Articles
KAJIAN PERCEIVED SERVICE QUALITY TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA UNTUK INDUSTRI JASA PERGURUAN TINGGI DI KOTA MALANG
Dayal Gustopo;
Sri Indriani;
Sanny Andjar Sari
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 3 No 1 (2013): inovatif Vol. 3 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kunci untuk mendapatkan daya saing yang berkelanjutan dari suatu industri jasa terletak padapenyampaian jasa layanan dengan kualitas tinggi (delivering high quality service) yang menghasilkan kepuasanbagi konsumen.Saat ini perguruan tinggi swasta (PTS) dituntut untuk mengikuti setiap perubahan yang terjadi baik skalalokal, regional, maupun nasional. Pendidikan yang berkualitas, sumber daya manusia yang berdaya saing danmanajemen penyelenggaraan pendidikan yang sehat menjadi kebutuhan yang sangat penting di Indonesia.Penelitian yang akan dilakukan ini ditujukan untuk menguji selain konstruk juga hubungan di antaravariabel variabel terkait pembentuk konstruk teori tersebut, sehingga dapat menjelaskan sebuah kerangkakonseptual dalam penelitian ini.Hasil pengukuran dan penilaian terhadap kualitas proses belajar mengajar diakhir tahun kalender akademiksangat penting sebagai acuan dalam pengembangan dan perbaikan manajemen layanan perguruan tinggi (PTS),karena persepsi mahasiswa adalah suatu hal yang akan terus dibawa hingga setelah kelulusan dan kemudian akanbertahan lama (citra perguruan tinggi tempat mahasiswa belajar). Disamping itu kualitas layanan dari prosesbelajar mengajar diyakini akan turut menentukan hasil kualitas lulusan perguruan tinggi
RANCANG BANGUN ALAT PENCAMPUR BUMBU PADA INDUSTRI KECIL KERIPIK TEMPE
Priscilla Tamara;
Nelly Budiharti;
Sanny Andjar Sari
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 3 No 1 (2013): inovatif Vol. 3 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Keripik tempe merupakan oleh-oleh khas Malang yang sudah terkenal. Salah satu sentra industri kecilkeripik tempe yang eksis di kota Malang adalah di daerah Sanan. Namun banyak kendala yang dihadapi olehindustri kecil keripik tempe dalam menghadapi persaingan pasar serta untuk memenuhi kebutuhan permintaankonsumen, antara lain disebabkan oleh proses produksi yang masih memakai alat manual dan sikap kerja darioperator yang sangat mempengaruhi tingkat produktifitas, baik waktu maupun hasil produksi.Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat pencampur bumbu keripik tempe serta menghitung waktubaku proses dan output produksinya. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis antropometriuntuk menghitung dimensi alat yang sesuai dengan kebutuhan pekerja agar memperoleh kenyamanan dalambekerja dan analisis pengukuran waktu kerja untuk menghitung tingkat perbaikan waktu kerja serta peningkatanoutput produksi alat yang baru.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan alat pencampur bumbu tersebut terdapatpeningkatan output produksi hingga 92 % dibandingkan dengan alat pencampur bumbu keripik tempe manual.
PENERAPAN ALAT DESTILASI MINYAK ATSIRI DI KELURAHAN TUNJUNGREJO KECAMATAN SUKUN MALANG
Sri Indriani;
Sanny Andjar Sari;
Dwi Ana Anggorowati;
Mujiono Mujiono
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 3 No 1 (2013): inovatif Vol. 3 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penerapan teknologi tepat guna sangat penting dalam mendukung upaya pemberdayaan masyarakat baikdari segi sumber daya sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Tiap daerah memiliki banyakpotensi sumber daya alam akan tetapi sangat sulit untuk berkembang karena kurangnya pemahaman terhadapteknologi maupun faktor mahalnya fasilitas-fasilitas untuk mengolah sumber daya tersebut. Keadaan tersebuttidak terlepas dari peran serta pemerintah dan Perguruan Tinggi dalam melakukan pembinaan bagi masyarakatuntuk mengembangkan potensi yang dimilki suatu daerahSeperti halnya di Kelurahan Tunjungrejo Kecamatan Sukun dimana pembangunan di wilayah ini sampaisaat ini secara prinsip telah dilaksanakan dengan partisipasi dan peran serta masyarakat melalui lembagakemasyarakatan yang ada (LPMK, BKM, dan sebagainya). Namun, dalam perencanaannya sering dilakukansecara spasial (per wilayah RT atau RW) tanpa adanya keterpaduan yang terarah dalam jangka panjang. Dengandemikian, diperlukan upaya untuk memahami potensi wilayah yang dapat dipakai sebagai media untukpeningkatan pembangunan wilayah tersebut.Tujuan dari kegiatan adalah untuk meningkatnya pemberdayaan sumber daya masyarakat KelurahanTunjungrejo Kecamatan Sukun kota Malang dengan diterapkannya alat destilasi minyak atsiri. Membukapeluang usaha baru dibidang pengolahan minyak atsiri. Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah untukmengembangkan kemampuan masyarakat dalam mengolah tanamanan nilam menjadi minyak atsiri menjadiproduk yang lebih memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Meningkatkan perekonomian masyarakat KelurahanTunjungrejo Kecamatan Sukun kota Malang.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MESIN PENGHANCUR SAMPAH UNTUK KELURAHAN SUKUN KECAMATAN SUKUN MALANG
Nelly Budiharti;
Dayal Gustopo;
Harimbi Setyawati;
Sanny Andjar Sari
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 3 No 1 (2013): inovatif Vol. 3 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sampah adalah suatu bahan yang terbuang dari aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilaiekonomis. Pada dasarnya masalah tentang sampah adalah masalah yang harus ditangani secara serius, sepertihalnya di wilayah RW III Kelurahan Sukun Kecamatan Sukun Malang. Proses pengolahan sampah di wilayahRW III Kelurahan Sukun Kecamatan Sukun Malang belum dilakukan secara maksimal.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memaksimalkan potensi yang ada pada wilayah tersebut terutamapara kader karang taruna dan masyarakat untuk melakukan pengolahan sampah secara terpadu, terutama untukpengolahan sampah organik, yang dapat digunakan untuk pupuk, kompos dan lainnya.Mesin penghancur sampah terdiri dari motor penggerak menggunakan mesin mobil dengan putaran diatas 2000 rpm. Mesin mobil ini untuk menggerakkan dua buah pulley untuk dua buah poros pisau. sistempenggerak untuk meneruskan putaran dari mesin mobil ke alat penghancur sampah diperlukan mekanisme yangpraktis, oleh karena itu dibutuhkan sistem penggerak yang dapat meningkatkan efisiensi.Dari hasil perancangan didapatkan waktu baku mesin penghancur sampah adalah 2,99 jam/kg dan outputstandartnya 179 kg/jam, dengan kapasitas mesin penghancur yang sangat besar diharapkan dapat meningkatkanhasil penghancuran sampah organik
PERANCANGAN MESIN PENIRIS MINYAK UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PRODUK PADA SENTRA INDUSTRI KERIPIK TEMPE SANAN MALANG
Sanny Andjar Sari;
Dayal Gustopo;
Sri Indriani
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 3 No 1 (2013): inovatif Vol. 3 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kegiatan dalam penirisan minyak keripik tempe yang digunakan pada home industri dilakukan secaramanual yaitu dengan menggunakan penyaringan sederhana. Waktu yang dibutuhkan juga cukup lama, posisikerja kurang aman dan nyaman karena operator harus membungkuk dan jongkok. Dengan punggung yangmembungkuk pada saat proses penirisan, menjadi tidak ergonomis. Selain itu pada proses pengemasanmembutuhkan waktu lama karena bergantung pada kadar minyak pada keripik tempe tersebut. Sehingga dari alatyang lama dirasa masih belum ergonomis,efektif dan efisien.Analisa yang digunakan dalam perancangan ini antara lain analisa aktifitas,analisa kebutuhan,analisaergonomi, analisa fungsi produk,analisa teknis,analisa sosial budaya.Dari hasil penelitian ini didapatkan perhitungan output standar meningkat 173% dan waktu bakumeningkat 61,8%. Jenis alat peniris minyak yang baru adalah dengan sistem centrifugal ,motor listrik ΒΌ pk danrpm 1450 yang digunakan untuk menggerakkan pully untuk memutar keranjang peniris (wadah keripik) yangterbuat dari bahan stainless dengan kerangka besi.
DESAIN FASILITAS PENGOLAHAN MIE TERPADU
Dayal Gustopo;
Sanny Andjar Sari;
Thomas Priyasmanu
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 2 No 2 (2012): inovatif Vol. 2 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Proses pembuatan mie di daerah Dinoyo Malang mengakibatkan beban kerja yang berlebihan bagi para pekerjanya karena sikap kerja yang tidak ergonomis, serta dikerjakan secara manual sehingga membutuhkan banyak energi dan waktu yang sangat lama .Metode yang digunakan untuk memecahkan masalah adalah melakukan pengamatan secara langsung ke Industri Kecil dan mengumpulkan data serta mengolah data antropometri yang sudah diuji keseragaman data dan kecukupan datanya sehingga bisa menghasilkan data dengan beberapa persentil [5%, 95%] Anthropometri yang digunakan pada fasilitas pembuat mie yang ergonomis khususnya pada pemipihan dan pemotongan mie yaitu diameter genggaman tangan (Hands Diameter ), tinggi siku saat berdiri (Elbow Height Standing), lebar bahu (Shoulder Breadth).Analisa yang digunakan pada fasilitas pembuat mie yang baru adalah analisa aktifitas, analisa kebutuhan, analisa teknis, analisa bahan dan analisa estetika. Untuk pengopersiannya fasilitas ini menggunakan tenaga motor untuk memudahkan operator.Dari hasil desain fasilitas tersebut didapatkan output standart adanya kenaikan produksi mencapai 300 %. Dimana menggunakan fasilitas lama membutuhkan waktu baku 45.8 menit/kg dan output standart 1.26 kg/jam. Sedangkan waktu baku dengan desain fasilitas baru yaitu 11,87 menit/kg dan output standart 5.04 kg/jam.
DESAIN STASIUN KERJA PROSES PELUNAKKAN DAN PEMBENGKOKKAN ROTAN UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DI UD. RUKUN ROTAN-BALEARJOSARI MALANG
Sanny Andjar Sari
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 2 No 2 (2012): inovatif Vol. 2 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Proses Pelunakkan Rotan ini merupakan sangat penting karena berhubungan dengan proses pembengkokkan rotan dimana proses ini sangat mempengaruhi kualitas dan bentuk yang dikehendaki pada produk mebel rotan. Kondisi rotan yang keras akan mengakibatkan proses pembengkokan menjadi sulit dan hasil yang didapat menjadi tidak sesuai. Sedangkan proses pelunakkan rotan sendiri membutuhkan waktu yang sangat lama kurang lebih selama 1,5 jam untuk setiap proses pelunakkan rotan dan memerlukan energi yang banyak .Metode Penelitian yang dipergunakan dengan mengumpulkan data waktu proses pelunakkan dan pembengkokkan rotan, aktifitas operator pada saat bekerja, posisi kerja operator, data antropometri, kemudian dianalisa data waktu dan antropometri untuk nantinya dipergunakan sebagai pedoaman dalam mendesain suatu stasiun kerja pada proses pelunakkan dan pembengkokkan rotan tersebut .Hasil penelitian menunjukkan bahwa Produktifitas kerja operator mengalami peningkatan dikarenakan adanya perubahan pada sistem stasiun kerja pelunakkan dan pembengkokkan rotan. Produktifitas meningkat dilihat dari meningkatnya waktu standart sebesar 38,36 menit untuk proses pelunakkan dan 17.4 detik / pembengkokan (1 rotan) untuk proses pembengkokan. Sedangkan peningkatan Ouput standart (Os) untuk proses pelunakkan mengalami peningkatan sebesar 86.07 % dan untuk proses membengkokan rotan mengalami peningkatan sebesar 14.14 %.
APLIKASI ERGONOMI PADA DESAIN KOMPOR GAS PORTABLE
Dayal Gustopo;
Sanny Andjar Sari
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 2 No 1 (2012): inovatif Vol. 2 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan penelitian secara langsung dimana masih banyak orang yang menggunakan kompor dengan bahan bakar minyak tanah yang keberadaanya semakin menipis. Selain itu juga kompor gas yang digunakan sekarang ini sistem pembakarannya kurang efisien karena banyak bahan bakar yang habis terpakai dan desain yang kurang ergonomis, sehingga dibutuhkan alternatif kompor yang menggunakan bahan bakar gas LPG.Metode yang digunakan dalam penelitian ini melalui tahapan pengumpulan data antropometri dan data observasi waktu kerja yang sudah diuji keseragaman data dan kecukupan datanya kemudian dilakukan pengolahan data dengan cara perhitungan persentile ( 5% ). Antropometri yang dipergunakan pada kompor gas portable yang ergonomis adalah tinggi siku berdiri, jangkauan tangan ke depan, dan genggaman tangan. Selain itu analisa yang digunakan pada kompor gas portable adalah analisa aktifitas, analisa kebutuhan, analisa teknik, analisa bahan, dan analisa estetika.Dari data diatas maka akan didapat dimensi alat yang sesuai dengan ukuran tubuh operator. Sehingga dalam perancangan alat baru menghasilkan waktu baku = 18.26 menit/memasak sate dan output standar = 0.05 memasak 20 sate/menit. Sedangkan pada alat lama menghasilkan waktu baku = 23.42 menit/memasak sate dan output standar = 0.04 memasak 20 sate/menit. Jadi prosentase kenaikan output standar mencapai 25%.
PERANCANGAN TUNGKU PEMBAKARAN UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH MEDIS
Sanny Andjar Sari;
Sri Indriani
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 2 No 1 (2012): inovatif Vol. 2 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada saat ini masalah yang sering dialami oleh orang β orang yang bekerja di bidang kedokteran adalah dalam hal meminimalisasi adanya penularan virus atau bakteri yang dihasilkan dari limbah medis, salah satunya dengan melakukan pembakaran jarum suntik, dimana pada saat ini pengoperasian alat dilakukan hanya 2 minggu sekali dengan volume jarum suntik sebanyak kurang lebih 1 m3. Alat pembakaran tersebut hanya dimiliki oleh instansi kedokteran yang berskala besar. Hal itu membuat instansi β instansi kedokteran berskala kecil seperti puskesmas atau klinik kedokteran mengalami masalah dengan penanganan limbah medis ini.Oleh sebab itu diperlukan suatu alat rancangan yang dapat digunakan pada di instansi kedokteran berskala kecil dengan menggunakan prinsip β prinsip ergonomi yang meliputi perhitungan waktu proses pembakaran, menentukan dan menghitung antropometri, analisis torsi tahap akhir menghitung waktu standart dan out put standart setelah tungku dirancang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan suhu pembakaran lebih dari 10000 C dapat diperoleh hasil pembakaran lebih maksimal yaitu sisa jarum suntik yang telah bersih dari virus dan bakteri medis, selain itu posisi kerja operator terjadi perbaikan posisi tubuh yaitu dari 65 Lb / ft menjadi 27 Lb / ft sehingga dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi operator.
PERANCANGAN ALAT PENGOLAH BUAH KELAPA DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI
Dayal Gustopo;
Sanny Andjar Sari
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 1 No 2 (2011): inovatif Vol. 1 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kegiatan pengolahan kelapa di Paiton Probolinggo merupakan kegiatan home industri dimana dalam pengerjaannya dilakukan secara sederhana. Mulai dari proses pengupasan sampai membuka tempurung kelapa cara yang digunakan memerlukan tenaga yang cukup besar sehingga tidak memenuhi prinsip ergonomi karena besarnya kemungkinan kecelakaan kerja disebabkan peralatan yang kurang mendukung dengan posisi operator duduk menjongkok sehingga cepat menyebabkan terjadinya kelelahan.Metode yang digunakan untuk memecahkan masalah di atas adalah melakukan pengamatan terhadap postur kerja operator sekaligus wawancara untuk mengetahui apa yang dinginkan operator terhadap alat pengolah kelapa. Data antropometri yang digunakan untuk merancang alat pengolah kelapa adalah tinggi siku posisi berdiri, jangkauan tangan ke depan, jangkauan lengan ke samping, dan tinggi posisi duduk. Dari data antropometri tersebut akan didapat dimensi ergonomic agar sesuai dengan ukuran tubuh operator serta menjadi acuan penentuan dimensi dari alat Pengolah Kelapa.Analisa yang digunakan dalam perancangan alat ini adalah analisa, ergonomi, analisa estetik dan analisa bahan. Dari hasil perancangan diperoleh hasil bahwa waktu proses pengoperasian pengolah kelapa lebih singkat yaitu pada alat lama menghasilkan 2 kelapa per jam dan alat baru menghasilkan 4 kelapa per jam.