. Analisis data adalah univariat dengan variabel praktik konsumsi buah dan sayur. Penelitian menunjukkan bahwa 72,5% siswa memiliki pengetahuan baik, 80% siswa kurang mengkonsumsi sayur, dan 82,5% siswa kurang mengkonsumsi buah. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi tentangs pentingnya praktik dalam mengkonsumsi buah dan sayur. Siswa-siswi kelas X SMAN 01 Sungai Ambawang memiliki pengetahuan yang baik, dan konsumsi buah dan sayur yang kurang.