Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Efektivitas Mindfulness Breathing dengan Guided Imagery Dalam Menurunkan Kecemasan Ibu Post Sectio Caesarea Di RSUD I.A Moies Samarinda Windu Pahrian; Pipit Feriani; Tri Wahyuni; Joanggi Wiriatarina Harianto
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.591

Abstract

Post–Sectio Caesarea (SC) mothers are vulnerable to anxiety due to postoperative pain, limited mobility, and concerns regarding their maternal role and recovery process. If left unmanaged, anxiety can negatively affect maternal well-being, breastfeeding, and mother–infant bonding. Nonpharmacological interventions such as Mindfulness Breathing and Guided Imagery are considered safe and effective in reducing anxiety. This study aimed to analyze the effectiveness of a combination of Mindfulness Breathing and Guided Imagery in reducing anxiety levels among post–Sectio Caesarea mothers at RSUD I.A. Moeis Samarinda. The study employed a managed case study approach using the nursing care process, which included assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. The subjects were post–Sectio Caesarea mothers experiencing anxiety. Anxiety levels were measured using the Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A) before and after the structured implementation of the combined Mindfulness Breathing and Guided Imagery intervention. The evaluation showed a decrease in anxiety scores following the intervention; prior to the intervention, patients experienced moderate anxiety, which decreased to mild anxiety afterward. Patients also demonstrated more adaptive physiological and psychological responses, such as feeling calmer, improved focus, and better coping abilities. The combination of Mindfulness Breathing and Guided Imagery was proven to be effective in reducing anxiety in post–Sectio Caesarea mothers and may be used as an alternative nonpharmacological therapy in maternity nursing care to enhance postpartum psychological well-being.
Analisis Efektivitas Terapi Progressive Muscle Relaxation Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Ibu Pasca Sectio Caesarea Ruang Kebidanan RSUD Moeis Samarinda Ratih, Oktaviana; Feriani, Pipit; Wahyuni, Tri; WH, Joanggi
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.594

Abstract

Nyeri setelah operasi caesar merupakan keluhan umum di kalangan ibu baru dan dapat mengganggu mobilitas, istirahat, pemulihan, dan menyusui. Manajemen nyeri biasanya melibatkan pengobatan, tetapi hal ini dapat menyebabkan efek samping, sehingga diperlukan terapi non-obat, seperti Progressive Muscle Relaxation (PMR). Tujuan untuk menentukan efektivitas PMR dalam mengurangi nyeri pasca operasi caesar pada ibu yang dirawat di bangsal kebidanan Rumah Sakit Daerah Moeis di Samarinda. Metode penelitian ini menggunakan intervensi berupa terapi PMR yang dilakukan dua kali sehari, dengan waktu 20 menit, selama tiga hari. Intensitas rasa sakit diukur sebelum dan setelah pemberian intervensi menggunakan (VAS). Hasil menunjukkan bahwa rasa sakit berkurang dari skala 5 menjadi skala 2 setelah menjalani terapi PMR selama 3 hari. PMR dilakukan dua kali sehari selama dua puluh menit. Teknik ini bisa membuat otot lebih rileks, mengurangi ketegangan, serta membantu pasien fokus pada hal lain sehingga rasa sakit terasa lebih ringan. Selain itu, teknik ini juga bisa memperkecil kerja sistem saraf yang membuat otot tegang dan meningkatkan kerja sistem saraf yang membuat otot rileks, sehingga rasa sakit yang dirasakan bisa berkurang. pKesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa teknik terapi PMR efektif digunakan sebagai cara pengobatan tanpa obat untuk mengurangi rasa nyeri setelah prosedur operasi sectio caesarea. Teknik ini dapat diterapkan dalam praktik keperawatan maternitas.
Exclusive breastfeeding duration and its influence on preventing childhood stunting Feriani, Pipit; Negara, Candra Kusuma; Ernawati, Rini
Pediomaternal Nursing Journal Vol. 12 No. 1 (2026): VOLUME 12 NO 1 MARCH 2026
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pmnj.v12i1.74499

Abstract

Introduction: Childhood stunting represents a major global health challenge affecting 149 million children under five years worldwide. Exclusive breastfeeding has been identified as an important protective factor in stunting prevention, yet empirical evidence regarding this relationship in Indonesian primary healthcare settings remains limited. This study aimed to analyze the relationship between exclusive breastfeeding history and stunting occurrence among children aged 7-59 months at UPTD Loa Ipuh Primary Healthcare Center.Methods: This cross-sectional study involved 120 mothers with children aged 7-59 months in the UPTD Loa Ipuh catchment area, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan. Consecutive sampling was employed for participant recruitment. Data were collected through structured interviews using a validated questionnaire. Chi-square tests were used to determine the association between exclusive breastfeeding and stunting occurrence.Results: Of 120 participants, 58.3% of children received exclusive breastfeeding while 41.7% did not receive exclusive breastfeeding. The overall stunting prevalence was 50.0%, with 12.5% severely stunted and 37.5% stunted. Chi-square test results demonstrated a statistically significant association between exclusive breastfeeding history and stunting occurrence (P-value = .01). Children who did not receive exclusive breastfeeding showed higher prevalence of severe stunting (22.0%) compared to those who received exclusive breastfeeding (5.7%). Conversely, children who received exclusive breastfeeding had a higher proportion of normal nutritional status (58.6%) compared to those who did not receive exclusive breastfeeding (38.0%).Conclusion: Exclusive breastfeeding proves to be a significant protective factor against childhood stunting, with up to four-fold reduction in severe stunting risk. These findings support the importance of exclusive breastfeeding promotion as a cost-effective intervention in stunting prevention, though it should be integrated within holistic approaches that comprehensively address multiple determinants of stunting.Keywords: exclusive breastfeeding, stunting, nutritional status, children under five, primary healthcare
The Role of Living Arrangements and Parental Marital Status on Adolescent Self-Efficacy in Preventing Risky Sexual Behavior Pipit Feriani; Wahyuni, Tri; Selpina; Nur’ Aini Permatasari; Khofifah Yuniarsih Sadri; Syarah Auliza Firdayanti Yunus
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i3.603

Abstract

This study aims to analyze the role of living arrangements and parental marital status in shaping adolescent self-efficacy for premarital sex prevention through a Health Belief Model (HBM) framework. Using a quantitative cross-sectional design at SMAN 3 Samarinda (n=301), data were analyzed to determine how family structural dynamics influence internal confidence. Results indicate a significant relationship between living arrangements (p=0.002) and parental marital status (p=0.001) with self-efficacy. High family support shows a strong positive correlation with perceived susceptibility (r=0.766) and health motivation (r=0.756), ultimately driving self-efficacy (r=0.812). Adolescents in intact families and those living with parents demonstrate higher resilience against risky sexual behaviors. This study concludes that family environmental stability is a critical "Cue to Action" in adolescent reproductive health.
Analisis Praktik Keperawatan Terapi Pijat Kaki Minyak Zaitun pada Gangguan Pola Tidur Post Sectio Caesarea di RSUD I.A Moeis Samarinda Diah Pitriana, Nur Azizah; Feriani, Pipit; Wahyuni, Tri; WH, Joanggi
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i3.606

Abstract

Ibu postpartum pasca sectio caesarea (SC) sering mengalami gangguan pola tidur yang disebabkan oleh nyeri luka operasi, keterbatasan mobilisasi, serta kelelahan fisik. Kondisi tersebut dapat menghambat proses pemulihan dan menurunkan kenyamanan ibu pada masa nifas. Oleh karena itu diperlukan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan untuk membantu meningkatkan kualitas tidur ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi pijat kaki menggunakan minyak zaitun sebagai intervensi keperawatan dalam mengatasi gangguan pola tidur pada ibu postpartum post sectio caesarea di RSUD I.A Moeis Samarinda. Metode yang digunakan adalah analisis praktik keperawatan melalui pendekatan studi kasus pada seorang ibu postpartum post sectio caesarea yang dirawat di ruang kebidanan. Asuhan keperawatan dilakukan menggunakan pendekatan proses keperawatan yang mengacu pada standar SDKI, SIKI, dan SLKI. Intervensi inovasi berupa terapi pijat kaki menggunakan minyak zaitun diberikan selama tiga hari berturut-turut dengan frekuensi satu kali sehari dan durasi ±15–20 menit. Hasil pengkajian awal menunjukkan klien mengalami kesulitan memulai tidur, sering terbangun pada malam hari, serta durasi tidur yang tidak adekuat. Setelah dilakukan implementasi terapi pijat kaki menggunakan minyak zaitun selama tiga hari, terjadi perbaikan pola tidur yang ditandai dengan meningkatnya durasi tidur malam, berkurangnya frekuensi terbangun, serta meningkatnya rasa relaksasi dan kenyamanan klien. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terapi pijat kaki menggunakan minyak zaitun dapat menjadi intervensi keperawatan nonfarmakologis yang membantu meningkatkan kualitas tidur pada ibu postpartum post sectio caesarea. Intervensi ini berpotensi diterapkan sebagai terapi komplementer dalam praktik keperawatan maternitas untuk mendukung proses pemulihan ibu pascapersalinan.