Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PELATIHAN ADAPTASI DENGAN MASYARAKAT SERTA PENINGKATAN ETIKA DAN TATA KRAMA Mentari Rezeki, Sabrini; Elvinawanty, Rianda; Giovani Aritonang, Marsela; Liharni Purba, Flora
ABDI DALEM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : PT. ANAN PUBLISHER CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70585/abdidalem.v1i2.27

Abstract

Pelatihan adaptasi dengan masyarakat serta peningkatan etika dan tata krama merupakan aspek penting dalam membentuk karakter anak sekolah, terutama dalam menghadapi tantangan sosial di lingkungan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan adaptasi sosial serta pemahaman tentang etika dan sopan santun di kalangan siswa. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, permainan peran, dan diskusi kelompok yang difasilitasi oleh tenaga pendidik terlatih. Hasil menunjukkan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya tata krama dalam interaksi sehari-hari dan keterampilan mereka untuk beradaptasi dengan berbagai situasi sosial. Selain itu, pelatihan ini juga membantu siswa dalam membangun hubungan yang positif dengan lingkungan sekitar, yang dapat mendukung perkembangan sosial dan emosional mereka. Temuan ini mengindikasikan bahwa program pelatihan semacam ini dapat menjadi bagian penting dari upaya pendidikan karakter di sekolah.
Hubungan Antara Kontrol Diri Dengan Kecemasan Pada Siswa/I Yang Mengikuti Ujian Akhir Kelulusan Di SMA Negeri 2 Binjai Sairah, Hera Maya; Sembiring, Mei Indah Khairani; Asri, Naila Mutiah; Rezeki, Sabrini Mentari; Marpaung, Winida
Jurnal Diversita Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v11i2.16252

Abstract

Masa remaja (adolescence) ialah masa transisi dari tahap kanak-kanak menuju kedewasaan ialah fase perkembangan yang kompleks, ditandai dengan pencapaian kematangan dalam aspek mental, emosional, dan fisik. Kelompok usia ini memiliki peran strategis sebagai sumber daya manusia yang potensial, serta menjadi elemen krusial dalam proses pembangunan nasional. Riset ini bertujuan guna mengetahui hubungan antara kontrol diri dan kecemasan pada siswa/i kelas XII SMA Negeri 2 Binjai yang akan menghadapi ujian akhir sekolah. Riset ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan jumlah sampel sebanyak 148 siswa, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan ialah skala kecemasan dan skala kontrol diri. Hasil analisis menunjukkan bahwasanya terdapat hubungan negatif signifikan antara kecemasan dan kontrol diri dengan nilai koefisien korelasi r = 0,889, dan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwasanya semakin rendah tingkat kecemasan siswa, semakin tinggi pula kontrol diri yang dimilikinya begitu pula sebaliknya semakin tinggi Tingkat kecemasan siswa semakin rendah pula kontrol dirinya. Temuan ini menunjukkan bahwasanya kecemasan, dalam kadar adaptif, dapat memicu aktivasi kontrol diri dalam menghadapi tekanan akademik seperti ujian akhir sekolah. Adapun hasil perhitungan sumbangan efektif menunjukkan bahwasanya kontrol diri berkontribusi sebesar 80,5% terhadap kecemasan siswa.
Peningkatan Psychological Well-Being pada Kelompok Tani dan Karangtaruna dalam Program PM BEM Berdampak 2025: Sinergi antara Pendampingan Psikologis, Produksi Pupuk Organik dan Pelatihan Digital Marketing di Desa Sementara Serdang Bedagai Mirza, Rina; Guci, Dede Ansyari; Pinem, Laura Juita; Tarigan, Andry Admaja; Rezeki, Sabrini Mentari
Gotong Royong: Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Gotong Royong (JP3KM) Desember 2025
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/jp3km.v5i1.92

Abstract

Dalam menjalani kehidupan ini, kesejahteraan psikologis diperlukan agar setiap individu merasa nyaman menjalani kehidupannya. Hal inilah yang dilakukan Tim UNPRI dalam Program PM BEM Berdampak 2025 kepada kelompok tani dan pemuda karang taruna di Desa Sementara, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai. Kegiatan ini fokus pada 3 aspek yakni produksi, psikologis dan pemasaran. Dalam kegiatan ini, kedua kelompok diajarkan cara memproduksi pupuk organik, cara pemasaran hasil produksi dari pupuk organik melalui digital marketing serta pendampingan psikologis sebagai upaya mengubah pola pikir agar mau secara perlahan menggunakan pupuk organic. Pendampingan juga dilakukan agar mereka mampu menghadapi tekanan seperti ketidakpastian hasil panen, kondisi ekonomi keluarga, dan tuntutan sosial, sehingga dapat memengaruhi kesejahteraan psikologisnya yang berdampak pada kemampuan dalam mengambil keputusan dan menjalin kerja sama. Program PM BEM Berdampak 2025 ini,merupakan hibah hibah dari Direktorat Jendral Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Kegiatan ini berjalan lancar, tim mendapat dukungan penuh dari pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai dan bersama Masyarakat menjalankan program dari awal hingga berakhir program.
STUDI KASUS SISWA UNDERACHIEVER DI SMA YAYASAN PERGURUAN HARAPAN MANDIRI MEDAN Rezeki, Sabrini Mentari
Psikologi Prima Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v2i2.876

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah memperoleh gambaran mengenai karakteristik siswa yang mengalami underachiever dan faktor-faktor penyebabnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan model penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara semiterstruktur, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian satu orang siswa yang mengalami underachiever. Analisis data menggunakan teknik model Miles dan Huberman. Kesimpulannya yaitu HT mengalami underachiever dengan karakteristik rendahnya self-esteem dan rendahnya konsep diri akademik. Faktor-faktor yang menyebabkan HT mengalami underachiever strategi dalam belajar, faktor kondisi psikologis, faktor emosi. Faktor motivasi yang rendah, faktor kondisi psikososial yaitu kondisi keluarga, orangtua kurang memberikan perhatian, seringnya ayah memberi hukuman kepada HT dan orangtua yang sering mengkritik menjadi faktor penyebab underachiever.
Peningkatan Kesejahteraan Psikologis Kelompok Tani dan Karang Taruna Desa Sementara Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Sabrini Mentari Rezeki; Rina Mirza; Nurvica Sari Perangi- angin; Dede Ansyari Guci; Andry Admaja Tarigan
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/4pjpbj98

Abstract

Kesejahteraan psikologis (psychological well-being) merupakan aspek penting dalam mendukung kualitas hidup masyarakat, terutama bagi kelompok yang terlibat dalam aktivitas sosial dan ekonomi seperti kelompok tani dan karang taruna. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kapasitas psikologis, serta keterampilan regulasi emosi anggota Kelompok Tani Cempaka II dan Karang Taruna Desa Sementara, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai. Metode kegiatan meliputi psikoedukasi, ceramah, diskusi, pendampingan konseling, asesmen psikologis, dan intervensi psikososial. Materi yang diberikan mencakup psychological well-being, kemandirian, pengambilan keputusan, serta teknik regulasi emosi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep PWB, kemampuan mengelola emosi, serta peningkatan hubungan sosial melalui aktivitas psikososial. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam proses diskusi dan pendampingan. Dengan demikian, program PKM ini terbukti efektif dalam memperkuat kesejahteraan psikologis, kapasitas personal, dan ketahanan sosial masyarakat desa.
Peningkatan Kapasitas Produksi Pupuk Organik Cair Berbasis Limbah Rumah Tangga dan Biochar Sekam Padi melalui Pendampingan Kelompok Tani dan Karang Taruna di Desa Sementara, Serdang Bedagai, Sumatera Utara Tarigan, Andry Admaja; Pinem, Laura Juita; Mirza, Rina; Guci, Dede Ansyari; Rezeki, Sabrini Mentari; Afrianti, Suratni; Nasution , Muhammad Arif
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2516

Abstract

Masyarakat Desa Sementara, Kabupaten Serdang Bedagai, masih menghadapi permasalahan ketergantungan terhadap pupuk kimia, tingginya biaya produksi pertanian, serta belum optimalnya pemanfaatan limbah rumah tangga dan sekam padi. Selain itu, kemampuan teknis kelompok tani dan karang taruna dalam memproduksi pupuk organik secara mandiri masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memproduksi pupuk organik cair (POC) berbasis limbah rumah tangga dan biochar sekam padi sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi pentingnya pupuk organik, pelatihan pembuatan POC melalui fermentasi anaerob selama 30 hari, pelatihan pembuatan biochar menggunakan alat pirolisis sederhana, serta uji coba aplikasi POC dan biochar pada demplot tanaman padi dan hortikultura. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi produksi, serta pengamatan pertumbuhan tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman peserta sebesar ±40%. Peserta mampu memproduksi ±180 liter POC dan ±45 kg biochar dari limbah lokal. Uji coba demplot menunjukkan peningkatan pertumbuhan tanaman pada perlakuan POC dan biochar dibandingkan kontrol. Kegiatan ini berdampak pada peningkatan keterampilan teknis, perubahan perilaku pertanian, serta komitmen mitra untuk melanjutkan produksi pupuk organik secara mandiri setelah program berakhir.